NovelToon NovelToon
Antagonis Milik Sang Duke

Antagonis Milik Sang Duke

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Transmigrasi / Obsesi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rembulan Pagi

Lily mati akibat kanker usus setelah hidupnya habis hanya untuk bekerja. Begitu membuka mata, ia telah menjadi Luvya Vounwad, gadis 12 tahun yang nantinya ditakdirkan menjadi antagonis tragis dalam novel yang pernah dibacanya. Ia bertekad mengubah alur agar tidak berakhir mati mengenaskan seperti nasib asli Luvya.

​Namun, saat Luvya mulai bergerak mengubah nasibnya, Kael muncul sebagai anomali. Bukannya menjadi kakak angkat yang mewarisi gelar ayahnya, ia justru hadir sebagai Duke Grandwick yang berkuasa dan sangat terobsesi pada Luvya. Naskah yang ia tahu kini hancur total. Di tengah jalan cerita yang berantakan, bagaimanakah cara Luvya merubah segalanya demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rembulan Pagi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Pria Bertopeng

​"Serigala Iblis di Hutan Sihir," gumam Luvya pelan.

​"Dari mana ada orang luar yang tahu nama lukisan ini?"

​Suara berat itu membuat Luvya terperanjat. Jantungnya nyaris melompat keluar. Sejak kapan ada seseorang di sampingnya? Ia sama sekali tidak mendengar langkah kaki.

​Luvya menoleh dan seketika membeku. Di sampingnya berdiri seorang pria tanpa topeng. Rambutnya berwarna cokelat gelap dengan sepasang mata emas yang tajam, mata yang sama dengan milik Putra Mahkota Arken. Postur tubuhnya tegap dan wajahnya menunjukkan kematangan pria berusia dua puluh tahun.

​Lucius Lindman.

​Luvya menelan ludah, otaknya berputar cepat mencari kebohongan yang masuk akal. Bagaimana ia bisa menjelaskan bahwa ia tahu judul lukisan yang bahkan mungkin belum diberitahukan pada siapa pun? Keringat dingin mulai membasahi punggungnya di balik gaun biru malam itu.

​"Luvya!"

​Teriakan itu memecah ketegangan. Luvya menoleh ke ujung lorong dan melihat Lucian sedang berlari menghampirinya dengan wajah cemas. Lucian berhenti tepat di antara mereka, menatap Luvya dengan bingung.

​"Apa yang kau lakukan di sini? Aku mencarimu ke mana-mana," ucap Lucian napasnya sedikit terengah. Kemudian, ia menyadari keberadaan pria di samping Luvya. "Ah, maafkan aku, Kakak. Ini adalah tamuku."

​Lucian beralih menatap Luvya dengan lembut. "Luvya, perkenalkan, ini adalah kakakku, Lucius Lindman."

​Luvya segera menundukkan kepalanya, melakukan salam hormat yang biasa dilakukan oleh para bangsawan dengan sempurna, meski tangannya sedikit gemetar. "Hormat saya kepada Tuan Muda Lucius Lindman. Maafkan kelancangan saya karena memasuki area ini tanpa izin."

​Di balik topeng peraknya, mata Luvya melirik ke arah Lucius. Aura pria itu sangat tenang, namun Luvya tahu, di balik ketenangan itu, ada benih kegelapan yang sedang menunggu waktu untuk meledak. Pertemuan ini benar-benar di luar rencana. Ia ingin menghindari tokoh utama, tapi malah berakhir bertatap muka dengan calon wadah iblis terkuat di novel ini.

Luvya merasa seolah baru saja ditarik keluar dari lubang jarum begitu Lucian berdiri di antara mereka. Kehadiran Lucian adalah tameng terbaiknya saat ini. Ia harus segera pergi sebelum Lucius melontarkan pertanyaan yang lebih menyudutkan tentang lukisan itu.

​"Ah... aku tersesat sepertinya," ucap Luvya dengan nada yang dibuat sealami mungkin, meskipun jantungnya masih berdegup kencang. Ia memberikan senyum kecil yang tersembunyi di balik topeng peraknya. "Ayo Lucian, sepertinya Sellia sudah menunggu kita. Tidak enak jika meninggalkan tamu lain terlalu lama."

