NovelToon NovelToon
Sang Legenda: Naga Langit

Sang Legenda: Naga Langit

Status: tamat
Genre:Misteri / Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:8.7M
Nilai: 4.5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Xiao Chen selalu dianggap murid terlemah di Klan Xiao.

Tidak punya bakat, selalu gagal dalam ujian, dan menjadi bahan ejekan seluruh murid.
Namun tidak ada yang tahu kebenaran sesungguhnya bahwa tubuhnya menyembunyikan darah naga purba yang tersegel sejak lahir.

Segalanya berubah saat Ritual Penerimaan Roh Penjaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Pertarungan Melawan Bandit

Melihat bandit itu mengangkat pedangnya yang berkarat ke arah anak kecil yang tak berdaya, keraguan di hati Xiao Chen lenyap, digantikan oleh hawa dingin yang mematikan. Dia tidak berteriak atau membuat pintu masuk yang megah. Di dunia yang kejam ini, efisiensi adalah segalanya.

Dia memetik dua helai daun dari dahan di atasnya. Dengan gerakan jari yang cepat, dia menyalurkan seutas tipis Qi Kekacauan ke dalam daun-daun itu, mengubahnya dari benda rapuh menjadi proyektil setajam silet.

SWISH! SWISH!

Dua bayangan hijau melesat di udara dengan kecepatan yang nyaris tak terlihat.

Bandit yang akan menebas anak itu tiba-tiba membeku, matanya melotot. Sebuah garis merah tipis muncul di lehernya. Di sampingnya, bandit lain yang sedang menjarah gerobak juga mengalami nasib yang sama. Tanpa suara, keduanya ambruk ke tanah, tewas bahkan sebelum mereka menyadari apa yang menyerang mereka.

Keheningan yang tiba-tiba itu membuat para bandit lain dan pemimpin mereka terkejut. Mereka berbalik dan melihat rekan mereka yang sudah tak bernyawa.

"Siapa di sana?!" raung pemimpin bandit itu, seorang pria kekar yang dijuluki Heihu (Macan Hitam). Matanya yang buas memindai hutan di sekeliling.

Dari atas pohon, sesosok pemuda berjubah hitam mendarat dengan ringan di tanah, tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Dia berdiri di antara para bandit dan para pedagang yang ketakutan, punggungnya menghadap mereka yang ia lindungi.

Heihu menyipitkan matanya. Dia bisa merasakan aura pemuda ini berada di Alam Pembangunan Fondasi, sama sepertinya. Tapi pemuda ini tampak begitu muda dan sendirian. "Bocah, kau cari mati?" geramnya. "Ini adalah urusan Geng Macan Hitam kami. Pergi sekarang dan kami akan berpura-pura tidak melihatmu."

Xiao Chen melirik sekilas pada mayat para penjaga karavan. "Sudah terlambat untuk itu," jawabnya dengan suara dingin.

Kemarahan melintas di wajah Heihu. "Dasar bocah sombong! Habisi dia!"

Lima bandit yang tersisa, semuanya di puncak Alam Pengumpulan Qi, meraung dan menyerbu Xiao Chen dari berbagai arah dengan senjata terhunus.

Xiao Chen bergerak. Dia seperti hantu yang menari di antara serangan. Sebuah tebasan pedang ia hindari dengan sedikit memiringkan tubuhnya. Saat si bandit kehilangan keseimbangan, sebuah pukulan siku dari Xiao Chen menghantam rusuknya, mengirimnya terbang dengan suara tulang retak. Bandit lain menyerang dari belakang; Xiao Chen berbalik dengan kecepatan kilat dan menangkap pergelangan tangannya, lalu dengan satu sentakan, mematahkannya.

Gerakannya sederhana, tetapi setiap serangan mengandung kekuatan yang tak terbantahkan. Dalam waktu kurang dari sepuluh tarikan napas, kelima bandit itu sudah tergeletak di tanah, mengerang kesakitan dengan anggota tubuh yang patah.

Kini, hanya Heihu yang tersisa. Wajahnya yang sangar kini dipenuhi keterkejutan dan kewaspadaan. Dia sadar pemuda di hadapannya bukanlah domba yang tersesat.

"Bocah, kau yang meminta ini!" Dia meraung dan mengayunkan pedang besarnya yang bergerigi, sebuah pedang algojo, menciptakan angin tajam yang menebas ke arah Xiao Chen.

Xiao Chen menghindari tebasan-tebasan berat itu dengan mudah, gerakannya ringan seperti daun yang tertiup angin. Frustrasi, Heihu mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk satu tebasan pamungkas, berniat untuk membelah Xiao Chen menjadi dua.

Kali ini, Xiao Chen tidak menghindar. Dia mengangkat tangan kanannya. "Tangan Penghancur Kekosongan."

Para pedagang menjerit ngeri, mengira mereka akan melihat pemandangan lengan yang terputus.

