NovelToon NovelToon
ALEA STORY

ALEA STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dokter
Popularitas:241.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.

Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.

Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tegang dan keras

Alea masih mendengus kesal, pipinya memerah menahan amarah. Damon sendiri bersikap santai sekali seolah yang tadi itu tidak pernah terjadi. Dia membukakan pintu mobil dan mendorong pelan tubuh Alea masuk ke dalam. Setelah menutup pintu, ia berjalan memutar untuk masuk lewat sebelah, di bangku sopir.

Emosi Alea meledak. Tanpa berpikir dua kali, bukannya duduk manis, gadis itu justru langsung naik ke atas pangkuan Damon yang bahkan belum sempat memakai seatbelt-nya.

"Om itu jahat! Kenapa nahan aku sih tadi?! Dia itu rasis, om! Dia hina aku. Hina orang Asia! Memangnya om gak tersinggung apa? Apa karena wajah om terlihat lebih bule? Begitu?!

Pukulan-pukulan kecil namun keras mendarat di dada bidang Damon. Pukulan tersebut datang bertubi-tubi tanpa ampun.

Damon benar-benar kaget. Matanya membelalak sejenak, tubuhnya menegang kaku. Jantungnya seakan berhenti berdetak sepersekian detik. Posisi mereka sekarang... sangat tidak biasa. Sangat dekat, sangat ... ambigu.

Alea mungkin karena sedang emosi, jadi tidak sadar betapa berbahayanya jarak di antara mereka sekarang. Dia duduk kokoh di atas paha pria itu, wajahnya hanya berjarak beberapa senti saja. Tapi Damon? Dia adalah pria normal. Tentu dia sadar betul, terlalu sadar.

Aroma parfum lembut yang bercampur dengan wangi alami tubuh Alea menyeruak masuk ke hidungnya. Hangatnya tubuh gadis itu terasa jelas menempel padanya. Bahkan lekuk tubuhnya yang tersembunyi di balik baju pun terasa menekan bagian bawah tubuhnya.

Sialan.

Damon merasakan sesuatu yang aneh terjadi pada dirinya. Sesuatu yang tidak seharusnya muncul saat dia sedang marah atau memarahi anak orang. Detak jantungnya berubah irama, bukan karena takut, tapi karena... gairah yang tiba-tiba bangkit.

"Cukup, Alea. Jangan berisik!"

Damon mencoba bersuara tegas, tapi suaranya terdengar sedikit serak. Dia segera mencengkeram kedua pergelangan tangan gadis itu, menghentikan serangan pukulan mautnya.

Alea memberontak, menarik tangannya tapi tidak kuat melepaskan pegangan Damon. Mereka berdua terdiam, berhenti bergerak. Hening menyelimuti mobil. Mata mereka bertemu.

Alea menatapnya dengan napas yang masih memburu-buru, keningnya masih berkerut kesal, tapi ada kilatan kemenangan di matanya seolah dia merasa puas sudah melampiaskan amarah ke dada Damon. Bibirnya yang merah dan sedikit terbuka terlihat sangat menggiurkan dari jarak sedekat ini.

Sementara Damon... dia menatap wajah itu terpaku. Otaknya berteriak untuk menjauh, tapi tubuhnya justru seolah membeku. Dia tidak percaya, sungguh tidak percaya, bahwa tubuhnya bisa bereaksi sekuat ini hanya karena sebuah posisi.

Di bawah sana, tepat di tempat Alea duduk, ada bagian tubuhnya yang entah kenapa menjadi sangat tegang dan keras seketika.

Oh no...

Damon panik setengah mati. Keringat dingin mulai mengucur di pelipisnya. Jika dia membiarkan posisi ini bertahan sepuluh detik lagi, Alea pasti akan menyadarinya. Gadis itu sudah 22 tahun, dia bukan anak kecil lagi yang tidak tahu apa-apa. Dia pasti akan merasakan benda keras yang menonjol itu menekan pahanya.

Dan itu mungkin bisa menjadi bahan ledekan untuknya. Mengingat sifat gadis itu yang rada-rada gila.

Tanpa pikir panjang, dengan gerakan cepat dan kuat, Damon langsung mendorong bahu Alea hingga tubuh gadis itu terlempar mundur dan jatuh kembali ke kursi penumpang di sampingnya.

"Aww!" Alea terkejut, hampir kepentok pintu.

"Aduh! Ngapain dorong-dorong sih! Kasar banget sih om ini!" protesnya sambil mengusap bahu.

Damon segera membetulkan posisi duduknya, menyilangkan kedua kakinya dengan cepat dan kaku untuk menyembunyikan apa yang baru saja terjadi. Wajahnya memanas, dia berusaha keras menetralkan detak jantungnya dan menurunkan tensi di bagian bawah sana.

"Kau gila ya?!" bentak Damon, suaranya jauh lebih tinggi dari biasanya, mencoba menutupi rasa gugupnya.

"Naik-naik seperti itu! Apa yang kau pikirkan hah?!"

"Kan aku lagi marah!" Alea memonyongkan bibir, tidak sadar betapa bahayanya situasi tadi.

"Om tuh aneh banget sih dipukul sedikit aja marah. Badan keras kayak batu gitu juga, tangan aku malah jadi sakit ini. Siapa suruh nahan aku waktu mau kasih pelajaran cewek bule tadi.

Damon menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. Dia menyalakan mesin mobil dengan kasar. Suara mesin menderum keras seolah mewakili kekacauan pikirannya saat ini. Dia juga masih bingung kenapa seperti itu.

