NovelToon NovelToon
DIBALIK NAMA DAN SKANDAL

DIBALIK NAMA DAN SKANDAL

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:587
Nilai: 5
Nama Author: Nanda Amalia

Elora Kirana bukan lagi nama yang dipuja seperti dulu. Sekali waktu dia adalah bintang yang bersinar terang, tapi satu skandal cukup untuk menjatuhkannya tanpa ampun. Dalam semalam, dunia yang dulu memujanya berubah jadi lautan hujatan. Kariernya hampir runtuh, kontrak diputus, dan kepercayaan publik hilang begitu saja. Saat semua orang menjauh, satu orang justru datang dengan cara yang paling tidak ia duga. Arshaka Bhumisvara. Seorang CEO muda yang dikenal dingin, tak tersentuh, dan selalu terlihat terlalu sempurna untuk dunia yang penuh drama seperti milik Elora. Tidak ada yang mengira dia akan ikut campur dalam skandal seorang artis. Tapi Arshaka datang bukan untuk simpati. Dia menawarkan sebuah kesepakatan. “Jadilah pacarku di depan publik.” Sebuah hubungan palsu untuk menutupi skandal, meredam media, dan menyelamatkan nama baik mereka berdua. Syarat yang terdengar sederhana, tapi jelas bukan tanpa risiko. Awalnya, Elora hanya menjalani semuanya seperti akting. Senyum di depan kamera, genggaman tangan yang dibuat seolah nyata, dan tatapan hangat yang sebenarnya kosong makna. Tapi Arshaka… terlalu meyakinkan untuk sekadar berpura-pura. Dan Elora mulai sadar, batas antara sandiwara dan kenyataan perlahan menghilang. Di balik sikap dinginnya, Arshaka menyimpan cara memandang Elora yang membuatnya ragu. Terlalu dalam. Terlalu nyata untuk dianggap pura-pura. Masalahnya sekarang bukan lagi soal skandal yang ingin mereka tutupi… Tapi perasaan yang diam-diam tumbuh di antara dua orang yang sama-sama tidak siap untuk jatuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nanda Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 - Mulai Mencari

Malam itu tidak lagi terasa seperti malam yang biasa karena ada sesuatu yang berubah sejak keputusan itu diambil bukan keputusan yang diucapkan dengan keras bukan juga sesuatu yang dibicarakan panjang lebar tapi sesuatu yang terbentuk diam diam di dalam kepala Arshaka dan ketika itu sudah terjadi tidak ada lagi ruang untuk mundur

Ia berdiri di ruang kerja dengan pencahayaan redup yang hanya berasal dari lampu meja dan layar perangkat di depannya ruangan itu sunyi tidak ada suara selain detak halus yang berasal dari perangkat elektronik yang terus berjalan menampilkan data yang sejak beberapa hari terakhir ia kumpulkan tanpa henti dan di antara semua informasi itu satu nama terus muncul berulang kali seolah sengaja menantang untuk ditemukan

Alven Arkana

Nama itu tidak lagi hanya sekadar identitas tapi sudah berubah menjadi target sesuatu yang harus dihentikan bukan nanti bukan perlahan tapi secepat mungkin sebelum semuanya keluar dari kendali yang masih bisa ia jangkau

Arshaka menatap layar itu lebih lama dari biasanya bukan karena ragu tapi karena ia memastikan bahwa setiap langkah yang akan ia ambil tidak menyisakan celah sedikit pun karena sekali ia bergerak tidak akan ada langkah kedua untuk memperbaiki kesalahan

Ia mengambil ponselnya lalu menekan nomor yang sudah ia hafal tanpa perlu melihat daftar kontak dan menunggu beberapa detik sebelum suara di seberang menjawab

“Aku butuh semua yang kamu punya tentang dia”

Nada suaranya rendah dan langsung pada tujuan tanpa basa basi tanpa penjelasan tambahan

Hening sejenak sebelum suara di seberang merespons dengan pertanyaan yang tidak ia jawab

“Semua berarti semua”

Lanjutnya dengan tekanan yang lebih jelas

“Pergerakan terakhir koneksi siapa saja tempat yang dia pakai aku tidak peduli seberapa kotor caranya aku cuma mau hasil”

Kalimat itu tidak diucapkan dengan emosi yang meledak tapi justru karena itu terasa lebih berat lebih pasti seolah tidak ada pilihan lain selain memenuhi apa yang ia minta

Ia menutup panggilan tanpa menunggu percakapan panjang karena baginya semua sudah cukup jelas tidak ada ruang untuk diskusi tidak ada ruang untuk menunda

Di sisi lain rumah tetap dalam keadaan tenang namun berbeda dari sebelumnya karena ketenangan itu sekarang bukan lagi terasa nyaman tapi lebih seperti pengawasan yang tidak terlihat setiap sudut terasa lebih tertutup setiap langkah terasa lebih diperhitungkan dan di dalam kamar Elora masih berada di tempat yang sama seperti sebelumnya tubuhnya bersandar pada bantal dengan kaki yang masih belum sepenuhnya pulih membuatnya tidak banyak bergerak bukan hanya karena rasa sakit tapi juga karena keinginannya sendiri yang mulai berkurang untuk pergi ke mana mana

