NovelToon NovelToon
Istriku Mengubah Hidupku

Istriku Mengubah Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Ramirisss

Bumi mengalami kehancuran dengan munculnya banyak Monster melalui retakan dimensi, hingga bencana ini disebut sebagai The Chaos.

Manusia mulai beradaptasi dan berevolusi. Kini setiap manusia punya Status Window sebuah layar hologram mengambang yang hanya dapat dilihat oleh pemiliknya. Dan manusia pun disebut sebagai Userator. Namun tidak semua Userator itu kuat, karena syarat menjadi kuat adalah Awakening.

Arka adalah Userator biasa yang belum Awakening, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Tiba-tiba dinikahkan dengan seorang gadis bernama Sisil untuk melunasi hutang Ibunya.

Siapa sangka setelah menikah—Arka malah Awakening, kekuatannya meningkat.

[Bahagiakan Istrimu untuk mendapatkan banyak keuntungan dan meningkatkan kekuatanmu!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramirisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9 Arka Terlalu Baik

​Pertarungan di dalam Sonoro kian memanas. Merasa distimulasi oleh keberadaan manusia di wilayahnya, ular raksasa berkepala tiga itu mengamuk. Kepala bagian kanannya bergerak mundur, lalu menyemburkan riak air bertekanan luar biasa tinggi. Pancaran air itu melesat secepat peluru, membelah udara dengan bunyi mendesing nyaring—sebuah mesin pemotong hidrolik alami yang bahkan sanggup memotong pilar baja dalam sekali lewat.

​Tidak berhenti di sana, kepala bagian tengahnya menyusul dengan menyalurkan badai petir merah, mengelektroklusi semburan air tersebut hingga menciptakan kombinasi cambuk plasma yang mematikan.

​BLAAM! BLAAM!

​Namun, bagi Arka yang pergerakannya sudah ditopang oleh atribut stat yang setara dengan Userator papan atas, serangan itu tidak lebih dari sekadar gerak lambat. Dengan kelincahan mutlak, Arka meliuk di udara, menggunakan skill Blink untuk terus berpindah titik sembari mencuri kesempatan menebas kerumunan monster Elite di sekitarnya.

​Melihat celah, Arka mengambil ancang-ancang. Dengan satu sentakan lengan yang kuat, ia melempar pedang raksasa Dissord miliknya lurus ke arah mata kepala bagian kanan si ular.

​WUSH!

​Pedang itu membelah udara dengan kecepatan penuh. Namun, sebagai monster kelas Overlord, ular itu memiliki insting berburu yang tajam. Ia melesatkan kepalanya ke samping, menghindar dengan cepat. Di saat yang sama, kepala bagian kiri si ular langsung membuka rahang, siap menyemburkan lautan api untuk membakar Arka yang kini bertarung dengan tangan kosong.

​Ular itu mengira Arka telah melakukan kecerobohan besar. Namun, mereka salah.

​CRACK!

​Dalam sekejap mata, tubuh Arka melesat lenyap dan langsung muncul di udara, telapak tangannya kembali mencengkeram hulu pedang Dissord yang baru saja melesat melewati kepala ular. Menggunakan mekanika Blink yang terikat pada objek atau tempat yang ia sasar, Arka membalikkan momentum, mengayunkan pedangnya dengan niat memenggal rahang si monster dari atas.

​WUSH!

​Secara tak terduga, sekelebat bayangan raksasa mencambuk dari bawah. Ekor ular yang dipenuhi sisik tajam laksana belati melesat dari titik buta, mengincar punggung Arka dengan daya hancur yang sanggup meremukkan tulang.

​SRAK!

​Ekor itu hanya menghantam udara kosong. Arka sudah kembali mengaktifkan Blink, menghilang dalam sekejap sebelum hantaman maut itu tiba. Di saat ketiga kepala ular itu masih fokus menyemburkan sisa api dan petir ke posisi Arka yang lama, suara dingin tiba-tiba bergema tepat di balik tengkuk mereka.

​"Kena kau."