Ia melirik sekilas ke arah Alea. Gadis itu sedang merajuk memandang ke luar jendela, seolah tidak terjadi apa-apa. Tapi Damon tahu. Ada sesuatu yang berubah hari ini. Pandangannya terhadap Alea seketika tidak lagi murni seperti melihat anak kecil atau perempuan biasa. Gadis itu sudah tumbuh menjadi wanita, dan tubuhnya baru saja mengingatkannya dengan sangat keras akan fakta tersebut.

"Kancingkan sabuk pengamanmu," perintah Damon ketus, matanya fokus menatap jalanan agar tidak tergoda untuk melirik lagi.

Alea mencibir, tapi tetap memasang sabuk pengaman.

"Cih, sok berkuasa." ia tetap mengomel.

Damon tersenyum tipis. Mobil terus melaju ke lokasi apartemen mereka. Begitu sampai di depan gedung apartemen, Alea segera turun dari mobil dan berlari masuk tanpa menoleh sedikit pun ke arah Damon. Seolah-olah pria di sebelahnya itu hanyalah udara kosong.

"Dasar kaku, gak asik!" gumamnya kesal sambil menekan tombol lift dengan kasar.

Damon mengikuti di belakangnya dengan langkah santai, tangannya dimasukkan ke dalam saku celana. Wajahnya kembali tenang dan maskulin seperti biasa, meski di dalam hati dia masih berusaha melupakan sensasi hangat dan berat yang tadi dirasakan di pangkuannya. Dia membiarkan gadis itu mengomel sendiri, menikmati pemandangan belakang tubuh mungil yang sedang merajuk itu.

Begitu pintu lift terbuka di lantai mereka, Alea langsung berjalan cepat menuju pintu unitnya. Dia ingin segera masuk, mengunci pintu, tidak mau satu lift dengan Damon.

Tapi baru saja tangannya menyentuh gagang pintu, pergelangan tangannya ditarik lembut namun kuat dari belakang. Tubuh kecilnya terpental mundur, dan dalam sekejap ia sudah terpojokkan di dinding koridor, tepat di samping pintunya sendiri.

"Kau mau berbuat nakal lagi, hm?"

"Ih, om kenapa sih?"

Damon tidak menjawab langsung. Dia menatap wajah polos itu, lalu matanya turun sebentar ke bibir merah muda yang sering banyak omong itu. Ingatan tentang bagaimana rasanya gadis itu duduk di atasnya kembali menyerang otaknya, membuat darahnya kembali berdesir aneh.

"Kau pikir aku akan membiarkanmu begitu saja setelah membuatku kacau seharian ini?" bisik Damon, suaranya rendah, terdengar jauh lebih dewasa dan menggoda dari biasanya.

Alea menelan ludah, karena pria itu terlalu dekat.

"Ka... kacau apa sih? Dasar aneh."

"Aku aneh karena kau, Alea."

Damon mendekatkan wajahnya, membuat hidung mancung mereka hampir bersentuhan.

"Jangan main-main dengan pria normal kalau kau tidak siap menerima akibatnya. Ingat itu."

Damon melepaskan tangannya perlahan, lalu dengan santai melangkah menuju pintu unit di sebelahnya, meninggalkan Alea yang masih terpaku di tembok dengan wajah memerah namun bingung karena belum mengerti apa maksud perkataan laki-laki itu.

"Aneh banget." katanya lalu ikut berjalan ke unit apartemennya yang berhadapan dengan apartemen milik Damon.

1
Ilfa Yarni
hahahahah lucu banget aku kira dia bercinta dgn pak Antony ga tau cuma muntahin burungnya pak Antony toh
faridah ida
tenang Elora , palingan cuma di suruh bersihin kamar mandi ...😁🤭
faridah ida
awaas kamu Lea ,.. ngomong nya jangan kenceng2 .. pak Anthony denger bahaya ...😜😂😂😂
Cristella Tella
alea gk setia kwan.... main kbur ajj🤣🤣🤣🤣
Cristella Tella
jodohnya dosen killer ni
Maharani Rani
lanjutt🤣🤣🤣
ollyooliver🍌🥒🍆
modus🫢
Aidil Kenzie Zie
penasaran kapan ciuman pertama mereka 🤔🤔🤔
Atik Marwati
jangan jangan nich elora dan pak Antony......
Syifa Azhar
cie ela.... gayanya pakai acara hukuman,bilang aja pingin Deket sama elora😂😂
Vie
wah ini jodohnya elora nih, si alea sama damon.... sahabat dengan sahabat lagi, jadilah keluarga sahabat kayak emak bapaknya dulu... 🤣🤣🤣🤣
RaDja
terima kasih
Nandi Ni
mulutmu Alea....🤭 ga ada filter 🤣🤣🤣
Susma Wati
damon dan anthony, masing2 dapet pawang, masih muda lagi sugar daddy dapat sugar baby 🤣🤣🤣
yumna
alea maen kabur aja
j4v4n3s w0m3n
🤣🤣🤣🤣🤣lea gak setia kawan kamu ...lempar batu sembunyi tangan...setelah ngomong kayak toa langsung kaburrr aja loooo🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Fitria Syafei
hahah Alea kocak maen kabur ajee 😜 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Bunda Dzi'3
ini mah Fix Daun muda alea&elora nanti bakalan Bucin sma sugar daddy jdinya🤣🤣🤣
Usagi tzukino
Wkwkwk 🤣
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
kalian berdua sama" polos & sama mendapatkan laki" yg dingin, & dewasa wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!