NovelToon NovelToon
Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Sistem / Fantasi
Popularitas:34.9k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Apa jadinya jika Elena, seorang Letnan Militer jenius dari masa depan terjebak di tubuh Rania Belmont. Nona bangsawan lemah yang selalu di siksa oleh Selir Ayah nya?

Di dunia baru ini, Elena bukan hanya harus membalas dendam pada mereka yang menyiksanya, tapi juga memikul beban berat dari sebuah Sistem. Mencegah Kiamat.

Caranya? Dengan menjinakkan Aron Gild, Raja Tirani berdarah dingin yang kekuatannya bisa menghancurkan dunia jika suasana hatinya memburuk.

Bagi dunia, Aron adalah monster, tapi bagi Elena, Aron adalah bayi besar yang haus kasih Sayang.

"Dunia ini bisa hancur besok, aku tidak peduli, tapi jika kamu yang pergi, aku sendiri yang akan memastikan tidak ada satu pun manusia yang tersisa di bumi ini untuk meratapi kematianmu, kamu adalah rumahku, Rania, dan rumahku tidak boleh tergores sedikit pun," ucap Aron posesif.

"Sial! Kalau dia se manis ini, indikator kiamatnya memang turun, tapi jantungku yang malah mau meledak!" batin Rania, mengigit bibir bawah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RENCANA JEBAKAN

"Hanya di pipi? Kamu pelit sekali," ucap Aron, merajuk.

"Itu sudah lebih dari cukup! Lepaskan aku, kita sedang di tempat umum!" protes Rania dengan wajah yang sudah merah padam seutuhnya.

"Tempat umum? Tidak ada orang di jembatan ini selain kita berdua, sayang," bisik Aron, suaranya terdengar serak dan berbahaya di telinga Rania.

Aron tidak mencium bibir Rania, tapi dia justru menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Rania, menggesekkan hidungnya di sana dengan lembut, menghirup aroma tubuh Rania dengan rakus, membuat Rania meremang.

"Tetaplah seperti ini sebentar saja, biarkan aku mengisi tenagaku sebelum aku kembali ke istana yang membosankan itu," gumam Aron pelan.

Rania yang awalnya ingin memberontak, perlahan diam, menyandarkan tangannya di dada bidang Aron, merasakan detak jantung pria itu yang ternyata sama kencangnya dengan detak jantungnya sendiri.

"Kamu kaisar yang paling aneh yang pernah aku kenal," gumam Rania pelan, tanpa sadar membalas pelukan Aron dengan melingkarkan tangannya di leher pria itu.

Aron menghirup dalam-dalam aroma mawar dari leher Rania, seolah-olah bau itu adalah obat penenang paling ampuh untuk monster yang bersemayam di dalam kepalanya.

Rania hanya bisa mematung, merasakan kehangatan tubuh pria itu yang merambat ke seluruh tubuh nya.

"Aron, sudah... nanti kalau ada ksatria yang lewat, mereka bisa pingsan melihat kaisarnya berubah jadi manja begini," bisik Rania, berusaha menjauhkan kepalanya meskipun tangannya tetap diam di leher Aron.

Aron terkekeh rendah, suaranya yang berat terasa menggetarkan dada Rania.

"Biarkan saja mereka pingsan, aku tidak peduli," ucap Aron, santai.

Ding

"Misi Berhasil! Nama Putri tersebut adalah Putri Elara dari Kerajaan Bone."

"Dia berencana menggunakan ramuan Gairah saat pesta dansa besok malam untuk menjebak Kaisar Aron agar menikahinya."

"Jika rencana ini berhasil, Aron akan kehilangan kendali dan menghancurkan seluruh Kerajaan Bone dalam semalam. Indikator Kiamat akan naik ke 80%."

Mata Rania langsung membelalak lebar,. saat mendengar informasi itu.

"Putri Elara? Ramuan Gairah?" batin Rania dengan rasa emosi yang mendadak meluap.

