Yang Chen berjalan di jalan yang penuh dengan bahaya dan lautan darah. meski jalan yang ia lalui penuh dengan bahaya yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawanya namun ia tetap teguh menghadapinya. hal ini dilakukan untuk menjadi kuat demi melindungi apa yang berharga baginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.O.B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9. mata surgawi
Suara kakek Wu yang terasa mengintimidasi membuat Yang Chen merasa gugup. Apalagi ia tidak tahu mata surgawi apa yang ditanyakannya.
Melihat Yang Chen yang nampak bingung membuat kakek Wu kembali berkata sambil menunjuk ke arah mata kanannya, " aku membicarakan mata sebelah kananmu."
Mendengar perkataan kakek Wu membuat Yang Chen terkejut, karena ia sama sekali tidak mengetahui sebutan mata surgawi dan tidak mengetahui kalau matanya adalah mata surgawi.
Ia sudah mencari tahu mengenai mata kanannya di perpustakaan akademi tapi ia sama sekali tidak menemukan apapun yang berhubungan dengan mata yang memiliki kekuatan spesial.
Melihat ekspresi Yang Chen yang tampak terkejut membuat ia langsung tahu kalau Yang Chen sama sekali tidak tahu tentang sebutan mata surgawi.
" Apa benar mataku mata surgawi? Lalu apa itu mata surgawi?" Tanya Yang Chen dengan rasa ingin tahu.
" Mata surgawi adalah mata yang memiliki kekuatan spesial dan sangat langka. Ada beberapa jenis mata surgawi dengan berbagai kemampuan yang berbeda. Tapi orang yang memiliki mata surgawi sangat sedikit dan hanya segelintir orang saja." Ucap kakek Wu sambil terlihat memikirkan sesuatu.
" Aku tidak menyangka akan bertemu dengan seorang yang memiliki mata surgawi di tempat kecil ini." Lanjut kembali kakek Wu.
Akhirnya Yang Chen tahu sedikit tentang mata surgawi dan mengingat kembali awal mula munculnya mata surgawi miliknya.
Saat Yang Chen melamun, Ye Ting Yun mendekat dan berkata," apa kemampuan mata milikmu bocah?"
Yang Chen menatap Ye Ting Yun dengan tatapan aneh dan berkata dalam hatinya, " apa yang dikatakan anak ini, ia memanggilku bocah seakan ia sendiri bukan bocah juga."
Dipanggil Bocah oleh anak seusianya membuat Yang Chen merasa tidak nyaman.
" Ting Yun, kamu tidak boleh bertanya hal itu. Kemampuan mata surgawi adalah kartu rahasia yang membantu Yang Chen dalam bertarung sehingga ia tidak mungkin dengan gampang memberi tahukan kemampuannya pada orang lain." Melihat Yang Chen yang tidak menjawab membuat kakek Wu berkesimpulan kalau ia tidak ingin mengatakannya. Sehingga ia meminta Ye Ting Yun untuk tidak menanyakan hal itu.
Walaupun ia sendiri cukup penasaran, tapi ia juga tidak ingin memaksa Yang Chen.
Yang Chen juga diam-diam setuju, kemampuan matanya tidak boleh ia katakan, semakin tidak ada orang yang tahu kemampuan matanya maka akan semakin baik baginya.
Walaupun kakek Wu adalah orang yang menyelamatkannya tapi ia tetap harus hati-hati. Ia baru mengenali mereka sehingga ia tidak mungkin memberitahukan hal yang ia rahasiakan.
Mereka kembali berbicara tentang berbagai hal, setelah itu mereka berdua kemudian meninggalkannya supaya Yang Chen bisa kembali beristirahat.
" Jadi mata ini disebut dengan mata surgawi." Ucap Yang Chen sambil merasakan matanya dengan menggunakan tangannya.
" Aku harus mencari tahu lebih banyak tentang berbagai hal mengenai mata surgawi." Ucap Yang Chen.
Setelah itu Yang Chen kemudian mengeluarkan sebuah bola kecil sebesar biji apel.
Terlihat dari bentuk auranya, jelas itu bukan biji biasa.
" Sepertinya mereka berdua memang memiliki latar belakang yang luar biasa, dilihat dari obat ini saja yang mereka berikan dengan begitu mudah, sudah jelas mereka bukan orang sembarangan.
Sebelum kakek Wu pergi, ia terlebih dahulu memberikan Yang Chen sebuah pil obat untuk menyembuhkan lukanya.
Pil itu mengeluarkan aura spiritual yang kuat dan aromanya juga sangat harum jelas itu adalah pil dengan kualitas yang sangat bagus.
Walaupun Yang Chen bukan seorang alkemis tapi ia tahu kalau obat ini mungkin setara dengan seribu batu roh tingkat rendah atau bisa jadi jumlahnya jauh lebih besar dari yang diperkirakan Yang Chen.
