NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Preman

Suamiku Bukan Preman

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: elaretaa

Hidup Naura yang sudah menderita itu, semakin menderita setelah Jessica anak dari Bibinya yang tidak sengaja menjebak Naura dengan seorang pria yang dikenal sebagai seorang preman karena tubuhnya yang penuh dengan tato, berbadan kekar dan juga wajah dingin dan tegas yang begitu menakutkan bagi warga, Naura dan pria itu tertangkap basah berduaan di gubuk hingga mereka pun dinikahkan secara paksa.

Bagaimana kelanjutannya? siapakah pria tersebut? apakah pria itu memang seorang preman atau ada identitas lain dari pria itu? apakah pernikahan mereka bisa bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidurlah

"A-ku tidak tahu harus berkata apa, Mas," bisik Naura.

Mata Naura berkaca-kaca bukan karena marah, tapi karena terharu dengan pemikiran Aiden, Naura selalu berpikir jika pencatatan pernikahan hanyalah tentang formalitas atau belenggu saja, tetapi Aiden menjadikannya sebagai bentuk dari perlindungan harga diri Naura.

Aiden menjulurkan tangannya di atas meja, meraih tangan Naura yang bebas dan menggenggamnya hangat. "Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa sekarang, cukup pahami jika kamu adalah Nyonya Andrean, tidak ada yang lebih berhak atas status itu selain kamu," ucap Aiden.

Setelah makan malam yang diakhiri dengan suasana yang sedikit lebih tenang, mereka kembali ke kamar. Aiden duduk di sofa sembari membuka laptop, mengisyaratkan ia sedang menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda. Naura mengambil tempat di kursi rias, perlahan menyisir rambut panjangnya yang masih sedikit basah.

"Mas," panggil Naura pelan dan memecah keheningan yang nyaman itu.

Aiden segera menutup laptopnya dan menoleh penuh perhatian. "Ya?"

"A-pa yang harus aku lakukan sekarang?" Maksudku, di rumah ini. Aku gak tau apa-apa tentang kehidupan di kota, tentang... tentang peran Nyonya rumah," tanya Naura dengan membalikkan badan menghadap Aiden.

Aiden tersenyum lembut, bangkit dan berjalan mendekatinya, lalu berjongkok di samping kursinya. "Kamu tidak perlu melakukan apa-apa selain menjadi dirimu sendiri, Naura," jawabnya, meletakkan tangannya di atas lutut Naura.

"Aku tahu ini adalah perubahan besar, tapi dengarkan aku, kamu tidak perlu repot-repot belajar menjadi Nyonya Andrean versi orang lain. Kamu hanya perlu menjadi Naura, istriku. Kamu tidak perlu memasak, karena ada Chef terbaik. Kamu tidak perlu membersihkan rumah, karena ada Bi Sukma dan pelayan lainnya. Tugasmu saat ini adalah menyesuaikan diri, beristirahat, dan... belajar mencintaiku," ucap Aiden.

Mendengar perkataan Aiden tentu saja membuat Naura gugup, bahkan pipinya mulai memanas, "Tapi aku merasa tidak berguna, Mas. Di desa, aku selalu punya kegiatan entah itu bersih-bersih atau apapun itu," ucap Naura.

"Kamu adalah pusat duniaku sekarang, Naura. Itu pekerjaan yang cukup besar, jika kamu benar-benar ingin melakukan sesuatu, kamu bisa menemaniku di kantor sesekali atau kita bisa melakukan kegiatan sosial bersama. Tapi itu semua opsional, prioritas pertamaku adalah kebahagiaanmu," ucap Aiden.

Aiden berdiri dan menarik Naura ke dalam pelukannya, "Aku akan memperkenalkanmu pada beberapa orang penting, tapi itu juga bertahap. Malam ini, aku hanya ingin kamu tahu, kamu aman. Kamu di rumah dan kamu adalah istriku," bisik Aiden di telinga Naura.

Beberapa saat kemudian, setelah Aiden selesai dengan pekerjaannya, mereka berdua sudah berada di atas tempat tidur, Aiden mematikan lampu dan hanya menyisakan lampu tidur kecil di sisi ranjang.

"Mas," panggil Naura lagi, suaranya sangat pelan.

