NovelToon NovelToon
Ritual Gunung Kawi

Ritual Gunung Kawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Matabatin / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:167.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.

di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan.

Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Penampakan Rahman

Rahman menarik nafas panjang ketika dia sudah merebahkan diri di atas kasur, entah kenapa perasaan dia begitu gelisah dan tidak bisa tenang ketika tadi melihat secara langsung tentang mayat Arman yang tergantung di pohon karet itu dan sekarang dia sungguh tidak bisa memejamkan mata walau hanya beberapa detik saja akibat rasa yang tidak nyaman di dalam hati.

Pemuda ini sama sekali tidak tahu apakah yang tumbuh di dalam hati adalah perasaan takut atau hanya merasa bingung saja dengan kematian Arman yang secara mendadak itu, tapi yang jelas Rahman merasa seolah ini ada sangkut paut dengan Pakde Parto tentang kematian Arman itu.

Bukan asal menunggu tapi entah mengapa Rahman memang merasa bahwa Pakde Parto memiliki sangkut paut dengan kematian Arman yang bisa di katakan secara mendadak itu, apa lagi sebelumnya Arman juga sempat mengkritik soal Pakde Parto yang menjadi kades sehingga Rahman merasa memang ini saling berhubungan satu sama lain tentang kejadian tersebut.

Tapi yang membuat Rahman bingung adalah dia tidak tahu dengan jelas apa yang telah terjadi sehingga dia hanya bisa memikirkan tanpa tahu bercerita kepada siapa, dan Rahman juga bingung untuk memulai cerita dari mana karena nanti orang yang di ajak cerita belum tentu bisa percaya tentang kematian tersebut.

"Tapi kan kata Mbah Bedu tidak ada tumbal ya, pasti bukan karena Pakde." hati Rahman berusaha untuk menyangkal.

"Arman pasti memang karena merasa iri sehingga dia memutuskan untuk bunuh diri." Rahman berusaha untuk meyakinkan diri.

"Yah pasti seperti itu, Pakde juga sudah bilang bahwa tidak ada tumbal dalam kasus kali ini karena yang dia lakukan hanya berziarah saja." angguk Rahman sendirian di dalam kamar.

Sreeeeek.

Rahman menajamkan pendengaran ketika dia mendengar seperti ada suara daun yang di seret oleh sesuatu di luar kamar sana, yang jelas sekarang tubuh ini sudah merinding karena dia merasa ada sesuatu di luar rumah dan sekarang sudah pukul tiga pagi.

Rasa ingin masuk saja ke dalam selimut dan tidak ingin mendengarkan suara itu lagi tapi ternyata naluri Rahman tidak bisa untuk di bohongi, rasa penasaran yang begitu tinggi dan juga suara itu kembali terdengar sehingga membuat Rahmat sangat penasaran dan ingin melihat itu berasal dari suara apa.

Sraaaaak.

Sraaaaak.

"Apa ya itu?" Rahman sudah duduk karena ingin mengintip keluar.

"Sakiiiiit, huhuhuuuu sakit sekali."

"Ada yang menangis!" Rahman sangat kaget mendengar suara itu.

"Tidak mungkin, aku pasti hanya salah dengar saja karena saya sedang memikirkan Arman yang baru meninggal." batin Rahman berusaha untuk menolak pemikiran itu.

Sraaaaaak.

Namun suara daun di seret kembali terdengar sehingga Rahman menjadi penasaran bukan main, pemuda ini segera turun dari ranjang untuk memastikan itu suara apa dan memutuskan untuk mengintip dari jendela saja agar dia bisa tahu suara itu suara apa dan siapa yang sedang membuat kegaduhan di malam hari seperti ini.

"Malah jangan jangan nanti Pakde Parto membuat masalah pula." batin Rahman yang malah mengarah pada Pakde Parto.

Klik.

Kunci jendela sudah terbuka dan Rahman berusaha keras agar jendela itu tidak terbuka lebar, bila sampai terbuka maka dia akan ketahuan bahwa sedang mengintip apa yang telah terjadi di luar rumah itu sehingga dia harus ekstra hati-hati agar orang tersebut tidak mengetahui bahwa dia sedang mengintip.

"Lailahaillallah!" Rahman ingin menjerit ketika melihat pemandangan yang ada di luar rumah.

"Tidak, tidak mungkin itu adalah Arman!" Rahman menutup mulut karena dia harus menahan suara.

Sreeeeek.

"Ya Allah tolong lah dia, kenapa ini?!" Rahman sampai gemetar karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

Di luar terlihat Arman sedang menyeret ranting pohon karet yang sangat besar lengkap dengan daun juga sehingga menimbulkan suara seperti orang sedang menyapu, itu adalah suara yang sejak tadi Rahman dengar dari dalam kamar karena memang Arman berjalan terseok-seok sambil membawa ranting itu pada bagian leher.

"Eeeeghhh sakiiiit!" Arman terdengar merintih.

