NovelToon NovelToon
SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ruang_Magenta

"Hanya karena aku miskin, kau membuangku seperti sampah?"

Andra, seorang kurir yang bekerja keras 14 jam sehari, baru saja diusir dari kontrakannya dan diputuskan oleh kekasihnya demi pria bermobil mewah. Namun, di saat titik terendah hidupnya, sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Saldo Tak Terbatas Diaktifkan!]
[Level 1: Menghasilkan Rp 1.000 setiap detik secara otomatis.]
[Saldo saat ini: Rp 1.000... Rp 2.000...]

Dalam satu menit, ia mendapatkan Rp 60.000. Dalam satu jam, jutaan rupiah masuk ke rekeningnya tanpa melakukan apa pun. Dunia yang dulu menghinanya kini harus bersiap. Siapa pun yang pernah memandangnya rendah akan bersujud di bawah kakinya.

Bagi Andra, satu-satunya masalah sekarang bukan lagi cara mencari uang, tapi bagaimana cara menghabiskannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruang_Magenta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Pecahnya Mata Langit

Jupiter tampak begitu besar dan mengintimidasi dari jendela anjungan Nemesis. Garis-garis awan raksasanya yang berwarna jingga dan kecokelatan terlihat seperti ombak badai yang tidak pernah usai. Namun, perhatian Andra tidak tertuju pada keindahan alam itu. Matanya terpaku pada struktur logam raksasa yang menggantung di orbit tinggi: Eye of Sauron, satelit induk yang menjadi ancaman kematian bagi siapa pun yang memiliki sistem di kepalanya.

"Sepuluh kapal pengawal musuh mulai berpencar! Mereka membentuk formasi pengepungan!" seru Vex sambil tangannya menari di atas konsol kendali.

BOOM!

Guncangan keras menghantam badan kapal. Lampu di anjungan sempat berkedip merah. "Perisai turun lima persen! Mereka menggunakan meriam ion!" teriak salah satu awak kapal.

Andra tidak duduk diam. Dia berdiri di tengah anjungan, kedua tangannya mengepal. Dia bisa merasakan aliran energi emas dari Sistemnya mulai menyatu dengan komputer pusat Nemesis. "Vex, jangan coba-coba adu tembak satu lawan satu dengan mereka. Kita kalah jumlah. Arahkan semua energi ke moncong utama. Kita tembus jalur tengah!"

"Tapi Andra, kalau kita buka celah di tengah, perisai samping kita akan kosong!" Vex membalas dengan nada panik yang sangat manusiawi.

"Percaya padaku," sahut Andra dingin.

[Ding! Mengaktifkan Sinkronisasi Energi Ganda.] [Status: Menghubungkan Arus Energi Pengguna dengan Inti Kapal Nemesis.] [Biaya Operasi: 10.000 Kristal per Menit.]

"Hajar saja saldonya, aku tidak peduli!" geram Andra.

Tiba-tiba, kapal Nemesis yang tadinya berwarna perak kusam mulai memancarkan cahaya emas yang menyilaukan. Bukan hanya di bagian mesin, tapi seluruh badan kapal seolah dilapisi zirah energi. Tembakan meriam ion dari kapal-kapal pengawal The Void menghantam perisai itu, tapi alih-alih meledak, energi tembakan itu justru terserap dan memperkuat aura emas Nemesis.

Di dalam ruang medis yang kini diubah menjadi ruang dukungan energi, Elara duduk bersila di atas tempat tidur. Siska memegang bahunya, memberikan kekuatan mental. Elara memejamkan mata, keringat dingin mengucur di pelipisnya.

"Aku melihat kabel-kabelnya, Kak Siska..." bisik Elara dengan suara bergetar. "Banyak sekali kabel cahaya yang menuju ke mata besar itu. Aku akan mencoba memutuskan talinya."

"Hati-hati, Elara. Jangan paksa dirimu," Siska mengusap rambut gadis kecil itu dengan lembut.

Kembali ke anjungan, Andra bisa merasakan apa yang dirasakan Elara. Ada semacam jaringan saraf digital yang membentang di antara mereka. Dengan bantuan Elara, Andra bisa melihat titik-titik lemah pada satelit Eye of Sauron yang tidak terdeteksi oleh radar biasa.

"Vex, tembak ke koordinat 4-A, tepat di bawah lensa utama!" perintah Andra.

BZZZZTTTT—BOOM!

Sinar laser raksasa berwarna emas melesat dari moncong Nemesis, membelah kegelapan ruang angkasa dan menghantam tepat di bagian sensor satelit tersebut. Ledakan hebat terjadi, kepingan logam raksasa terlempar ke mana-mana. Satelit itu mulai miring, tapi alarm di kepala Andra justru berbunyi lebih kencang.

