Kania Maharani, harus menerima kenyataan pahit saat sang suami lebih memilih untuk kembali pada sang mantan kekasih setelah satu tahun usia pernikahan mereka.
Dulu mereka di jodoh kan saat Erlan Hadi Wijaya di tinggal kan oleh kekasih nya, demi pria lain.
Setelah sang kekasih berpisah dari laki - laki pilihan nya, dia ingin kembali pada Erlan. Erlan yang masih mencintai Wina, menerima wanita itu kembali tanpa perduli perasaan Kania.
Apakah Kania tetap bertahan dan menerima diri nya di madu, atau memilih mundur karena dia bukan lah istri pilihan suami nya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
"Assalam mu'alaikum!" Suar orang mengucap kan salam terdengar oleh semua orang.
"Wa'alaikum salam!" Jawab orang - orang yang ada di dalam.
Umi Latifah bergegas keluar untuk melihat siapa tamu yang datang,
"Pak Beni, Bu Indri, ayo masuk!" Umi Latifah langsung mempersilahkan tamu nya masuk.
Kedua nya langsung masuk dan terkejut melihat di sana ada Kania sedang bersama orang lain, di sisi lain mereka merasa bahagia melihat Kania baik - baik saja.
"Kania, kamu di sini nak?" Tanya Mama Indri.
"Iya Ma, Kania baru pagi ini tiba di sini!" Jawab Kania jujur.
"Kania, maafkan Erlan nak. Mama tahu Erlan sudah sangat keterlaluan pada mu!" Mama Indri memeluk Kania dengan erat.
Bu Sarah memperhatikan Mama Indri dengan seksama, dia memperhatikan reaksi Mama Indri pada putri nya.
"Pak Beni, bu Indri, perkenalkan mereka adalah pak Rama dan bu Sarah. Mereka adalah orang tua kandung Kania!" Abah Muis langsung memperkenalkan mereka.
Seketika wajah Pak Beni mendadak pias, walaupun di tidak pernah bertemu langsung dengan pak Rama. Tapi dia tahu pak siapa pak Rama, penguasa sebuah kerajaan bisnis. Pemilik beberapa perusahaan besar, apa yang di lakukan oleh Erlan kini bisa mengancam keadaan perusahaan nya.
"Apa??? Orang tua kandung Kania?" Pak Beni bertanya dengan suara bergetar.
"Iya pak, Kania sudah bertemu dengan orang tua Kania!" Jelas Abah Muis lagi.
"Saya Indri bu, mertua nya Kania!" Mama Indri berkata sambil mengulurkan tangan nya.
"Saya Mama Sarah, Mama kandung nya Kania!" Bu Sarah menyambut uluran tangan Mama Indri.
"Mama, bagai mana Mama dan Papa tahu Kania ada di sini?" Tanya Kania pada mereka.
"Sejak kemarin kami mencari mu nak, tapi kami tidak berhasil menemukan mu. Jadi kami memutuskan untuk mencari mu ke sini!" Jelas Mama Indri.
"Ma, mas Erlan sudah menjatuhkan talak pada ku. Jadi aku tidak punya hak lagi untuk tinggal di sana!" Jawab Kania sambil menunduk kan kepala nya.
"Kania, Maafkan Erlan nak. Mama tahu Erlan salah pada mu!" Ujar Mama Indri.
"Ma, mungkin aku dan mas Erlan memang tidak berjodoh. Aku ikhlas menerima semua ini!" Jawab Kania sambil tersenyum.
"Umi, Abah, maafkan kesalahan Erlan. Aku tahu Erlan sudah sangat keterlaluan!" Papa Beni berkata pada Abah Muis.
"Semua nya sudah terjadi, tidak ada yang perlu di sesali. Saat ini Kania sudah aman bersama kami kembali!" Abah Muis berkata lagi.
"Abah, mungkin setelah ini kami akan membawa Kania pergi dari sini. Putri ku begitu berharga, dan dia bukan barang yang bisa di buang begitu saja saat sudah tidak di butuh kan lagi!" Pak Rama berkata dengan tegas.
Semua orang terdiam mendengar nya, wajar saja pak Rama marah besar saat mengetahui putri kandung nya di perlakukan dengan tidak baik oleh suami nya. Ayah mana yang sanggup melihat putri nya di buang begitu saja, terlantar di jalanan sedang kan suami nya malah bersenang - senang dengan wanita lain.
*****
Di tempat yang berbeda, di rumah kediaman Erlan dan Kania.
