Di dunia persilatan yang luas, pedang dan tombak dianggap sebagai raja senjata.
Namun, bagi Mo Fei, benda terkecillah yang paling mematikan.
Tidak menggunakan golok raksasa, tidak mengandalkan kekuatan otot. Senjatanya hanyalah jarum-jarum emas seukuran biji padi.
Siapa pun yang ditandanya... pasti mati sebelum sempat berkedip.
Dikenal sebagai Pengamat Malam, ia datang tanpa suara, pergi tanpa jejak, hanya meninggalkan kilatan cahaya emas dan mayat yang tertancap jarum di titik vital.
"Pedang hanya bisa memotong daging. Tapi jarumku... bisa menusuk jiwa."
Ketika ia ditugaskan melindungi putri cantik yang keras kepala dan terjerat dalam intrik istana, Mo Fei harus menghadapi sekte jahat dan pendekar-pendekar legendaris.
Bisakah seribu jarum emas ini mengubah takdir dunia?
Siap-siap terpukau dengan aksi bela diri tercepat dan paling elegan yang pernah ada! .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11: PERTARUNGAN DI ATAS AWAN
Suasana di Aula Seribu Tahun mendadak hening total. Bahkan angin pun seakan berhenti berhembus. Semua mata terpaku menatap sosok pria berbaju hitam di tengah ruangan. Aura mematikan yang dipancarkannya begitu pekat dan berat, membuat dada setiap orang terasa sesak seolah ada batu besar yang menindihnya.
Itu adalah Xie Wu, pembawa Pedang Iblis.
"Mo Fei... Akhirnya kita bertemu juga," ucap Xie Wu pelan, namun suaranya terdengar jelas sampai ke telinga setiap orang, dingin dan menusuk tulang. "Aku sudah mencari kemana-mana pemilik ilmu Seribu Jarum Emas. Dan ternyata... kau cuma bocah ingusan yang suka main-main."
Mo Fei yang sedari tadi duduk santai memakan kacang-kacangan di meja, perlahan berdiri.
Senyum cerianya masih terlihat, tapi matanya kini sangat serius dan tajam. Ia bisa merasakan bahwa lawan di depannya ini bukanlah orang biasa seperti yang pernah ia lawan sebelumnya. Xie Wu berada di level yang jauh lebih tinggi.
"Wah... Tuan ini gaya nya keren sekali ya," jawab Mo Fei santai namun waspada. "Baju hitam, wajah pucat, bawa bungkusan aneh... Apa kau ini tukang pos yang tersesat atau pembawa kabar kematian?"
"Berisik!!" Xie Wu mendengus kesal. "Kau berani meremehkan aku?! Lihat ini baik-baik!"
SYARRR!!!
Dengan gerakan secepat kilat, Xie Wu merobek kain pembungkus di punggungnya!
Terlihatlah sebuah pedang yang sangat aneh dan mengerikan. Bilahnya tidak panjang, tapi sangat lebar dan gelap, berwarna hitam pekat seperti kehampaan malam. Tidak ada cahaya yang memantul dari pedang itu, seolah-olah pedang itu mampu menelan seluruh cahaya di sekitarnya.
"Ini adalah Pedang Iblis Penghancur Langit," suara Xie Wu bergema penuh kesombongan. "Pedang ini ditempa dari besi meteorit dan darah naga. Satu tebasan saja cukup untuk membelah gunung dan mengeringkan sungai! Dan hari ini... aku akan membelah tubuhmu jadi dua!"
WUSSSSS!!!
Tanpa aba-aba, Xie Wu bergerak!
Ia tidak melompat, tidak berlari, tapi benar-benar lenyap dari tempatnya!
Dalam sekejap mata, ia sudah berada tepat di atas kepala Mo Fei! Pedang hitam itu diayunkan ke bawah dengan kekuatan penuh!
Bayangan pedang itu begitu besar dan gelap, menutupi seluruh tubuh Mo Fei! Aura mautnya membuat tanah di bawah mereka retak-retak!
"TEKNIK MUTLAK: GELAP YANG MELAHAP BUMI!!"
Lian Er yang melihat itu menjerit ketakutan. "MO FEI!!"
Semua orang di aula itu menahan napas. Mereka yakin pemuda berbaju putih itu pasti hancur berkeping-keping dalam satu serangan ini!
NAMUN...
TRANGGGGGGG!!!
Ledakan dahsyat terjadi! Debu beterbangan ke mana-mana, membuat pandangan menjadi kabur!
Tapi...
Di tengah debu itu, terdengar suara yang sangat tidak masuk akal.
TING!
Suara halus, jelas, dan sangat indah.
Debu perlahan menipis.
Seluruh orang di sana membelalakkan mata mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Mo Fei masih berdiri tegak di tempatnya!
Di depannya, terdapat ratusan jarum emas yang berputar membentuk perisai rapat! Dan tepat di tengah perisai itu, tertancap kuat Pedang Iblis milik Xie Wu yang tidak bisa turun sedikitpun!
Gila! Mo Fei menahan serangan mematikan itu hanya dengan jarum-jarum kecil!
"Bagaimana bisa...?" bisik Xie Wu terkejut. Ia mencoba menekan pedangnya lebih kuat, tapi pedang itu seolah tertanam di dinding baja yang tak bisa ditembus.
