Kebun jagung milik Bu Sarah selalu berbuah lebat setiap saat, dengan luas yang begitu luar biasa sehingga bila tidak tau jalan maka akan tersesat di dalam sana.
Namun kabar yang beredar mengatakan bahwa kebun jagung itu memang meminta tumbal nyawa manusia, kebun milik janda cantik itu memang sudah di jauhi oleh para warga karena Mereka sangat takut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. Clara
Clara berjalan perlahan menuju gudang, di tangan dia sudah ada sebuah tongkat besi. takut bila ternyata ada sesuatu di dalam gudang itu sehingga dia sudah bersiap membawa senjata, padahal andai kata ada maling yang masuk maka Clara juga tidak mungkin bisa melawan maling itu, karena dengan tubuh yang kecil pasti dia akan sangat mudah untuk di kalahkan.
Namun untuk berjaga-jaga dan melindungi diri maka dia sengaja membawa tongkat besi, siapa tahu juga hanya tikus yang sedang berisik dan tidak sengaja menjatuhkan barang. di luar sana hujan semakin deras membasahi bumi, sehingga suara yang di timbulkan sedikit saja akan sulit untuk di dengar.
Ini Bu Sarah sama sekali tidak mengetahui tentang suara berisik yang telah Clara dengar, sebab wanita itu sudah masuk ke dalam kamar dan istirahat untuk tidur siang. suasana hujan seperti ini tentu saja akan sangat nyaman berbaring di kasur dan menikmati hidup, dia juga sudah mengerjakan pekerjaan rumah.
Kaki Clara perlahan melangkah di depan pintu gudang yang tertutup rapat, tangan gadis ini agak gemetar karena mendadak saja dia merasakan seperti ada aura yang tidak biasa. seolah bukan hanya dia yang ada di bagian sini, beberapa kali Clara menoleh ke belakang untuk memastikan bahwa dia sendirian dan tidak ada orang lain.
Namun kata gadis ini memang tidak menemukan sosok lain di dalam rumah tersebut, tapi entah kenapa Clara merasa ada orang yang sedang memperhatikan dirinya saat ini. oleh sebab itu dia merasakan punggung terasa dingin, antara rasa takut dan penasaran namun Clara lebih penasaran karena dia mengira ini adalah maling.
Krieeeeet.
Pintu gudang terbuka lebar dan di dalam sana terlihat begitu gelap karena lampu memang belum hidup, Clara segera meraba dinding untuk mencari saklar lampu agar bisa melihat suasana yang ada di dalam. namun saklar itu entah di mana dan menurut Clara ada di dekat pintu, sekarang saat di butuhkan seperti ini justru sama sekali tidak ada.
"Mana sih, padahal biasa juga ada di dekat pintu ini." gumam Clara dengan nada bingung.
"Selalu saja begitu kalau membutuhkan sesuatu, giliran tidak di cari maka akan sangat mudah untuk di temukan." rutuk Clara.
Taaaaaap.
"Hahh!" Clara menjerit keras karena sebuah tangan dingin memegang tangan dia.
Seketika gadis ini mundur perlahan karena tadi dia sempat menarik tangan begitu keras, terasa sekali di tangan Clara bahwa sesuatu dingin itu memang menggenggam. segera gadis ini mengambil ponsel untuk menyalakan flash, sebab mencari saklar lampu tak kunjung ketemu juga sampai saat ini sehingga dia belum bisa melihat bagian dalam.
"Siapa di dalam?!" Clara berteriak keras sambil menyorot pada bagian dalam.
"Ini dia saklar nya!" gumam Clara ketika dia sudah menyalakan flash dan berhasil menemukan saklar.
"Padahal ya cuma di dekat sini tapi ketika tadi di cari malah tidak ketemu sama sekali." batin Clara bingung sendiri.
Seketika suasana gudang menjadi terang benderang dan tidak ada hal janggal sama sekali, mata Clara masih berusaha mencari orang yang tadi sempat memegang tangan dia. entah itu orang atau bukan tapi yang jelas Clara memang merasa ada yang menyentuh tangan ini, bahkan terasa begitu dingin seolah seperti bongkahan es batu menempel di kulit.
"Tidak ada, masa cuma perasaan ku saja tadi yang di pegang oleh seseorang." Clara menatap kesana kemari.