Wina sedang membersihkan luka di sudut bibir Erlan, luka akibat pukulan dari Papa Beni tadi. Sesekali Erlan tampak meringis kesakitan, menahan perih.
"Orang tua mu keterlaluan sekali, Mas. Demi wanita yang tidak jelas asal usul nya itu, dia malah dengan tega memukul mu hingga babak belur begini!" Wina mulai menebar racun kebencian di hati Erlan untuk kedua orang tua nya.
Erlan hanya terdiam, dia tahu bahwa saat ini diri nua memang bersalah. Tidak seharusnya dia membiarkan Kania pergi sendirian, padahal dia tahu Kania tidak memilii siapa - siapa di sini. Jika memang dia tidak mengingin kan Kania lagi, seharusnya dia mengembalikan semua nya pada orang tua nya secara baik - baik.
Walaupun dia tahu bahwa Kania bukan lah anak kandung Abah Muis dan Umi Latifah, tetap saja mereka adalah orang tua nya. Tapi perasaan cinta nya pada Wina begitu besar, hingga membutakan mata hati nya.
"Ini memang salah ku, seharusnya aku mengembalikan Kania dengan cara baik - baik!" Erlan berkata dengan lirih.
"Cukup mas, jangan menyalahkan diri sendiri. Kania memang pantas di usir, wanita tidak jelas asal usul nya seperti itu memang pantas nya tinggal di jalanan, bukan rumah mewah seperti ini!" Wina merendahkan Kania.
"Aku lelah Win, aku ingin istirahat!" Erlan melangkah kan kaki nya menuju ke kamar nya.
Kini tinggal lah Wina sendirian di ruang tamu, dia memperhatikan setiap sudut rumah mewah ini. Sebuah senyuman terbit di sudut bibir nya, senyuman yang di penuhi dengan niat licik.
"Sudah cukup selama ini Kania menikmati kemewahan di rumah ini, wanita rendahan seperti Kania tidak pantas untuk tinggal di istana megah ini. Mulai saat ini semua ini milik ku, sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Erlan!" Wina berkata pada diri nya sendiri.
Wina lalu mendekati dinding di mana di sana terpasang bingkai besar berisi foto pernikahan Erlan dan Kania, Wina memandang nya dengan penuh kebencian.
"Mbok Nah,,,,!" Teriak Wina dengan suara lantang.
Mbok Nah yang mendengar nama nya di panggil, berjalan dengan tergopoh - gopoh menemui Wina.
"Ada apa Non?" Tanya Mbok Nah sambil menunduk kan kepala nya.
"Lepaskan dan buang foto ini dari sini, semua foto - foto pernikahan Mas Erlan dan Kania hatus segera di singkir kan dari rumah ini!" Wina memberi perintah dengan gaya angkuh.
"Tapi Non,,,!" Mbok Nah tidak berani melakukan semua itu.
"Mbok Nah, Kania sudah tidak ada lagi di sini dan sekarang dia bukan lagi istri nya Erlan. Sebentar lagi aku yang akan menjadi istri nya Erlan, jadi aku tidak mau ada jejak Kania yang tertinggal di rumah ini. Jika mbok Nah berani menolak perintah ku, maka mbok Nah akan aku pecat sekarang juga!" Wina mengancam mbok Nah.
"Baik Non, akan mbok laksanakan. Tunggu sebentar, mbok panggil pak Syam dulu!" Mbok Nah langsung berlalu dari hadapan Wina.
Mbok Nah meminta bantuan pak Syam, Pak Syam adalah tukang kebun di rumah ini. Mbok Nah meminta bantuan pak Syam untuk melepas kan semua foto - foto pernikahan Kania dan Erlan.
"Mau di simpan di mana semua ini mbok?" Tanya Pak Syam setelah selesai mengumpulkan foto - foto ini.
"Bakar saja semua nya, jangan sampai ada yang tersisa!" Wina memberi perintah pada Mereka berdua.
"Pak Syam, bawa saja kebelakang. Biar nanti mbok saja yang membakar nya!" Mbok Nah berkata pada pak Syam.
"Baik mbok!" Pak Syam langsung membawa foto - foto itu berlalu dari hadapan Wina.
Begitu pun dengan mbok Nah, dia membawa semua kebelakang mengikuti langkah kaki pak Syam.
mudah2han rujuk lagi sama erlan
tapi erlan hrs berjuang dulu
Jangan lama-lama Up lagiii 😘😍
bikin ancur aja tuh mereka berdua pak Beni 👍😡