NovelToon NovelToon
Rahasia Terbesar

Rahasia Terbesar

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Epik Petualangan
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Lin Tian sadar dari tidur panjangnya selama 200 tahun dan mendapati tubuhnya masih seperti pemuda 18 tahun. Satu hal yang paling mengganjal: di istana ratu ular, semua makhluk memiliki tubuh ular, tapi ia berkaki dua sempurna. Siapa ayahnya? Siapa sebenarnya Kakek Han yang begitu ia rindukan? Ibunya, Ratu Medusa, mengurungnya berabad lamanya hanya untuk menyembunyikan sesuatu. Kini Lin Tian pergi ke dunia manusia. Bukan untuk bertualang, tapi untuk menggali satu rahasia yang ibunya lebih memilih membekukannya daripada mengakuinya. Rahasia terbesar tentang siapa dirinya yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Neraka Akan Menelan Langit

Keesokan harinya, matahari belum sepenuhnya naik saat semua tim bantuan berkumpul di lapangan utama Sekte Ombak Biru. Suasana tegang menyelimuti udara, berbeda dari pagi-pagi biasa yang biasanya diisi dengan tawa dan olok-olok antar murid.

Sebanyak empat tim berangkat hari itu, masing-masing terdiri dari delapan hingga sepuluh orang. Setiap tim memiliki tempat misi yang berbeda. Lin Tian berdiri di barisan tim ketujuh, jubah putihnya berkibar lembut diterjang angin pagi.

Sebelum berangkat, Tetua Chen memberikan pengarahan terakhir. "Ada kabar buruk. Sekte Sekutu yang tiba lebih dulu di wilayah Bukit Kapur... banyak yang gugur. Murid-murid mereka tewas dalam pertempuran melawan makhluk kegelapan. Jangan anggap enteng musuh kali ini."

Informasi itu menyebar cepat di antara para murid. Beberapa wajah langsung berubah pucat. Bisik-bisik ketakutan mulai terdengar. Bahkan murid yang paling percaya diri sekalipun tampak merenung mendengar kabar tersebut.

Lin Tian tidak merasa gentar. Bukan karena sombong, tapi karena ia sudah dilatih oleh ibunya sejak kecil untuk menghadapi bahaya. Namun ia menyadari bahwa dirinya berbeda dari murid-murid lain yang tumbuh dengan nyaman di Kota Naga Patah.

Bai Feng dan beberapa anggota tim lainnya tampak berdiri tegak dengan lutut bergetar, dahi mereka berkeringat meski udara pagi masih dingin. Lin Tian menepuk pundak Bai Feng pelan.

"Percayalah, kita akan selamat dan kembali hidup-hidup," ucap Lin Tian dengan suara tenang.

Bai Feng menelan ludah, lalu mengangguk. "Kau benar. Aku tidak akan menjadi bahan tertawaan keluarga Bai karena mati konyol di misi pertama."

Pemimpin tim, Li Wei, melangkah maju dengan wajah dinginnya. "Cukup bicara. Kita berangkat sekarang. Ikuti aku."

Mereka semua naik ke atas pedang terbang masing-masing. Sembilan pedang terbang melesat ke angkasa, meninggalkan jejak cahaya tipis di udara pagi.

Perjalanan memakan waktu beberapa jam. Mereka melewati hutan lebat, melintasi sungai lebar, dan terbang di atas perbukitan hijau. Semakin ke selatan, udaranya semakin dingin dan lembab. Kabut tipis mulai menyelimuti lereng-lereng bukit.

Siang itu, dari kejauhan, mereka melihat tempat yang dituju. Desa Hijau. Atau setidaknya... sisa-sisanya. Rumah-rumah kayu terlihat berserakan, beberapa masih berdiri namun dindingnya penuh cakaran. Asap tipis mengepul dari beberapa titik. Tidak ada tanda-tanda kehidupan yang bergerak di luar, dan mereka sedikit terlambat.

"Mari kita turun," perintah Li Wei.

Mereka mendarat di tanah lapang di tengah desa. Bau anyir darah masih tercium samar. Lin Tian mengamati sekeliling dengan waspada, tangannya tetap dekat dengan gagang pedang.

Seseorang berteriak dari balik jendela rumah yang setengah rubuh. "Penyelamat! Akhirnya ada penyelamat!"

