NovelToon NovelToon
FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: blumoon

Di tahun 2030, hujan darah mengubah dunia menjadi neraka penuh monster.
Yara mati tragis… namun terbangun kembali lima bulan sebelum kiamat di tubuh seorang wanita gemuk bernama Elara Quizel, istri presedir yang tak dicintai.
Dengan bantuan Sistem NOX, ia diberi kesempatan kedua untuk mengubah takdirnya.
Dari wanita yang diremehkan, Elara perlahan bangkit menjadi sosok yang dingin dan tak tersentuh.
Kali ini, ia tak hanya ingin bertahan hidup tetapi menguasai dunia yang akan hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blumoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 KIAMAT Z TIBA

Enam puluh hari berlalu dalam ketegangan yang hanya diketahui oleh penghuni Mansion Quizel. Mansion yang dulunya hanya simbol kekayaan, kini telah berubah menjadi benteng teknologi tinggi yang tak tertembus. Dindingnya diperkuat dengan baja komposit, jendela anti peluru, dan sistem energi mandiri yang dikelola oleh Bara dan Tobi.

Pagi itu, langit terlihat sangat tenang, namun warnanya sedikit lebih pucat dari biasanya sebuah ketenangan yang menipu sebelum badai besar melanda. Elara berdiri di ruang kendali pusat, menatap layar hologram yang menampilkan hitungan mundur berwarna merah menyala.

[PERINGATAN SISTEM!]

[Waktu Menuju Fenomena "Hujan Darah": 23 Jam 59 Menit 50 Detik.]

[Status Atmosfer: Partikel virus purba mulai terkonsentrasi di awan. Mohon seluruh personel masuk ke dalam area isolasi sebelum waktu habis.]

"Hanya tinggal satu hari," bisik Elara. Suaranya terdengar dingin dan mantap. Tubuhnya yang kini mungil seberat **40 kg** terlihat sangat sigap dalam balutan seragam taktis khusus.

Leonard masuk ke ruangan, wajahnya tampak lelah namun matanya tajam. Selama dua bulan ini, dia tidak pernah tidur lebih dari empat jam sehari demi membantu Elara. "Aset likuid terakhir sudah dicairkan, Elara. Seluruh gudang logistik di kota sudah penuh. Apa perintah selanjutnya?"

Elara berbalik, matanya berkilat. "Hari ini adalah hari terakhir uang kita punya harga. Leonard, instruksikan Arkan dan seluruh tim lapangan untuk melakukan pembelian besar-besaran secara serentak. Aku tidak mau ada satu rupiah pun tersisa di bank malam ini."

Elara dan Leonard bergerak seperti mesin yang terlumasi dengan baik. Menggunakan sisa modal miliaran rupiah dan bantuan Tobi yang membajak algoritma pasar, mereka melakukan transaksi masif

Logistik Medis Elara membeli seluruh stok obat-obatan, perban, antibiotik, hingga alat bedah portabel dari distributor utama yang kemudian langsung diangkut ke titik koordinat teleportasi.

Energi & Penerangan Puluhan ribu baterai litium, ribuan senter LED militer, panel surya portabel, dan cadangan bahan bakar bio-diesel diborong habis.

Kebutuhan Dasar Jutaan liter air mineral dalam kemasan, makanan kaleng, susu bubuk, hingga perlengkapan sanitasi dan pakaian musim dingin.

Setiap kali truk pengantar tiba di gudang-gudang rahasia mereka, Elara hanya perlu menyentuh barang-barang tersebut. Dengan fitur Infinite Storage Level 50, seluruh barang itu lenyap seketika, masuk ke dalam dimensi ruang yang kini luasnya setara dengan sebuah kota kecil.

Ting!

[Pemberitahuan: Ruang Penyimpanan telah mencapai kapasitas optimal untuk fase satu. Semua barang telah terorganisir secara otomatis berdasarkan tanggal kedaluwarsa.]

Sore harinya, Elara mengajak Leonard ke taman belakang yang kini sudah menyerupai markas militer.

"Aku sudah mengatur lima titik teleportasi strategis," jelas Elara sambil menunjukkan peta digital pada Leonard. "Mansion ini adalah titik utama. Titik kedua ada di Penthouse, titik ketiga di pulau pribadi kita, titik keempat di gudang logistik pusat, dan titik kelima... di dekat pegunungan utara jika kita butuh pelarian darurat."

Leonard menggenggam tangan Elara. Kekuatan hubungan mereka yang sudah 100% membuat Leonard bisa merasakan kecemasan kecil di balik ketegasan istrinya. "Kita sudah melakukan segalanya, Elara. Tidak ada lagi yang bisa kita persiapkan selain mental kita sendiri."