[Peringatan! Protokol 'The Great Reset' Telah Mencapai 90%!] [Satelit Mengalihkan Sisa Energi untuk Transmisi Terakhir!]

"Sial! Mereka mempercepat prosesnya!" Andra memukul sandaran kursinya. "Vex, kita harus menabrakkan diri kalau perlu! Kita tidak boleh membiarkan sinyal itu keluar!"

"Andra, itu bunuh diri!" teriak Vex.

"Tidak kalau kita menggunakan lompatan pendek tepat di depan mereka!" Andra langsung mengambil alih kendali manual. Jarinya bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal, hasil dari peningkatan saraf oleh Sistem.

Kapal Nemesis tiba-tiba menghilang dalam kilatan cahaya pendek—sebuah lompatan warp jarak sangat dekat yang sangat berisiko—dan muncul kembali hanya beberapa ratus meter di depan lensa raksasa Eye of Sauron.

Di detik itulah, Andra merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya. Sinyal The Great Reset mulai bocor. Dia berlutut di lantai anjungan, memegangi kepalanya yang terasa seperti mau pecah. Di ruang medis, Elara berteriak kencang, cahaya emas keluar dari matanya hingga menerangi seluruh koridor kapal.

"TIDAK AKAN AKU BIARKAN!" raung Andra.

Dia melepaskan seluruh energi emas yang dia miliki, bukan ke arah meriam kapal, tapi langsung ke arah satelit itu lewat koneksi sarafnya. Itu adalah pertaruhan nyawa. Jika dia gagal, otaknya akan hangus terbakar oleh arus balik energi.

KRAAAAK!

Lensa raksasa satelit itu retak. Arus listrik liar menyambar-nyambar di antara kapal Nemesis dan satelit tersebut. Dalam satu ledakan putih yang membutakan, satelit Eye of Sauron hancur berkeping-keping, meledak menjadi bola api raksasa di orbit Jupiter.

Gelombang kejutnya melemparkan Nemesis hingga berputar-putar tak terkendali. Andra terkapar di lantai, napasnya tersengal-sengal. Pandangannya kabur, tapi telinganya masih bisa mendengar suara sorak-sorai samar dari para awak kapal yang selamat.

[Ding! Target Utama Hancur.] [Protokol 'The Great Reset' Digagalkan.] [Peringatan: Energi Pengguna Berada di Titik Kritis (0.5%). Memasuki Mode Hibernasi Darurat...]

"Andra! Andra!" Siska berlari masuk ke anjungan, mengabaikan protokol keamanan. Dia langsung memeluk Andra yang sudah hampir tidak sadarkan diri.

Andra tersenyum lemah, darah mengalir dari hidungnya. "Elara... bagaimana... dia?"

"Dia pingsan, tapi dia hidup. Dia menyelamatkan kita semua, Andra," bisik Siska sambil menangis lega.

Vex mendekat, wajahnya penuh debu dan luka gores. Dia melihat ke arah jendela, di mana sisa-sisa satelit tadi terbakar saat jatuh ke atmosfer Jupiter. "Kita berhasil, kawan. Mata mereka sudah buta sekarang. Mereka tidak bisa lagi membunuh kita hanya dengan menekan tombol."

Andra memejamkan mata. Rasa sakit di kepalanya mulai memudar, digantikan oleh rasa lelah yang luar biasa. Dia tahu, kemenangan di Jupiter ini hanyalah pembukaan. The Void di Mars pasti sedang murka besar sekarang. Tapi setidaknya, untuk saat ini, mereka bisa bernapas.

"Jagal... hubungi Jagal..." gumam Andra sebelum kesadarannya benar-benar hilang. "Katakan padanya... pesta... baru saja dimulai."

Kapal Nemesis yang kini dalam kondisi compang-camping perlahan mulai menjauh dari Jupiter, bergerak menuju titik pertemuan rahasia dengan pasukan Jagal. Di tengah puing-puing logam yang melayang di angkasa, Andra akhirnya tertidur lelap—bukan sebagai seorang kurir, bukan sebagai subjek eksperimen, tapi sebagai seorang pelindung yang baru saja memenangkan babak pertama dari perang besar galaksi.

Di layar Sistem yang redup di sudut matanya, sebuah notifikasi terakhir muncul:

[Selamat. Anda Telah Melampaui Batas Kemanusiaan.] [Membuka Rahasia Selanjutnya: Lokasi Sebenarnya dari 'The Source'.]

1
Sebut Saja Chikal
nanti saya mampir.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!