NovelToon NovelToon
Pedang Darah Dan Janji Abadi

Pedang Darah Dan Janji Abadi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Tamat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

"Dulu aku hanyalah pemuda biasa tanpa bakat, tanpa kekuatan, dan tanpa tujuan. Dunia terasa abu-abu sampai akhirnya aku bertemu dengannya—cahaya yang menerangi hidupku dan mengajarkanku arti cinta."

Namaku Li Yao. Aku tidak memiliki bakat kultivasi, namun cintaku padanya membuatku rela membelah langit dan bumi demi menjadi kuat. Bersamanya, aku merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan, hingga sebuah malam kelam mengubah segalanya.

Mata keparat merenggut nyawanya di hadapanku. Aku tak berdaya. Aku hanya bisa menangis melihat darahnya menetes. Saat napas terakhirnya berhembus, sebuah sumpah setan terucap:

"Aku akan membasmi mereka semua. Walau harus menjadi iblis, walau harus menyeberangi lautan darah, dendam ini akan kubayar lunas!"

Kini, dunia tidak lagi memiliki Li Yao yang lembut. Yang tersisa hanyalah Pendekar Berhati Es, seorang pembunuh dingin yang pedangnya selalu basah oleh darah musuh. Setiap tebasan adalah doa dendam, setiap nyawa yang melayang adalah persembahan unt

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 Nama Dalang Mulai Tercium: Klan Naga Hitam

Kota Kabut Merah.

Sesuai namanya, kota ini selalu diselimuti kabut tebal yang berwarna kelabu kemerahan karena polusi dan letak geografisnya yang berada di lembah dalam. Di sini, tidak ada siang dan malam yang jelas, hanya ada suasana suram dan mencekam sepanjang waktu.

Li Yao kini berdiri di gerbang masuk kota. Ia tidak lagi menyamar sebagai pedagang. Ia berjalan dengan kepala tegak, mengenakan jubah hitamnya yang ikonik. Orang-orang yang melihatnya langsung menyingkir dengan ketakutan, namun juga ada yang menatapnya dengan rasa ingin tahu dan haus darah.

Ini adalah kota tanpa hukum, tempat berkumpulnya para penjahat, pembunuh, dan penguasa gelap.

Li Yao langsung menuju ke area pasar gelap yang paling ramai. Di sini, informasi adalah komoditas yang paling mahal. Ia masuk ke sebuah bar bernama "Lubang Naga", tempat di mana para komandan dan tetua klan sering menghabiskan waktu.

Suasana di dalam sangat bising. Musik genderang yang keras, tawa orang mabuk, dan suara gelas yang berdenting memenuhi ruangan.

Li Yao duduk di meja paling tengah, tempat yang paling terbuka. Ia meletakkan segepok uang emas di atas meja dengan suara dung yang keras, menarik perhatian semua orang.

"Siapa pun yang bisa menjawab pertanyaanku, emas ini miliknya," ucap Li Yao lantang, suaranya mampu menembus keributan.

Seorang pria gemuk dengan wajah licik segera mendekat. Itu adalah Tikus Informasi paling terkenal di kota itu. "Tuan ingin tahu apa? Aku tahu segalanya tentang kota ini!"

"Aku ingin tahu... tentang Klan Naga Hitam. Struktur mereka. Siapa pemimpin tertingginya. Dan di mana aku bisa menemukan Tang Feng," tanya Li Yao langsung pada intinya.

Mendengar nama itu, suasana di sekitar meja itu seketika menjadi hening. Orang-orang menelan ludah dengan susah payah, wajah mereka berubah pucat. Pria gemuk itu bahkan mundur selangkah seolah baru melihat hantu.

"Kau... kau gila ya, Tuan? Berani menanyakan nama itu di sini dengan suara sekeras itu?!" bisik pria itu ketakutan.

"Jangan tanya aku waras atau gila. Jawab saja pertanyaanku sebelum aku yang mengambil jawabannya paksa dari mulutmu," ancam Li Yao, matanya melotot tajam.

Pria gemuk itu gemetar, tapi melihat tumpukan emas itu, rasa rakus mengalahkan rasa takutnya. Ia mendekatkan wajahnya, berbisik pelan.