Dengan memiliki obat seberharga ini, sudah dipastikan mereka memang berasal dari latar belakang yang besar.
Yang Chen kemudian memakan pil itu, energi roh yang kuat langsung menyebar keseluruhan tubuh Yang Chen dan membuat lukanya perlahan mulai membaik.
" Pil yang sangat luar biasa, obat ini langsung menyembuhkan sebagian besar lukaku dengan cepat. Dengan begini mungkin besok aku sudah bisa sembuh total." Ujar Yang Chen dengan wajah senang.
Di tempat lain ada dua sosok yang berdiri di luar rumah sambil menatap ke arah luar. Mereka berdua adalah kakek Wu dan gadis Ye Ting Yun.
" Kakek, kenapa kamu tidak membiarkanku untuk memaksa bocah itu mengatakan kemampuan matanya, dengan kemampuan kita seharusnya kita dengan mudah memaksa dirinya untuk mengatakannya." Tanya Ye Ting Yun dengan bingung.
" kita tidak perlu melakukan hal itu, untuk sekarang lebih baik kita menjaga hubungan baik dengan anak itu. Sepertinya bocah itu cukup pintar dan juga memiliki potensi besar sehingga kita tidak perlu membuat Yang Chen menjadi musuh hanya untuk menanyakan kemampuan mata surgawi miliknya." Jawab kakek Wu.
" Kakek, kamu sepertinya sangat memandang tinggi bocah itu. Tapi apakah itu perlu? Hanya memiliki mata surgawi bukan berarti menjadi tak terkalahkan. Aku juga sudah bertemu dengan orang yang memiliki mata surgawi tapi kekuatannya tidak begitu mengesankan." Ucap Ye Ting Yun yang masih tidak mengerti sikap kakeknya.
" Aku juga tahu hal itu, tapi entah mengapa aku merasakan sesuatu yang membuatku merasa aneh pada mata surgawi anak itu." Ucap kakek Wu sambil mengingat kembali rasa aneh yang membuat ia tidak nyaman saat melihat mata surgawi Yang Chen.
" Untuk sekarang tidak perlu membuat Yang Chen waspada pada kita, mari kita perhatikan saja, orang seperti apa anak ini." Ucap kembali kakek Wu.
Setelah berbincang sejenak, mereka kemudian kembali ke kamar mereka masing-masing.
Keesokan harinya, Yang Chen merasa ia sudah mulai pulih. Ia kemudian bangun dengan semangat dan keluar rumah untuk sekedar menggerakkan badannya untuk mengecek kondisi tubuhnya.
Setibanya ia diluar, ia langsung berlatih mengayunkan tinjunya. Setelah beberapa lama, Yang Chen akhirnya berhenti. " Lukaku hampir sepenuhnya sembuh sehingga aku tidak perlu khawatir lagi.
" Sepertinya kamu sudah sembuh." Terdengar suara dari belakang Yang Chen.
Yang Chen berbalik dan mendapati kalau kakek Wu dan Ye Ting Yun sedang berdiri di depan rumah.
Yang Chen sama sekali tidak merasakan kehadiran mereka membuat Yang Chen dibuat kagum sekaligus waspada.
Ia merasa jika kalau mereka berdua hendak berniat jahat padanya mungkin ia tidak bisa akan lolos.
" Ini berkat bantuan kakek Wu yang telah memberikan aku pil yang berharga sehingga aku bisa sembuh dengan cepat." Ucap Yang Chen sambil tersenyum kecil.
" Yang Chen kami akan pergi ke kota Da Jin, apakah kamu ingin ikut?" Tanya kakek Wu.
Yang Chen berpikir sejenak sebelum akhirnya ia memutuskan untuk ikut. " Aku akan ikut."
Yang Chen merasa kalau orang-orang dari akademi gagak langit masih mencari keberadaannya sehingga ia memutuskan untuk ikut dengan kakek Wu.
Ia merasa kakek Wu memiliki kultivasi yang tinggi sehingga dengan pergi bersamanya, ia bisa merasa lebih aman.
Belum lagi kota Da Jin adalah ibukota dari kekaisaran rusa langit sehingga pasti ada banyak senjata yang berkualitas yang bisa ia dapatkan.
Sebelumnya pedangnya telah hancur sehingga ia berniat untuk mencari pedang baru untuknya.
Dengan begitu akhirnya Yang Chen ikut bersama kakek Wu dan Ye Ting Yun untuk ke kota Da Jin.
Benahi dulu susunan kata dalam kalimat dan penggunaan kata. Pakailah bahasa Indonesia jangan pakai bahasa Inggris. Semoga karya novel ini meraih kesuksesan. Amiin 🤲