"Ada apa? Tidak bisa tidur?" tanya Aiden.

Naura menggeleng pelan dalam kegelapan. "A-aku takut," cicit Naura.

"Takut apa, Sayang?" tanya Aiden dan memeluk Naura lebih erat, mengusap punggungnya.

"Aku takut dengan semua ini, takut aku gak bisa beradaptasi, takut kamu akan menyesal menikahiku," ucap Naura.

Aiden bergeser sedikit, menangkup wajah Naura dengan kedua tangannya sehingga mata mereka bertemu dalam temaram cahaya, tatapannya begitu intens dan penuh janji pada sang istri.

"Aku tidak akan pernah menyesal, Naura. Justru aku takut, takut kehilanganmu. Aku tahu cara aku mengikatmu itu tidak benar, tapi tolong, berikan aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku serius dengan pernikahan ini," ucap Aiden dengan sungguh-sungguh.

Naura menahan napas, pengakuan itu seperti melodi yang sudah lama ia tunggu-tunggu, namun ia takut untuk mendengarnya.

"Tidurlah, sekarang jangan pikirkan apa-apa. Biarkan aku menjagamu," pinta Aiden, menariknya kembali ke dalam pelukan.

Dalam dekapan hangat suaminya, perlahan-lahan, Naura merasakan ketegangan di dadanya mengendur. Status Nyonya Andrean yang tadinya terasa seperti rantai, kini terasa seperti jangkar, menahannya di sisi pria yang entah kenapa mulai ia percayai. Naura akhirnya menyerah pada kantuk, tenggelam dalam tidur yang damai dalam pelukan Aiden dan akan menyambut hari esok dengan realitas yang baru yaitu menjadi istri seorang konglomerat.

.

Pagi menyapa Naura dengan sinar matahari lembut yang menyusup melalui celah tirai tebal. Ia terbangun di pelukan Aiden, wajahnya bersembunyi di dada bidang suaminya. Aroma maskulin Aiden yang lembut dan menenangkan kini sudah terasa akrab. Naura perlahan mengangkat kepala, mendapati Aiden masih terlelap, wajahnya yang damai saat tidur jauh berbeda dari sosok pengusaha tegas yang ia lihat saat Aiden bekerja dengan laptopnya semalam.

​Naura memandangi wajah suaminya lekat-lekat, garis rahang yang kuat, bulu mata lentik, dan alis tebal yang sedikit berkerut bahkan saat tidur. Ia menyadari, terlepas dari segala skema dan egoismenya, Aiden adalah pria yang tampan, dan lebih dari itu, ia tulus. Perkataan Aiden semalam berputar lagi di benaknya, ia melepaskan diri perlahan agar tidak membangunkan Aiden, lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu, ia memilih gaun sederhana lain dari walk in closet, kali ini berwarna krem dengan motif bunga kecil.

Ketika Naura keluar dari walk in closet, ia melihat Aiden yang sudah duduk di sandaran kasur, pria tampan itu tersenyum lembut pada Naura.

"Kenapa bangun? ini masih pagi?" tanya Aiden.

"A-aku mau bantu pelayan di dapur boleh?" tanya Naura.

"Kalau kau jawab gak boleh, kamu marah?" tanya Aiden.

"Bukan marah sih, tapi kecewa. Aku tau kamu udah punya chef dan pelayan yang menyiapkan semuanya, tapi bukankah lebih enak kalau disiapkan oleh istri sendiri, sama seperti yang aku lakukan saat di desa dulu," ucap Naura.

Aiden yang mendengarkan jawaban Naura pun mengangguk seolah tengah mempertimbangkan sesuatu, "Yasudah boleh, tapi jangan sampai terluka," ucap Aiden.

"Pasti, aku gak akan terluka. Kalau gitu, aku ke dapur dulu ya," ucap Naura dan diangguki Aiden.

Naura pun dengan antusias pergi ke dapur, di mana chef dan pelayan sudah sibuk untuk menyiapkan sarapan.

"Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Bi Sukma ketika melihat Naura berada di dapur.

"Saya ingin bantu-bantu di dapur," ucap Naura.

Mereka semua yang ada disana pun terkejut mendengar perkataan Naura, "Jangan Nyonya, lebih baik Nyonya kembali ke kamar," ucap Bi Sukma yang terlihat jelas jika ia begitu gugup dan takut.