Telapak tangan Xiao Chen bertemu dengan pedang besar itu.

KRAAAAAKKK!

Suara retakan yang nyaring terdengar, tetapi bukan berasal dari tulang Xiao Chen. Jaring laba-laba retakan muncul di permukaan pedang algojo yang tebal itu. Kekuatan getaran dari Qi Kekacauan telah menghancurkan logamnya dari dalam.

Dengan satu dorongan terakhir, pedang itu hancur berkeping-keping.

Heihu membeku, menatap gagang pedang di tangannya dengan mata terbelalak ngeri. Sebelum dia bisa bereaksi, telapak tangan Xiao Chen yang lain telah mendarat dengan lembut di perut bagian bawahnya, di lokasi dantian-nya.

"Kau tidak pantas memiliki kultivasi," kata Xiao Chen dingin.

Heihu menjerit kesakitan saat gelombang energi perusak menyerbu pusat spiritualnya, menghancurkan fondasi yang telah ia bangun dengan susah payah. Kakinya lemas, dan dia ambruk ke tanah, kini tidak lebih dari seorang cacat.

Keheningan kembali menyelimuti jalanan itu. Xiao Chen berdiri di tengah-tengah para bandit yang kalah, ekspresinya tenang namun matanya memancarkan hawa dingin. Ini adalah pertarungan pertamanya di dunia luar.

Para pedagang yang selamat, dipimpin oleh seorang kakek tua, perlahan mendekat dan berlutut serempak. "Terima kasih, Tuan Muda Abadi, karena telah menyelamatkan nyawa kami yang tidak berharga ini!"

"Selamat datang di dunia nyata, bocah," suara Yao Huang terdengar di benaknya, tanpa sedikit pun emosi. "Di luar sana, kebaikan tanpa kekuatan adalah kebodohan. Kau melakukan apa yang harus dilakukan. Biasakan dirimu."

Kakek tua itu kemudian menjelaskan bahwa mereka adalah karavan kecil yang juga sedang dalam perjalanan menuju Kota Angin Perak. Sebagai rasa terima kasih yang tak terhingga, dia memohon agar Xiao Chen sudi bergabung dengan karavan mereka, menawarkan semua kenyamanan yang mereka miliki.

Xiao Chen berpikir sejenak. Bepergian dengan karavan memang lebih lambat, tetapi juga tidak terlalu menarik perhatian dan bisa memberinya waktu untuk belajar lebih banyak tentang dunia di sekitarnya. Dia mengangguk.

Saat karavan itu mulai menata diri kembali, Xiao Chen menatap jalan panjang di depan. Dia kini adalah bagian dari kelompok orang-orang biasa yang bepergian di dunia kultivator yang berbahaya.

1
Yanto Ibon
catat nih. .. kultivasi MC sdh di puncaknya.. jangan ngaco lagi thorrrr
Yanto Ibon
aneeeh. . author nih parah
Toto Sucipto
Mudah-mudahan seterusnya di level Alam Pembangunan Pondasi, tidak berubah lagi menjadi lebih rendah atau tinggi. Lanjut, Thor ...
Toto Sucipto
Mantap Chen....sikat semuanya, bantai abis. Thor tahu apa yang diidamkan pembaca, memanjakan penikmat cerita. Keren, Thor...👍👍
Toto Sucipto
Iya....gimana ini Thor ? XC sudah tingkat berapa ?
Toto Sucipto
Banguuuunnnnnn....jangan menyerah Chen. Semangaaatttt....
Toto Sucipto
Kerreeennn.... Bantai abis para penghambat jalan. Maju, Chen...
Toto Sucipto
Diterjemahkan dong tingkatan kultivasinya, Thor... Jadi, nantinya tidak sulit untuk mengikuti alur ceritanya. Lanjuuuttt....
Toto Sucipto
Semangaaaaatttt....alur cerita tampaknya akan menarik. Semogaaa....👍👍👍
Yanto Ibon
selanjutnya ketika dipake bertarung seperti biasa kehabisan Qi. .. hahahaha 🤭
Yanto Ibon
mulai deh. .. kehilangan Qi lagi MC
Yanto Ibon
author ni kacaaauuu
Sefran Yuanda
alur nya mirip banget sama warisan mutiara hitam. part resep nya adalah hasil kerjaan murid yang gagal
Sachroni
Gw kehabisan qi neh jadi Stop dulu bacanya.
Sachroni
Kasihan Su Qingyu 🤣🤣😄
Didik Dhol22
mc lemah dapat kekuatan terus kok masih keroyokan🤭🤭
Didik Dhol22
mc lemah
Sefran Yuanda
lah, bukan nya tunangan nya baik ya. kok jd ngaco cerita nya
Ardi Provision
mc bodoh
Asmar Aco
jurus burit kentut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!