Suara berisik yang tadi sempat dia dengar juga sudah tidak ada tanda, bahkan barang yang jatuh juga tidak ada sehingga Clara semakin merasa heran. bila memang tidak ada barang jatuh di dalam gudang ini, lalu tadi suara apa yang begitu berisik seolah ada barang jatuh menghantam lantai di dalam gudang.
"Kalau memang ada yang jatuh maka pasti saat ini ada di lantai, lalu kenapa ini sama sekali tidak ada dan semua berjejer dengan sangat rapi?" batin Clara dengan sangat heran.
Tap.
"Allahu Akbar!" kembali Clara menjerit karena lampu dalam gudang mati seketika.
"Aih Kenapa sangat suka mati seperti ini?" Clara segera menyalakan flash kembali untuk melihat keadaan gudang tersebut.
Braaaaaak.
"Aaaaaghhhk!"
Gadis cantik ini menjerit keras karena pintu gudang malah tertutup secara mendadak, Clara yang masih ada di dalam tentu saja semakin ketakutan dan dia berlari untuk membuka pintu gudang tersebut. namun sayang nya pintu gudang itu seolah terkunci dari luar sehingga tidak bisa terbuka, jelas saat ini Clara merasa begitu panik dan ketakutan dengan keadaan yang sedang dia alami, mana tidak ada yang mengetahui bahwa Clara masuk ke dalam gudang tersebut.
"Ibuuuuu!" Clara berteriak keras agar bisa di dengar oleh Bu Sarah.
Tapi tentu saja suara itu menghilang dalam derasnya hujan yang sedang turun mengguyur bumi, Bu Sarah ada di dalam kamar dan pada bagian depan sehingga tidak mungkin bisa mendengar suara Clara. bahkan di dalam rumah ini juga tidak ada orang lain, Clara harus berusaha sendiri agar bisa keluar dari dalam gudang ini.
"Buka pintu ini, siapa yang sudah mengunci aku dari luar?!" teriak Sarah berusaha untuk menggebrak.
Braaaaak.
Braaaaak.
Namun pintu itu memang terlalu kuat dan kekuatan Clara hanya sebagian kecil saja, dia tidak mungkin bisa membuka pintu tersebut tanpa menggunakan kunci. lagi pula pintu tersebut terbuat dari kayu Bulian yang begitu kuat, jelas dia tidak memiliki kekuatan untuk merusak pintu tersebut.
"Ibuuuuu tolong aku, Bu!" pekik Clara kembali.
Hoooosssssh.
"Ya allah!" Clara langsung menoleh ketika dia mendengar suara orang yang sedang bernapas panjang.
"Suara apa itu tadi? apa ada orang lain di dalam sini ya." gumam Clara sangat ketakutan sekali.
Braaaaaaak.
"Aaaaaghhhh!" Clara kembali menjerit ketika tubuh dia melayang dan jatuh menghantam lantai.
Sosok yang sudah melakukan perbuatan itu sama sekali tidak terlihat dan Clara sendiri sudah kehilangan ponsel, karena dibuang begitu saja tentu saja Clara menjadi tidak terkendali dan dia melepaskan ponsel yang ada di tangan.
"Sakit sekali pinggang ku, hiks." Clara mulai menangis antara takut dan juga kesakitan.
Hoooosssssh.
Hoooosssssh.
"Siapa kau, tolong jangan sakiti aku seperti ini." Clara menangis dan dia berusaha untuk menatap sekitar.
"Ibu tolong lah aku, kau di mana sekarang?" isak Clara semakin ngeri.
Ada cahaya terang dan tentu saja itu dari ponsel yang milik dia tadi terjatuh, Clara berusaha untuk bangkit untuk mengambil ponsel itu agar bisa melihat keadaan yang ada di dalam gudang. namun untuk bergerak pinggang ini terasa begitu sakit sekali, wajar saja bila Clara kesakitan karena dia seperti kena banting oleh sesuatu yang tidak bisa dia lihat.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
siap2 aj di bantai duluan sama sang kakak...
belum tau dia kekuatan sang ratu burung hantu....
ternyata banyak toh hantunya yang ada di kebun jagung itu ya...
ta kira cuma 2 satu di kebun 1 lagi di gudang...
oh iya ma gimana keadaannnya Clara...