Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9: Puncak Kemurkaan Naga
Hutan Terlarang di pinggiran Kota Bulan Sabit bukanlah tempat bagi mereka yang berhati lemah. Pepohonan di sana memiliki batang hitam yang melilit seperti ular, dengan daun-daun lebar yang meneteskan embun beracun. Namun, malam ini, keheningan hutan itu terusik oleh cahaya keemasan yang berpendar dari sebuah kliring di tengahnya.
Lu Chen duduk bersila di tengah formasi bintang enam yang digambar dengan darah binatang buas. Di sekelilingnya, tiga orang tetua dari Sekte Awan Langit berdiri dengan wajah tegang, menyalurkan energi mereka untuk menekan gejolak liar yang keluar dari punggung Lu Chen.
"Tahan, Lu Chen! Kau harus menekan pemberontakan sumsum itu!" teriak Tetua Wu, seorang pria tua dengan jenggot panjang yang kini basah oleh keringat.
"Argh! Rasanya... rasanya seperti ada api yang membakar sumsum tulang belakangku!" Lu Chen mengerang, tubuhnya melengkung tidak wajar. Cahaya emas dari Sumsum Naga Suci yang dicurinya meronta-ronta, memancarkan aura yang menolak bersatu dengan aliran energi Lu Chen yang kotor.
"Sial, kenapa sulit sekali?!" geram Lu Chen. "Aku sudah meminum Pil Pemurni Jiwa, tapi kenapa tulang ini masih menganggapku sebagai orang asing?"
Tiba-tiba, suhu di hutan itu turun drastis. Kabut hitam mulai merayap dari balik pepohonan, menelan cahaya keemasan formasi mereka. Suara kepakan sayap burung-burung malam yang terbang menjauh menciptakan suasana mencekam.
"Siapa di sana?!" Tetua Wu berteriak, tangannya sudah siap dengan segel pelindung.
Dari balik kegelapan, muncul seorang pemuda berambut putih yang berjalan dengan sangat tenang. Setiap langkah kakinya tidak mengeluarkan suara, namun tanah di bawah pijakannya retak seolah-olah menanggung beban ribuan ton. Pedang hitam di punggungnya bergetar, mengeluarkan suara dengungan yang menyerupai rintihan roh-roh penasaran.
"Ia menolakmu, Lu Chen, karena seekor naga tidak akan pernah mau tunduk pada seekor cacing," suara Xiao Yuan bergema, tenang namun mengandung kekuatan yang menggetarkan jiwa.
Lu Chen membuka matanya yang memerah karena kesakitan. "Xiao Yuan! Kau... bagaimana kau bisa menemukan tempat ini?!"
Xiao Yuan tidak menjawab. Ia menurunkan Yun’er dan memintanya berdiri di balik sebuah pohon besar yang dilindungi oleh segel pelindung yang ia buat dengan jarinya. "Tetap di sana, Yun’er. Malam ini, aku akan mengambil kembali apa yang mereka curi dariku."
Tetua Wu tertawa sinis melihat Xiao Yuan. "Hanya anak haram yang beruntung selamat dari maut. Kau pikir dengan sedikit ilmu hitam kau bisa menghadapi kami? Tetua Liu, Tetua Han, bunuh dia! Jangan biarkan dia mengganggu proses penyatuan ini!"
Dua tetua lainnya melompat maju. Mereka berada di Ranah Inti Emas Tahap Awal. Di mata dunia luar, mereka adalah sosok yang tak tertandingi. Namun bagi Xiao Yuan yang telah menyatu dengan jiwa Kaisar Naga, mereka hanyalah kerikil di jalanan.
"Mati kau, bocah!" Tetua Liu menebaskan pedang panjangnya yang dialiri elemen petir.
Xiao Yuan tidak menghindar. Ia hanya mengangkat tangan kirinya. Saat pedang petir itu hampir menyentuh kulitnya, sebuah sisik hitam muncul di telapak tangan Xiao Yuan.
Kring!
Pedang tingkat tinggi itu patah menjadi dua saat bersentuhan dengan tangan kosong Xiao Yuan. Mata Tetua Liu membelalak horor. "Apa?! Tubuh macam apa ini?!"
"Tubuh yang dibangun dari dendam," bisik Xiao Yuan.
Duar!
Xiao Yuan menghantamkan tinjunya ke dada Tetua Liu. Energi Naga Hitam yang destruktif meledak ke dalam tubuh sang tetua, menghancurkan Inti Emasnya dalam seketika. Tetua Liu terlempar menghantam pohon hingga tewas seketika tanpa sempat berteriak.
Tetua Han yang melihat rekannya tewas dalam satu serangan mencoba melarikan diri, namun Xiao Yuan sudah menghunus Pedang Keruntuhan Abadi.
"Sembilan Tebasan Neraka: Tebasan Kedua, Bayangan Kematian!"
