Avara hanya staf administrasi biasa di perusahaan finance yang terbiasa bekerja lembur.
Pada satu hari seperti biasa dia lembur seorang diri, lelah dan mengantuk. Saat terbangun, bukannya berada di kantor, dia justru bertransmigrasi ke dunia iblis. Menjadi satu-satunya sosok manusia di sana, Avara harus dicurigai dan hampir mendapat hukuman mati. Namun berkat kemampuannya mengolah data, dia berhasil selamat!
Kini hari-harinya disibukkan oleh pekerjaan administrasi di istana iblis, dan semata-mata bekerja untuk Raja Iblis Fulqentius yang terkenal keji, dingin, dan misterius.
Bisakah Avara bertahan hidup di dunia yang sama sekali asing baginya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichigatsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8 - Sistem Database Kerajaan
Pada akhirnya, Avara tidak menemukan satu pun cara untuk dirinya bisa mempergunakan sihir. Jadi di tengah kekecewaannya dia berusaha mengalihkan pikirannya untuk hal lain yang lebih berguna; bekerja.
Avara memikirkan sistem database kerajaan yang hingga saat ini masih manual tersimpan dalam perkamen maupun buku-buku, menganggapnya tidak efektif bagi kerajaan besar yang maju dalam bidang sihir dan magitech. Gadis itu bertanya-tanya apa yang menyebabkan kondisi kerajaan iblis menjadi seperti itu, dan baru tahu jawabannya saat dia memberanikan diri mengemukakan rasa penasarannya pada Oxron.
"Mungkin karena kami terus-menerus berada dalam peperangan dengan manusia. Jadi hal-hal kecil seperti administrasi tidak menjadi perhatian penting."
Satu pertanyaan baru muncul. "Dengan kekuatan kalian, bukankah mudah saja bagi kalian untuk memusnahkan peradaban manusia?"
Oxron pelan menjawab, "Bukan itu yang diharapkan His Majesty."
Bukan itu?
"Oxron, aku berpikir untuk membuat sebuah sistem yang bisa mempermudah semua orang terutama raja iblis untuk mengakses database kerajaan. Aku membutuhkan bantuan teknisi yang bisa membuat semacam magitech, apakah kau tahu seseorang yang bisa membantu?"
"Database?" Oxron bertanya-tanya. "Aku mungkin bisa membantu sedikit. Tapi jika kau memerlukan bantuan untuk magitech yang lebih rumit, aku bisa memperkenalkan seorang iblis lain."
"Bagus," tukas Avara. "Sebelumnya, aku ingin tahu, dengan cara apa kalian menyimpan data tertentu selain melalui media kertas atau kulit?"
"Kami menggunakan kristal sihir," ujar Oxron sambil mengeluarkan salah satunya yang berwarna ungu cerah. "Dalam kristal ini kami menyimpan suara atau gambar dengan jumlah dan ukuran terbatas."
Seperti flashdisk, batin Avara.
"Bagaimana cara kalian menginput data ke dalamnya?"
Oxron mengerjap, "Mengー apa?"
Avara mencari kosakata lain. "Memasukkan," ulangnya. "Memasukkan data."
"Kami menggunakan mantra sihir. Dengan mantra tertentu, kami bisa 'menuliskan' atau 'menggambarkan' apa yang ingin kami simpan dalam kristal sihir."
"Bagaimana jika apa yang ingin kalian tulis atau gambar sangat banyak?"
"Itu tidak mungkin, karena sebuah kristal sihir hanya sanggup memuat sedikit data."
Avara menggeleng. Wajahnya serius. "Tidak ada yang tidak mungkin. Seperti yang kusampaikan tadi, aku ingin membuat sistem database yang bisa kita akses dengan leluasa dan tentu saja bisa menyimpan banyak data berbagai ukuran dan jumlah. Jika kita berhasil membuatnya, kita tidak perlu lagi menulis manual di buku atau perkamen, dan raja iblis bisa mengaksesnya dengan sangat mudah, sesuai kemauannya. Bagaimana menurutmu?"
Oxron perlu banyak waktu untuk berpikir, dan Avara memberikannya. Lelaki itu mengernyit untuk waktu yang lama hingga pamit undur diri. Beberapa jam kemudian dia kembali dengan seorang iblis lelaki lain bernama Fulton yang kelihatan acuh tak acuh. Namun saat Oxron meminta Avara untuk kembali memperjelas maksud dan tujuannya ingin membuat sistem database, iblis itu memberikan respon yang baik.
"Kita bisa melakukannya," katanya yakin.
Avara tidak bisa lebih senang daripada saat itu.
Maka dimulailah hari-hari sibuk mereka bertiga mengerjakan proyek sistem database kerajaan iblis yang digagas Avara.
...****************...
Dengan bantuan dua iblis yang menguasai magitech tentang arsip data (Avara menyebutnya tim IT), akhirnya Avara bisa membangun pusat database seluruh berkas yang ingin dapat diaksesnya dengan mudah. Bisa dibilang, mereka membangun sebuah server jaringan.
Dengan sebuah kristal sihir raksasa yang dapat menyimpan ribuan hingga ratusan ribu data, Avara mengarahkan dua iblis rekannya agar membuat data yang tersimpan dapat diakses melalui kristal-kristal sihir yang lebih kecil. Menggunakan mantra sihir seperti yang disampaikan Oxron, mereka bisa menyalin data dari berkas seperti laporan tertulis yang semula disimpan dalam buku atau perkamen.
Butuh beberapa minggu lagi bagi Fulton dan Oxron untuk merampungkan tugas baru dari Avara; membuat spreadsheet sihir yang bisa melakukan penginputan secara virtual dan menghitung otomatis data yang telah diinput maupun diunggah. Jika proyek itu selesai, mereka tidak perlu lagi kerja keras menulis di pembukuan dan kesulitan mencarinya secara manual.
