NovelToon NovelToon
Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Sistem / Fantasi
Popularitas:32.1k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Apa jadinya jika Elena, seorang Letnan Militer jenius dari masa depan terjebak di tubuh Rania Belmont. Nona bangsawan lemah yang selalu di siksa oleh Selir Ayah nya?

Di dunia baru ini, Elena bukan hanya harus membalas dendam pada mereka yang menyiksanya, tapi juga memikul beban berat dari sebuah Sistem. Mencegah Kiamat.

Caranya? Dengan menjinakkan Aron Gild, Raja Tirani berdarah dingin yang kekuatannya bisa menghancurkan dunia jika suasana hatinya memburuk.

Bagi dunia, Aron adalah monster, tapi bagi Elena, Aron adalah bayi besar yang haus kasih Sayang.

"Dunia ini bisa hancur besok, aku tidak peduli, tapi jika kamu yang pergi, aku sendiri yang akan memastikan tidak ada satu pun manusia yang tersisa di bumi ini untuk meratapi kematianmu, kamu adalah rumahku, Rania, dan rumahku tidak boleh tergores sedikit pun," ucap Aron posesif.

"Sial! Kalau dia se manis ini, indikator kiamatnya memang turun, tapi jantungku yang malah mau meledak!" batin Rania, mengigit bibir bawah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

FRUSTASI

"Untuk saat ini, itu saja, cukup kamu menjadi pawang ku, tapi jangan salahkan aku kalau suatu saat nanti, aku memutuskan untuk tidak melepaskan mu sama sekali," jawab Aron, dengan suara seraknya.

Deg

Deg

Deg

"Sial! Indikator kiamat nya memang turun, tapi jantung ku yang naik turun," batin Rania, kesal.

Rania mendorong dada Aron dengan kuat hingga pria itu mundur beberapa langkah, lalu dia berdiri dengan anggun, membetulkan letak hiasan bulan sabit di dahinya yang sempat miring.

"Kesepakatan diterima, tapi ingat, kalau kamu mencoba macam-macam, aku tidak akan segan-segan melakukan sesuatu yang tidak akan pernah kamu sangka," ancam Rania dengan senyum manis yang mematikan.

Aron hanya bisa terpaku melihat keberanian gadis di depannya, dia merasa benar-benar telah menemukan pasangan yang paling tepat untuk kegilaannya.

"Aku akan menantikannya, Nona Melati," jawab Aron, tersenyum miring.

"Lakukan ciuman sekarang."

Rania mengeram frustasi saat perintah gila dari sistem kembali memenuhi kepala nya.

"Kau itu sebenarnya sistem kiamat, apa bukan hah!" batin Rania geram.

Dengan secepat kilat, Rania mencium pipi Kaisar Aron, membuat pria itu terkejut.

Cup

Sebelum Kaisar Aron sadar dari keterkejutan nya, Rania langsung berlari keluar dari ruangan Kaisar Aron.

"Sistem sialan! Mau di taruh dimana harga diri ku hah!" batin Rania berteriak, kesal.

Aron mematung di tengah ruang kerjanya, jemarinya perlahan naik menyentuh pipi yang baru saja disapa oleh kehangatan bibir Rania. Rasa terkejutnya perlahan berganti menjadi seringai lebar yang tampak sangat mengerikan namun penuh kegairahan.

"Berani sekali dia mencium ku lalu kabur begitu saja," gumam Aron dengan suara rendah yang bergetar.

Aron tentu saja tidak marah, justru yang ada pria itu kesenangan, dan senyum-senyum sendiri sambil terus menyentuh pipi nya, bekas kecupan Rania.

Sementara itu, Rania berlari di koridor istana dengan wajah semerah tomat, dia tidak peduli pada tatapan bingung para pelayan istana yang melihat seorang Lady berlari seperti dikejar hantu.