Tubuh Xiao Yuan seolah-olah membelah menjadi tiga bayangan. Ketiganya menebas dari arah yang berbeda. Tetua Han hanya bisa melihat kilatan hitam sebelum tubuhnya terpotong-potong menjadi tumpukan daging yang tak bisa dikenali lagi.
Kini hanya tersisa Tetua Wu yang masih menjaga formasi, dan Lu Chen yang masih terjebak dalam proses kultivasi.
"Monster... kau benar-benar monster!" teriak Tetua Wu dengan suara bergetar. Ia melepaskan Lu Chen dan mencoba mengeluarkan jurus terkuatnya, sebuah bola api raksasa yang seharusnya bisa menghanguskan satu hutan kecil.
Xiao Yuan hanya meniupkan napas perlahan. Hawa dingin dari energi naga miliknya memadamkan bola api itu seolah-olah itu hanya api lilin yang tertiup angin. Dengan satu gerakan cepat, Xiao Yuan mencengkeram leher Tetua Wu dan mengangkatnya ke udara.
"Di mana keberanianmu yang dulu, Tetua? Bukankah kau yang memegang tanganku saat Lu Chen membedah punggungku?" tanya Xiao Yuan dengan mata yang berkilat ungu gelap.
"T-tolong... ampuni aku..."
Krak!
Xiao Yuan mematahkan leher tetua itu tanpa ragu sedikit pun dan melempar mayatnya ke samping seperti sampah. Kini, ia berdiri tepat di depan Lu Chen yang masih gemetar karena rasa sakit dan ketakutan.
"Sekarang, tinggal kita berdua, 'Kakak Senior' kesayanganku," ucap Xiao Yuan sambil tersenyum kejam.
Lu Chen mencoba bangkit, namun sumsum naga di tubuhnya benar-benar mengamuk. Kehadiran Xiao Yuan sebagai pemilik asli membuat tulang itu ingin keluar dari tubuh Lu Chen.
"Kembalikan padaku," perintah Xiao Yuan.
"Tidak! Ini milikku sekarang! Aku sudah mencapai ranah ini karena tulang ini!" raung Lu Chen. Ia mencoba menghujamkan telapak tangannya ke arah Xiao Yuan, namun Xiao Yuan menangkap pergelangan tangannya dan mematahkannya ke arah yang salah.
"AAAAGGHHH!"
Xiao Yuan menendang dada Lu Chen hingga ia jatuh tengkurap. Tanpa belas kasihan, Xiao Yuan menginjak punggung Lu Chen, tepat di tempat di mana bekas luka pembedahan itu berada.
"Kau mencabutnya saat aku masih sadar, bukan? Sekarang, biarkan aku mengembalikan rasa sakit itu kepadamu," Xiao Yuan memasukkan jari-jarinya ke dalam luka di punggung Lu Chen yang mulai terbuka karena gejolak energi.
Hutan itu dipenuhi oleh teriakan memilukan Lu Chen yang lebih mengerikan dari suara monster mana pun. Xiao Yuan perlahan-lahan menarik keluar cahaya keemasan yang berlumuran darah dari punggung Lu Chen. Seiring dengan ditariknya sumsum itu, tingkat kultivasi Lu Chen merosot tajam dari Inti Emas kembali ke manusia biasa, bahkan lebih rendah.
Begitu Sumsum Naga Suci itu kembali ke tangan Xiao Yuan, benda itu bergetar senang dan langsung masuk ke dalam tubuh Xiao Yuan, menyatu dengan tulang naga hitam yang baru. Perpaduan antara emas dan hitam menciptakan ledakan cahaya yang menerangi seluruh langit malam.
Xiao Yuan berdiri dengan kekuatan yang meluap-luap. Ia menatap Lu Chen yang kini hanya seonggok daging yang bernapas, lumpuh dan tak berdaya.
"Aku tidak akan membunuhmu malam ini, Lu Chen," ucap Xiao Yuan dingin. "Mati itu terlalu mudah bagimu. Aku ingin kau hidup sebagai pengemis cacat, melihat bagaimana aku menghancurkan Sekte Awan Langit dan menyeret Ling’er ke hadapanmu. Rasakan setiap detik penderitaan yang kau berikan padaku selama tujuh hari di jurang itu."
Xiao Yuan berbalik dan menghampiri Yun’er. Ia menggendongnya dan menghilang ke dalam kegelapan hutan, meninggalkan Lu Chen yang meratap dalam kehampaan malam.
Gantungan Cerita:
Meskipun Xiao Yuan berhasil mengambil kembali sumsumnya, penyatuan dua jenis kekuatan naga Suci dan Hitam mulai menciptakan efek samping yang mengerikan pada jiwanya. Xiao Yuan mulai kehilangan kesadaran akan siapa dirinya, dan nafsu membunuh di dalam dirinya kian tak terkendali. Sementara itu, Ling’er yang merasakan koneksinya dengan Lu Chen terputus, segera melaporkan hal ini kepada pemimpin besar Sekte Awan Langit. Sebuah pasukan pemburu dewa kini dikerahkan untuk memburu "Iblis Rambut Putih" itu.
Bersambung.......
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