NovelToon NovelToon
DRAMA ISTANA ALHAMBRA

DRAMA ISTANA ALHAMBRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Antagonis / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.

Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.

Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.

Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.

Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 RENCANA GELAP LAYLA

Konflik antara Layla dan Jabez Ezaz semakin memanas. Layla merasa bahwa Jabez Ezaz telah mengkhianatinya dan memenjarakan ibunya tanpa alasan yang jelas. Dia berjanji untuk membalas dendam dan membuat Jabez Ezaz membayar untuk apa yang telah dia lakukan.

Sementara itu, Sofia yang merasa bahwa posisinya sebagai selir kedua semakin terancam, mulai merasa cemas tentang kehadiran Layla di penjara bawah tanah. Dia tahu bahwa Layla tidak akan diam saja dan akan melakukan apa saja untuk membalas dendam.

Sofia memutuskan untuk berbicara dengan Jabez Ezaz tentang Layla dan meminta dia untuk melakukan sesuatu untuk menghentikan Layla sebelum terlambat. Namun, Jabez Ezaz tampaknya tidak terlalu peduli dengan ancaman Layla dan lebih fokus pada masalah lainnya.

Layla dan ibunya terus merencanakan pelarian mereka dari penjara bawah tanah. Mereka tahu bahwa ini tidak akan mudah, tapi mereka bertekad untuk melakukannya. Layla juga mulai mengumpulkan informasi tentang Jabez Ezaz dan rahasia gelapnya, yang dia yakini akan menjadi kunci untuk membalas dendam.

Sementara itu, Jabez Ezaz mulai merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Dia menerima laporan bahwa Layla telah mulai merencanakan sesuatu, tapi dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jabez Ezaz memutuskan untuk meningkatkan keamanan dan memerintahkan pengawalnya untuk lebih waspada.

Konflik antara Layla dan Jabez Ezaz semakin memanas, dan perang antara mereka berdua akan segera dimulai.

Sofia memasuki ruangan Jabez Ezaz dengan wajah yang khawatir. "Suamiku, aku perlu berbicara denganmu tentang sesuatu yang sangat penting," kata Sofia.

Jabez Ezaz, yang sedang sibuk dengan dokumen-dokumen, memandang Sofia dengan sedikit kesal. "Apa itu, Sofia? Aku sibuk," jawabnya.

Sofia menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan. "Aku bicara tentang Layla, suamiku. Aku tahu dia dipenjara di bawah tanah, dan aku khawatir dia akan melakukan sesuatu yang berbahaya."

Jabez Ezaz mengangkat alisnya, tertarik dengan kekhawatiran Sofia. "Apa yang kamu maksudkan?" tanya dia.

Sofia mendekati Jabez Ezaz, suaranya menjadi lebih rendah. "Aku tahu Layla tidak akan diam saja. Dia akan melakukan apa saja untuk membalas dendam pada kita. Aku khawatir dia akan berhasil jika kita tidak melakukan sesuatu untuk menghentikannya."

Jabez Ezaz tersenyum, tidak terlalu peduli dengan ancaman Layla. "Jangan khawatir, Sofia. Aku sudah meningkatkan keamanan dan memerintahkan pengawalku untuk lebih waspada. Layla tidak akan bisa melakukan apa-apa," kata dia dengan yakin.

Sofia menggigit bibirnya, merasa tidak yakin dengan jawaban Jabez Ezaz. "Tapi, suamiku, aku rasa kamu tidak memahami situasinya. Layla tidak akan berhenti sampai dia berhasil membalas dendam. Aku khawatir dia akan menghancurkan kita semua," kata Sofia dengan nada yang lebih serius.

Jabez Ezaz memandang Sofia dengan mata yang dingin. "Aku sudah membuat keputusan, Sofia. Aku tidak akan membiarkan Layla mengancam kekuasaan aku. Aku akan melakukan apa saja untuk melindunginya," kata dia dengan nada yang tegas.

Sofia tahu bahwa dia tidak bisa mengubah pikiran Jabez Ezaz. Dia hanya bisa berharap bahwa dia salah, dan bahwa Layla tidak akan berhasil membalas dendam. Tapi, dia memiliki perasaan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi...

"Baiklah, aku akan mempertimbangkan apa yang kamu katakan, Sofia. Tapi, aku tidak ingin kamu terlalu khawatir tentang hal ini. Aku sudah mengurus semuanya," kata Jabez Ezaz dengan nada yang lebih lembut.

Sofia mengangguk, merasa sedikit lebih lega. "Terima kasih, suamiku. Aku hanya ingin memastikan bahwa kita semua aman," kata Sofia.

Jabez Ezaz tersenyum dan memanggil pengawalnya. "Aku ingin kamu mengawasi Sofia lebih dekat. Pastikan dia tidak pergi ke mana-mana sendirian," kata Jabez Ezaz kepada pengawalnya.

Pengawal itu mengangguk dan segera pergi untuk melaksanakan perintah Jabez Ezaz. Sofia merasa sedikit tidak nyaman dengan perintah itu, tapi dia tidak mengatakan apa-apa.

Setelah pengawal itu pergi, Jabez Ezaz memandang Sofia dengan mata yang tajam. "Aku harap kamu tidak akan melakukan sesuatu yang bodoh, Sofia. Aku tidak ingin harus menyakitimu," kata Jabez Ezaz dengan nada yang dingin.

