NovelToon NovelToon
TELEKINESIS ASCENDANT: THE EDITOR'S GATE ODYSSEY

TELEKINESIS ASCENDANT: THE EDITOR'S GATE ODYSSEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Fantasi Isekai
Popularitas:100
Nilai: 5
Nama Author: Karma Danum

Kang Ji-hoon, seorang editor webnovel yang hidupnya biasa-biasa saja, tewas dalam sebuah kecelakaan. Namun, alih-alih mati, ia terbangun di tubuh Kang Min-jae, seorang pemuda di dunia paralel di mana "Gerbang" ke dimensi lain telah muncul, dan "Hunter" dengan kekuatan khusus bertugas menghadapi monster di dalamnya.

Terjebak dalam identitas baru dengan misteri ayah yang hilang dan tekanan untuk menjadi Hunter, Ji-hoon harus beradaptasi dengan dunia yang berbahaya. Dibantu oleh "sistem" misterius di dalam benaknya dan kekuatan telekinesis yang mulai terbangun, ia memasuki Hunter Academy sebagai underdog. Dengan pengetahuan editornya yang memahami alur cerita dan karakter, Ji-hoon harus menguasai kekuatannya, mengungkap konspirasi di balik transmigrasinya, dan bertahan di dunia di mana setiap Gerbang menyimpan ancaman—dan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karma Danum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: INVESTIGASI KECELAKAAN

Pagi setelah kunjungan Na-rae, Min-jae bangun dengan kepala penuh teka-teki. Medali Ouroboros terbaring di atas meja belajarnya, seperti mata yang menatap balik. Kata "Anchor" dan "Dual Resonance" berputar-putar di pikirannya.

Ia harus bertindak. Tidak bisa hanya menunggu dan bereaksi. Jika ingin memahami apa yang terjadi padanya dan pada ayah Min-jae, ia harus aktif mencari informasi.

Tapi dari mana mulai? Arsip publik tentang insiden Ouroboros pasti sudah disaring atau dihapus. Bertanya langsung pada organisasi itu adalah bunuh diri. Ia butuh jalur lain.

Ingatannya tentang Min-jae—meski masih tidak lengkap—memberikan satu petunjuk: sebelum kecelakaan mobil yang membuatnya koma, Min-jae pernah mengunjungi kantor polisi setempat untuk menanyakan tentang laporan insiden lab ayahnya. Tentu saja, ia diberi informasi minim dan disarankan untuk 'tidak mencari masalah'.

Tapi mungkin, bukan polisi yang ia butuhkan. Mungkin ada saksi lain. Orang-orang yang bekerja di sekitar lab Ouroboros pada waktu itu: pegawai kebersihan, satpam, pedagang di sekitar lokasi.

Min-jae membuka laptop dan mencari peta lokasi Ouroboros Research Division. Fasilitas utama terletak di kawasan industri canggih di pinggiran kota, daerah yang sulit diakses publik. Tapi di sekitarnya pasti ada toko, kafe, atau tempat parkir umum.

Ia juga ingat percakapan dengan Paman Dae-hyun tentang 'satu-satunya saksi'—seorang asisten lab yang menghilang setelah insiden. Namanya… tidak ada dalam ingatan. Tapi mungkin ia bisa mencari tahu dari arsip berita lama.

Ia masuk ke portal arsip berita online, menggunakan akses akademi yang memungkinkan pencarian mendalam. Kata kunci: "Ouroboros lab incident", "Dr. Kang Min-soo", "missing assistant".

Banyak artikel yang sudah dihapus atau dibatasi. Tapi satu artikel dari surat kabar lokal kecil yang mungkin terlewat menarik perhatiannya. Judulnya: **"Kebocoran Gas Diduga Penyebab Ledakan di Fasilitas Penelitian Swasta"**. Tanggal: persis satu tahun lalu.

Artikel itu singkat dan penuh dengan pernyataan resmi dari juru bicara Ouroboros: "Kejadian tidak disengaja, tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan material, investigasi internal sudah dilakukan." Tidak ada nama Dr. Kang disebutkan. Tidak ada tentang asisten yang hilang.

Tapi di bagian komentar (yang sekarang sudah dinonaktifkan), ada satu tanggapan dari akun anonim yang diambil screenshot oleh seseorang dan diunggah di forum diskusi underground. Min-jae menemukan screenshot itu di sebuah forum penggemar teori konspirasi.