Rania segera mendorong dada Aron dengan kuat, hingga Aron sedikit terhuyung mundur.

"Kenapa? Tiba-tiba wajahmu galak lagi begitu?" tanya Aron bingung, mengusap dagunya sambil menatap Rania yang tampak seperti ingin menelan orang hidup-hidup.

"Aron, besok ada pesta di Kerajaan Bone, kan?" tanya Rania dengan nada menginterogasi, kedua tangannya bersedekap di dada.

Aron mengernyitkan dahi, tampak berusaha mengingat jadwalnya yang biasanya diatur oleh Dav.

"Ah, pesta ulang tahun Raja Bone. Seharusnya aku datang sebagai formalitas, tapi aku malas. Kenapa? Kamu mau ikut?" tanya Aron, tersenyum menyebalkan.

"Iya. Aku harus ikut!" jawab Rania cepat, matanya berkilat tajam.

Aron tertawa kecil, lalu dia kembali mendekat dan mencoba menyentuh pipi Rania, tapi Rania menepisnya dengan cepat.

"Wah, ada apa ini? Tiba-tiba bersemangat sekali ingin ke pesta. Apa kamu takut aku digoda oleh putri-putri kerajaan di sana?" goda Aron dengan nada percaya diri yang sangat tinggi.

"Cemburu matamu!" semprot Rania kesal.

"Dengar ya, aku ikut karena aku ingin memastikan tidak ada lalat hijau yang berani hinggap di makanan atau minumanmu!" lanjut Rania, sengit.

Aron tertegun sejenak, lalu seringai lebar muncul di wajah tampannya, dia merasa sangat puas mendengar nada protektif dari mulut Rania.

"Jadi, Melati kecilku ini mulai perhatian? Manis sekali," ucap Aron dengan suara yang sengaja dilembutkan, ia menarik pinggang Rania lagi agar mendekat.

"Siapa yang perhatian?! Aku hanya menyelamatkan dunia dari kehancuran kalau kamu sampai mengamuk disana!" protes Rania, wajahnya semakin memerah karena malu.

Aron tidak mempercayai alasan itu, justru dia menundukkan wajahnya, hingga hidung mereka hampir bersentuhan.

"Baiklah, kalau itu maumu, kita akan datang ke Kerajaan Bone besok malam. Tapi dengan satu syarat," ucap Aron, dengan suara berat nya.

"Syarat apa lagi?!" tanya Rania curiga.

"Kamu tidak boleh jauh-jauh dari ku, dan kamu harus mengakui di depan semua orang bahwa kamu adalah milikku," ucap Aron, tatapannya berubah menjadi sangat posesif.

"Sialan!"

Rania mengumpat kesal, dia merasa masuk ke dalam lubang yang dia gali sendiri. Namun, mengingat peringatan sistem tentang Putri Elara, dia tidak punya pilihan lain.

"Baik, aku setuju! Tapi jangan salahkan aku kalau besok aku membuat keributan di sana," ancam Rania sambil menunjuk wajah Aron dengan jari telunjuknya.

"Buatlah keributan sebanyak yang kamu mau. Aku akan berada di belakangmu untuk membereskan melindungi mu," jawab Aron santai, mencium ujung jari telunjuk Rania sebelum menarik gadis itu kembali menuju kuda mereka.

Rania hanya bisa mendengus kasar, membiarkan dirinya diangkat lagi ke atas kuda oleh Aron.

"Sistem, kalau Putri Elara itu berani menyentuh Aron, aku tidak akan segan-segan menjadikannya hiasan dinding sama seperti Diana dan Viola!" batin Rania geram.

Ding

"Indikator Kiamat: 6%."

"Letnan, sepertinya naluri cinta mu lebih kuat daripada naluri penyelamat duniamu. Teruskan jatuh cinta semakin dalam pada kaisar Aron!"

"Diam kamu, sistem mak comblang!" maki Rania dalam hati sambil menyandarkan punggungnya di dada Aron saat kuda mulai bergerak meninggalkan jembatan.

