NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Dokter

Benih Rahasia Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Anak Genius / Dokter Genius
Popularitas:28.4k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Ashela Safira, seorang gadis yang membanting tulang demi melunasi utang ayahnya, terpaksa merelakan kesucian yang ia jaga selama ini direnggut oleh pria asing.

Merasa harga dirinya telah hancur, ia memilih melarikan diri dan menghilang setelah malam panjang itu. Namun, di tengah pelariannya, Ashela justru mendapati dirinya hamil.

Sementara itu, Elvano Gavian Narendra, seorang dokter berhati dingin, terbangun dan mendapati gadis yang bersamanya telah pergi.

Rasa sesal seketika menghantamnya saat melihat bercak merah di atas ranjang, yaitu sebuah tanda bahwa ia telah menodai seorang gadis asing yang bahkan tidak ia ketahui identitasnya.

Bagaimana kelanjutannya???
YUKKKK GAS BACAAAA!!!

IG @LALA_SYALALA13
YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dewa Bedah Tanpa Hati

Saat Leo sudah tertidur lelap, Ashela akan duduk di bawah lampu minyak, menjahit pakaian pesanan warga desa atau membantu Mak Esih mengupas kulit kacang untuk dijual ke pasar.

Matanya seringkali perih karena kurang tidur, dan punggungnya terasa seperti ditarik-tarik, namun ia tidak pernah mengeluh.

"Mama... kenapa Mama belum tidur?" suara serak Leo memecah keheningan malam suatu ketika.

Ashela segera menyembunyikan jahitan di balik kain. "Mama sedikit lagi selesai, sayang. Leo haus?"

Leo turun dari kasur, berjalan mendekat dan memeluk kaki ibunya. "Mama jangan kerja terus. Nanti Mama sakit. Kalau Mama sakit, siapa yang peluk Leo?" seru bocah kecil itu.

Ashela berlutut, mensejajarkan wajahnya dengan putra kecilnya. Ia mencium kening Leo lama sekali, menghirup aroma minyak telon yang menenangkan.

"Mama kuat, Leo. Mama kerja supaya Leo bisa jadi dokter hebat nanti, supaya Leo bisa sembuhin orang banyak." ucap Ashela debgan menahan perih di dadanya karena ucapannya sendiri.

"Leo mau jadi dokter supaya bisa sembuhin Mama kalau Mama capek," jawab Leo polos.

Air mata yang sejak tadi Ashela tahan akhirnya luruh juga. Ia memeluk Leo erat-erat. Ironis sekali, pikirnya.

Leo ingin jadi dokter, sementara ayahnya adalah salah satu dokter bedah jantung terbaik di negeri ini. Pria yang seharusnya bertanggung jawab atas nyawa yang ada di pelukannya ini, sedang berada di menara gadingnya, mungkin sedang menyelamatkan nyawa orang lain tanpa tahu bahwa nyawa anaknya sendiri sedang terancam.

Suatu hari, kondisi Leo menurun drastis. Setelah bermain sebentar dengan anak Mak Esih, wajah Leo tiba-tiba pucat pasi dan ia kesulitan bernapas. Ashela panik luar biasa. Ia menggendong Leo yang lemas dan berlari menuruni bukit menuju rumah Mak Esih.

"Mak! Tolong! Leo, Mak!" teriaknya histeris.

Dengan bantuan warga, Leo dibawa ke puskesmas. Di sana, ia diberikan bantuan oksigen. Melihat tubuh mungil Leo dipasangi selang, pertahanan Ashela runtuh. Ia duduk di lantai lorong puskesmas yang dingin, menelungkupkan wajah di lututnya.

"Tuhan... ambil saja nyawaku, tapi jangan anakku," pintanya dalam isak tangis yang menyesakkan.

Mak Esih datang mengelus pundaknya. "Sabar, Neng Asha. Leo anak kuat. Dia pasti bisa melewati ini."

