NovelToon NovelToon
Kediaman Jenderal Jatuh Karena Berkhianat

Kediaman Jenderal Jatuh Karena Berkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi Timur
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.

Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.

Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.

Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Dua Anak, Dua Sifat

"Ibu... Ibu!"

Lu Chengyan menerobos masuk ke ruang belajar ibunya. Mei Huarin yang baru ingin mengeluarkan beberapa dokumen kembali menyimpannya. Selama ini dia memang tidak pernah memberitahu apapun pada Lu Chengyan.

Lu Chengyan lebih banyak bersama dengan neneknya. Tadinya, Mei Huarin berharap anak sulungnya itu bisa menjadi seorang jenderal seperti ayahnya. Sayangnya, Lu Chengyan yang berlalu dimanja karena memang menjadi cucu pertama nyonya tua, malah menjadi malas belajar. Ilmu beladirinya bahkan hanya alakadarnya saja. Hanya menguasai beberapa ilmu dasar, itupun tidak punya fondasi yang kuat.

"Tuan muda, nyonya sedang..."

"Minggir!"

Brukk

Dua penjaga pintu di dorong oleh Lu Chengyan sampai jatuh. Bukan karena mereka tidak kuat. Namun, mereka memang tidak berusaha melawan.

Brakk

Lu Chengyan membuka pintu dengan kasar. Xueyao yang ada di samping Mei Huarin sampai terkejut.

"Tuan muda, kenapa membuka pintu kasar seperti itu?"

"Kamu cuma pelayan! diam!"

Lu Chengyan bicara sambil menunjuk tajam dan memandang sangat rendah ke arah Xueyao. Xueyao juga langsung diam.

Mei Huarin mengambil cangkir tehnya, dan membuka tutup cangkir itu. Layaknya cara minum teh pada umumnya, Mei Huarin mendorong ampas teh itu dengan pinggiran tutup cangkir beberapa kali sebelum meminumnya.

"Ibu! ibu ini kenapa sih? ini masalah sepele, Bu! siapa di kerajaan ini yang tidak punya istri lebih dari satu? kenapa ibu membuat keributan seperti ini? ayah tinggal di kediaman samping, bagaimana aku akan menunjukkan wajahku di depan para pejabat? aku akan jadi cemoohan mereka, Bu!"

"Sudah selesai?" tanya Mei Huarin meletakkan kembali cangkir tehnya di atas meja.

Tangan Lu Chengyan terkepal sebentar, lalu maju mendekati ibunya.

"Ibu, wanita itu sudah hamil. Lagipula, wanita itu telah menyelamatkan ayah di perbatasan. Ibu kenapa kejam begini sih?" tanya Lu Chengyan.

"Jika masih ada yang mau kamu katakan, katakan saja! aku akan menunggu mu selesai bicara!" kata Mei Huarin masih menatap anaknya dengan tenang.

Lu Chengyan duduk di kursi yang ada di samping Mei Huarin. Meski awalnya mendengus kesal, dia masih berusaha mengatakan pada ibunya. Kalau seharusnya ibunya itu tidak berbuat seperti itu pada ayahnya.

"Bu, coba pikirkan hal ini! betapa malunya ayah nanti di pengadilan. Kalau sampai orang-orang disana tahu, ayah tinggal di kediaman jenderal, bukan di kediaman Jinxi?" tanya Lu Chengyan.

"Masih ada lagi?" tanya Mei Huarin dengan tenang.

"Ibu!" protes Lu Chengyan yang langsung berdiri dan menaikkan nada suaranya itu satu oktaf.

Mei Huarin mendengus pelan.

"Kalau sudah selesai, biar ibu gantian yang bicara! kamu jangan menyela!" kata Mei Huarin dengan tegas.

Mei Huarin berdiri dari duduknya. Karena dengan posisinya saat ini, dia harus bicara sambil mendongak melihat anaknya. Mei Huarin, tidak suka bicara sambil menatap orang yang lebih tinggi darinya.

Mei Huarin mensejajarkan pandangannya dengan Lu Chengyan.

"Chen'er, sebelum kamu membela ayahmu. Pernahkah kamu berpikir, apakah ibumu ini juga bukan orang tuamu? kenapa yang kamu bela hanya ayahmu? masalah nama baiknya yang akan rusak di pengadilan, seharusnya jenderal memikirkan hal ini dulu sebelum tidur dengan wanita dan membuatnya hamil. Di perbatasan, tidak kekurangan wanita penghibur, yang tidak akan hamil anak jenderal dan kelak akan di panggil anak haramm!"

