NovelToon NovelToon
Transmigrasi Gadis Angkuh

Transmigrasi Gadis Angkuh

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:346.6k
Nilai: 5
Nama Author: Adira_Mutiara

Lisa Anggraeni , seorang gadis yang tengah berjalan dengan sahabatnya setelah dari aktifitas kuliah mengalami kecelakaan saat dia tengah menunggu bus yang ada di sebrang jalan. Dia menoleh dan melihat ada motor melanu cepat membuatnya mendorong Hani. Dan membuatnya menjadi korban kecelakaan. Lisa yang mengalami luka luka sempat di bawa ke rumah sakit. Namun sayang, saat dirinya sedang di operasi, nyawanya tak bisa di selamatkan.
Lisa yang tahu dirinya mengalami kecelakaan sebelumnya mengira dia selamat, dan berada di salah satu rumah sakit.
Tapi saat dia sadar justru, dia sedang di salah satu ruangan kosong gelap dan pengap.
Namun saat dirinya berusaha mencari jalan keluar, dia justru melihat bayangan seseorang dari kaca hias kecil.
"Aaaaaa... Wajah siapa yang ada di mukaku ini!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adira_Mutiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Imbangi

Setibanya di rumah, Rubby melangkah pelan. tapi matanya menatap ke arah mobil yang terparkir di halaman, ia kenali dari ingatan Rubby.

itu adalah mobil yang biasa Jenia pakai setiap hari, dan kenapa mobil itu sudah ada di halaman rumahnya.

"mesti lagi caper nih sama orang rumah."

Dalam hati, Rubby berdecak sebal karena pasti di dalam rumah akan ada drama yang terjadi jika dia masuk ke sana. dengan helaan nafas, Rubby berjalan pelan. ada ringisan kecil saat kulit di bagaian pahanya mengenai bahan rok yang di kenakan. walau sudah di olesi salep, tapi rasa perih sakit masih terasa.

Tiba saat masuk ke rumah, dia mendengar sedikit isakan dari seseorang yang duduk di ruang tamu. di sebelahnya ada ibunya yang sedang menenangkan seseorang agar tidak menangis.

"Rubby, akhirnya kamu pulang juga" ucap Iram yang duduk di kursi sofa single.

dengan langkah pelan, dan sedikit meringis. Rubby melangkah mendekati dimana orang tuanya duduk. Iram yang melihat langkah kaki Rubby yang sedikit pincang membuatnya beranjak dan mendekat ke putrinya.

"kaki kamu kenapa?" tanya Iram yang merangkul Rubby, dan mendudukan putrinya di sofa.

Rubby menatap wajah Iram dan Sonia secara bergantian, lalu menatap ke arah Jenia yang menunduk. dalam otaknya dia langsung berfikir, mungkin Jenia sedang memainkan peran menjadi anak yang tersakiti.

Tapi disini Lisa, wanita tangguh yang menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran. tapi disini dia akan memainkan peran agar dirinya lebih unggul dari gadis licik itu.

Dengan tatapan polos dan matanya mulai berkaca kaca, Rubby menatap wajah Iram yang masih khawatir. mendadak dia berlagak menjadi gugup dan gelisah. takut jika rencananya justru gagal dan Jenia semakin menyerangnya.

Sonia yang melihat putrinya bungkam beranjak dan duduk di sebelah Rubby, "kenapa, sayang?"

Rubby hanya menggeleng kecil, tapi bibirnya bergetar sedikit. dia seakan menahan tangisnya. "oh ya ampun.. aku baru bermain peran tapi kenapa puas banget y."

"awww... " pekik Rubby yang meringis kala pahanya di sentuh oleh ibunya.

"Astaga, sayang.. kenapa? ada yang sakit?"

"enggak, ma. gapapa kok, ma"

Sonia sekali lagi menyentuh paha putrinya dan Rubby kembali meringis, karena tak sabar. Sonia menyibak sedikit rok Rubby. paha putih itu merah sedikit melepuh. Sonia membekap mulutnya dan matanya berkaca kaca. lalu dia menatap ke arah Rubby dan segera memeluknya dengan erat. hatinya sakit saat melihat bagian tubuh putrinya terluka.