​Arka berdiri tegak di atas punggung ular raksasa itu, tepat di titik pertemuan ketiga lehernya. Bilah pedang Dissord miliknya kini diselimuti oleh aliran listrik biru keperakan yang sangat padat, berderit-derit mengerikan hingga mengeluarkan suara gemuruh yang kuat di sekitarnya. Menggabungkan pasif Swordsmanship dan pedang yang diselimuti petir yang padat.

​Ketiga kepala ular itu tersentak hebat. Aura kematian yang pekat membuat insting mereka menjerit liar. Mereka berusaha memutar kepala secara ekstrem untuk menggigit Arka, namun semuanya sudah terlambat.

​SRAAAKKK!

​Arka menebas secara horizontal dengan satu gerakan halus yang mematikan. Tebasan itu memutus pertahanan sisik tebal sang monster kelas Overlord. Tanpa ada hambatan sedikit pun, ketiga kepala raksasa itu terpenggal sekaligus, lepas dari lehernya dan jatuh menghantam tanah dengan debuman masif. Darah hitam menyembur laksana air mancur sebelum tubuh raksasa ular Overlord itu ambruk, tewas seketika.

​Sementara itu, di dunia nyata, tepat di luar retakan dimensi bawah tanah.

​Kondisi Handji sudah sangat memprihatinkan. Wajahnya babak belur, sudut bibirnya robek dan terus mengalirkan darah segar. Napasnya memburu, dadanya kembang kempis menahan rasa sakit yang teramat sangat di sekujur tubuhnya.

​Di depannya, empat orang pria bertopeng kain berdiri dengan tawa puas yang mengejek. Tas taktis raksasa milik Handji yang penuh dengan kristal inti dan material monster kelas Elite kini sudah berada di dalam cengkeraman mereka.

​"Gila, Bro! Kita benar-benar dapat jackpot hari ini! Lihat isinya, semua material kelas Elite kualitas murni!" seru salah satu bandit dengan mata berbinar serakah.

​"Ke-Kembalikan... Itu milik Tuan Arka..." teriak Handji dengan sisa tenaganya. Ia memaksakan diri bangkit, berlari tertatih-tatih sembari mengacungkan pisau belati kecil pembuka material ke arah para bandit.

​"Hahaha! Lihat si idiot ini!"

​BUKK!

​Salah satu bandit Userator 3 Stars itu melayangkan tendangan mentah tepat ke dada Handji, membuat pemuda itu terpental beberapa meter dan menghantam puing beton dengan keras.

​"Ughh... hakh..." Handji terbatuk, memuntahkan setitik darah. Namun, sorot matanya tidak meredup. "A-Aku... tidak akan membiarkan parasit seperti kalian... merampas hasil kerja keras kami..." ucapnya terpatah-patah.

​Sang pemimpin bandit melangkah mendekat, lalu dengan kasar menjambak rambut Handji hingga kepala pemuda itu terangkat paksa. "Makanya, kalau terlahir sebagai makhluk lemah, jangan sok pahlawan, Bodoh. Di era ini, yang kuat yang berkuasa," ucapnya penuh intimidasi.

​Tiga bandit lainnya tertawa terpingkal-pingkal di belakang, menimang-nimang tas jarahan mereka dengan wajah tanpa dosa.

​"Terima kasih banyak ya, Porter bodoh, sudah bersusah payah mengumpulkan dan membersihkan kristal-kristal mahal ini untuk kami," ejek yang lain. "Jangan salahkan kami kalau kamu tidak punya kekuatan. Barang-barang mewah ini hanya cocok berada di tangan orang kuat seperti kami, bukan orang lemah sepertimu, hahaha!"

​Pria yang menjambak rambut Handji menarik belatinya sendiri, menempelkan bilah dinginnya di leher Handji. "Ada kata-kata terakhir sebelum aku memotong lehermu dengan lembut, hah?"

