NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh
Popularitas:604.1k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea yang hidup sebatang kara pun memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota inilah Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Pernikahan Azalea dan Enzo berlangsung sederhana. Terlalu sederhana jika dibandingkan dengan status sosial Enzo dan keluarganya. Tidak ada gaun pengantin mewah. Tidak ada aula besar. Tidak ada tamu undangan dari kalangan atas yang mengenakan kebaya mahal atau jas berkelas. Hanya sebuah ruangan kecil di Kantor Urusan Agama.

Azalea duduk dengan tangan gemetar di pangkuannya, mengenakan gamis putih polos dan jilbab sederhana. Wajahnya tampak tenang, tetapi di balik ketenangan itu ada rasa getir yang tak terucap. Ia menikah bukan karena cinta yang berbunga-bunga, melainkan karena sebuah janji sunyi. Janji untuk menjaga dua anak yang telah merebut hatinya lebih dulu.

Enzo duduk di sampingnya, rapi dalam kemeja putih dan jas hitam. Ekspresinya datar seperti biasa. Tak ada senyum bahagia, tak ada sorot mata berbinar. Namun rahangnya mengeras ketika ijab kabul diucapkan seolah ia sedang mengikat diri pada sebuah tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada perasaannya sendiri.

Mami Elsa tidak hadir. Seperti dulu, saat Enzo menikahi Jasmine. Restu tak pernah benar-benar diberikan, hanya diam yang dingin dan penolakan yang dibungkus gengsi.

Daripada menjadi bahan gunjingan dan cibiran kalangan atas, Azalea memilih tidak mengadakan pesta pernikahan. Ia tahu posisinya. Ia tahu dirinya hanya “wanita kampung” di mata mereka.

Sebagai gantinya, Azalea dan Enzo memesan nasi kotak sederhana. Ratusan kotak itu dibagikan ke masjid-masjid sekitar, bertepatan dengan hari Jumat. Azalea berdoa lirih di dalam hatinya, semoga berkah mengalir dari keikhlasan, bukan dari kemewahan.

Selesai akad, Erza dan Elora langsung berlari menghampiri Azalea yang turun dari mobil bersama Enzo.

“Asyik! Sekarang aku punya Mommy!” teriak Erza dengan wajah berbinar. Matanya bersinar-sinar, penuh kebanggaan yang selama ini ia pendam.

“Aku punya Mommy!” Elora melompat-lompat kegirangan, lalu memeluk kaki Azalea erat-erat.

Hati Azalea mencelos.

Anak-anak ini betapa lama mereka menunggu sosok seorang ibu. Azalea tersenyum, meski matanya berkaca-kaca. Ia mengelus kepala Erza dan Elora dengan penuh kasih. Dalam hatinya, ia berdoa, “Ya Allah, jangan biarkan aku mengecewakan mereka.”

“Daddy,” Erza menoleh ke arah Enzo, “sekarang kita panggil Tante Lea Mommy, kan?”

Enzo melirik sekilas, lalu mengangguk tipis. “Terserah kalian.”

“Mommy!” seru Erza dan Elora bersamaan, langsung memeluk Azalea.

Tubuh Azalea menegang sejenak. Panggilan itu masih terasa asing di telinganya. Terlalu besar. Terlalu berat. Namun hangat. Ia membalas pelukan mereka, mengusap punggung kecil itu perlahan. Air mata haru hampir jatuh, tetapi ia tahan.

Di sudut ruangan, Bi Minah menutup mulutnya, menahan tangis. Ia tak pernah menyangka anak-anak yang dulu sering berteriak, mengamuk, dan melempar barang kini bisa tertawa sebahagia itu.

Berbeda dengan Mami Elsa. Wanita itu berdiri agak jauh, wajahnya muram, sorot matanya dingin. Ia sama sekali tak ikut mendekat. Dalam hatinya, ia menggerutu tajam.

“Apa mata anakku sudah buta?

Begitu banyak wanita terhormat, berpendidikan tinggi, malah memilih wanita kampung lagi.”

Dulu Mami Elsa tak pernah benar-benar menerima Jasmine, seorang TKW yang bekerja sebagai kasir di mall terkenal di Jerman. Dan kini, sejarah seolah terulang. Hanya saja, kali ini Mami Elsa merasa kekalahannya lebih menyakitkan.

Malam pertama setelah pernikahan itu berlalu tanpa apa pun yang biasanya dibayangkan orang. Azalea tidak tidur di kamar Enzo. Ia memilih kamar sebelah, kamar Elora. Gadis kecil itu terlihat sangat bahagia. Matanya berbinar ketika Azalea memeluknya sambil berbaring.

“Mommy tidul cini telus, ya?” pinta Elora dengan suara mengantuk.

“Iya,” jawab Azalea lembut. “Mommy di sini.”

Selama ini Elora selalu tidur satu kamar dengan Erza, meski berbeda kasur. Ia takut tidur sendirian, takut gelap, takut sepi, takut kehilangan. Kini, ia tidur sambil dipeluk.

“Mommy,” gumam Elora sebelum terlelap, “becok kita main apa lagi?”

Azalea tersenyum, mengusap rambut halus itu. “Bagaimana kalau besok kita buat baling-baling dari botol plastik bekas?”

“Memangnya bica?” Elora memiringkan kepala, bingung sekaligus penasaran.

“Insya Allah bisa. Kita buat bertiga sama kakak.”

“Iya ...!” Elora tersenyum kecil, lalu melipat tangan di dada. “Bismillah ....”

Azalea menahan napas. Melihat anak itu berdoa. Matanya basah tanpa ia sadari.