"siapa yang lakuin ini sayang?" bisiknya

Iram yang melihat itu, mengepalkan genggaman tangannya. dia merasa gagal menjadi seorang ayah yang tidak bisa menjaga putrinya agar tidak terluka.

"udah di obati sama kak Galen kok, ma. gapapa, besok juga udah sembuh kok" suaranya lembut tapi sedikit bergetar.

"kita ke rumah sakit. ini harus di obatin, mama nggak mau ada bekasnya."

"pelayan! suruh supir siapkan mobil sekarang" Iram pergi, tapi dari cara memanggil pelayan untuk menyiapkan mobil begitu penuh emosi.

Rubby sekilas tersenyum samar, tidak ada siapapun yang melihat senyum samar dari Ruby. tapi dia melihat ke arah Jenia yang menatap ke arahnya dengan kesal.

"Rubby kamu dengerin mama. siapa yang lakuin ini?" suara Sonia kembali terdengar dan membuat Ruby menjadi sadar.

"udah ma. gapapa kok. lagian Jenia pasti nggak sengaja... eh" Rubby seolah panik dan menutup mulutnya. dia menunduk dan meremas roknya kembali.

Sonia yang mendengar nama keponakannya disebut, dia segera menatap ke arah Jenia, "Jenia? apa maksud kamu, sayang?"

"nggak ma, Ruby salah ngomong tadi."

Sonia menggeleng, walau putrinya keras. tapi dia tidak pernah berbohong jika sedang merasakan sesuatu. itu yang dia ingat dulu, dan kini dia merasa jika ada sesuatu yang tidak beres.

"apa benar ini ulah kamu, Jeni? kenapa tega sekali sama Rubby" lirih dan tak percaya dengan apa yang di dengarnya dari Rubby.

Jenia yang awalnya berniat membuat nama Rubby buruk. justru kini dirinya terjebak dengan ucapan Rubby yang mengatakan jika dialah penyebab lukanya. keringat dingin mulai membasahi punggungnya. dia bingung untuk menjawab tuduhan dari Sonia.

"Jenia. apa Rubby memiliki salah denganmu? kenapa kamu justru menyakitinya"

Sonia dan Ruby menoleh ke arah suara seseorang yang baru saja masuk dari pintu utama rumah itu. Galen sejak awal berniat mengantar Rubby pulang. tapi dia memiliki jadwal yang tidak bisa di tinggal, dan saat latihan basketnya selesai, ternyata Rubby sudah pulang. jadilah dia mampir sejenak untuk memastikan jika Ruby sudah berada di rumah.

Dan waktunya entah bagaimana, Jenia berada di sana saat dia mendengar jika Ruby keceplosan mengatakan luka di paha.

"Galen! apa maksud kamu?"

"temen aku liat Jenia sengaja jatuh dekat Rubby. mangkok isi kuah bakso panas tumpah mengenai bagian sisi rok Rubby dan membuat luka bakar di pahanya" terang Galen yang semakin membuat Jenia takut.

Iram yang baru saja datang setelah mengambil dompet dan ponsel langsung menatap tajam ke arah Jenia. kenapa keponakannya justru sangat kejam dengan putrinya. dalam hati dia mulai berfikir apa sebelumnya juga Jenia yang membuat masalah. karena sejak lama Jenia pasti akan pulang mengadu kepadanya dan Sonia.

Dia masih ingat, saat Jenia mengatakan tentang keburukan Rubby di sekolah yang katanya membully dirinya. jika memang benar Jenia melakukan itu, berdosa sekali dia yang selalu memarahi putrinya tanpa mendengar penjelasan terlebih dahulu.

"om,, tante... ini nggak bener, semuanya nggak sengaja, om,, tante." kilah Jenia yang justru membuat pengakuan jika memang dirinya yang membuat Ruby terluka.

"tapi itu sakit.. kuahnya terlalu panas, Jenia." lirih Rubby yang matanya sudah menitihkan air matanya.