"Tadi Aiden sudah mengizinkan saya buat bantu di dapur," ucap Naura.

"Biarkan saja Bi, Tuan Aiden sudah mengabari saya untuk membiarkan Nyonya bantu-bantu di dapur," ucap Justin yang tiba-tiba saja datang dan akhirnya Bi Sukma pun memperbolehkan Naura untuk membantu dirinya dan yang lainnya di dapur.

.

.

.

Bersambung.....

1
Marina Tarigan
itu naluri anak sangat kuat karena selama hamil kamu Naoura siamimu sangat protef sama kamu segala sesustu Eidan terus lengket sm kamu itu hasilnya kedekatan mereka sangat dekat
Leni Martina
aku yg udah bertahun2 nikah m suami aku,ngk pernah nanya gaji,yg penting dia kasih cukup,KLO krng aku mntk LG,baru kali ini baca novel kok MC nya yahhh udah lah🤦🤦🤦
Marina Tarigan
anyak ranjau disekelilingmu Naura dengarkan suamimu jgn percaya sm siapapun lingkunganmu sekarang jauh berbeda dgn dulu dikampung
Marina Tarigan
Baura mana ngerto taktik orang2 kaya dia gadis lugu menganggap semua orang baik seperti xirinya
Marina Tarigan
kamu harus kuat Naura suamimu pembelamu
Marina Tarigan
hahaa seru deh orang lugu semoga tambah pintarnya
Marina Tarigan
Naura mana ngerti posisi Eiden dia tdk punya pengalaman permainan licik disekitarnya mknya dia harus dgn pelan diberi pengertian bahaya yg akan mengancam dirinya
Marina Tarigan
semoga Naura tdk bisa didekati Sinta
Marina Tarigan
lindungi Naura dari segala hal dia polos tdk mengerti dgn kehidupan orang2 kelas tinggi
Marina Tarigan
1001 seorang laki2 seperti Aiden sangat menghargai istri dari kalangan bawah yg pendidikan hanya smp kerjanya tukang cuvi harian seperti pembanti dirumah sering dihina dan dipukuli fan disiksa dan dipaksa tidur digudang sempit bersama tikus miris sekali hidupnya dibawa ketgkt atas dgn ilmu nol mungkim sdh takdir yg mengubah Naura tapi tuan beri pendidikan ug layak dgm bernagai ilmu merawat diri sipaya pintar dan layak berdampingan dgnmu bos
Marina Tarigan
eiden belum mencintai Naura karena tdk mengenal Naura dan pernikahan dipaksa secara keji oleh keluarga dan masyarakat cuma setelah tahu kehidupan Naura melalui penyelidikan Gandi wakilnya dia merasa kasihan dan melundunginya dari kejahatan keluarga Naura senxiri
Marina Tarigan
semoga aura habis supaya penderitaannya selesai dp hidupnya terus tersikss
Marina Tarigan
ini upah kalian yg kejam serakah dan sesuka hati
Marina Tarigan
mwnurut cerita Naura setelah kebakaran rmh orang tua Naura bibinya langsung datang dan tinggal dirumah itu dan terus menyiksa Naura sesuka hati memaksa bekerja dan uangmya diambil oleb mereka. Naura waktu itu msh kecil tdk tahu apa2 ya
Marina Tarigan
lanjut
Marina Tarigan
lanjut thour
Marina Tarigan
ini Naura apa cantik. manus atau jelek ya dan apakah Aiden sdh tahu siapa Naura serta kehidupannya selama ini karena aiden biasa2 saja
Marina Tarigan
karena bodohmu kamu nanya gaji suamimu ya nikmati saja diam dan kerjakan apa yg bisa kamu kerjakan
Leni Martina: MC nya bikin darting ya sist😄😄😄
total 1 replies
Marina Tarigan
ya benarkan anak yg tersakiti dipilih Tuhan dgn caranya sendiri utk melindungi ciptaannya yg menjolimi Naura sm ceo perusahaan kena dampaknya baru tahu rasa
Marina Tarigan
baik2 kamu noura jgn pembangkang ikuti saja Leiden dia sdh sah jadi suamimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!