NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Buang mayatnya! Jangan sampai bau busuk anak angkat ini merusak pesta putri kandungku."
​Sepuluh tahun menjadi "boneka" sempurna keluarga Lynn, Nerina Aralynn justru mati dikhianati di gudang lembap demi memberi tempat bagi si putri asli, Elysia. Namun, maut memberinya kesempatan kedua. Nerina terbangun di masa lalu, kali ini dengan duri mawar hitam yang mematikan.
​Satu per satu kekayaan keluarga Lynn ia preteli. Namun di balik balas dendamnya, Nerina menemukan satu rahasia: Satu-satunya pria yang menangisi kematiannya adalah Ergino Aldrich Leif—kepala pelayan misterius yang aslinya adalah penguasa dunia bawah.
​"Aku adalah pedangmu, Nerina. Katakan, siapa yang ingin kau hancurkan lebih dulu?"
​Saat sang putri terbuang mulai berkuasa, mampukah ia menuntaskan dendamnya, atau justru terjerat obsesi gelap sang pelayan yang melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: AIR MATA DI ATAS GAUN SUTRA

​"Nerina, jangan keterlaluan! Kamu lihat sendiri betapa hancurnya perasaan Elysia. Hanya karena dia meminta sedikit perhatian dari Andrew, kamu langsung menuduhnya ingin merebut tunanganmu?"

​Suara melengking Anora Lynn memecah keheningan ruang tengah kediaman Lynn yang megah. Di sofa beludru, Elysia Lynn sedang terisak, menutupi wajahnya dengan telapak tangan yang gemetar. Di sampingnya, Andrew Fred Fidelis merangkul bahu Elysia dengan tatapan yang sangat protektif—dan sangat benci ke arah Nerina.

​Nerina berdiri mematung di tengah ruangan. Ia meremas ujung gaunnya, kepalanya tertunduk, bahunya sedikit bergetar. Siapa pun yang melihatnya akan mengira ia sedang menahan tangis karena cemburu.

​"Aku... aku tidak bermaksud begitu, Ibu," bisik Nerina, suaranya parau dan bergetar sempurna. "Aku hanya terkejut melihat Andrew memberikan kalung mawar itu pada Elysia. Bukankah... bukankah Andrew bilang kalung itu hanya ada satu di dunia dan itu untuk calon istrinya?"

​Andrew mendengus sinis. "Elysia sudah kehilangan segalanya selama sepuluh tahun, Nerina! Apa salahnya jika aku memberinya sedikit hiburan? Kamu punya ratusan perhiasan di kamarmu, kenapa kamu begitu picik?"

​Nerina mendongak, matanya berkaca-kaca—sebuah akting yang ia asah dari rasa sakit di kehidupan sebelumnya. "Picik? Andrew, aku tidak mempermasalahkan kalungnya. Aku hanya merasa... sejak Elysia datang, aku tidak lagi punya tempat di sini. Bahkan tunanganku sendiri pun lebih peduli pada air mata 'adikku' daripada perasaanku."

​"Kak Nerina... tolong jangan salahkan Andrew," Elysia tiba-tiba memegang tangan Andrew, menatap Nerina dengan mata merah yang tampak sangat polos. "Ini salahku. Aku yang terlalu lemah. Aku akan mengembalikan kalungnya, tapi tolong... jangan benci aku."

​Elysia mencoba melepas kalung itu dengan tangan gemetar, namun Andrew menahannya. "Tidak, Elysia! Tetap pakai. Nerina hanya sedang cemburu buta."

​Nerina melihat ke arah pintu dapur. Di sana, Ergino berdiri dengan nampan di tangannya. Wajahnya tetap datar seperti robot, namun mata tajamnya tidak lepas dari Nerina.

​Lihatlah, Gino, batin Nerina. Lihat bagaimana aku memainkan permainan mereka.

​Nerina menarik napas panjang, lalu tiba-tiba melangkah mendekati Elysia. Ia berlutut di depan sofa, menggenggam tangan Elysia yang dingin.

​"Maafkan aku, Elysia," ujar Nerina dengan nada yang sangat menyedihkan. "Kamu benar. Aku hanya takut. Aku hanya anak angkat di rumah ini... aku selalu merasa bahwa suatu hari nanti, saat putri asli kembali, aku akan dibuang ke jalanan. Melihat Andrew begitu baik padamu, aku merasa ketakutanku menjadi nyata."