"Keras memang pedangmu," ucap Mo Fei dengan nada tenang. "Tapi sayang... gerakanmu masih kalah cepat sepersekian detik dariku."
TING!
Mo Fei menembakkan satu jarum tambahan tepat ke gagang pedang!
DENG!!!
Xie Wu terdorong mundur terpelanting jauh hingga menabrak dinding aula! Ia bangkit kembali dengan napas memburu, matanya menatap pedangnya yang retak dengan mata terbelalak.
"Kau... kau benar-benar monster..." desis Xie Wu tak percaya. "Tidak ada orang normal yang bisa melakukan itu!"
"Terima kasih pujiannya," Mo Fei tersenyum lebar. "Tadi cuma pemanasan lho. Kalau kau mau main lebih serius... ayo naik ke atas sana! Jangan rusak barang-barang orang di sini, kasihan nanti kita yang disuruh bayar."
WUSH!
Mo Fei melompat tinggi ke udara, mendarat dengan anggun di atas atap paling tinggi Aula Seribu Tahun.
Xie Wu mengepal tangannya kuat-kuat, amarah dan gairah bertarung bercampur menjadi satu.
"Bagus! Sangat bagus! Kalau begitu aku akan menghancurkanmu di sana! Lihatlah teknik terhebatku!"
Xie Wu pun melompat mengejar Mo Fei ke atas atap!
Pertarungan pun berpindah ke ketinggian!
Dari bawah, ratusan pendekar dan tetua sekte hanya bisa melihat ke atas dengan mulut ternganga.
Di sana, di bawah langit yang luas, terlihat dua bayangan bertarung dengan kecepatan yang melampaui batas imajinasi manusia biasa!
TRANG! TRANG! SYUT! SYUT! TING! TING!
Suara benturan terdengar nonstop bagaikan guntur di siang bolong!
Xie Wu mengayunkan Pedang Iblisnya dengan ganas, setiap tebasannya membelah udara dan menciptakan gelombang angin yang bisa memotong batu besar menjadi dua! Serangannya keras, berat, dan mematikan!
Tapi Mo Fei... bagaikan kupu-kupu yang indah namun mematikan. Ia bergerak mengelilingi lawannya, menembakkan jarum-jarum emas dari segala sudut yang tak terduga.
Kadang ia menyerang mata, kadang tangan, kadang kaki, kadang justru menyerang langsung ke bilah pedang itu sendiri dengan presisi luar biasa!
"Dasar pengecut! Jangan lari terus!!" teriak Xie Wu frustrasi karena tidak pernah bisa menyentuh ujung bajunya lawannya sedikitpun.
"Lari? Ini namanya strategi bodoh!" balas Mo Fei sambil tertawa. "Kau terlalu fokus pada kekuatan, tapi kau lupa bahwa kecepatan dan ketepatan adalah segalanya!"
Tiba-tiba, Mo Fei berhenti bergerak. Ia berdiri tegak di tengah atap, menutup matanya rapat-rapat!
"Heh? Gila ya? Tutup mata saat bertarung?!" Xie Wu bingung tapi langsung memanfaatkan kesempatan. "MATILAH!!"
Xie Wu melompat tinggi, pedangnya bersinar gelap menyelimuti seluruh area.
"TEKNIK TERHEBAT: PEDANG IBLIS MENGHUKUM DUNIA!"
WUSSSSS!!!
Serangan itu begitu cepat dan gelap hingga menutupi cahaya matahari!
Namun, Mo Fei tetap tenang. Ia tidak butuh mata untuk melihat. Ia bisa merasakan getaran angin, aliran energi, dan detak jantung lawannya!
"SELESAIKAN... TEKNIK RAHASIA: SERIBU JARUM MENEMBUS LANGIT!"
WIBBB!!!
Ribuan cahaya emas muncul berputar mengelilingi tubuh Mo Fei dengan kecepatan tinggi! Cahayanya begitu terang hingga menerangi seluruh kota!
Dengan satu gerakan tangan ke depan...
SYUUUUUUUTTTT!!!
Bukan puluhan, bukan ratusan, tapi ribuan jarum emas ditembakkan sekaligus!
Dua kekuatan dahsyat bertabrakan!
DORRRRR!!!
Ledakan besar terjadi! Xie Wu teriak kesakitan saat lengannya tertancap jarum dan Pedang Iblisnya terpental jauh dari tangannya! Tubuhnya terbang jatuh dari atas atap!
BRUK!
Xie Wu mendarat keras di tengah aula, napasnya memburu, tubuhnya penuh luka, dan matanya penuh ketakutan menatap sosok Mo Fei yang perlahan turun dari langit bagaikan dewa perang.
"Aku... aku kalah..." bisiknya putus asa.
"Terima kasih untuk pertarungannya yang seru," ucap Mo Fei dingin. "Sekarang bilang... siapa yang menyuruhmu datang? Dan apa hubungannya dengan Lembah Naga Tidur?"
Xie Wu tertawa pahit lalu menatap tajam. "Kau menang kali ini, Mo Fei. Tapi ingatlah... Bos Besar kami jauh lebih kuat dariku. Dan dia... adalah orang yang paling kau kenal dan hormati!"
WUSH!
Xie Wu melempar asap racun dan lenyap bersama sisa pasukannya yang terluka.
Mo Fei menyipitkan matanya. Orang yang paling aku kenal dan hormat...