Lu Chengyan mendengus kesal, tapi ucapan ibunya memang tidak ada yang salah. Bertahun-tahun berperang di perbatasan, yang namanya pria memang pastinya butuh hal seperti itu. Tapi, tawanan perang dan wanita penghibur untuk mereka di perbatasan juga tidak kurang.

"Kalau masalah wanita itu menyelamatkan ayahmu. Keluarga kita juga tidak kekurangan emas permata untuk membalas kebaikannya. Bahkan ibu tidak akan keberatan menjadikan saudara angkat, atau bahkan anak angkat. Tidak harus menjadi istri setara!"

"Ibu..."

"Pria itu yang dijadikan pegangan adalah ucapannya. Bukankah itu sama seperti sebuah prinsip. Ayahmu ingkar janji, dia mengkhianati ibu. Ibu hanya minta dia tinggal di tempatnya, itu sudah sangat bagus!"

Xueyao tampak setuju dengan semua yang dikatakan oleh Mei Huarin. Pelayan setia Mei Huarin itu mengangguk senang mendengar semua ucapan Mei Huarin.

"Bilang saja ibu picik, cemburuan seperti kata nenek!"

"Jika kamu berpikir begitu, tidak masalah. Pikir saja seperti itu!" balas Mei Huarin.

"Lalu bagaimana dengan jabatanku...!"

"Jika kamu bekerja dengan benar, tidak akan berpengaruh pada jabatanmu. Masalah bagaimana semua orang bicara di pengadilan nanti tentang ayahmu! pura-pura saja tidak dengar..."

"Ibu, ibu kejam sekali. Wanita itu sudah hamil, kalau ayah tidak menikahinya, nama ayah juga akan tercemar, apalagi dia anak perdana menteri kerajaan Yuzhuan. Ibu tidak takut..."

"Memangnya kenapa kalau dia anak perdana menteri kerajaan Yuzhuan. Ibu juga adik angkat kaisar Jinhuan!"

Lu Chengyan mendengus kesal. Dia benar-benar tidak bisa mendebat ibunya.

"Aku sudah bicara baik-baik pada ibu. Kalau nanti sampai para tetua datang dan memarahi ibu, jangan bilang aku tidak mengingatkan ibu!"

"Jangan khawatir, ibu tidak butuh kamu jadi pembicara untuk ibu. Pikirkan sendiri dirimu, pekerjaanmu dan masa depan kediaman mu! jika terus bersenang-senang bersama para pejabat itu, kamu tidak akan punya tabungan!"

"Ibu, ibu juga mau pelit padaku?"

"Kamu sudah berumah tangga, ibu sudah carikan pekerjaan juga. Kamu bukan lagi tanggung jawab kediaman Jinxi!"

Brak

Lu Chengyan mengibaskan ujung lengan hanfu-nya. Dia merasa sangat kesal dan langsung keluar dari ruang belajar Mei Huarin.

"Kakak..."

Saat Lu Yanzhi bertemu berpapasan dengannya di dekat pintu. Lu Chengyan malah mendengus kesal.

Lu Yanzhi masuk ke ruang belajar ibunya itu sambil sesekali menoleh ke belakang melihat kakaknya yang sepertinya keluar dengan marah.

"Ibu, kakak kenapa?" tanya Lu Yanzhi.

"Dia kesal, karena ibu menyuruhnya banyak menabung!"

Lu Yanzhi mengangguk perlahan.

"Iya, aku dengar setiap akhir pekan. Kakak mengajak para pejabat minum di paviliun Nangli. Menghabiskan banyak uang! wakil perdana bahkan menegur, tapi kakak malah pergi begitu saja. Berita ini sudah menyebar di seluruh ibukota, Bu!"

Mei Huarin memegang keningnya.

"Ibu, aku buatkan sup untuk ibu. Ini bisa menyegarkan dan menambah nafsu makan. Setelah semua ini, ibu pasti kehilangan nafsu makan kan?"

Wajah Lu Yanzhi terlihat khawatir.

"Terima kasih Yan'er!"