Pintu terbuka perlahan dan Arshaka masuk dengan langkah yang sama seperti biasanya tenang dan terkontrol namun kali ini ada sesuatu yang tidak bisa disembunyikan sepenuhnya sesuatu yang lebih dingin dari sebelumnya

Elora langsung menoleh saat melihatnya ada sedikit kelegaan yang muncul di wajahnya tanpa ia sadari karena kehadiran Arshaka kini bukan hanya sesuatu yang ia harapkan tapi sesuatu yang ia butuhkan

“Kamu dari mana”

Pertanyaannya keluar pelan

Arshaka berhenti beberapa langkah dari tempat tidur menatapnya sejenak sebelum menjawab

“Kerja”

Jawaban itu singkat

Namun tidak sepenuhnya menjelaskan

Elora menatapnya lebih lama seolah mencoba membaca sesuatu yang tidak diucapkan

“Kamu lagi nyari dia ya”

Kalimat itu akhirnya keluar

Tidak ragu

Tidak lagi ditahan

Arshaka tidak langsung menjawab namun dari cara ia menatap sudah cukup untuk memberi jawaban

“Iya”

Satu kata itu cukup

Dan langsung membuat suasana berubah

Napas Elora sedikit tertahan

“Kamu jangan terlalu jauh”

Kalimat itu keluar cepat hampir seperti refleks dari rasa takut yang belum benar benar hilang

Arshaka mendekat kali ini jaraknya lebih dekat dari sebelumnya hingga ia bisa melihat jelas perubahan kecil di wajah Elora

“Aku tidak akan berhenti sampai dia selesai”

Nada suaranya tetap rendah

Namun lebih dalam

Lebih berat

Elora menelan pelan

“Aku takut kamu kenapa kenapa”

Arshaka menatapnya beberapa detik lebih lama dari biasanya sebelum akhirnya berkata

“Kamu fokus ke diri kamu”

Jawabannya tidak menghindar tapi juga tidak memberi ruang untuk menghentikan apa yang sudah ia putuskan

Elora menggenggam sprei sedikit lebih erat

“Kamu janji bakal hati hati”

Arshaka tidak langsung menjawab

Karena ia tahu

Ia tidak akan berjalan dengan cara hati hati

Namun tetap ia berkata

“Aku tahu apa yang aku lakukan”

Dan itu bukan janji

Beberapa jam kemudian

Mobil hitam itu berhenti di lokasi yang tidak terlalu ramai sebuah bangunan yang terlihat biasa dari luar namun cukup untuk menarik perhatian jika seseorang tahu apa yang harus dicari

Arshaka keluar tanpa terburu buru langkahnya tenang namun setiap gerakan menunjukkan tujuan yang jelas matanya mengamati sekitar memastikan tidak ada hal yang luput sebelum ia akhirnya masuk ke dalam

Di dalam ruangan itu suasana berbeda lebih gelap lebih sempit dan penuh dengan orang orang yang tidak banyak bertanya tapi cukup tahu kapan harus diam dan kapan harus bicara

“Dia ke sini”

Seseorang berkata tanpa perlu diperkenalkan

Arshaka berhenti beberapa langkah di depannya

“Kapan”

“Beberapa hari lalu”

Jawaban itu tidak memuaskan

Dan terlihat dari cara Arshaka menatap

“Sekarang di mana”

Hening

Sejenak

“Aku tidak tahu”

Kalimat itu baru selesai diucapkan ketika Arshaka sudah bergerak lebih cepat dari yang diperkirakan tangannya mencengkeram kerah orang itu dengan kuat menariknya mendekat tanpa memberi waktu untuk bereaksi

“Jangan bilang tidak tahu kalau kamu masih mau bicara lagi”

Nada suaranya tetap rendah

Tapi kali ini ada sesuatu yang jauh lebih gelap

Sesuatu yang tidak lagi menahan

Ruangan itu langsung hening tidak ada yang berani bergerak karena semua orang di sana tahu satu hal bahwa Arshaka bukan seseorang yang datang untuk sekadar bertanya

Ia datang untuk mendapatkan jawaban

Dengan cara apa pun

Di tempat lain

Alven Arkana duduk santai di kursinya menatap layar yang menampilkan pergerakan kecil yang ia pantau dengan sabar senyum tipisnya tidak hilang bahkan ketika ia tahu bahwa sesuatu sudah mulai bergerak ke arahnya

“Jadi kamu akhirnya keluar”

Gumamnya pelan

Karena baginya ini bukan ancaman

Tapi bagian dari permainan yang sudah ia siapkan

Semakin Arshaka mendekat

Semakin mudah baginya untuk menarik semuanya ke arah yang ia inginkan

Malam itu tidak lagi hanya tentang mencari

Tapi tentang siapa yang lebih dulu menemukan

Dan ketika dua arah yang berbeda mulai bergerak menuju titik yang sama

Tidak ada yang bisa memastikan

Siapa yang akan keluar

Dan siapa yang akan jatuh

————

See you di bab selanjutnya ya!

1
T28J
hadiir kk 👍
T28J
aw.. aw.. aw👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!