"Sistem! Kalau kamu menyuruhku melakukan hal memalukan seperti itu lagi, bersumpah aku akan mencari cara untuk menghapus mu dari kepalaku!" batin Rania, berteriak geram.

Ding

"Misi Berhasil, ikat Hati Sang Kaisar."

"Hadiah, kunci perak dan lokasi peti rahasia di gudang tua kediaman Belmont."

"Peti tersebut berisi surat asli tabib pribadi mendiang Duchess Eleanor sebelum melahirkan."

Langkah Rania melambat, nafasnya terengah-engah, namun matanya berkilat tajam.

"Jadi benar... ibuku tidak mati karena melahirkan ku?" batin Rania, mengepal kan tangan nya kuat.

Rania berhenti tepat di depan pintu gerbang paviliun utama istana, di mana Duke Victor dan Dante tampak sedang berdebat sengit dengan Dav.

"Minggir, Dav! Aku tidak peduli dia Kaisar atau bukan, jika dia menyentuh seujung rambut putriku, aku akan-"

Kalimat Duke Victor terhenti saat dia melihat sosok Rania muncul dari balik pilar.

"Rania!"

Dante langsung berlari dan mencengkeram kedua bahu adiknya.

"Kamu tidak apa-apa? Apa Kaisar melakukan sesuatu padamu? Katakan pada Kakak, apa dia menyakitimu?" tanya Dante, beruntun.

Rania menatap Dante datar, lalu melirik Duke Victor yang juga mendekat dengan wajah cemas, rasa bersalah yang mereka tunjukkan sekarang terasa sangat memuakkan bagi Rania.

"Aku baik-baik saja, berhenti berlebihan," jawab Rania pendek, melepaskan tangan Dante dari bahunya.

"Lalu kenapa pipimu merah begitu? Apa dia menamparmu?!" tanya Duke Victor, aura membunuhnya kembali bangkit.

Uhuk

Uhuk

Rania tersedak ludahnya sendiri.

"B-bukan! Ini karena aku kepanasan berlari! Sudah, ayo pulang. Aku muak berada di istana ini," jawab Rania, mengalihkan pembicaraan.

"Tapi Rania, urusan di sini belum selesai. Kaisar baru saja mengirimkan surat cerai Ayah dan Diana," ucap Duke Victor sambil menyodorkan sebuah dokumen berstempel kekaisaran.

Rania mengambil dokumen itu, membacanya sekilas, lalu menyeringai dingin.

"Hanya pengusiran dan penjara? Itu terlalu baik untuk mereka, Ayah," ucap Rania, mendengus kesal.

"Dav, sampaikan pada Tuanmu, terima kasih atas hadiah dan kerjasamanya, tapi katakan padanya, jangan berani-berani mencari ku, jika dia tidak ingin kepalanya dijadikan hiasan dinding kamarku," Rania menoleh ke arah Dav yang masih berdiri di sana.

Dav hanya bisa membungkuk hormat, menahan tawa, melihat bagaimana Lady mungil ini memperlakukan Kaisarnya yang paling ditakuti, seperti kucing jalanan.

"Akan saya sampaikan pesan Anda, Lady Rania," jawab Dav, sopan.

Duke Victor dan Dante saling berpandangan. Mereka merasa ada yang aneh dengan interaksi antara Rania dan Kaisar, tapi melihat sorot mata Rania yang kembali tajam dan dingin, mereka tidak berani bertanya lebih lanjut.

"Ayo pulang, aku punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan," ucap Rania melangkah mendahului mereka menuju kereta kuda.

Di dalam kereta yang mulai berjalan meninggalkan istana, Rania menyandarkan kepalanya ke jendela, menatap bulan sabit yang menggantung di langit malam.

"Diana... Viola... nikmati malam terakhir kalian, karena aku tidak yakin besok malam kalian masih bernafas" batin Rania sambil meraba kunci perak di balik sakunya.