Sofia merasa bulu kuduknya berdiri. Dia tidak suka nada Jabez Ezaz yang seperti mengancam. "Aku tidak akan melakukan apa-apa, suamiku. Aku hanya ingin menjaga diri sendiri," kata Sofia dengan nada yang hati-hati.

Jabez Ezaz memandang Sofia sejenak sebelum akhirnya mengangguk. "Baiklah, Sofia. Aku percaya padamu," kata Jabez Ezaz.

Tapi, Sofia bisa melihat keraguan di mata Jabez Ezaz. Dia tahu bahwa Jabez Ezaz tidak sepenuhnya percaya padanya. Dan itu membuatnya merasa tidak nyaman.

Layla dan ibunya berhasil melarikan diri dari penjara bawah tanah Istana Alhambra. Mereka berlari dengan cepat melalui koridor gelap, menghindari pengawal yang mengejar mereka.

Setelah beberapa saat berlari, mereka akhirnya berhasil mencapai pintu keluar istana. Layla membuka pintu dan mereka berdua keluar ke malam yang gelap.

Layla menarik napas dalam-dalam, merasa lega karena mereka berhasil melarikan diri. Tapi, dia tahu bahwa mereka belum aman. Jabez Ezaz pasti akan melakukan apa saja untuk menangkap mereka kembali.

"Ayo, kita harus pergi dari sini," kata Layla kepada ibunya, sambil menarik tangannya.

Ibunya Layla mengangguk, dan mereka berdua mulai berlari menjauh dari istana. Mereka berlari dengan cepat, tidak tahu kemana mereka akan pergi, tapi mereka tahu bahwa mereka harus terus berlari.

Setelah beberapa jam berlari, mereka akhirnya mencapai sebuah desa kecil. Layla dan ibunya berhenti untuk beristirahat dan memulihkan tenaga.

"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya ibunya Layla, sambil memandanginya dengan mata yang penuh harapan.

Layla tersenyum, "Kita akan membalas dendam, ibu. Kita akan membuat Jabez Ezaz membayar untuk apa yang telah dia lakukan pada kita."

Ibunya Layla mengangguk, "Aku percaya padamu, anakku. Kita akan melakukan apa saja untuk mendapatkan keadilan."

Layla dan ibunya kemudian mulai merencanakan langkah-langkah selanjutnya untuk membalas dendam pada Jabez Ezaz. Mereka tahu bahwa ini tidak akan mudah, tapi mereka bertekad untuk melakukannya.

Layla memandang ibunya dengan mata yang penuh tekad. "Aku akan membuat Jabez Ezaz membayar untuk apa yang telah dia lakukan pada kita," kata Layla dengan nada yang dingin.

Ibunya Layla mengangguk, "Aku percaya padamu, anakku. Kita akan melakukan apa saja untuk mendapatkan keadilan."

Layla tersenyum, "Aku sudah memiliki rencana. Kita akan memulai dengan mengumpulkan bukti-bukti tentang kejahatan Jabez Ezaz. Lalu, kita akan membawanya ke pengadilan dan membuatnya membayar untuk apa yang telah dia lakukan."

Ibunya Layla mengangguk, "Itu ide yang bagus. Tapi, kita harus berhati-hati. Jabez Ezaz memiliki banyak kekuasaan dan pengaruh. Dia tidak akan diam saja jika kita mencoba untuk menghadapinya."

Layla tersenyum, "Jangan khawatir, ibu. Aku sudah siap untuk menghadapi apa saja yang akan terjadi. Aku akan membuat Jabez Ezaz menyesali hari dia pernah menyakiti kita."

Dengan tekad yang kuat, Layla dan ibunya mulai mengumpulkan bukti-bukti tentang kejahatan Jabez Ezaz. Mereka tahu bahwa ini tidak akan mudah, tapi mereka bertekad untuk melakukannya.

1
Patricia Vernanda
keji sekali ternyata layla itu y
Reny Rizky Aryati, SE.: yup, kayak Rohayya 🤭
total 1 replies
sky 15
dah hidupnya di istana bak istana surga masih saja kurang sewotnya layla itu ya ☹️
sky 15
haduh, istri pertama rasa pelakor kalau kayak ketek gini 😄
sky 15
berani mampus lebih baik rebut juga posisi Layla dari jabatan istri pertama, selir Sofia jangan mau kalah ma nenek lampir
sky 15
🤣🤣🤣🤣🤣 gimana seh thor, masak bayinya yang disimpan trus netek susunya ke siapa kalau ibuna di buang 😄
Reny Rizky Aryati, SE.
yang benar buang bayinya dan bunuh ibunya 🤔🙄
Reny Rizky Aryati, SE.: seharusnya kau yang di tendang author 🙄👘
total 2 replies
Reny Rizky Aryati, SE.
semoga berkenan membaca karya author terbaru ini ya semua pemirsa yang budiman dan kreatif 🙏
Reny Rizky Aryati, SE.
letih...
Reny Rizky Aryati, SE.
bola kehidupan tak selamanya mulus
Patricia Vernanda
kenpa diganti covernya thor
Patricia Vernanda
belum apa-apa udah konflik terjadi nih thor 🤭
Patricia Vernanda
🤭 selir rasa istri bisa bisa saja thor ini🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!