"Tapi dia butuh operasi, Mak. Biayanya sangat besar. Saya harus cari uang ke mana lagi?" tanya Ashela putus asa.

"Neng... mungkin sudah saatnya Neng mencari bantuan ke kota. Di sana fasilitasnya lebih lengkap. Mungkin ada yayasan atau... atau keluarga ayahnya Leo?" tanya Mak Esih hati-hati.

Selama ini ia tahu Ashela merahasiakan identitas ayah Leo namun sarannya itu juga masuk akal, dari pada Ashela harus terus banting tulang mulai dari pagi, siang dan malam tanpa istirahat.

Ashela terdiam. Mencari bantuan ke kota berarti ia harus menghadapi masa lalu. Itu berarti ia berisiko bertemu dengan Elvano. Ia takut Elvano akan merebut Leo darinya, atau justru menolak keberadaan Leo dan menganggap mereka sebagai aib.

Namun, saat ia kembali masuk ke ruang perawatan dan melihat Leo yang mulai sadar, bocah itu tersenyum lemah sambil mengulurkan tangannya yang kecil ke arah Ashela.

"Mama... jangan nangis. Leo nggak apa-apa," bisiknya parau.

Di detik itu, Ashela tahu. Ego dan ketakutannya tidak lebih penting daripada nyawa anaknya. Jika ia harus menyerahkan diri ke dalam mulut singa sekalipun demi kesembuhan Leo, ia akan melakukannya. Ia tidak akan membiarkan Leo menderita lebih lama lagi hanya karena ia takut menghadapi kenyataan.

"Iya, sayang. Mama nggak nangis lagi. Leo harus cepat sembuh, ya. Nanti Mama bawa Leo ke tempat yang lebih bagus agar Leo bisa lari-lari lagi," janji Ashela dengan suara yang kini lebih mantap.

Malam itu, di samping tempat tidur puskesmas yang sempit, Ashela menatap Leo dengan pandangan yang penuh tekad.

Tiga tahun persembunyiannya mungkin akan segera berakhir. Ia mulai menyusun rencana dalam kepalanya. Ia akan bekerja lebih keras lagi selama beberapa bulan ke depan, mengumpulkan sisa uang yang ada, dan ia akan kembali ke Jakarta. Bukan sebagai pelayan yang lemah, tapi sebagai seorang ibu yang akan memperjuangkan hak anaknya untuk hidup.

Ia tahu risiko besar menantinya. Ia tahu Elvano mungkin telah melupakannya. Tapi Leo memiliki darah Narendra di nadinya, dan darah itu kini sedang sakit.

Satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan Leo secara medis dan finansial mungkin adalah pria yang sama yang telah memberinya malam paling indah sekaligus paling menyakitkan dalam hidupnya.

"Leo, maafkan Mama jika nanti dunia menjadi bising. Tapi Mama janji, Mama tidak akan pernah meninggalkanmu." bisik Ashela sambil menggenggam tangan kecil Leo yang terasa dingin.

Bintang-bintang di langit Sukabumi malam itu tampak sangat terang, seolah memberikan tanda bahwa perjalanan panjang Ashela akan memasuki babak baru.

Babak yang penuh dengan ketidakpastian, namun juga penuh dengan harapan akan kesembuhan sang buah hati.

...****************...

Di sisi kain, waktu seolah membeku di dalam ruangan Direktur Muda Narendra Hospital. Meskipun kalender digital di atas meja kerjanya menunjukkan bahwa tiga setengah tahun telah berlalu sejak malam yang mengutuk sekaligus memberkatinya itu, Elvano Gavian Narendra merasa dirinya masih tertahan di kamar 1802.

Pagi itu, Elvano berdiri di depan jendela kaca besar yang menghadap langsung ke jantung kota Jakarta. Ia mengenakan kemeja biru tua yang pas di tubuh atletisnya, dengan jas dokter putih yang tersampir rapi di bahu.