Elara mengangguk, lalu menatap Sarah, Bara, Pak Jaka, dan Tobi yang sedang sibuk di posisi masing-masing. Mereka bekerja dengan dedikasi penuh, percaya sepenuhnya pada "firasat" Elara yang selalu terbukti benar.

Saat matahari mulai tenggelam, Elara berdiri di balkon mansion, menatap kota yang masih dipenuhi lampu-lampu jalan. Orang-orang di bawah sana masih sibuk dengan urusan mereka, tidak tahu bahwa besok pagi, hujan merah akan turun dan mengubah manusia menjadi monster tanpa akal.

"Sistem, berikan aku laporan terakhir," batin Elara.

[Ting! Persiapan Selesai.]

[Tim Inti: Siap.]

[Persediaan: Cukup untuk 100 orang selama 20 tahun.]

[Kesehatan Tuan Rumah: 100%.]

"Bagus," gumam Elara. Ia merasakan pelukan hangat Leonard dari belakang.

"Ayo masuk, Sayang," bisik Leonard. "Malam ini kita istirahat. Besok... dunia bukan lagi milik mereka. Besok, dunia adalah milik kita."

Elara tersenyum pahit. Ia teringat Rachel yang mungkin sedang berada di apartemen murahnya, menertawakan berita tentang "keluarga Quizel yang gila karena menimbun barang".

'Nikmatilah malam terakhirmu di bawah lampu listrik, Rachel. Besok, kamu akan mengerti kenapa aku rela menghabiskan triliunan rupiah hanya untuk makanan kaleng,' batin Elara dingin sambil melangkah masuk ke dalam bentengnya.

Pintu kedap udara mansion tertutup dengan bunyi klak yang berat. Terkunci rapat. Menunggu fajar berdarah tiba.

Ke esokan hari nya Satu jam sebelum waktu yang ditentukan sistem, suasana di Mansion Quizel berubah menjadi tegang. Leonard tidak bisa membiarkan orang tuanya berada di luar sana saat "firasat" istrinya mengatakan kiamat akan segera tiba. Dengan paksa, Leonard membawa Tuan Besar dan Nyonya Besar Quizel ke mansion, meskipun mereka terus memprotes dan menganggap Elara telah mencuci otak putra mereka.

"Leonard! Apa-apaan ini? Kamu menculik orang tuamu sendiri hanya karena omong kosong istrimu ini?" Tuan Quizel berteriak marah di ruang tengah yang kini dipenuhi layar monitor.

Nyonya Quizel pun menatap Elara dengan sinis. "Elara, lihat apa yang kamu lakukan! Leonard menjadi gila. Menimbun barang, membentengi rumah... kamu pikir ini film fiksi ilmiah?"

Elara tidak membalas hinaan itu. Ia tetap tenang, matanya terpaku pada jam digital yang terus berdetak mundur. "Ayah, Ibu... aku tidak minta kalian percaya padaku. Aku hanya minta kalian tetap di sini selama satu jam ke depan. Jika tidak terjadi apa-apa, aku akan berlutut dan meminta maaf secara terbuka."

Leonard berdiri di samping Elara, memegang bahu istrinya dengan protektif. "Diamlah, Ayah. Ibu. Cukup lihat ke luar jendela."

Tepat saat hitungan mundur menyentuh angka 30:00, langit yang tadi pucat tiba-tiba berubah. Sebuah pendaran cahaya biru yang sangat terang dan indah mulai muncul dari ufuk timur, menyebar ke seluruh atmosfer bumi seperti gelombang elektromagnetik.

Seluruh dunia terkesima. Orang-orang di luar sana keluar dari rumah, mengeluarkan ponsel mereka untuk merekam fenomena cantik ini. Namun di dalam mansion, Elara berteriak pelan, "Semuanya! Pakai kacamata pelindung dan jangan menatap cahaya itu secara langsung! Tobi, matikan semua sensor optik luar yang tidak terlindungi!"

Tuan dan Nyonya Quizel terdiam seribu bahasa. Cahaya biru itu terasa begitu asing dan mistis. "Apa... apa itu?" tanya Tuan Quizel dengan suara bergetar.

"Itu adalah radiasi purba, Ayah," jawab Elara dingin. "Cahaya itu sedang merusak struktur sel makhluk hidup yang tidak memiliki antibodi kuat."