Perlahan, warga yang selamat mulai keluar dari persembunyian mereka. Kebanyakan wanita, dengan beberapa anak kecil yang menggenggam erat baju ibu mereka. Para pria tidak banyak yang tersisa. Beberapa pria desa yang masih hidup memegang alat seadanya: cangkul, garukan rumput, golok, bahkan priuk besi. Mereka berusaha melawan dengan apapun yang ada.

Seorang wanita tua menangis histeris, "Suamiku... anak-anakku... mereka semua dibantai makhluk hitam itu!"

Li Wei mengangkat tangannya. "Tenang. Kami dari Sekte Ombak Biru. Kami akan mengevakuasi kalian ke tempat aman. Ikuti perintah kami."

Dengan cepat, Li Wei membagi tugas. Dua orang bertugas mengamankan batas wilayah desa, tiga orang membantu warga yang terluka, dan sisanya fokus membantu pertarungan. Lin Tian serta Bai Feng ditugaskan untuk mengevakuasi warga dari rumah ke rumah.

"Jangan tinggalkan seorang pun. Periksa setiap sudut," perintah Li Wei.

Lin Tian dan Bai Feng berjalan cepat dari satu rumah ke rumah lain. Mereka membuka pintu, memeriksa ruangan, mencari warga yang mungkin masih bersembunyi di kolong tempat tidur atau di balik tumpukan kayu bakar.

"Ada orang di sini?" seru Bai Feng sambil menendang pintu sebuah gubuk kecil.

Seorang wanita muda keluar sambil menggendong bayinya. Matanya basah, tapi ia tidak menangis. "Terima kasih... terima kasih sudah datang."

Lin Tian membimbing mereka keluar. "Ikuti kami. Jangan berpisah."

Setelah mengumpulkan sekitar tiga puluh warga, mereka mulai bergerak menuju titik kumpul yang ditentukan Li Wei di ujung timur desa. Rombongan itu berjalan cepat, wanita-wanita menggendong anak-anak mereka, sementara para nenek dituntun tangan.

Saat melewati Lembah Hijau, sebuah celah sempit di antara dua bukit, dua bayangan hitam melompat dari balik tebing batu. Makhluk kegelapan. Tubuh mereka seperti kumpulan kabut hitam yang padat dengan dua titik merah sebagai mata. Cakar mereka panjang dan runcing, dan dari mulut mereka keluar uap hitam yang beracun.

Lin Tian segera mengambil keputusan. "Bai Feng! Bawa mereka ke titik kumpul! Aku urus ini!"

"Dua ekor? Kau yakin?" Bai Feng ragu.

"Pergi!" perintah Lin Tian dengan tegas.

Bai Feng menggigit bibir, lalu memimpin rombongan wanita itu berlari sekencang mungkin meninggalkan lembah. Lin Tian kini sendirian berhadapan dengan dua makhluk kegelapan.

Ia menghunus pedang peraknya. Teknik pedang tingkat rendah yang ia kuasai langsung dilancarkan. Tebasan pertama mengenai dada makhluk pertama, membuat tubuh kabut hitam itu berteriak nyaring lalu hancur berkeping-keping. Satu mati.

Makhluk kedua lebih lincah. Ia menghindari tebasan Lin Tian lalu membalas dengan cakarnya yang beracun. Lin Tian menggunakan teknik bela diri tangan kosong untuk memblok, tubuhnya mundur dua langkah.

Kemudian kakinya menendang batu kecil ke arah wajah makhluk itu, mengalihkan perhatiannya sejenak. Saat tepat sasaran, Lin Tian memanfaatkan momen. Pedang peraknya berputar di tangannya, lalu ia menusuk tepat ke pusat kabut hitam itu.

Swish... Jleb...!

Makhluk itu menggeliat, lalu mulai berbicara dengan suara parau dan penuh kebencian.

"Tuan ku... tidak akan membiarkan ini."

Lin Tian matanya melebar. Apa yang baru saja didengarnya? Makhluk ini bisa bicara. Dan ia menyebut seseorang sebagai tuannya.

"Siapa tuanmu? Berarti kau makhluk yang diarahkan seseorang untuk melakukan ini?" tanya Lin Tian cepat, pedangnya masih tertancap di tubuh makhluk itu.