​Handji menatap langsung ke dalam mata sang bandit, seulas senyum getir namun penuh kebanggaan terukir di wajahnya yang berlumur darah. Ia teringat nasihat Arka beberapa jam lalu tentang esensi rasa bersyukur dan kehormatan sebuah pekerjaan.

​"Setidaknya..." bisik Handji, suaranya mantap. "Aku mencari makan dengan melakukan pekerjaanku secara jujur meskipun aku lemah. Sedangkan kalian... kalian merampas milik orang lain karena kalian sendiri tidak mampu berburu secara mandiri. Apakah... hasil curian dari orang lemah sepertiku cukup terhormat untuk mengenyangkan perut anjing seperti kalian?"

​"Brengsek! Pandai juga mulutmu ya!" Wajah pemimpin bandit itu berkedut marah. "Selamat tinggal!" Ia menarik lengannya, siap menggorok leher Handji.

​Namun tiba-tiba—

​‘Domination.’ sebuah suara bergema tenang dari arah kegelapan.

​BOOM!

​Sebuah tekanan gravitasi tak kasat mata yang luar biasa berat mendadak jatuh dari langit, menghantam area tersebut dengan daya tekan absolut.

​BRUKK! BRUKK!

​Keempat bandit Userator 3 Stars itu seketika tersungkur, wajah mereka menghantam lantai beton dengan keras. Tubuh mereka ditekan oleh aura kejam yang begitu pekat hingga membuat tulang-tulang mereka berderit rileks.

​"A-Apa-apaan ini?! Tekanan apa ini?!" Jerit sang pemimpin bandit, wajahnya menempel erat di tanah, tidak mampu menggerakkan bahkan satu jari pun.

​"Aku juga tidak tahu! Sial, tubuhku terkunci total!"

​"I-Itu... Pria itu yang melakukannya!" tunjuk salah satu bandit dengan lirikan matanya yang ketakutan, menatap sesosok pemuda yang baru saja keluar dari kegelapan.

​Arka melangkah dengan tenang, jubahnya berkibar pelan seiring hilangnya tekanan energi ruang di belakangnya. Ia berjalan menghampiri Handji yang terkapar.

​"Kau masih bisa bergerak?" tanya Arka, menunduk menatap pembawa barangnya.

​"B-Bisa, Tuan Arka... Uhuk, aku membawa potion penyembuh untuk berjaga-jaga," jawab Handji, dengan tangan gemetar meraba saku sabuknya untuk mengambil botol potion.

​"Baguslah kalau begitu. Minum sekarang," ucap Arka lembut.

​Arka kemudian membalikkan tubuhnya, melangkah perlahan hingga berdiri tepat di depan empat bandit yang masih menempel di lantai beton seperti serangga yang tergilas. Tatapan mata Arka mendadak berubah dingin.

​"Berani sekali kalian menyentuh dan melukai pembawa barangku," ucap Arka, suaranya datar namun sarat akan ancaman pembunuhan. "Kalau sampai dia terluka parah dan tidak bisa membawakan tas materialku, aku yang akan kesulitan gara-gara tindakan bodoh kalian."

​Arka menjeda kalimatnya, menginjak pelan punggung sang pemimpin bandit. "Melihat cara kerja kalian yang begitu rapi... sepertinya kalian sudah sering menyusahkan dan merampas hasil buruan Userator lemah lainnya sebelum ini, kan?"

​Merasakan aura membunuh yang kian pekat, mental keempat bandit itu runtuh seketika.

​"T-Tuan! Kami salah! Kami mengaku salah!" ratap sang pemimpin bandit dengan suara teredam tanah. "Tolong lepaskan kami! Kami hanya khilaf!"

​"Iya, Tuan! Kami berjanji tidak akan pernah mengulangi perbuatan ini lagi di masa depan! Tolong ampuni nyawa kami!" sahut yang lain, menangis histeris.

​"Benar, Tuan! Kami bersumpah!"

​Arka menaikkan sebelah alisnya, berpura-pura menunjukkan raut wajah berpikir yang polos. "Oh, benarkah? Waduh... kalau kalian sudah berjanji dan bersumpah sampai seperti itu... kurasa sebagai sesama manusia, aku harus berbaik hati dan memaafkan kalian," ucap Arka dengan nada suara yang sengaja dibuat terdengar naif dan mudah tertipu.