​Seluruh ruangan mendadak hening. Kalimat "aku hanya anak angkat" adalah tabu di keluarga Lynn, namun Nerina mengucapkannya dengan kejujuran yang menghancurkan.

​Anora Lynn yang tadinya ingin memaki, tiba-tiba tertegun. Ia melihat anak angkatnya yang selama ini terlihat kuat dan angkuh, kini tampak begitu rapuh dan rendah diri.

​"Nerina... kenapa kamu bicara begitu?" tanya Elyas Lynn yang baru saja masuk, langkahnya terhenti mendengar pengakuan Nerina.

​Nerina melepaskan tangan Elysia, lalu berdiri sambil menyeka air mata palsunya. "Maaf, Ayah. Aku akan ke kamar. Aku merasa tidak enak badan. Elysia, simpanlah kalung itu. Aku senang kamu menyukainya."

​Nerina berbalik dan berjalan cepat menuju tangga. Begitu ia melewati koridor yang sepi menuju kamarnya, langkahnya yang tadinya lemah berubah menjadi langkah yang tegas dan berwibawa. Air mata di wajahnya hilang dalam sekejap, digantikan oleh senyuman dingin yang mematikan.

​Tiba-tiba, sebuah tangan menariknya masuk ke dalam ruang perpustakaan yang gelap.

​Nerina tidak berteriak. Ia tahu aroma ini. Kayu cendana dan besi yang dingin.

​"Akting yang luar biasa, Nona Aralynn," bisik Ergino di telinganya. Pria itu menyudutkan Nerina ke rak buku, menatapnya dengan pandangan yang membara di tengah kegelapan.

​Nerina terkekeh, tangannya menyentuh dada Ergino yang bidang di balik seragam pelayannya. "Kamu menyukainya, Gino?"

​"Saya membencinya," sahut Ergino, suaranya rendah dan serak. "Saya benci melihat Anda berlutut di depan wanita ular itu, meskipun itu hanya sandiwara. Tapi... saya lega melihat mata Anda tidak benar-benar terluka."

​"Kenapa? Kamu takut jantungku hancur lagi karena Andrew?" Nerina menatap mata Ergino, mencari tahu apa yang dipikirkan pria ini.

​Ergino mencengkeram pinggang Nerina, menariknya lebih dekat hingga tidak ada celah di antara mereka. "Jantung Anda terlalu berharga untuk dihancurkan oleh pria bodoh seperti dia. Dan saya tenang... karena mawar saya kini tahu cara menggunakan durinya."

​"Gino, ular kecil itu akan mencoba sesuatu yang lebih besar malam ini," bisik Nerina. "Dia akan mencoba menuduhku mencuri barang berharga milik Ibu. Kamu tahu apa yang harus dilakukan?"

​Ergino tersenyum tipis—sebuah senyum yang menunjukkan sisi gelap dari penguasa bisnis bawah tanah. "Kamera pengawas di koridor lantai dua sudah aktif, dan saya sudah menukar barang itu dengan barang palsu. Biarkan dia 'menemukannya' di kamar Anda, dan biarkan dunia melihat siapa penindas yang sebenarnya."

​"Bagus," Nerina mendorong dada Ergino pelan. "Sekarang pergilah. Nero akan curiga jika kepala pelayannya menghilang terlalu lama."

​Ergino tidak langsung pergi. Ia membungkuk, mengecup punggung tangan Nerina dengan penuh penghormatan yang terasa sangat intim. "Satu hal lagi, Nona. Andrew sudah mulai menghubungi bank untuk mengecek saldo keluarga Lynn. Sepertinya dia mulai curiga."

​Nerina tertawa merdu. "Biarkan saja. Dia akan menemukan bahwa dompet keluarga Lynn sekarang sama kosongnya dengan otak Andrew."

​Malam harinya di meja makan.

​"Ibu! Kalung permata biru peninggalan Nenek... hilang!" teriak Elysia dari arah kamar Anora Lynn.

​Seluruh anggota keluarga segera berkumpul. Anora Lynn tampak pucat. "Apa? Kalung itu ada di kotak perhiasanku tadi sore!"

​Elysia berlari turun tangga dengan wajah panik yang dibuat-buat. "Aku tadi melihat... aku melihat seseorang keluar dari kamar Ibu saat Ibu sedang di taman. Tapi aku tidak yakin siapa..."