"Ibu kenapa bilang terima kasih, ini tidak seberapa di banding dengan semua yang ibu lakukan ingin kesejahteraan Yan'er dan semua yang ada di kediaman Jinxi!"

Mei Huarin tersenyum, setidaknya dia sudah mendidik Yan'er dengan baik. Dia akan membuat Yan'er mempelajari semuanya dengan cepat. Sebelum dia meninggalkan kediaman Jinxi, dan orang-orang tidak berguna lainnya di tempat ini.

***

Bersambung...

1
💞Aulia Adriani💕
recommended
Noer: terima kasih
total 1 replies
lin sya
mei huarin cerdas dlm segala hal tp soal pasangan tdk beruntung, mertua toxic, suami toxic, ditambah selir yg licik, klo putrinya meneruskan smua hrta psti jdi rebutan ktika ia prgi, putrinya msih labil dan butuh bimbingan💪
Noer: betul, makanya dia sedang mengajari sang putri untuk bisa tegas seperti dirinya.
total 1 replies
Zieya🖤
aisss itu nenek kenapa inda kena strok....
nanti aku pula lama naik tensi🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Zieya🖤: 😂😂😂🤣🤣🤣
total 2 replies
Sumawita
dasar mertua laknat
Sumawita: org tua tak tau diri kak🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
nyonya tua gak mau hidup misqueen🤭
kayaknya dia pengen mepet sawah terus🤭
Noer: mepet sawah 🤭
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
coba nyonya tua jelaskan gimana caranya minta maaf tapi maksa🤔
Noer: jadi gini...
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ck gayamu nyonya tua, sok kaya🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
nah bagus jangan pernah mau memaafkan pengkhianat itu Mei 🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: jangan pokoknya mah🤣
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
namanya sudah buntu, bingung mau gimana lagi 🤭
Noer: betul
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
jamu🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: ngeles🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
total 2 replies
Ria Adek
Mau main paksa katanya.. 🤣🤣🤣
Siapa yang mau di paksa..?
Mei Huarin yg bersujud pada kalian semua..?
Yang benar saja.. 🤭
Meski kalian yg bersujud pada nya, Mei Huarin tak kan luluh dengan air mata buaya.. 😏
Karena Mei Huarin sangat tau, kalian adalah orang² yg bermuka dua..
Jadi, buang jauh² mimpi mu Nyonya Tua.. 😝😏
Noer: emang edyannn dia kak
total 3 replies
awesome moment
bnr2 nyonya tua tanpa akhlak dan adab. siapa kmrn yg menghina Huarin. siapa rn yg mengagungkan tukang ngangkang shen? siapa kmrn yg buang mennatu lama dan cucu lama? pikun? giliran harta...ingat. hrs digaplok mmg nini nini 1 n. colok matanya bn melek klo dia salah
Noer: colok kak, aku dukung 🤭
total 1 replies
Ria Adek
Woyy.. Nyonya Tua, Yansheng.. Kalian kira dengan memanjakan anak sudah pasti nanti anak bakal berbakti padamu..? Belum tentu tauu.. 🤪🤣🤣🤣
Apalagi kalian memanjakan nya dgn manja² gak menentu, gak terdidik adab & akhlak nya.. habislah.. 🤣🤣
Karena apa yg kau tanamkan sejak dini, seperti itulah kelak anak² akan mencontoh perilaku orang tua nya..
Dan kau lu Yansheng, ortu mu itu ada kurang²nya kalau kulihat.. Seperti orang gila harta, makanya anak lelaki mu punya prinsip yang sama dengan nyonya tua.. 🤦🏻‍♀️
Noer: jadilah anak yang tidak berbakti
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sepertinya kaisar gak mau ditinggal 🤔
Noer: cieeee
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kasihan anaknya gak mau bantuin, anaknya cari aman🤣🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iyalah, anaknya kan udah punya tanggungan sendiri 🤭
total 2 replies
vj'z tri
kok gitu/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: ho'oh
total 1 replies
vj'z tri
doa dulu biar afdol /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: iya kak betul 😅
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga Yan'er sekuat dan sehebat Mei
Noer: Aamiin
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
apakah sudah saatnya mei pergi 😔
Noer: iya kak
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Shen mau membunuh Mei, mungkin sebelum dibunuh Mei dah pulang kemasa depan 🤭
Noer: betul itu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!