Angel mencintai Malvin dengan sepenuh hati. Sampai dia menghabiskan waktunya hanya untuk mendapatkan perhatian Malvin. Dia bahkan memaksa orang tuanya untuk menjodohkan mereka. Pernikahan yang dia impikan bisa berakhir bahagia nyatanya berakhir tragis.
Dia terbunuh di tangan Malvin dan sepupunya sendiri. Arwah nya keluar dari tubuh nya. Rahasia - rahasia yang tidak di ketahui perlahan terungkap. Bahkan dia melihat seseorang yang mencintainya dengan tulus padahal dulu dia menghina pria itu demi seorang Malvin.
---------
"Maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu! Aku bersumpah jika aku akan membalas mereka semua. " --- Langit Al Ghassal.
"Jika aku di berikan kesempatan kedua, aku berjanji akan mencintaimu." --- Angelina Chloe Dominic.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perubahan Angel
Setelah drama yang sempat terjadi di tengah jalan karena kekacauan yang Angel ciptakan. Hanya dengan uang semua bisa beres. Yaps, Angel mengeluarkan uang 20 juta yang ada di tas nya dan memberikan nya kepada pengendara yang di rugikan nya itu.
Dia kembali menancap gas menuju sekolah sambil memikirkan bagaimana cara untuk menyelematkan Langit. Siapa pelaku dari orang yang mencoba membunuh Langit? Tapi satu nama muncul di kepala Angel yang mana hanya dialah yang patut untuk di curigai. Siapa lagi jika bukan Malvin sih pria brengsek.
Saat mobil Angel memasuki gerbang sekolah semua murid disana menatap kagum pada mobil yang baru masuk. Selama ini tidak ada mobil yang lebih mewah dari pada mobil milik Azam dan Dania yang mereka kenal adalah Kakak Beradik. Lalu mobil siapa yang baru saja masuk?
Bahkan mobil itu lebih mewah dari pada mobil Dania yang mereka pikir adalah anak pemilik sekolah. Mobil terparkir dengan sempurna dan turunlah sosok gadis spek bidadari membuat mata laki - laki yang ada disana terpanah akan kecantikan yang sempurna. Pahatan yang begitu indah, lekuk tubuh yang perfect dan rambut hitam alami yang tergerai panjang melewati bahu membuat kecantikan nya berkali-kali lipat.
Dania yang melihat itu jelas mengenali siapa gadis itu. Siapa lagi jika bukan Angel sepupu yang sangat dia benci karena begitu sempurna. Dania melotot melihat penampilan Angel yang kembali seperti dulu. Dia menggeleng, dia tidak boleh membiarkan Angel lebih cantik darinya.
Dani berlari menghalangi langkah Angel dan menarik tangan nya. Tapi secepat kilat Angel menepis tangan itu. Dia mengambil sapu tangan dari sakunya dan mengelap tangan yang baru saja bersentuhan dengan Dania. Seolah tangan Dania adalah virus yang sangat menjijikkan.
"Bisa nggak Lo nggak usah pegang - pegang, "
Dania mengepalkan tangan mencoba untuk bersikap biasa. "Kamu yang apa - apaan? Kenapa penampilan kamu kaya begini? Ini bukan kamu banget, Angel. "
Angel menatap datar sepupunya dengan tangan bersedekap. "Terus aku yang biasanya kaya gimana maksud kamu?"
"Ya--Ya maksud aku.. " Dania tampak menjadi gugup, dia menyusun kata - kata yang sesuai. " Kamu tau kan kalo Malvin nggak akan suka lihat penampilan kamu kaya begini, dia itu sukanya tipe cewek yang pastinya penampilan nya itu lebih mencolok.. "
"Terus, " Angel maju satu langkah seperti menantang. "Kamu pikir dari tadi aku nggak mencolok gitu.. Nggak lihat semua laki disini bengong lihat kecantikan aku.. Lagian aku mau penampilan kaya gimana pun itu bukan urusan kamu dan jangan campuri urusan aku, "
Jelas saja Dania terkejut, ini untuk pertama kalinya Angel berkata sinis padanya. "Kamu sakit?"
"Makasih udah peduli tapi aku sehat tanpa kurang satu apapun.. Justru kayanya kamu deh yang sakit, wajah kamu tegang banget, "
Memang tubuh Dania sedikit bergetar karena aura yang dimiliki Angel sekarang berbeda. Bukan gadis lemah yang selalu berada di bawah perintah nya."B--bukan begitu.. T---Tapi aku hanya mencoba menjadikan kamu yang terbaik di mata Malvin.. D--dia pasti kecewa banget kalo lihat penampilan kamu kaya begini." kata Dania dengan gugup.