Seperti dalam bayangan Avara, kristal sihir berwarna tertentu akan melayang rendah dan melalui kilaunya akan ditampilkan sejenis spreadsheet pada sebuah media datar yang bisa dilakukan pengeditan, penginputan, maupun perhitungan. Fulton bekerja sangat keras untuk memenuhi kemauan Avara hingga jatuh sakit, tapi enggan menyerah setelah sedari awal dia memahami betapa penting proyek ini dan betapa bergunanya sistem yang mereka bangun.
Oxron bekerja sama kerasnya, dia banyak bertanya pada Avara mengenai detail-detail tertentu dan mengutarakan pula pendapat untuk hal-hal yang menjadi kualifikasinya. Dia terutama menjadi penanggung jawab bagi permintaan rumit lain Avara yang menginginkan sebuah alat untuk Fulqentius dapat mengakses data dari sistem tanpa harus susah payah membaca. Avara menginginkan sejenis gelang atau cincin yang bisa memberikan informasi secara verbal terkait apapun yang ditanyakan sang raja iblis.
"Misalnya, jika raja iblis bertanya, berapa jumlah pasukan yang tersedia saat ini dan berapa suplai senjata yang siap pakai, aku ingin alat itu langsung menjawab; pasukan yang tersedia saat ini sejumlah sekian ribu dan senjata siap pakai sejumlah sekian ratus."
"Jadi kau ingin membuat roh dalam sebuah artefak?"
Avara bersidekap. "Semacam itu." Dia tidak akan mengatakan bahwa apa yang dia minta adalah sejenis kecerdasan buatan.
Oxron saling pandang dengan Fulton, berpikir dengan sihir seperti apa mereka bisa menciptakan roh yang terhubung langsung dengan database. Pada akhirnya, mereka menambah satu lagi iblis untuk turut membantu proyek besar mereka.
Namanya Gaiyus, seorang iblis lelaki berperawakan besar yang sama sekali tidak disangka Avara memiliki tangan yang sangat terampil dalam membuat artefak sihir dan mantra sihir rumit. Bertiga, mereka tunduk pada arahan Avara.
...****************...
Setelah beberapa hari dengan lembur tanpa henti, akhirnya proyek mereka selesai. Avara memohon diri untuk memasuki ruang kerja Fulqentius.
Dia membawa baki berisi dua kotak perhiasan, yang diperlihatkannya dengan bangga kepada Fulqentius maupun Oriole yang hadir di sana. Kotak pertama berisi kristal sihir yang telah memiliki fungsi aktif untuk melakukan penginputan dan akses ke sistem database kerajaan.
"Saya sudah menuliskan kata kunci untuk Anda agar bisa melakukan perubahan pada data," ujar Avara sambil menaruh kotak dan secarik kertas. "Tanpa kata kunci ini, Anda tidak memiliki akses untuk melakukan perubahan apapun selain hanya bisa membacanya."
Fulqentius meraih kristal sihir itu, mengangkatnya setinggi mata, menilai kilaunya. "Apa yang membedakannya dengan kristal sihir biasa?"
"Kristal sihir biasa hanya menyimpan sedikit data yang hanya bisa diakses oleh satu kristal sihir terkait. Namun dengan kristal sihir ini, Anda bisa mengetahui secara langsung dan faktual data apapun yang sedang dan telah saya masukkan ke dalam sistem. Anda bisa mengubahnya menggunakan kata sandi yang telah saya berikan, dan saya akan menerima perubahan dari Anda. Langsung."
Fulqentius mencoba menjalankan kristal sihir itu, dan segera melihat spreadsheet berisi banyak data yang pernah dia baca pada buku besar milik Avara. Tidak heran jika gadis itu dan timnya membuat keributan membangun kristal raksasa di satu bagian istana.
"Dan ini," lanjut Avara sambil menyerahkan satu kotak lainnya. "Adalah artefak khusus untuk Anda kenakan."
Fulqentius membuka sendiri kotak itu dan mendapati sebuah cincin dengan mata berukuran besar dari sebuah kristal berwarna biru langit yang ketika dikenakan, sangat pas bagi jempol tangan kirinya.
"Artefak itu bisa menjawab langsung pertanyaan Anda tentang semua data yang tersedia dalam sistem. Anda tinggal memanggil namanya."
"Siapa namanya?"
Avara berdeham, malu mengingat nama itu diusulkan sepihak oleh Oxron dan disetujui oleh dua rekannya, tanpa mau ditentang oleh Avara sebagai pemrakarsa.
"Lunaria, Your Majesty."
"Lunaria?"
Kristal biru langit itu segera berpendar, bereaksi dengan cepat, "Yes, My Lord."
Fulqentius melempar pandangan bertanya.
Avara menjelaskan, "Artefak ini dibuat khusus untuk Anda, jadi dia akan bereaksi dengan suara dan mana Anda. Silakan dicoba."
Fulqentius mengangkat tangan kirinya, mendekatkan jempol pada mulutnya. "Berapa obat-obatan yang tersedia sekarang?"
Lunaria menjawab, "Obat-obatan yang tersedia saat ini adalah sejumlah 1.569, belum memerlukan tambahan suplai. Apakah ada yang ingin Anda tanyakan lagi?"
"Tidak," balas Fulqentius, terlalu puas hingga kesulitan mengendalikan seringai.
"Yes, My Lord," tutup Lunaria.
Avara membungkuk dengan tangan kanan di dada kiri, memberikan penghormatan, sangat senang bisa berguna.