​Mata Nero langsung tertuju pada Nerina yang sedang duduk tenang menyesap tehnya. "Nerina! Apa kamu pelakunya? Kamu marah karena masalah kalung tadi siang?"

​Nerina meletakkan cangkirnya perlahan. "Apa maksudmu, Kak Nero? Aku di kamarku sejak tadi siang. Gino bisa menjadi saksiku, dia membawakan teh untukku setiap jam."

​"Pelayan tidak bisa menjadi saksi!" bentak Andrew. "Ayo periksa kamar Nerina!"

​Mereka semua berhamburan ke kamar Nerina. Elysia memimpin di depan, langsung menuju ke bawah bantal Nerina seolah ia sudah tahu di mana letaknya.

​"Ketemu!" Elysia menarik sebuah kotak beludru merah. "Oh, Kak Nerina... kenapa Kakak melakukannya? Jika Kakak ingin perhiasan, aku bisa memberikannya padaku, jangan mencuri milik Ibu..."

​Anora Lynn menatap Nerina dengan kecewa. "Nerina... tega sekali kamu."

​Nerina hanya berdiri diam, wajahnya tampak sangat terkejut dan terluka. "Aku tidak tahu bagaimana benda itu bisa ada di sana, Ibu. Aku benar-benar tidak tahu..."

​"Boong!" Andrew menyela. "Sudah jelas buktinya!"

​"Gino," panggil Nerina dengan suara bergetar.

​Ergino melangkah masuk ke tengah kerumunan. Ia memegang sebuah tablet di tangannya. "Maaf mengganggu, Tuan Elyas. Namun demi menjaga nama baik keluarga, saya secara inisiatif memasang sistem keamanan baru sore tadi. Mungkin kita bisa melihat rekaman siapa yang masuk ke kamar Nona Nerina sebelum kita menuduh lebih lanjut."

​Wajah Elysia mendadak pucat pasi. "R-rekaman?"

​Ergino memutar video tersebut. Di layar terlihat jelas, Elysia mengendap-endap masuk ke kamar Nerina sambil membawa kotak merah tersebut, lalu menyembunyikannya di bawah bantal.

​Suasana kamar mendadak hening seperti kuburan.

​Nerina menutup mulutnya dengan tangan, air mata (yang kali ini terasa sangat nyata bagi penonton) mulai jatuh. "Elysia... kenapa? Kenapa kamu melakukan ini padaku? Aku sudah mengalah soal kalung, aku sudah mengakui aku hanya anak angkat... kenapa kamu masih ingin menghancurkanku?"

​Nerina jatuh terduduk di lantai, menangis terisak-isak seolah hatinya benar-benar hancur.

​Elyas Lynn menatap Elysia dengan murka. "Elysia! Apa maksudnya ini?!"

​"A-Ayah... ini... aku hanya ingin bercanda..." Elysia tergagap, kakinya lemas.

​"Bercanda?" Nero menatap adiknya dengan pandangan tidak percaya. "Kamu ingin menjebak Nerina?"

​Andrew hanya bisa berdiri kaku, tidak tahu harus membela siapa.

​Nerina menangis semakin keras, sementara di balik tangannya yang menutupi wajah, matanya bertemu dengan mata Ergino. Ergino memberikan anggukan kecil—sebuah apresiasi untuk kemenangan telak malam ini.

​Malam itu, untuk pertama kalinya, keluarga Lynn melihat Elysia sebagai penindas, dan Nerina sebagai korban yang malang.

1
umie chaby_ba
apa Gino orang kaya
umie chaby_ba
bukan main.....🤭
umie chaby_ba
pinter banget si gino
umie chaby_ba
👍👍👍👍👍👍👍
umie chaby_ba
kalo iya ergino terlahir kembali 👍
umie chaby_ba
mencurigakan ergino sudah tahu
umie chaby_ba
rame nih
umie chaby_ba
ergino misterius
umie chaby_ba
lanjut
aditya rian
jadi nerina bukan sembarang orang juga ya
aditya rian
jadi penjahatnya bukan keluarga Lynn??? ga nyangka sih
aditya rian
👍👍👍👍👍
aditya rian
tuan Fidelis ayah nerina????
Aditya Rian
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Ariska Kamisa
/Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
aditya rian
burulah dinikahin nerina nya gino
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
anak angkat seakan sengaja dibuang agar bisa hidup
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
wow/Scare/
Ariska Kamisa: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
aditya rian
mulai babak drak romance
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rahasia terbaru👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!