"Tidak mungkin, kasihan sekali Arman kalau begitu!" Rahman tanpa sadar menangis karena iba.

"Sakiiiit, tolong lepaskan tali ini." rintih Arman lagi.

"Tolong aku, tolong buang tali ini dari leher ku." rintih Arman membuat Rahman kian merasa ngilu.

Rahman cepat menutup jendela kamar karena dia sungguh tidak sanggup menyaksikan pemandangan yang begitu memilukan hati, dia juga sama sekali tidak menyangka kalau Arman akan mengalami nasib buruk seperti itu dan menjadi arwah gentayangan karena mati dengan cara bunuh diri dan sekarang dia keliling desa untuk meminta tolong agar warga bisa melepaskan tali itu dari leher dia.

...****************...

"Kenapa Ibu tidak tidur sudah malam seperti ini?" tegur gadis cantik yang ada di rumah Laras.

"Ibu lagi kepikiran tentang Arman itu loh, kasihan dia meninggal masih muda." jawab Bu Laras.

"Nyawa mana ada yang tahu, Kak Maharani juga meninggal dengan usia yang sangat mudah." Purnama menjawab dengan nada yang sangat cuek.

"Iya, memang kita tidak ada yang tahu tentang nyawa manusia." Laras menjawab dengan suara yang sangat lembut.

"Lalu kenapa sampai Ibu pikirkan seperti itu? terserah dia karena itu memang nasib dia." ucap Purnama kembali membuat Laras harus menjelaskan dengan seksama kepada sang anak.

Hati Purnama sangat dingin dan bisa di katakan dia tidak memiliki rasa iba kepada sesama manusia, Laras memang harus berusaha keras agar anak ini menjadi tumbuh dan memiliki rasa iba serta empati kepada manusia lain oleh sebab itu dia harus mengaji dan juga mendalami beberapa tabiat yang bagus.

Wajar saja Purnama begitu sulit untuk memiliki rasa iba kepada manusia lain karena dia bukan manusia seperti para warga yang ada di desa ini, namun sebisa mungkin Laras harus membuat Purnama menjadi pribadi yang memiliki rasa iba kepada para manusia sehingga nanti dia bisa tumbuh dan menolong para warga yang mengalami kesusahan.

"Kita harus menolong mereka karena kita memiliki kekuatan." Laras berusaha untuk menjelaskan.

"Tapi menolong semua warga di sini bukan kewajiban." jawab Purnama kembali.

"Itu kewajiban karena kita mampu, Nak! mereka butuh pertolongan kita dan bila kita menolong mereka maka kita akan mendapatkan pahala." jelas Laras kembali.

"Kalau pahala aku sudah banyak maka aku bisa makan jeroan manusia lagi?" tanya Purnama.

"Jeroan saja yang kau pikirkan, Kak!" sengit Arya.

Purnama melirik kepada sang adik yang baru saja mengeluarkan ucapan pedas untuk dia, kalau mereka saudara tapi purnama dan Arya berbeda karena mereka sudah bertapa dan yang satu tidak sehingga tabiat Purnama masih murni iblis dan makanan kesukaan dia adalah jeroan manusia.

Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen kalian ya.

1
Raffaza Direzky87
bukannya tangan yang di tarik malah sorban,dasar maulana nih,kasian zidan sampai terseret
Cindy
lanjut kak
Dindin Paridudin
malam💪
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
astaga ngakak bisa2 nya ustad di seret 🤣🤣
Fiyan Ayu
takut si takut tp ya jangan narik sorbannya calon suami mba pur to 🤣🤣
Marsiyah Minardi
Mereka yang ketakutan tapi aku malah jadinya ngakak 🤣🤣🤣🤣
Bivendra
dasar maul🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
hiiii...bau Pesing Lo azka😄😄
FiaNasa
ayo bahas babat aja semua nya
Mat Rachmadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
buseeeeet, sudah deg"n malahan di kagetin sama mb'Sri🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
Bagas gituuuu... mana mau dia mendengar puja'an di di ghibahin 🤭🤭
Raffaza Direzky87
nah rasain itu,punya mulut makanya di jaga, baru juga selesai ngomong,langsung nggelinding itu kepala
neni nuraeni
😀😀😀 kocak
MiilaaManurung
😂😂😂😂😂😂😂
moerni🍉🍉
si azka kok yo mbok kerjain t thorr😅😅
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
ya Allah babang zidan sampe keseret gegara maul😂😂
Raffaza Direzky87
Rahman mungkin,dia menangis karena merasa kesakitan
Endang Sulis
Bagaskara ternyata dari dulu sudah keren pantas menjadi panglima ular
NoviTa jungkook: selalu di tuh
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah bagus tuh kaya Bagas langsung babet aja ...duh cinta mu Pur harus kandas untuk Bagas demi kedamaian hidup mu ...untung Bagas mengerti ya kalo tidak jadi iblis sejati kalian 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!