NovelToon NovelToon
KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Single Mom / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Cwen Arabelle, seorang anak berusia 7 tahun lelah mendengar mama dan ayahnya bertengkar, akhirnya berusaha menjodohkan mamanya dengan seorang guru di sekolahnya yang terlihat masih sangat muda.

"Paman, paman mau tidak menjadi papa untuk Cwen?" tanya Cwen memamerkan gigi kelincinya kepada guru favoritnya di sekolahan.

"Paman tenang saja, Cwen akan segera meminta mama dan ayah berpisah agar paman bisa menikah dengan mama dan menjadi papa untuk Cwen."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA : Bagian 2

Ansel berdiri canggung begitu Cwen memperkenalkan dirinya kepada sang mama, bukannya apa, tapi Ansel tidak habis pikir begitu Cwen dengan lantangnya mengatakan jika dirinya cocok untuk jadi suami dari mamanya.

Jenia menatap tidak enak kepada sosok guru yang ada di hadapannya ini, "Sayang, kok kamu bicaranya seperti itu?” Tanya Jenia menatap lembut putrinya.

“Memangnya kenapa ma? Aku suka sama pak guru, jadi tadi saat di kelas aku juga meminta pada pak guru untuk menjadi papa Cwen,” ucap gadis itu polos, membuat Jenia semakin tidak enak kepada guru Cwen itu.

“Pak guru, saya benar-benar meminta maaf untuk semua yang Cwen katakan kepada bapak, Cwen tidak bermaksud seperti itu, Cwen hanya bercanda saja, iya, kan sayang?” Jenia mengalihkan tatapannya kepada putrinya.

“Cwen tidak bercanda mama, Cwen benar-benar ingin pak guru menjadi papa Cwen,”

Jenia tersenyum kaku, anaknya ini memang tidak bisa diajak kerja sama, juga, Cwen memang tidak pandai berbohong.

“Tidak apa-apa, bu, saya tahu kok kalau Cwen hanya bercanda soal itu, saya juga tidak terlalu serius dalam menanggapinya,” kekeh Ansel mencairkan suasana canggung antara dirirnya dan mama dari Cwen.

“Tapi Cwen tidak bercanda pak guru,”

“Kita pulang, mama sudah masak makanan kesukaan Cwen loh di rumah,” potong Jenia tidak ingin membahas hal aneh dari putrinya.

“Tapi ma, Cwen belum selesai memperkenalkan mama kepada pak guru,”

“Kita pulang!”

Jenia sedikit menarik tangan Cwen agar mengikuti langkahnya, ia juga sedikit mengangguk kepada Ansel sebagai tanda pamitan. Sungguh Jenia merasa sangat malu kepada wali kelas putrinya itu, bagaimana mungkin putrinya sendiri menjual semua namanya kepada gurunya, bahkan mengatakan semua kekurangan dan juga kelebihannya, benar-benar membuat Jenia sangat malu.

***

“Cwen jangan seperti itu lagi ya!” peringat Jenia saat putrinya itu akan tidur siang.

“Kenapa ma? Mama cantik, pak guru juga tampan, beda kok sama ayah yang sudah tumbuh kumis dan jenggot,”

Jenia memejamkan matanya sejenak, ia ingin marah, tapi tidak bisa, ia tidak bisa memarahi putrinya, karena ialah satu-satunya alasan Jenia bertahan dengan hubungan rumah tangga yang sudah tidak sehat lagi.

“Jangan sampai ayah dengar loh apa yang sudah Cwen katakan tadi, kamu tahu kan ayah kalau marah seperti apa?”

“Cwen tidak peduli, ayah sudah buat mama sakit, ayah bahkan keterlaluan sampai mengatakan ia menyesal membawa mama ke sini,”

Kedua mata Cwen berkaca-kaca, rasanya ia sangat marah kepada sosok yang di panggil ayah itu, bukan sekali dua kali, Cwen menyaksikan ayahnya yang memarahi mamanya, Cwen tidak terima jika mamanya terus-terusan di marahin oleh ayahnya.

“Cwen sakit hati ayah bentak-bentak mama terus,”

Jenia memalingkan wajahnya, tidak mau Cwen melihat jika ia baru saja menitikkan air matanya.

Jenia pun memang sudah tidak mau melanjutkan rumah tangganya, tapi dia juga tidak punya uang banyak untuk menyewa tempat, suami yang memegang kendali semua keuangan, kembali ke tempat asalnya pun sangat tidak mungkin, karena kedua orang tuanya bahkan keluarga besarnya sudah tidak mau lagi menerima dirinya.

Salah dirinya yang memang dulu menentang keluarganya. Dulu Jenia benar-benar dibutakan oleh cinta, sampai akhirnya kedua orang tuanya mengusir dirinya dari dalam rumah dan Anwar terpaksa memboyong Jenia ke Indonesia karena masa kontrak ia juga sudah habis di jerman.

