NovelToon NovelToon
AL - IHSANIYYAH

AL - IHSANIYYAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Duniahiburan / Murid Genius / Idola sekolah / Mengubah Takdir
Popularitas:11
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Di Pesantren Al-Ihsaniyyah, cinta, ilmu, dan takdir keluarga Ihsani bersatu. Warisan Abah Muzzamil diuji, pilihan Inayah mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gemuruh Olimpiade, Api Unggun, dan Rahasia Cinta yang Tersembunyi

Setelah liburan selesai, para santri masuk kembali. Suasana pondok ramai lagi. Para santri disibukkan dengan kegiatan pondok juga kegiatan sekolah. Ning Hana pun juga disibukkan dengan mengikuti berbagai macam lomba yang disukai, yaitu berbentuk olimpiade pelajaran, dan itu berkali kali menang.

- Ning Hana (tersenyum bangga): "Alhamdulillah, bisa menang lagi. Semoga bisa terus memberikan yang terbaik untuk pondok."

- Teman 1: "Selamat ya, Ning. Kamu emang pinter banget."

- Teman 2: "Iya, Ning. Kita bangga sama kamu."

Kemudian, besok hari Ning Hana pulang dari Kota Bandung dan akan kembali ke kota Jakarta Timur karena selesai mengikuti perlombaan dan Ning Hana menang. Kemudian, malam harinya Ning Hana dan para santri putri tahfidz lainnya bakar bakar di depan asrama karena kepulangan Ning Hana bertepatan malam tahun baru, jadinya di asrama putri tahfidz lebih ramai dari biasanya karena para santri alumni juga datang berkunjung dan ikut bakar bakar.

- (Di depan asrama putri tahfidz, api unggun berkobar, menerangi wajah-wajah bahagia para santriwati. Aroma sate dan jagung bakar memenuhi udara.)

- Ning Hana: "Asyik banget ya malam ini. Tahun baruannya bareng sama kalian semua."

- Alumni 1: "Iya, Ning. Seneng bisa kumpul lagi di sini."

- Alumni 2: "Kangen banget sama suasana asrama."

Para santri putra yg berlalu lalang juga melihat bahwa asrama santri putri tahfidz sangatlah ramai lebih ramai dari bisanya sehingga yg berlalu lalang juga melihat ke sana semua karena dramanya juga jaraknya dekat lalu dari arah ndalem juga terlihat asrama putri tahfidz ramai Abi Haikal, Gus Rama dan Gus Wildan mau melihat ada apakah disana dan mereka juga tidak sengaja berpapasan dg santri alumni asrama tahfidz putri namanya Bella, Bella pun menyapa Gus Haikal, dan kedua anaknya Gus Rama dan Gus Wilda. Gus Wildan menanyakan ke Bella ada apa ramai ramai di asrama Bella menjawab lagi bakar" Gus disana. stelah itu Bella pamit duluan karena ingin membeli bahan bahan yg kurang dan Abi Haikal, Gus Rama dan Gus Wildan pergi ke asrama putri tahfidz untuk mengecek dan benar saja sampai disana ramai sekali bahkan ada mbak" pengurus dan juga kang kang pengurus keamanan ikut bakar" juga

(Para santri putra berjalan melewati depan asrama putri tahfidz. Mereka melihat keramaian dan api unggun yang menyala terang.)

- Santri Putra 1 (terkejut): "Wah, rame banget di asrama putri."

- Santri Putra 2 (penasaran): "Iya, ada acara apa ya?"

- Santri Putra 3 (mengintip): "Kayaknya lagi bakar-bakar tuh."

- Santri Putra 4 (tertawa): "Wah, seru banget. Pengen ikutan."

- Santri Putra 5 (menegur): "Hus, nggak boleh gitu. Itu kan acara khusus santriwati."

- Santri Putra 6 (menggoda): "Tapi, Ning Hana cantik banget ya malam ini."

- Santri Putra 7 (menasihati): "Udah, jangan mikir yang aneh-aneh. Mending kita fokus belajar aja."

- Santri Putra 8 (pasrah): "Iya deh. Tapi tetep aja penasaran."

- Santri Putra 9 (beristighfar): "Astagfirullahaladzim... Kita harus menjaga pandangan."

- Santri Putra 10 (mengajak): "Ya udah, yuk kita balik ke asrama aja."

(Para santri putra melanjutkan perjalanan mereka, namun sebagian dari mereka masih mencuri pandang ke arah asrama putri tahfidz dengan rasa penasaran dan kekaguman.)

- (Abi Haikal, Gus Rama, dan Gus Wildan berjalan menuju asrama putri tahfidz. Mereka berpapasan dengan Bella.)

- Bella: "Assalamualaikum, Abi, Gus Rama, Gus Wildan."

- Gus Haikal: "Waalaikumsalam, Bella. Kok ramai sekali di asrama putri?"

- Bella: "Lagi bakar-bakar, Gus. Ning Hana baru pulang dari lomba."

- Gus Wildan: "Oalah, gitu. Ya sudah, kami permisi dulu ya."

- Bella: "Monggo, Gus."

(Abi Haikal, Gus Rama, dan Gus Wildan tiba di depan asrama putri tahfidz. Mereka melihat keramaian dan kebahagiaan terpancar dari wajah para santriwati.)

- Gus Haikal: "Wah, rame banget ya."

- Gus Rama: "Iya, kayaknya seru banget nih."

- Gus Wildan: "Ya sudah, kita pantau dari sini aja. Biar mereka seneng-seneng."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!