"Baiklah... Baiklah aku bicara. Tapi dengar baik-baik, ini rahasia tingkat tinggi."

"Klan Naga Hitam bukan sekadar geng biasa. Mereka adalah raksasa yang tersembunyi. Mereka memiliki cabang di setiap kota besar. Dan yang mengendalikan semuanya... adalah satu orang saja. Seorang yang sangat kuat dan sangat kejam yang dijuluki 'Kaisar Naga'."

"Kaisar Naga?" Li Yao mengernyitkan dahi. Nama baru yang belum pernah ia dengar sebelumnya.

"Ya. Dia adalah dalang di balik segalanya. Tang Feng? Dia hanya anjing peliharaan yang kebetulan pandai membunuh. Dia hanyalah salah satu dari banyaknya Jenderal di bawah perintah Kaisar Naga itu."

Pria itu menunjuk ke arah gedung paling tinggi dan megah yang terlihat dari jendela, tertutup kabut tebal.

"Markas utama mereka ada di sana, di Benteng Naga Hitam. Dan kabar terbaru... Kaisar Naga sendiri sedang berada di kota ini untuk memimpin upacara pengorbanan besar dan juga... untuk memburu seseorang."

"Memburu seseorang?"

"Ya! Kabarnya ada pembunuh yang menghancurkan cabang mereka dan membunuh banyak orang penting. Mereka sangat marah. Hadiah untuk kepala orang itu... nilainya tak terhingga."

Li Yao tersenyum miring. 'Jadi mereka sudah tahu aku datang...'

"Jadi... semua kejahatan ini, pembantaian desaku, pembunuhan Qingyu, perbudakan, perdagangan gelap... semuanya diatur oleh satu orang itu? Kaisar Naga?" tanya Li Yao lagi, suaranya mulai bergetar menahan amarah.

"Tentu saja! Siapa lagi kalau bukan dia? Dia yang memberi perintah, dia yang memegang kendali," jawab pria itu. "Tanpa izinnya, seekor lalat pun tidak boleh mati di wilayah ini."

BYUR!

Darah menetes dari ujung jar Li Yao yang tergenggam erat hingga pecah berkeping-keping.

Jawaban itu sudah jelas. Semua teka-teki kini tersusun rapi.

Bukan hanya Tang Feng. Bukan hanya para tetua.

Dalang utamanya adalah Klan Naga Hitam secara keseluruhan, dan di puncaknya ada Kaisar Naga!

Mereka adalah akar dari semua kebusukan ini. Mereka adalah penyebab semua air mata dan penderitaan di dunia ini.

"Bagus... Sangat bagus..." Li Yao tertawa pelan, tapi tawanya penuh dengan aura membunuh yang membuat suhu ruangan turun drastis.

"Jadi selama ini aku hanya memotong ranting dan daunnya... Ternyata akarnya ada di sana."

Ia menatap gedung megah yang menyeramkan itu di kejauhan.

"Terima kasih informasinya. Ini emasnya."

Li Yao mendorong tumpukan uang itu, tapi saat pria itu mau mengambilnya...

Sret!

Sebuah pisau kecil menancap tepat di antara jari-jari pria itu, menancap kuat ke meja.

"Tapi ingat... jangan pernah menyebarkan kalau kau sudah bicara padaku. Karena kalau sampai telinganya Kaisar Naga mendengarnya... kepalamu yang akan melayang lebih dulu," ucap Li Yao dingin.

"Baik! Baik! Aku tutup mulut! Sumpah!" Pria itu lari terbirit-birit meninggalkan meja itu.

Li Yao berdiri, membersihkan remahan kaca dari tangannya.

"Kaisar Naga... Klan Naga Hitam..."

Ia mengucapkan nama-nama itu seolah sedang melafalkan mantra kutukan.

"Akhirnya aku menemukan kalian. Akhirnya aku tahu siapa yang harus aku hancurkan."

Mata Li Yao memancarkan cahaya yang tak manusiawi.

"Bersiaplah... Karena aku tidak akan berhenti sampai istana kalian runtuh dan nama kalian hilang dari sejarah dunia ini!"

1
T28J
hadiir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!