Galen segera mendekat ke arah Ruby, "hei,,, jangan nangis.. ayo kita ke rumah sakit. aku nggak mau lukanya membekas dan itu ngga baik buat kamu"

Sonia mengangguk dan beranjak, lalu dia memanggil pelayan untuk membawa tas milik Ruby ke kamarnya. dan dia berpamitan sebentar untuk mengambil tas dan isinya. Galen yang ada di samping memegang bahu Rubby dan memapah Rubby untuk keluar menuju mobil.

"ayo ke mobil dulu."

Dan tinggallah Jenia dan Iram, pria itu menatap Jenia dengan tajam. dan melangkah mendekati gadis yang tertunduk di tempat duduknya.

"jangan ganggu putriku. kau hanyalah orang asing di keluargaku. saya mungkin dulu akan membelamu , tapi melihat tindakanmu tadi saya tidak Terima akan kelakuanmu yang memperlakukan putriku seperti itu. saya akan membicarakan ini dengan ayahmu. dan pastinya jangan pernah datang kemari lagi jika hanya ingin mencari muka di rumahku"

degh..

*

*

Di luar rumah, Galen menggandeng Rubby dengan hati hati. Galen memperlakukan adik sepupunya seperti berlian yang harus di jaga dengan baik.

"gimana akting aku kak" bisiknya dengan kekehan kecil.

Galen menoleh dan menatap tak percaya saat mendengar ucapan Rubby. senyum mengembang di wajah Ruby sangat membuatnya tak masuk akal.

"ap-apa maksud kamu?"

Rubby menghapus air matanya dan tersenyum lebar, "aku hanya ingin membalas Jenia, kak. tapi dengan cara lebih lembut dari dia"

"astaga, Ruby!"

Galen memundurkan langkah, wajahnya benar-benar terkejut. bagaimana bisa adik sepupunya memiliki pemikiran seperti itu, dia berakting untuk membalas Jenia.

"aku bodoh dan salah selama ini. aku selalu diam saat Jenia berlaku seenaknya. aku,, aku hanya ingin merubah dan membalas apa yang Jenia lakukan."

"kakak dukung rencana kamu, kita buat gadis itu merasakan apa yang kamu rasakan"

*

*

Hai,,

Jangan lupa komen sama like nya biar makin semangat buat nulis..

💜💜💜

1
awesome moment
rubby n anak hasil surrogate mother y? sonia pengin punya anak perempuan dan dina sahabatnya yg berkorban hamil tp malah meninggoy saat rubby lahir
awesome moment
g salah n?
awesome moment
rimba niat bgts lho
awesome moment
suruhan rimba
awesome moment
oom permen. nama yg kiyut lho
awesome moment
cerdik
awesome moment
whoah...ruby sdh dpt pendukung dan pelindung sekaligus
Jeann
sp yg naro bawang disini
Yuyun Zampiet
aneh lah, yg jenguk pembantu bukan orgtua
paijo londo
tuh kaaan bener ditandain ma rimba🤣🤣🤣
paijo londo
ha,,ha,,ha,,, mati kamu kalo rimba sampe suka kamu awaaasss tuh entar ditandain ma Rimba loo🤭🤭🤭
Erlina Ibrik
siapa Sari? mama Ruby kan Sonia ? typo thor
Dede Mila
botol Yakult mewek🤣🤣🤣
hayo loh rimba anak orang nangis 💃💃💃💃
Dede Mila
waduh 🤦🤦🤦💃💃💃💃💃💃
yuzu
thor gimana ini ceritanya sih...kan rubi udah pernah ketemu rimba..pas bayarin rokoknya dan dikasih permwn jadinya om permen..ko kaya baru ketemu pas digoda depan papanya...??? yg faham jawabin donks....
Andrea
/Rose//Rose/
Andrea
bukan'y udah kenalan ya🤔
Andrea
jdi bingung bnyk cwo yg suka ama Ruby
Andrea
🤣🤣🤣🤣
Atoen Bumz Bums
kapok kan menggatal ruby
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!