Komentarnya berbunyi: **"Aku kerja sebagai cleaning service di sana malam itu. Bukan gas. Ada cahaya hijau dari lab basement. Terdengar teriakan. Lalu ada orang digotong keluar, tubuhnya ditutupi kain. Bukan satu, dua. Dan besoknya, tim cleaning diganti semua. Aku di-PHK dengan pesangon besar tapi disuruh tutup mulut."**

Itu petunjuk. Saksi mata langsung, meski akurasinya dipertanyakan. Tapi setidaknya ada celah.

Min-jae mencatat detailnya: cleaning service, malam hari, cahaya hijau, dua korban (atau lebih), dan PHK massal.

Bagaimana cara menemukan orang itu? Sulit. Tapi mungkin tidak perlu menemukan orangnya. Mungkin cukup dengan memahami pola.

Ouroboros membersihkan jejak dengan membungkam para saksi. Mereka pasti punya metode standar: uang, ancaman, atau keduanya. Jika mereka begitu teliti, mengapa satu asisten lab bisa 'hilang' begitu saja tanpa jejak? Kecuali… asisten itu bukan sekadar di-PHK. Mungkin ia lari, atau diculik, atau…

Min-jae berhenti. Ia tidak ingin berasumsi terlalu jauh.

Tiba-tiba, ponselnya bergetar. Pesan dari Ji-woo: **"Min-jae, ada yang aneh. Aku baru aja ditelepon orang gak dikenal. Nanyain soal misi kita kemarin. Khususnya nanyain kamu. Aku bilang gak tau banyak. Tapi rada serem sih."**

Min-jae langsung membalas: **"Orangnya bilang dari mana?"**

Ji-woo: **"Gak bilang. Cuma nanya apa kamu tunjukin keanehan pas di dalem Gate. Aku bilang gak, cuma normal."**

Ini mengkhawatirkan. Ouroboros (atau pihak lain) sudah mulai menyelidiki rekan satu timnya. Mereka semakin agresif.

Min-jae harus bergerak lebih cepat.

Ia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke daerah sekitar fasilitas Ouroboros. Setidaknya untuk observasi. Tapi ia tidak bisa pergi sendirian tanpa alasan yang kuat. Paman Dae-hyun masih di luar kota, dan ia tidak ingin melibatkan Na-rae lebih dalam.

Lalu, ide muncul. Akademi punya program 'studi lapangan' untuk siswa yang tertarik pada penelitian dimensi. Mereka sering mengunjungi fasilitas yang berhubungan—biasanya yang sudah bekerja sama dengan akademi. Ouroboros adalah salah satu mitra akademi.

Min-jae membuka portal akademi, mencari jadwal kunjungan. Dan memang, ada rencana kunjungan ke "Ouroboros Research Division - Public Exhibition Wing" dalam dua minggu untuk siswa kelas teori dimensi. Tapi itu untuk siswa kelas reguler dan atas, bukan Remedial.

Tapi… Guru Choi adalah pengajar teori. Mungkin ia bisa membantu.

Min-jae mengirim pesan singkat pada Guru Choi, meminta waktu bertemu setelah jam pelajaran.

Sore harinya, di ruang guru yang sederhana, Min-jae duduk menghadap Guru Choi.

"Kamu ingin ikut kunjungan ke Ouroboros?" Guru Choi mengangkat alis. "Itu tidak biasa untuk siswa Remedial. Biasanya untuk siswa yang punya minat kuat di penelitian."

"Saya… tertarik dengan pekerjaan ayah saya," kata Min-jae, yang itu benar. "Dan saya rasa, melihat fasilitas penelitian mungkin bisa memberi saya motivasi."

Guru Choi memandangnya dengan mata analitis. "Min-jae, aku tidak bodoh. Kunjungan itu hanya ke sayap publik—tempat mereka pamer pencapaian untuk publik. Tidak akan ada yang berharga untuk penelitian serius. Dan kamu bukan tipe yang mudah termotivasi oleh pajangan."

Min-jae terdiam. Guru Choi terlalu jeli.

"Tapi," lanjut Guru Choi, "akademi punya kebijakan bahwa siswa dengan alasan kuat bisa mengajukan permohonan khusus. Jika kamu bisa memberiku alasan yang lebih… substansial, aku bisa membantumu."

Min-jae berpikir cepat. Ia tidak bisa mengungkapkan tentang medali atau penyelidikannya. Tapi mungkin ia bisa menggunakan sudut lain.