​Hearing that, sang pemimpin bandit menyeringai licik di dalam hatinya. ‘Heh, dasar bodoh! Ternyata dia cuma bocah ingusan yang gampang ditipu dengan air mata buaya! Tunggu sampai kami lepas, akan kubalas perbuatan ini!’

​"Hmm, ya sudah. Aku akan melepaskan kalian kali ini. Jadi jangan mengulanginya lagi, ya? Carilah uang dengan cara yang lebih terhormat," nasehat Arka sembari melangkah mundur. Bersamaan dengan itu, ia menarik kembali aura skill [Domination] miliknya.

​Seketika, tekanan berat yang mengunci tubuh mereka lenyap.

"Te-Terima kasih banyak atas kemurahan hati Anda, Tuan! Anda benar-benar orang baik!" seru para bandit, buru-buru bangkit berdiri.

​Sang pemimpin bandit menyeringai licik di dalam hatinya. ‘Heh, dasar bodoh! Ternyata dia cuma bocah ingusan yang gampang ditipu! Begitu aku menjauh, akan ku—’

​"Ya, kalian boleh pergi sekarang," ucap Arka pelan.

​BZZZT—

​Belum sempat para bandit itu melangkah atau membalikkan badan, udara di sekitar mereka bergetar hebat. Tanpa ada kilatan cahaya atau peringatan apa pun, tubuh keempat bandit itu instan lenyap dari pandangan, menyisakan keheningan di dalam stasiun bawah tanah.

​Handji yang baru selesai merapikan tas taktisnya langsung terperangah. Matanya mengerjap berkali-kali, menatap area kosong di depannya dengan rahang terjatuh. "T-Tuan Arka... mereka... mereka lari ke mana? Kenapa bisa hilang secepat itu?"

​"Entahlah, mungkin mereka punya skill melarikan diri tingkat tinggi," jawab Arka santai dengan senyuman polos, seolah ia tidak tahu apa-apa. "Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Ayo kita pulang dan jual semua material yang sudah kita dapatkan hari ini."

​"B-Baik, Tuan," jawab Handji ragu, langsung menggendong tas raksasanya dengan patuh.

​Sebelum melangkah pergi, Handji secara tidak sengaja melirik ke belakang—ke arah titik di mana retakan dimensi kelas Elite tadi menganga besar. Matanya menyipit ganjil. Retakan dimensi itu... kini telah hilang sepenuhnya tanpa bekas.

​‘Kemana perginya retakan dimensi itu?’ batin Handji dipenuhi badai pertanyaan, namun ia memilih bungkam dan berjalan mengekor di belakang Arka.

​Di saat yang sama, di sebuah dimensi yang sepenuhnya terisolasi dari dunia nyata.

​Keempat bandit yang sedetik lalu masih berada di dalam stasiun kota, tidak sempat mencerna apa yang terjadi. Pandangan mereka hanya berkedip sekali, dan tahu-tahu... lingkungan di sekitar mereka sudah berubah total.

​Tidak ada jalur pelarian.

​Tempat mereka berpijak sekarang adalah sebuah padang gersang tak berujung dengan tanah berwarna abu-abu pekat dan langit temaram yang berdenyut aneh. Tas taktis hasil jarahan mereka pun lenyap, kembali ke tempat asalnya.

​"A-Apa yang terjadi?! Kenapa kita mendadak ada di tempat asing ini?!" pekik salah satu bandit, menatap sekeliling dengan wajah pucat pasi.

​"Aku tidak tahu! Sial, kita bahkan tidak melangkah sama sekali tadi! Tempat macam apa ini?! Kenapa energinya pekat sekali?!"

​GRRRR...

