NovelToon NovelToon
Kebangkitan Naga Astral

Kebangkitan Naga Astral

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Seorang murid sekte luar yang dihina karena akar spiritualnya yang cacat secara tidak sengaja membangkitkan sebuah pusaka kuno di lembah terlarang. Pusaka tersebut tidak memberinya kekuatan instan, melainkan sebuah metode kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap dan memurnikan Qi dari garis keturunan binatang buas mitologis. Untuk mencapai puncak, ia harus menempuh jalur yang penuh darah dan memburu eksistensi terkuat di langit dan bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pukulan Pengekang Arogansi

​Zhao Hai tertegun. Matanya menatap ujung cambuk kulitnya yang tertahan di udara, seolah benda pusaka tingkat rendah itu baru saja membentur dinding baja baja alih-alih lengan seorang manusia. Qi abu-abu yang mengalir di sepanjang cambuk tersebut mendesis liar, namun tak mampu menembus sisik batu yang tersembunyi di balik lengan baju Lin Tian.

​"Kau... kultivasimu tingkat dua?" Zhao Hai memicingkan mata, merasakan fluktuasi energi dari tubuh Lin Tian. Sesaat kemudian, ia tertawa sumbang. "Hanya kebetulan menerobos ke tingkat dua dan memungut semacam pelindung lengan, kau sudah berani bertingkah sombong di hadapanku? Aku berada di tingkat lima!"

​Zhao Hai menarik cambuknya dengan kasar, berniat merobek lengan Lin Tian.

​Namun, cambuk itu tidak bergerak sedikit pun.

​Wajah Zhao Hai berubah kaku. Ia mengerahkan seluruh tenaga di lengannya, mengalirkan Qi tingkat lima hingga otot-ototnya menonjol, namun cengkeraman Lin Tian pada ujung cambuk itu sekokoh gunung.

​"Tingkat lima..." Lin Tian bergumam dengan nada meremehkan. "Ternyata selemah ini."

​Tanpa peringatan, Lin Tian tidak menarik cambuk tersebut, melainkan mengambil satu langkah maju dan menyentakkannya ke samping dengan kekuatan fisik brutal yang didorong oleh setetes Qi ungu keemasan.

​Kekuatan tarikan itu begitu dahsyat hingga Zhao Hai kehilangan keseimbangan dan terhuyung ke depan. Sebelum Zhao Hai sempat memperbaiki posturnya, Lin Tian telah melesat memangkas jarak di antara mereka. Kecepatannya jauh melampaui batas normal seorang kultivator tingkat dua.

​"Kurang ajar!" raung Zhao Hai. Merasa dipermalukan di depan para pelayan lain yang mengintip, ia melepaskan gagang cambuknya. Tangan kanannya mengumpulkan Qi abu-abu yang berputar membentuk pusaran angin kecil. Ini adalah teknik bela diri tingkat fana, Tapak Penghancur Karang.

​"Mati kau, Sampah!" Zhao Hai menghantamkan telapak tangannya lurus ke arah dada Lin Tian, berniat menghancurkan jantung pemuda itu.

​Lin Tian tidak menghindar. Matanya berkilat sedingin es. Ia mengepalkan tinju kanannya, tidak menggunakan teknik apa pun, melainkan murni melepaskan ledakan Qi dari Seni Pemurnian Tulang Naga Astral ke buku-buku jarinya.

​BOOM!

​Tinju dan telapak tangan berbenturan keras. Gelombang kejut tak kasatmata meledak, menyapu sisa-sisa puing pondok kayu di sekitar mereka. Dua pengikut Zhao Hai yang tadinya menahan Lin Chen sampai terhempas jatuh ke tanah.

​Suasana pelataran mendadak hening seketika.

​Suara retakan tulang yang mengerikan memecah keheningan itu. Lengan kanan Zhao Hai membengkok ke arah yang tidak wajar. Qi abu-abunya hancur lebur seketika saat bertabrakan dengan energi ungu keemasan Lin Tian yang memiliki kepadatan bak palu godam raksasa.