Angel menyingkirkan poni sedikit dari dahinya, menatap Dania dengan dingin. "Sayang nya aku sama sekali nggak peduli.. Kan aku udah bilang kalo sekarang aku pindah haluan ke Langit.. Bukan nya--"
"NGGAK, " tanpa sadar suara Dania melengking. Dania melirik sekitar dengan malu kemudian kembali menatap Angel. "Kamu nggak boleh suka sama langit."
"Kenapa? Kenapa gue nggak boleh suka sama Langit?" Angel semakin menatap tajam, tatapan yang penuh intimidasi. "Lo nggak suka kan sama Langit?" matanya menyipit tanda curiga. Sekalipun sebenarnya dia sudah tau jawabannya.
Dania menelan ludah gugup, kakinya gemetar dan tubuh nya merasa tegang. "N--nggak mungkin aku suka sama Langit.. Maksud aku, Langit itu bukan cowok yang baik. Dia itu cowok brengsek yang sukanya mainin perasaan cewek. Kamu jangan tertipu sama wajah nya yang ganteng. Lagian Langit itu cuma orang miskin yang nggak pantes buat kamu.. Di bandingkan sama Malvin jelas sangat jauh bagaikan langit dan bumi. Malvin lebih dari segalanya, " Dania mencoba memprovokasi Angel agar membenci Langit. Dia tidak rela jika pria incaran nya menjadi milik sepupunya.
Tapi jawaban Angel membuat Dania bungkam. "Begitu ya.. Tapi aku nggak peduli! Kamu tau kan kalo cinta itu buta dan membuat kita menjadi gila. Seperti itulah aku, terpedaya dengan sosok Langit Al Ghassal dan ingin memilikinya. Apa tadi katamu? Dia dan Malvin berbeda. " Angel tertawa dalam hatinya. Jelas beda karena Langit ku bukanlah Malvin sih brengsek..
"Mereka memang beda.. Dari segi mana pun memang beda karena sesuai namanya Langit.. Dia akan selalu berada di langit.. Malvin nggak ada apa - apanya kalo berhadapan dengan Langit. Bahkan Langit selalu mendapatkan juara di kelas nya dan selalu mengikuti kompetisi Olimpiade, mengharumkan nama sekolah. Lalu apa yang sudah di perbuat sama Malvin yang kerjaan nya cuma bisa leha - leha, " Dania diam, dia kalah telak karena itu memang kenyataan nya.
Setelah mengatakan itu Angel pergi meninggalkan Dania dengan wajah marah dan menatap punggung Angel dengan penuh kebencian. Tanpa di sadari jika ada sepasang telinga yang mendengarkan semua pembicaraan kedua gadis itu. Dia mengembangkan senyuman nya lalu pergi dari sana.
000000000000000000
Angel memasuki kelas nya, semua murid terdiam menahan nafas saat aroma parfum Angel menghipnotis semua pria yang ada disana. Bahkan Malvin ang the geng nya menatap Angel dengan mata yang berkedip beberapa kali. Mata Malvin hanya menatap datar wajah Angel yang melewatinya.
"Dia siapa?
"Cantik banget.. Sumpah..
" Apa jangan - jangan murid baru?"
"Dia Angel, " kata Malvin tiba - tiba yang sontak membuat semua teman nya membelalakkan mata.
"Jangan bercanda Lo, Vin..Mana mungkin cewek cakep spek bidadari kaya dia sih Angel yang muka badut itu, " kata Beno menyanggah ucapan Malvin.
"Tapi emang mukanya mirip Angel sih, cuma cantikan versi yang ini, " timpal Mahesa sampai sulit untuk bernafas saat tanpa sengaja matanya bertabrakan dengan Angel.
"Oh gue tau, jangan - jangan tuh cewek sengaja dandan kaya begini buat cari perhatian Lo.. Dan gue akui dia emang cantik sekarang.. Gimana sama Lo, Vin.. Kesemsem nggak Lo sama dia?" tanya Eza menaik turunkan alis nya.
"Nggak mungkin, " Mahesa menggeleng cepat. " Malvin itu sukanya sama Dania.. Cintanya udah mentok sama Dania, " semuanya terkekeh. Mereka tau seberapa dalam hubungan Malvin dan Dania bahkan sudah melewati batas.
Malvin hanya memasang wajah datar tanpa mempedulikan ocehan teman - teman nya. Tapi dalam hati dia bertanya - tanya tentang perubahan Angel. Bahkan Angel yang biasanya hanya sekedar menyapa dan berasa - basi untuk mengambil perhatian Malvin. Sekarang malah terkesan cuek.
•
•
•
BERSAMBUNG