"Kalau sampai dugaan ku benar, kalian berdua terlibat dalam kematian ibu ku, akan aku pastikan kalian akan mendapat kan kematian paling menyakitkan, akan ku buat kalian merangkak di kakiku memohon untuk mati," batin Rania, dengan mata berkilat tajam.

Dante yang duduk di depannya mencoba membuka suara.

Rania... soal yang tadi di aula... Kakak minta maaf-"

"Diam lah, Kak," potong Rania tanpa menoleh.

"Simpan permintaan maafmu untuk saat aku benar-benar membutuhkannya, sekarang, aku hanya ingin ketenangan," ucap Rania, menatap keluar jendela.

Dante terdiam, merasa jarak antara dirinya dan Rania kini terasa sangat jauh, tapi dia sadar ini semua karena salah nya dan karena kebodohan dirinya sendiri.

Namun di sisi lain, Dante bangga melihat adik ini telah berubah menjadi mawar berduri yang sangat mematikan.

Kereta kuda keluarga Belmont melaju membelah keheningan malam ibu kota kekaisaran Gild yang dingin.

Di dalam kereta, suasana terasa sangat canggung, Duke Victor berkali-kali mencuri pandang ke arah Rania, sedangkan Dante hanya bisa meremas jemarinya sendiri.

Rania yang menyadari itu hanya memutar bola mata malas.

"Rania," panggil Duke Victor memecah keheningan.

Rania menoleh perlahan, dagunya masih terangkat tinggi.

"Ya, Duke?" jawab Rania.

Mendengar panggilan Duke dari putri nya, wajah Victor langsung kaku.

"Kenapa memanggil Ayah seperti itu? Ayah tahu Ayah salah selama ini, tapi bisakah kita berbicara seperti dulu, berikan Ayah kesempatan untuk menebus kesalahan Ayah," ucap Duke Victor, sendu.

Rania terkekeh sinis, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kereta kuda yang empuk.

"Bicara seperti dulu? Maksudnya, saat Anda membiarkan aku kelaparan dan di siksa seperti binatang, sementara gundik Anda makan mewah? Atau saat Anda menyebutku pembunuh Ibu?" tanya Rania, dingin.

Duke Victor langsung terdiam, lidahnya kelu, dia tidak punya pembelaan karena semua yang dikatakan Rania adalah fakta yang sangat pahit.

1
Tiara Bella
Aron keenakan tiap ada sesuatu pasti dicium sm Rania....
T1 T1n
kapan up lagi😭😭
°RhaiKen™
aaaa....so sweet deh.. bucin sudah pda waktunya nieee..🤣🤣
renjani
sistem sableng kayaknya dibuat sama leluhur Aron nih biar dia cepet nikah🤭🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍
Milah Milah
Waah Kaisar Aron sudah menandai kepemilikannya, dan memanggilnya my Queen. Jadi meleleh thor... 🤭
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 rania malu malu meong🤭🤭
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Astiana 💕
baru kali ini sistem menyuruh tuan nya ke jurang kemesuman🤣🤣
beybi T.Halim
sistem nya romantis sekali😁 dikit2 peluk dikit2 cium wahhhh ,terbaik lah💝
kaylla salsabella
lanjut
Milah Milah
Sistem buatan othor emang keren abiz👍
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Pa Muhsid
ciee mak comblang sukses 😍😍😍
Yue Li MZy
lah udah selesai aja, perasaan baru baca.smgtt up nya KA uthor cntikk💪🥰🥰🥰 udah ku kasih vote
guest1053527528
asyeekk Thor resmi kan mereka Thor dengan bumbu2 cinta
Yue Li MZy
kayak akal akalan sistem biar ketahuan 🤭🤭
Yue Li MZy
mau ditaruh mukanya kemana ya kalo gini
Lyvia
padahal udah up byak tp masih aj kurang 😃
suwun thor crazy upnya, matrehat thor
Tri Yoga Pratiwi
menang banyak Aaron 🤭
IG : hofi03_skrniii: kesenangan si kaisar 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!