Setelah pendaran biru itu meredup, awan hitam pekat mulai menggulung dengan sangat cepat. Suara guntur menggelegar, dan rintik hujan mulai turun. Awalnya, itu hanyalah hujan biasa. Bening dan segar. Orang-orang di luar sana mulai menari dan bersyukur, menganggap cahaya biru tadi adalah berkah alam.

"Lihat? Hanya hujan biasa!" seru Nyonya Quizel lega.

Namun Elara menatap layar sensor biologis milik Sarah. "Tunggu. Virusnya sedang bereaksi dengan air."

Tepat saat jam menunjukkan pukul 06:00 pagi, warna rintik hujan yang tadinya bening perlahan berubah menjadi merah muda, lalu dalam hitungan detik berubah menjadi merah pekat semerah darah.

Bau karat besi yang menyengat menembus sistem filtrasi udara mansion yang paling canggih sekalipun. Dari layar monitor, Elara melihat pemandangan yang mengerikan. Orang-orang yang tadi menari di bawah hujan mulai berteriak histeris. Kulit mereka melepuh, mata mereka memerah, dan otot-pembuluh darah mereka menonjol keluar seperti akar pohon yang busuk.

"Ya Tuhan..." Nyonya Quizel menutup mulutnya, jatuh terduduk di lantai saat melihat tetangga jauh mereka di monitor mulai menggigit leher orang lain dengan beringas.

[PERINGATAN SISTEM!]

[Virus "E-Blood" Terdeteksi. Tingkat Infeksi Global: 40% dalam 10 menit pertama.]

[Kiamat Telah Dimulai. Selamat Berjuang, Tuan Rumah.]

Elara berbalik menatap keluarganya dan tim intinya yang kini mematung ketakutan. Dengan gerakan tenang, Elara mengambil senapan serbu yang diletakkan di meja dan mengaturnya ke mode siap tembak.

"Ayah, Ibu... selamat datang di dunia baru," ujar Elara dengan nada yang sangat dingin hingga membuat bulu kuduk semua orang merinding. "Mulai sekarang, jangan pernah buka pintu atau jendela ini tanpa perintahku. Leonard, aktifkan pagar listrik luar. Siapapun yang mendekat, entah itu manusia atau mayat hidup... habisi."

Leonard mengangguk, wajahnya mengeras. Ia menarik pelatuk senjatanya sendiri. "Dimengerti, Sayang."

Di luar sana, suara jeritan manusia bercampur dengan raungan parau makhluk-makhluk yang bukan lagi manusia. Dunia yang mewah dan penuh kesombongan itu runtuh hanya dalam hitungan menit, digantikan oleh lautan merah dan kematian.

Di dalam bentengnya, Elara Quizel berdiri tegak. Pertarungan yang sebenarnya baru saja dimulai.

Bersambung 🧟‍♀️🧟‍♀️🧟‍♀️

1
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
dan sekarang, kamu bisa membalas semua dendammu elara
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
kira-kira mereka menyelamatkan manusia-manusia lain gak ya? takut kalo mereka salah orang
Mega Siregar
nanti kalo udah langsing dan seksi, jangan mau ama suami macam dia 😤
Three Flowers
bonusnya makin besaar🥳
Three Flowers
habisnya dulu kamu sama sekali nggak peduli padanya, Leo
Three Flowers
jadi di sini sudah jelas Leo nggak menginginkan kamu lg, Rachel
Three Flowers
sekarang Elara yang pegang kendali, menjadi penasehat utama perusahaan Leonard
-Thiea-
Gak susah membujuk mereka, karena elara udah tahu apa yg diinginkan mereka.
-Thiea-
Masa sih, bukannya dulu kamu kayak jijik lihat dia gendut.
Mingyu gf😘
sekarang leonard bner bner bucin ya🤭
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
Ela semangat yok bisa berubah yok. ntar kalo udh proporsional bakal byk cowok ngantri pgn jd bucinmu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Mega Siregar
penasaran, jika jiwanya telah berpindah ke tubuh orang lain, tubuh yara mana ya??
Xlyzy: musnah kah entitas Yara di musnahkan hanya jiwa nya yang di selamatkan sama sistem
total 1 replies
PrettyDuck
setelah ini kalian akan jadi power couple yang melawan akhir zaman /Angry/
PrettyDuck
emang dasar gak pernah puas
PrettyDuck
apa gak makin klepek2 leo ☺️
Three Flowers
baguslah kalo kamu menyadari bahwa apa yang diomongin Elara selalu benar
Three Flowers
padahal Rachel sendiri yang berulah
Three Flowers
serius sudah dikecup? padahal belum maksimal nurunin BB nya🤣
Three Flowers
bonusnya sungguh menggiurkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!