​"ARGHHH!" Zhao Hai menjerit histeris. Tubuhnya terpental sejauh lima meter, berguling-guling di tanah kotor pelataran pelayan sambil memegangi lengannya yang patah. Darah segar menetes dari sudut bibirnya, menandakan meridian di lengannya ikut terluka parah akibat benturan energi yang mendominasi.

​Dua pengikut Zhao Hai pucat pasi. Tanpa memedulikan atasan mereka, keduanya merangkak mundur dan lari terbirit-birit menuruni gunung, ketakutan setengah mati melihat "murid sampah" itu baru saja menumbangkan kultivator tingkat lima hanya dengan satu pukulan biasa.

​Lin Tian menurunkan kepalan tangannya perlahan. Uap tipis mengepul dari kulitnya, menandakan panas yang dihasilkan dari perputaran Qi naga yang berkecepatan tinggi. Ia menghela napas, menetralkan sisa energi di meridiannya. Jurang perbedaan tiga tingkat terbukti tidak berarti di hadapan fondasi mutlak yang ia bangun.

​Dengan langkah pelan, Lin Tian menghampiri Zhao Hai yang merintih kesakitan di tanah. Ia menginjak dada pemuda arogan itu, memaksanya menelan kembali sisa jeritannya.

​"Dengar baik-baik," suara Lin Tian terdengar datar namun membawa tekanan yang membuat jiwa Zhao Hai gemetar. "Ini adalah peringatan terakhir untukmu dan adikmu. Jika kalian berani menginjakkan kaki lagi di pelataran pelayan, atau menyentuh sehelai saja rambut Lin Chen... aku tidak akan mematahkan tulangmu. Aku akan memusnahkan kultivasimu dan melemparmu ke dasar Mata Air Iblis. Mengerti?"

​Zhao Hai yang kesakitan hanya bisa mengangguk dengan panik, matanya menyiratkan teror yang mendalam. Kebenciannya tertutupi oleh rasa takut yang murni. Begitu Lin Tian melepaskan injakannya, Zhao Hai segera bangkit dengan susah payah, menyeret lengannya yang patah dan melarikan diri tanpa berani menoleh ke belakang.

​Setelah ancaman itu pergi, aura membunuh di sekitar Lin Tian lenyap tak berbekas. Ia segera berbalik dan berlutut di samping Lin Chen, menyalurkan sedikit Qi murninya yang lembut ke punggung remaja itu untuk meredakan luka-lukanya.

​"Kakak Tian..." Lin Chen terbatuk pelan, menatap kakaknya dengan mata berkaca-kaca antara sakit dan rasa takjub yang luar biasa. "Kau... kau benar-benar mengalahkan Zhao Hai."

​"Sudah kubilang, semuanya akan berubah mulai hari ini, Chen'er," ucap Lin Tian sambil memapah adiknya berdiri. Matanya menyapu puing-puing pondok mereka yang hancur.

​Tinggal di pelataran pelayan tak lagi aman. Mengalahkan Zhao Hai berarti memancing kemarahan faksi murid luar yang berada di belakangnya. Tidak ada jalan untuk mundur lagi. Mereka tidak bisa lagi bersembunyi sebagai pelayan rendahan.

​"Kita tidak akan membangun kembali pondok ini," kata Lin Tian, memandang lurus ke arah gerbang megah yang membatasi wilayah pelayan dan wilayah sekte sesungguhnya. "Bulan depan adalah Ujian Promosi Murid Luar. Kita akan bersiap. Sudah waktunya kita mengambil apa yang seharusnya menjadi milik kita."

1
Samadi Kelana
Lanjutkan ...
yos helmi
😍😍
yos helmi
ntuk semua pembaca .. mari kita bersatu.. author yg up nya satu dua bab.. jgn beri like.. komen.. dll.. cukup baca aj.. biar mampus tu author .. 🤣🤣🤣
Gege
gaasss 100k kata diluncurkan saja jangan disimpen Thor...🤭💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!