​Lucian mengangguk setuju, raut cemas di wajahnya mereda. "Kau benar. Sellia tadi sempat mencarimu. Ayo, aku antar kembali ke aula."

​Luvya kembali memberikan penghormatan singkat kepada Lucius yang masih berdiri mematung di samping lukisan serigala itu. Tanpa menunggu jawaban dari pria bermata emas itu, Luvya dan Lucian melangkah maju menjauhi lorong sepi tersebut.

​Luvya bisa merasakan sepasang mata tajam Lucius menusuk punggungnya. Ia tidak berani menoleh ke belakang. Namun, ia tahu Lucius sedang memperhatikannya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, campuran antara rasa penasaran dan kecurigaan yang dingin.

​Begitu mereka melewati pintu besar dan kembali memasuki aula pesta, hawa dingin dan mencekam dari lorong tadi seolah menguap. Suasana aula kembali terasa segar. Suara denting gelas, musik orkestra yang riang, dan aroma parfum mahal menyambut mereka, memberikan kontras yang luar biasa dari keheningan galeri pribadi tadi.

​"Jangan berpencar lagi, Luvya. Tempat ini sangat luas, kau bisa benar-benar tersesat ke area terlarang lainnya," pesan Lucian dengan nada protektif sambil membimbingnya kembali ke kerumunan.

​Luvya hanya mengangguk patuh, meski pikirannya masih tertinggal di lorong itu.

Untung ada Lucian, batinnya lega. Namun, ia tahu kedamaian ini hanya sementara. Ia baru saja bertemu dengan 'bom waktu' terbesar di novel ini, dan ia harus lebih waspada mulai sekarang.

​"Lihat, itu Sellia!" tunjuk Lucian ke arah sudut aula di mana Sellia sedang berdiri memegang segelas minuman dengan canggung.

Luvya menarik napas lega saat kembali ke tengah keramaian aula yang hangat. Matanya mengikuti telunjuk Lucian ke arah Sellia. Gadis berambut merah muda itu tampak sudah jauh lebih tenang, mulai membalas sapaan beberapa bangsawan muda dengan senyum tipis yang sopan tanpa harus membongkar siapa dirinya sebenarnya.

​Baguslah, semua berjalan sesuai rencana, batin Luvya.

​Ia melirik ke arah jendela besar yang memperlihatkan pemandangan luar. Langit Hanberg telah berubah menjadi beludru gelap yang dihiasi taburan bintang yang sangat jernih. Suasana romantis mulai menyelimuti kediaman Grand Duke Lindman. Luvya tahu, jam-jam penting telah tiba.

​Luvya terus memperhatikan Sellia dengan seksama. Sesuai dengan alur novel, kelelahan mulai terpancar di wajah Sellia setelah sekian lama berinteraksi dengan orang-orang asing. Sellia terlihat membisikkan sesuatu pada Lucian, lalu dengan langkah perlahan, ia mulai berjalan menjauh dari aula menuju ke arah taman samping yang tenang.

​Itu dia! Luvya tersenyum di balik topeng peraknya.

​Luvya tahu persis apa yang akan terjadi di taman itu. Di bawah salah satu pohon rindang yang menghadap langsung ke hamparan bintang, Putra Mahkota Arken sedang duduk sendirian, mencoba melarikan diri dari kebisingan pesta yang tidak ia sukai. Pertemuan pertama ini adalah momen paling indah sekaligus menyedihkan dalam novel. Mereka akan berbincang tanpa tahu identitas masing-masing, jatuh cinta dalam sekejap, namun harus berpisah tanpa sempat menanyakan nama.

​Nantinya, saat mereka bertemu kembali dalam identitas asli mereka, mereka tidak akan menyadari bahwa orang di depan mereka adalah sosok yang mereka cintai di malam festival ini. Hanya setelah konflik yang panjang, mereka akan tahu bahwa mereka adalah cinta pertama satu sama lain.