"Ayah saya menghilang setelah insiden di Ouroboros," ujarnya, suara rendah. "Saya tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saya hanya ingin… melihat tempat di mana ia terakhir bekerja. Mungkin itu akan membantu saya berdamai."

Alasan itu personal dan masuk akal. Guru Choi menghela napas, ekspresinya melunak. "Kehilangan orang tua memang berat. Baik, aku akan usahakan. Tapi tidak ada jaminan. Dan ingat, jika kamu ikut, kamu harus tetap dalam grup. Tidak boleh menyimpang. Ouroboros bukan tempat untuk berjalan-jalan sendirian."

"Saya mengerti, Guru. Terima kasih banyak."

Sepulang dari akademi, Min-jae merasa langkah kecil sudah diambil. Tapi ia butuh persiapan lebih. Jika ia benar-benar bisa masuk ke Ouroboros, ia harus punya cara untuk mengumpulkan informasi tanpa menarik perhatian.

Kemampuan sensing-nya mungkin bisa digunakan. Tapi di lingkungan yang penuh dengan kemungkinan pengawasan energi, itu berisiko.

Malam itu, saat ia berlatih meditasi, sistem di kepalanya memberikan notifikasi tak terduga:

**[Peningkatan kontrol psikis terdeteksi: 4.1%. Kemampuan baru tersedia: Psionic Cloaking (Dasar).]**

**[Penjelasan: Kemampuan untuk mengurangi pancaran energi psikis pengguna, membuatnya lebih sulit dideteksi oleh sensor psikis atau perangkat sejenis. Efektivitas terbatas.]**

Itu sangat tepat waktu. Seolah sistem itu membaca kebutuhannya dan beradaptasi.

Min-jae segera mencoba kemampuan baru itu. Ia berkonsentrasi, membayangkan dirinya membungkus energi psikisnya dengan lapisan 'kabut' halus. Sensasinya seperti menarik selimut di atas apinya. Pancaran sensing-nya yang biasanya terasa seperti riak halus di sekitarnya menjadi hampir tak terdeteksi.

**[Psionic Cloaking aktif. Tingkat deteksi berkurang 60%. Durasi: maksimal 30 menit. Cooldown: 2 jam.]**

Bukan sempurna, tapi cukup untuk situasi darurat atau untuk menghindari pemindai kasar.

Keesokan harinya, Guru Choi memberi kabar: permohonan disetujui. Min-jae bisa ikut kunjungan, dengan catatan ia harus berada di bawah pengawasan Guru Choi langsung.

"Kunjungannya besok," kata Guru Choi. "Bersiaplah. Dan jangan lupa, ini adalah kesempatan akademis, bukan… petualangan pribadi."

Pesan itu jelas. Guru Choi mungkin menduga sesuatu, tapi memilih memberi kesempatan.

Min-jae menginformasikan pada Ji-woo dan Seo-yeon bahwa ia akan absen sehari. Ia juga menerima telepon singkat dari Na-rae yang menanyakan kabar. Ia memberi tahu tentang kunjungan itu—Na-rae terdengar khawatir, tapi berharap ia berhati-hati.

Malam sebelum kunjungan, Min-jae memeriksa kembali semua yang ia ketahui tentang Ouroboros. Logo ular yang memakan ekornya sendiri melambangkan siklus tak berujung, keabadian, atau eksperimen yang terus berulang. Medali Anchor. Dual Resonance. Dan sekarang, ia akan masuk ke sarangnya sendiri.

Ia juga menyiapkan perangkat kecil: pena biasa (tapi dengan perekam suara mini yang ia beli online), kacamata hitam dengan lapisan anti-silau (sekalian untuk menyembunyikan arah pandangannya), dan tentu saja, kemampuan cloaking-nya yang akan ia aktifkan jika merasa ada pemindaian.

Besok, ia akan melihat langsung di mana ayah Min-jae 'menghilang'. Dan mungkin, jika beruntung, ia akan menemukan petunjuk tentang apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya sendiri.

Tidur tak mudah datang. Tapi saat ia akhirnya terlelap, mimpinya kembali dihantui oleh cahaya hijau dan suara teriakan—kali ini, lebih jelas. Dan sebuah suara, mungkin ayahnya, berteriak satu kata: **"LARIIII!"**

Min-jae terbangun dengan keringat dingin, jantung berdebar kencang.

Ini bukan sekadar investigasi. Ini menjadi personal.

Dan besok, ia akan melangkah lebih dekat ke pusat badai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!