Makhluk itu tidak menjawab pertanyaan Lin Tian. Ia justru melanjutkan dengan geram, suaranya semakin keras dan penuh amarah.

"Bahkan jika langit menentang tuan... NERAKAAAA AKAN MENELAN LANGIT!!!"

Slash!

Lin Tian reflek menebas kepala makhluk itu begitu mendengar kata-kata itu. Kepala kabut hitam terpenggal, dan tubuhnya meleleh menjadi genangan lumpur hitam yang berbau busuk.

Lin Tian berdiri di tengah lembah, napasnya naik turun. Bukan karena kelelahan, tapi karena sesuatu yang aneh menggetarkan hatinya. Kata-kata itu... "Bahkan jika langit menentang tuan... neraka akan menelan langit." Kalimat yang begitu asing, begitu tidak masuk akal, namun entah mengapa terasa menggetarkan jiwa.

Ia menggelengkan kepala, mencoba mengusir rasa aneh itu. "Aneh benar makhluk ini," gumamnya.

Dari kejauhan, Bai Feng berteriak memanggil. "Lin Tian! Cepat! Kita hampir sampai!"

Lin Tian menarik napas dalam-dalam, lalu berbalik dan berlari mengejar rombongan. Pertempuran kecil ini bukanlah akhir dari segalanya. Ia yakin masih banyak yang harus dihadapi.

Tapi satu hal yang kini tertanam di benaknya. Makhluk kegelapan ini bukan sekadar monster liar. Mereka memiliki tuan. Seseorang yang mengirim mereka.

Lin Tian berlari semakin cepat, jubah putihnya berkibar di belakangnya. Ia tersenyum tipis. Petualangannya baru saja menjadi jauh lebih menarik.

1
🧚Shi Yin 🧚
Eyu.. Lin Han pernah menyebutnya 🤔🤔
🧚Shi Yin 🧚
jangan2 pemimpin kegelapan itu Lin Han 🤔🤔🤔
🧚Shi Yin 🧚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🧚Shi Yin 🧚
😎😎😎😎😎😎
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Hadir..
Aiby Kushina Uzumaki
kalau di bandung mah jigong itu jejak iler kalau bangun tidur 😅🤣🤣🤣
YAKARO: Waduh🤣🤣🤣
Anggota nya tian ada yang jigongan berarti/Facepalm/
total 1 replies
🧚Shi Yin 🧚
udah kehabisan nama ya Thor 😁😁
🧚Shi Yin 🧚: hehe kirain arti yg lain, aroma terapi 🤣🤣
total 2 replies
🧚Shi Yin 🧚
panggillah dia bibi Mu Wan, dia tu seniornya ayahmu 😁
YAKARO: Adik Tian gak tau itu kak🤣
total 1 replies
🧚Shi Yin 🧚
tiap kali baca lavender saya teringat obat nyamuk 🤣🤣 lavender salah satu tanaman pengusir nyamuk 😁
YAKARO: Wkwkwk. Warnanya ungu lavender soalnya😆
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
kau tak merasa... justru kau yg aneh, bocah yg sok dewasa/CoolGuy/
Dragon🐉 gate🐉: kata-kata yg familiar ini, jangan-jangan kau ...../Scare/
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
whaatttt thefff..!!! 🤣🤣🤣🤣🤣 Ji Gong 🤣🤣🤣🤣🤣 Thor... 🤣🤣🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉: tp gw gak kesana pikirannya Thor 🤣 jigong yg ada di otak gw tuh ya jigong yg itu🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Dragon🐉 gate🐉
nah kan, kompak... masukin Jiyue ke dlm kelompok Lin Tian biar mereka rame trs tiap hari😁
YAKARO: Nanti masuk dia/Determined/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
🤣🤣🤣hancur sudah martabat sang Komandan krn julukan 🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉: bestie adu mulut.. mereka😁
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
keluarganya si gadis Lavender... Jiyue 🤔
YAKARO: insting tajam/CoolGuy/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
M = P
Dragon🐉 gate🐉: siap komandan ✅
total 2 replies
Bagas Jionju
👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Dragon🐉 gate🐉
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣ANJIIIRRR kata kata keramat ini ternyata udh smpe di univers nya dia🤣🤣🤣🤣🤣
YAKARO: Wooo, ya jelas. Kata kata legend ini/Casual/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!