Aron tersenyum puas, saat merasakan Rania bersandar tanpa protes, dia memacu kudanya perlahan, menikmati sisa pagi di pasar itu.

Kuda hitam itu terus melangkah santai menyusuri jalanan setapak yang mulai sepi dari hiruk pikuk pasar.

Aron tampak sangat menikmati momen ini, kedua lengannya yang kokoh seolah menjadi pagar pelindung bagi Rania yang masih sibuk menggerutu dalam hati.

"Rania," panggil Aron pelan, dagunya bersandar nyaman di bahu gadis itu.

"Apa lagi?" jawab Rania ketus.

"Kenapa tiba-tiba kamu berubah pikiran soal pesta itu? Tadi pagi saja kamu terlihat ingin mengurung diri di kamar mansion selamanya," tanya Aron penuh selidik, namun nada bicaranya terdengar senang.

Rania sedikit menegang, tidak mungkin dia bilang kalau ada sistem di kepalanya yang baru saja membocorkan rencana busuk seorang putri raja.

"Aku cuma berubah pikiran, memangnya tidak boleh kalau aku ingin melihat seberapa mewah pesta di Kerajaan Bone?" jawab Rania asal-asalan.

"Lagipula, aku tidak tenang membiarkanmu pergi sendiri. Kamu itu biang masalah," lanjut Rania, mendengus.

Aron tertawa rendah, sebuah suara yang selalu berhasil membuat perut Rania terasa aneh.

"Biang masalah? Seingat ku, aku adalah kaisar yang ditakuti seluruh benua. Siapa yang berani membuat masalah denganku?" tanya Kaisar Aron, tersenyum miring.

"Justru itu! Karena semua orang takut padamu, mereka tidak akan menyerang secara terang-terangan, mereka pasti pakai cara licik, seperti racun atau jebakan lainnya," ucap Rania, matanya menatap lurus ke depan dengan tajam.

Aron terdiam sejenak, diala sedikit memiringkan wajahnya untuk melihat ekspresi Rania dari samping.

1
Ayu Padi
deg² an ternyt masih berlanjut ...pdhl sdh up bnyk.... terimakasih thor💪💪💪
Ayu Padi
🤭🤭 kok saya yg malu thor
Ayu Padi
suka bngtt dgn sistem mak comblang ..beda bngt dr sistem yg lain ...💪💪
Maria Lina
semangat thor💪💪🙏🙏😍😍
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gemes banget lama lama sama sistem 🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
ini suasana hati kaisar kayaknya tergantung mood sistem deh 🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
sabar deevvv,, aq juga jadi ikut stres gara gara kaisar bucin itu 😭😭😭🤣🤣🤣
kaylla salsabella
🤣🤣🤣 sistem somplak🤭🤭🤭
Anandita Syifa Malika
semangat kakk!!!!
°RhaiKen™
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ gak habis thinking kak aku sama Aron nii...
sehat selalu buat autor paling the best lah pokoknya 👏👏👏👏
miss blue 💙💙💙
kemana perginya monstee itu 😭😭😭🤣🤣🤣
Tiara Bella
Aron Aron yg lagi jatuh cinta bentar lg bucin akut...
miss blue 💙💙💙
lama lama nih sistem aku bungkus aja, biar nanti suruh gosip sama ruben onsu, kayaknya cocok 🤣🤣🤣
T1 T1n
untung aku belum tidur/Chuckle//Determined/
°RhaiKen™
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ampun dah raja bucin mu sungguh mengesankan /Curse//Curse//Curse/
Tiara Bella
Aron keenakan tiap ada sesuatu pasti dicium sm Rania....
T1 T1n
kapan up lagi😭😭
°RhaiKen™
aaaa....so sweet deh.. bucin sudah pda waktunya nieee..🤣🤣
renjani
sistem sableng kayaknya dibuat sama leluhur Aron nih biar dia cepet nikah🤭🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!