Wajahnya semakin tegas dengan garis rahangnya tampak lebih keras, dan sorot matanya yang dulu hanya dingin, kini menyimpan kilatan melankolis yang tersembunyi jauh di dalam pupil hitamnya yang tajam.

"Dokter Elvano, jadwal operasi penggantian katup jantung untuk Tuan Wijaya akan dimulai sepuluh menit lagi," suara lembut namun formal terdengar dari interkom.

"Saya akan segera ke sana," jawab Elvano singkat. Suaranya rendah dan berwibawa, jenis suara yang tidak membantah dan tidak menerima bantahan.

Di rumah sakit, Elvano adalah sosok yang mistis. Para perawat dan dokter residen menyebutnya sebagai Dewa Bedah Tanpa Hati. Ia bisa melakukan operasi paling rumit sekalipun dengan tangan yang tidak bergetar sedikit pun, namun ia juga tidak pernah memberikan senyum atau kata-kata penyemangat yang hangat kepada pasiennya setelah mereka sadar. Baginya, kesembuhan adalah hasil dari presisi medis, bukan empati yang berlebihan.

Banyak wanita dari kalangan sosialita, model ternama, hingga sesama dokter spesialis mencoba untuk menarik perhatiannya. Mereka datang dengan berbagai alasan yaitu mulai dari keluhan kesehatan yang dibuat-buat hingga undangan jamuan makan malam yang dikirimkan melalui ibunya, Mama Zoya. Namun, Elvano memperlakukan mereka semua sama yaitu dengan kesopanan yang sedingin es.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Ari Atik
ini si nenek biang masalah...
Ari Atik
gemes aq...
kok el gk peka,atau ingin mencari tau siapa leo sebenarnya...😡
Fatmawati Qomaria
harus terbongkar leo anak elvano dong kk
Eliermswati
waduh gawat nih thor pasti bkl ketemu sm leo mama nya el😂😂smga jngn d ambil kshn nnti ashela, smngt thor up nya
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
nah nah nenek biasanya jelie melihat kemiripan leo dan elvano.... duhh seruuu thorr
elief
lanjut thor, buat elvano menyadari keberadaan leo dan ashela. semoga mama elvano liat leo hehehe
erviana erastus
ikatan batin yg kuat antara anak dana ayah namun sang ayah belum sadar 😭
Fatmawati Qomaria
elvano apakah kamu tidak ada ikatan batin antara kamu leo dan asyilla?
karna biasanya perempuan menggunakan logika dari pada perasaan...
asyilla cobalah menggunakan hati mu untuk leo
🇧🇬
harus hepi ending ya 🌚🌚🌚 jangan lupa
Deliz Diaz Dla FM B
Semangat ya
Khansa Caca
ayolah cerita nya hanya disitu situ saja langsung ke pointnya Thor biar lebih seru 🤭🙏
Eliermswati
wah akhirnya leo bs ngobrol bareng ayahnya😍😍 smngt leo smg cpt smbh dan bs main lg😍😍 smngt thor up nya
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
meleleh dehh leo ngobrol dg bapaknya.. bgmn perasaan ashilla ituuu.... whaaaa pasti terenyuh yaaa.... sukaaaaa semangat up thor😍💪🙏
elfanaya 💞
Sepertinya kamu belum sadar kalau itu anakmu el
Mita Paramita
seru banget 😁😁😁 lanjut Thor 🔥🔥🔥
Ari Atik
deg-segan banget,ikut tahan bafas...😊😊
semoga mereka bisa berkumpul bersama...
Ari Atik
sejauh ini,ceritanya menarik...

next...
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
huhu bayangin alat2 n riuhnya r operasi... seru kaa👍🙏
🇧🇬
al udah deg2an kurang darah dan ketahuan! 🦖
chiara azmi fauziah
buat asela bahagia thor please
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!