NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:170.5k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Mengejar

Max Kingsford tidak terbiasa mengejar apalagi dalam urusan wanita.

Pria itu memiliki prinsip sederhana, jika seseorang tidak menginginkannya setelah didekati, dia tidak akan membuang waktu sedetik pun untuk memohon atau membujuk lagi.

Dunia ini penuh dengan wanita yang menginginkan dirinya, mengapa dia harus bersusah payah untuk satu orang yang bersikeras bermain tarik ulur?

Malam itu, setelah Clarissa menutup pintu ruang utama yacht, Max hanya duduk diam selama lima menit.

Lalu sia berdiri, mengambil jaketnya, dan keluar ke geladak. Ia tidak marah. Ia tidak kecewa. Ia hanya mengambil keputusan dingin yang selalu dia ambil dalam situasi seperti ini, berhenti.

Julian yang setengah mabuk mendekatinya dengan wajah penuh rasa ingin tahu. "Gimana? Berhasil?"

Max menatap temannya dengan tatapannya santai. "Tidak ada yang perlu dibicarakan."

"Wah, Clarissa tahan banting juga, ya? Biasanya wanita langsung luluh padamu—"

"Aku bilang, tidak ada yang perlu dibicarakan," potong Max dengan nada yang membuat Julian segera mengangkat kedua tangan dan mundur.

Malam itu Max tidur sendirian di kabin yacht. Gelas wine kedua dia minum sendirian sambil menatap langit berbintang.

Pikiran tentang Clarissa tidak pernah muncul lagi setelah dia memutuskan untuk berhenti. Sebaliknya, yang hadir justru bayangan lain, pesta bisnia yang seharusnya dia datangi dengan Cassia.

“Shiiitt!! Aku benar-benar lupa hal ini. Seharusnya Cassia mengingatkanku kemarin,” gumamnya kesal. Dia mengambil ponsel di saku celananya. Tak ada sinyal.

“Dia pasti meneleponku,” bisiknya dan kemudian mengumpat lagi.

*

*

Keesokan paginya, matahari terbit di atas laut memantulkan cahaya di permukaan air. Yacht mulai bergerak menuju dermaga pukul delapan. Suasana di atas kapal masih setengah sadar; beberapa teman Julian tidur dengan mulut terbuka di sofa, sementara yang lain sibuk bersiap, menyisir rambut dan mencari kopi.

Max sudah berdiri di geladak depan sejak pukul tujuh. Pakaiannya sudah rapi, rambutnya disisir ke belakang, dan wajahnya tampak segar seolah dia tidur dengan nyenyak semalam.

Pria itu memegang secangkir kopi hitam dan menatap garis pantai yang mulai mendekat.

Clarissa muncul dari kabin sekitar pukul setengah sembilan. Rambut panjangnya masih sedikit basah, mungkin baru saja selesai mandi.

Ia mengenakan gaun pantai tipis berwarna krem yang berkibar tertiup angin laut. Tanpa riasan tebal, Clarissa tetap cantik, mungkin bahkan lebih cantik dari malam sebelumnya.

Ia melirik ke arah Max yang berdiri di ujung geladak. Biasanya, pria itu akan segera menoleh, setidaknya memberikan senyuman kecil atau sapaan singkat.

Tapi Max tidak melakukannya. Punggungnya tetap membelakanginya, matanya tetap lurus ke depan, seperti tidak ada seorang wanita cantik berdiri hanya beberapa meter darinya.

Clarissa mengerutkan kening. ‘Mungkin dia belum lihat aku.’

Ia berjalan sedikit lebih dekat, sengaja melewati jalur di samping Max. Langkahnya pelan, kakinya yang tak memakai alas menapaki dek kayuz

‘Aku hanya ingin melihat apakah Max Kingsford bisa sedikit bersabar...’ Clarissa mengulang kata-katanya malam lalu dalam hati.

Ia yakin strateginya berhasil. Pria itu pasti akan semakin penasaran, semakin tergila-gila, semakin bersedia melakukan apa pun untuk mendapatkannya.

Tapi Max tetap tidak menoleh. Bahkan ketika yacht merapat ke dermaga dan semua orang mulai bersiap turun, Max tidak pernah sekali pun mengarahkan pandangannya ke arah Clarissa.

Ia berbicara dengan Julian tentang jadwal, menghubungi sopir melalui ponsel satelit milik Julian, tanpa melirik sedikitpun ke kiri atau ke kanan.

Clarissa berdiri di samping tangga, menunggu. Mungkin Max akan menawarkan tangan untuk membantunya turun.

Tidak ada bantuan. Max turun lebih dulu, langkah lebarnya menginjak dermaga kayu, dan dia berjalan menuju mobil tanpa menoleh ke belakang. Clarissa merasakan kecemasan.

"Ini tidak mungkin," bisiknya pada dirinya sendiri. “Dia sudah menyerah? Secepat ini?”

1
diah nursanti
ceritanya bagus
diah nursanti
posessive nya mulai keluar,km harus kasih kejelasan kalo bersikap seperti itu max
azelia
😢
Farda Nurjannah
semakin max menyangkal tidak memiliki rasa ke cassia tapi actionya menjawab kebalikan semuanya!
yuk semangatt cassia bentengi hati km yaa!
suka boleh, tapi dalam batas wajar.
biar kedepannya km tidak merasakan sakit mendalam.

ehh aku yakin cassia bukan type cwe yg bakal terpuruk oleh percintaan sii hihi
Kar Genjreng
setuju' Max memang sebenarnya ga boleh tetapi loe harus bisa mengambil hati Cassia karena Cassia merasa cintanya tidak berbalas,,, Cassia merasa ga pantas jadi loe yang harus meyakinkan bahwa loe akan bertanggung jawab bukan hanya anaknya bila nanti Cassia hamil,,, tetapi Cassia loe sayang jadi biar Cassia tidak bimbang,,siap Max Cassia terlalu malu atau merasa ga pantas buat loe,,
Chloe Bebe
Kaaa lanjutttt
happy oktavia
kak othor... tlg lah reader yg sdh penasaran gabut ini.. pliiisss up lg yaaa..😘😘
Daneen
Uhuy mulai cemburu
Lina Cuang
lanjut kak
Rinduin
Wih max telah tersihir dengan mantra perawan polos nan naif wkwk
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
manti
aku suka karya mbak nya ceritanya bagus bagus dan terlihat nyata. dan yg membaca terasa seperti berlakon dalam novel yang ditulis. secara tidak langsung seperti pemeran utamanya
Nonie Hlm
😕😕😕😕😕blm up hiks😕😏
Bela Viona
aw.aw..aw
Bela Viona
biasa nya aku no komen untuk visual novel mana pun.
tpi untuk visual max disini bikin aku sedikit 🤏 salting 🤭
Nonie Hlm
ayooooo uuuuppppp lagi
Shee_👚
cie max takut cia di ambil cowo lain🤣🤣
Shee_👚
karena cinta itu suka bikin buta mata dan hati max, nah contohnya cia buta mata hati ya🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!