​Sebelum mereka sempat menenangkan diri, dari balik semak-semak mutasi dan pepohonan aneh di sekeliling mereka, bermunculan ribuan monster kelas Elite dengan mata menyala merah keunguan. Jumlah mereka laksana lautan, langsung mengepung keempat bandit itu tanpa menyisakan celah sedikit pun.

​"Monsternya... monsternya tidak ada habisnya! Sial, kita ada dimana sih!" teriak sang pemimpin bandit histeris.

​Mereka mencoba bertarung dan berteriak, namun gelombang monster Elite terus merangsek maju tanpa henti, menguras stamina dan energi mana mereka dalam hitungan menit. Di tengah keputusasaan gila itu—

​SRAAK!

​Sebuah tebasan air berkecepatan tinggi melesat dari kejauhan, membelah tubuh salah satu bandit menjadi dua bagian dengan sangat rapi.

​"Li-Lihat ke atas!"

​Sisa bandit yang hidup mendongak dengan tubuh yang gemetar hebat. Dari balik kabut dimensi, merayap sesosok makhluk kolosal yang sangat mereka kenal dari buku pelajaran Serikat. Sebuah ular raksasa berkepala tiga yang ukurannya mampu menenggelamkan sebuah gedung.

​Ular kelas Overlord itu menatap mereka dengan tatapan dingin penguasa. Hewan peliharaan baru dalam dimensi pribadi milik Arka.

​ROAAARRR!

​Ketiga kepala ular itu melolong bersamaan, memuntahkan gelombang frekuensi tinggi yang instan mengaktifkan status abnormal ke tubuh mereka.

​[Peringatan! Atribut Stat Anda Diturunkan!]

[Anda Terkena Kutukan Kematian Absolut!]

​Merasakan tubuh mereka mendadak lemas tak berdaya dan siap mati dalam sekali sentuh, sang pemimpin bandit jatuh berlutut di atas tanah abu-abu dengan tawa putus asa yang gila.

​"Sudah tamat... riwayat kita sudah tamat..." bisiknya dengan air mata ketakutan yang mengalir di pipi. "Pria itu... dia tidak pernah memaafkan kita... Dia pasti memindahkan kita ke sini secara langsung..."

​Pria bertopeng itu akhirnya menyadari kebenaran yang mengerikan.

​"Kita... kita sudah mengusik orang yang salah..."

​Itu adalah kalimat terakhir yang lolos dari mulutnya sebelum rahang raksasa kelas Overlord turun dari langit, melahap habis sisa tubuh mereka tanpa perlawanan sama sekali. Di dalam dimensi sunyi itu, para perampok berakhir hancur, menjadi makanan bagi ekosistem Sonoro milik Arka.

​Bersambung...

1
Alia Chans
lanjut thor😣
like+ bunga🌹✍️






kalo berkenan mmpir y thor😉
Arts: makasih udah mampir
total 1 replies
**Maulina**
lanjut thor💪
Arts: siap, ditunggu ya
total 1 replies
Zem Pioneer
namalu dapin bg?
Zem Pioneer: temen cewek gw baru putus namanya sisil ga lama ini,kali aja lu cowoknya yg gamon...sorry dah 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Dell AliNka
up yg banyak Tor
Arts: ditunggu ya
total 1 replies
Nyxara_09
keren! btw semangat kak!
Nyxara_09: iya kak, maaf yaa🙏
total 2 replies
sakura
...
Kim Borahae
hii, ceritanya seru.. SUKAAAA😍 Semangat terus ya 💪.


Btw saya pun baru mula menulis novel, kalau ada masa boleh singgah profile dan like .. terima kasih /Grin/
Key Kastara
Halo author, smangat selalu buat cerita kerennya 😍👍
Arts: makasih
total 1 replies
Sahabat Oleng
Hadir thor☝️
Arts: thankyou udah hadir
total 1 replies
Ofu Madu
💪
Ofu Madu
bagus👍..up yg bnyk torr
Arts: ditunggu ya, makasih udah mampir
total 1 replies
Ofu Madu
lanjut 👍
cila_aa
ihh seruu next chapter selanjutnya thor/Smile/
Arts: makasih udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!