***

Jenia menghela napasnya begitu melihat kedatangan suaminya yang langsung marah-marah tidak jelas. Jenia sungguh muak, bahkan ia juga tidak diizinkan untuk bekerja.

“Lihat seberapa besar anakmu itu membuang-buang uangku! Dari awal sudah aku bilang, sekolahkan saja Cwen di sekolah negeri, kamu pikir gajiku bisa mencukupi semuanya, hah?”

Anwar menunjukkan tagihan bulanan Cwen dari sekolahannya, memang Cwen sekolah di sekolahan yang cukup elit, sehingga uang yang harus di keluarkan pun tidak sedikit.

“Tapi sekolahan negeri dari rumah kita sangat jauh loh, sekolahan ini satu-satunya sekolahan yang sangat dekat dengan rumah,”

Anwar menatap datar istrinya lalu langsung membuang kertas tagihan itu di meja makan, dan melangkah ke kamar dengan langkah besarnya.

Cwen menatap datar ayahnya yang masuk ke dalam kamar dengan membanting pintu, seperti anak kecil saja, pikir Cwen melihat tingkah ayahnya.

 “Ayah tuh kenapa sih ma, kok selalu seperti itu sama mama, kalau memang sudah tidak mau dengan kita, harusnya ayah dan mama pisah saja, lalu setelah itu mama menikah lagi dengan pak guru favorit Cwen di sekolahan,”

Cwen berbicara seperti itu sembari memakan makan malamnya yang terasa sangat enak, apapun yang mamanya buatkan selalu enak di mulut gadis itu.

“Kenapa makan duluan, tunggu ayah dulu dong sayang,”tegur Jenia mengusap pipi putrinya yang kembung sebelah karena makanan yang masuk ke dalam mulutnya.

“Cwen lapar sekali ma, biarlah ayah makan sendiri, biasanya juga seperti itu, papa akan langsung tidur tidak mau makan malam bersama kita,”

Jenia diam, putrinya benar, Anwar memang tidak akan pernah mau makan malam lagi di meja makan, entah sudah berapa lama kebiasaan itu suaminya lakukan, yang jelas saat dirinya memasukkan Cwen ke sekolahan yang cukup mahal. Jenia tidak punya pilihan lain karena sekolahan yang cukup murah itu terletak sangat jauh dari rumahnya, untuk sampai pun harus menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada angkutan umum yang lewat di daerah rumahnya, harus berjalan dulu sekitar 30 menit untuk bisa menaiki angkutan umum.

***

“Ma, antar Cwen sampai dalam yuk, memangnya mama tidak mau bertemu dengan pak guru yang kemarin?”

Jenia memutar matanya malas, selalu seperti itu bahasan Cwen, tidak jauh-jauh dari guru favoritnya di sekolahan.

“Kamu lupa ya, kalau tidak ada panggilan dari sekolah, orang tua murid tidak ada yang boleh masuk ke area sekolah?”

Cwen menepuk jidatnya ,“Cwen lupa, kalau begitu biar pak gurunya yang ke sini, biar mama dan pak guru bisa berbincang berdua,”

Jenia menggeleng, menolak ide gila dari putrinya.

“Jangan aneh-aneh, kamu cepat masuk kelas, sebentar lagi lonceng masuk kelas berbunyi, jangan sampai kamu telat, nanti pak guru menghukum kamu berdiri lama di laur kelas sampai pelajaran selesai,”

“Ya sudah, pulang sekolah nanti saja ma,”

Jenia hanya mengangguk asal, agar putrinya itu masuk ke dalam sekolah, ia sudah malas mendengar ocehan putrinya yang menjodoh-jodohkan dirinya dengan guru disekolahannya yang sudah pasti lebih muda darinya. Sangat terlihat dari wajahnya kemarin saat bertemu.

“Mama jangan lupa jemput ya, nanti akan aku bawa pak guru,”teriak Cwen kembali menoleh kea rah mamanya yang belum beranjak dari tempat.

Jenia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, pusing dengan kelakuan Cwen.

1
Lailatul Maulida
lanjut kak thor
Lailatul Maulida
lanjut kak thor💪
Ilham
lanjut BG cerita Pertaman nya aku suka cwen ceria sekali bg
Lailatul Maulida
bagus ceritanya ringan pokoknya suka lah 😁
Lailatul Maulida
lanjut kak autor
seru ceritanya
Lailatul Maulida
pecat bu sindy nya thor guru kok Rasis sama bully muridnya
Lailatul Maulida
kasihan cwen di bully di sekolahnya 🥲
Lailatul Maulida
semangat kak thor
Lailatul Maulida
bapak gedeng sukanya nuntut doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!