​Luvya merasakan kehangatan yang asing di dadanya. Saat ia masih hidup sebagai Lily dulu, hidupnya begitu keras dan penuh perjuangan. Satu-satunya pelarian yang ia miliki adalah membaca kisah-kisah cinta yang manis dan tulus seperti ini. Sekarang, melihat kisah itu terjadi tepat di depan matanya, ia merasa sangat puas.

​Berbahagialah, Sellia. Setidaknya biarkan takdir yang manis ini tetap berjalan, gumam Luvya dalam hati.

​Luvya menyandarkan tubuhnya pada pilar, membiarkan Lucian yang kini tampak sibuk dengan tamu lain tidak menyadari bahwa Sellia sudah menghilang ke taman. Luvya sengaja tidak mengikuti. Ia ingin memberikan ruang bagi sang pemeran utama untuk menjemput takdirnya.

Lily di dalam dirinya hanya ingin menjadi penonton dari kebahagiaan yang tidak pernah ia dapatkan di dunianya dulu. Namun, sepertinya takdir belum mengizinkan Luvya untuk sekadar menjadi bayangan yang tenang di sudut ruangan.

​Tiba-tiba, kerumunan bangsawan di tengah aula sedikit terbelah, memberikan jalan secara tidak langsung bagi seseorang yang baru saja melangkah masuk. Seorang pria menarik perhatian Luvya. Dari postur tubuhnya, ia tampak mulai memasuki usia dewasa, tegap, atletis, dan memancarkan karisma yang sangat kuat hingga membuat beberapa orang di sekitarnya tanpa sadar menahan napas.

​Pria itu mengenakan jas hitam legam dengan corak sulaman emas yang rumit di bagian kerahnya, menunjukkan status sosial yang sangat tinggi. Rambut hitamnya tertata rapi, dan sepasang mata berwarna biru tajam berkilat di balik topeng peraknya. Auranya begitu dominan, seolah-olah ia adalah penguasa alami dari ruangan tersebut.

​Luvya mengernyitkan dahi di balik topengnya. Siapa pria ini? batinnya bingung. Seingatnya, tidak ada deskripsi karakter seperti ini yang seharusnya muncul dan mendekati Luvya.

​Pria itu melangkah pasti, membelah keramaian dengan langkah yang tenang namun penuh wibawa. Arah tujuannya sangat jelas yaitu sudut ruangan tempat Luvya bersandar. ​Luvya menoleh ke kanan dan ke kiri dengan canggung, berharap pria itu sebenarnya mengincar orang lain yang berdiri di dekatnya. Namun, tidak ada siapa-siapa lagi di sana selain dirinya.

​Pria itu berhenti tepat di depan Luvya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia menundukkan tubuhnya dengan gerakan yang sangat anggun. Ia meraih punggung tangan Luvya dengan lembut, lalu mendaratkan sebuah ciuman sopan di sana, sebuah gestur penghormatan kelas atas yang membuat jantung Luvya berdegup tidak keruan.

​Suaranya rendah dan dalam saat ia akhirnya membuka suara. ​"Bolehkah saya menjadi rekan dansa Anda?"

1
kiu kiu
wowww...lucius mulai tergetar hatinya melihat luvya.hingga ingin berdansa dgnya.apa ini tanda tanda thor...jodoh utk luvya di depan mata.🤭🤭🤭🤭😍😍
aku
siapa??? 🤔
kiu kiu
wow...semakin menarik thor..
kiu kiu
bagus thor..ceritanya semakin menarik.semoga luvya menjadi seorang penyihir jenius...
aku
kenapa gk jujur aja liv, klo duke yg buang kamu. pasti paman dn ponakan itu bakal ngerti, nah jd sekutu dh kalian. bs jd kamu malah dilindungi 😁😁
Rembulan Pagi: sifatnya Luvya memang susah percaya kak, akibat masa lalunya🤭
total 1 replies
kiu kiu
mantap thor...buat semua terkagum dg kepintaran luvya thor.agar nasib luvya tidak hancur.gara gara duke sialan itu.
Rembulan Pagi
Silakan mampir bagi yang suka cerita fantasi bertema kerajaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!