Keesokan paginya, halaman rumah dipenuhi suara tawa yang jarang terdengar sebelumnya. Erza dan Elora berlari berputar-putar sambil memegang baling-baling warna-warni hasil kreasi mereka bersama Azalea. Botol plastik bekas itu kini berubah menjadi mainan sederhana yang berputar mengikuti hembusan angin.

“Hati-hati larinya!” seru Azalea sambil tertawa, khawatir Elora tersandung karena terlalu bersemangat.

“Mommy, lihat! Baling-balingku muter!” teriak Erza bangga.

Elora ikut mengangkat tangannya tinggi-tinggi. “Kenapa punyaku enggak muter kenceng, Mommy?”

“Karena kamu larinya pelan,” jawab Azalea sambil terkekeh. Tawa mereka pecah, murni dan lepas.

Di lantai atas, Enzo berdiri di balik jendela kamarnya. Jas kerja sudah terpasang rapi. Jam tangannya sudah melingkar di pergelangan. Namun, langkahnya tertahan. Ia memandangi pemandangan di bawah sana, dua anaknya tertawa, berlari tanpa amarah, tanpa tangis histeris. Pemandangan yang tak ia lihat sebelumnya.

Selama ini, Erza mudah marah, berkata kasar ketika kalah main game. Elora sering tantrum, menangis sekeras-kerasnya hingga membuat siapa pun kewalahan. Kini, rumah itu terasa hidup.

Ponsel Enzo berdering di atas meja. Nama Ramon muncul di layar.

“Ya,” jawab Enzo singkat.

“Pak, pertemuan dimajukan jam sepuluh. Sekarang Anda di mana?”

“Aku baru akan berangkat,” jawab Enzo, lalu mematikan panggilan.

Pria itu mengambil tas kerjanya dan turun ke lantai bawah. Saat hendak membuka pintu depan, pintu itu terbuka lebih dulu dari luar.

Azalea berdiri di sana, sedikit terkejut. Tangannya otomatis terulur.

“Mas, sudah mau berangkat kerja?”

Enzo berhenti. Tatapannya jatuh pada tangan Azalea yang terulur sopan. Sejenak ia bingung. Lalu, ia sadar.

Azalea meraih tangannya dan mencium punggung tangan itu dengan penuh hormat. “Semoga semua pekerjaannya lancar.”

Enzo tercekat. Perasaan aneh menjalari dadanya. Sudah sangat lama tak ada yang memperlakukannya seperti ini.

“Hati-hati di jalan, Mas,” lanjut Azalea lembut. “Semoga selamat sampai kantor.”

Enzo menelan ludah. “Ya,” jawabnya singkat. Hanya itu yang mampu keluar dari bibirnya.

Azalea tersenyum kecil, lalu melangkah masuk kembali ke rumah.

Enzo berdiri terpaku beberapa detik. Bayangan masa lalu melintas begitu saja. Dulu, Jasmine juga melakukan hal yang sama. Mencium tangannya setiap pagi, menyambutnya dengan senyum sederhana, lalu ia membalas dengan mencium kening atau pipinya. Kebiasaan yang ia anggap remeh sampai kini terasa begitu jauh.

“Apa aku harus menciumnya juga?” batin Enzo, menoleh ke arah pintu yang sudah tertutup.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dada Enzo terasa hangat, namun juga sesak. Karena ia tahu, pernikahan ini dimulai tanpa cinta. Dan entah bagaimana, kehangatan kecil itu justru membuatnya takut. Takut jika suatu hari ia mulai merasakan sesuatu yang seharusnya tidak ia janjikan sejak awal.

1
Susma Wati
untuk kali ini enzo tidak terjebak akan permainan karmila, enzo mendapatkan kebenaran akan apa yang terjadi pada jasmine adalah permainan karmila dan dia teramat menyesal, tapi dengan apa yang menimpa azelea yang di fitnah terkuak sudah kejahatan karmila yang tidak dapat di maafkan oleh enzo dan mama elsa, tapi bagaimana dengan azelea jika tahu kakaknya meninggal karena fitnah karmila dan ketidak percaya an enzo terhadap jasmine yang membuat dia bersedih dan meninggal?
Ita rahmawati
huh dasar Enzo 😏
gimana kalo azalea tau ceritanya,,tp gpp sih azalea kan bijaksana pasti gpp sambil tersenyum menyejukkan 😂
SasSya
💔💔💔💔💔💔😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
sakit hati rasanya
remuk redam
Jasmine 🫂🫂🫂🫂
entahlah!!!
Enzo pantas menyesali semua
tapi ingat!!!
jangan berlarut2 meratapi masa lalu!!!!!
jangan mengulang!
kasih kabar istri di rumah!!!
Azalea khawatir itu
ah!!!!
entahlah!!!!
zo Enzo!!!
tragis sekali nasib Jasmine 🫂🫂🫂🫂😭😭
Ita rahmawati
lah berarti Enzo blm tau kalo itu permainan karmilot tp kok dia slalu minta maaf kalo inget Jasmine apa ada hal lain 🤔
Yuliana Tunru
fitnah mmg kejam dan harapan q.karma karmila lbh kejam dr kematian 😡
SasSya
sebenarnya ini yg ku tunggu....
pembersihan nama Jasmine
akhirnya semua terbuka dengan sejelas-jelasnya
mama
noh kan bner,enzo baru tau soal jasmine yg difitnah.,brrti km ooon pak enzoo🤣sekian lama bertahun tahun baru tau km🤭
Gadis misterius
Akhirnya kau menyesal kan enzo mknya jngn main tuduh selidiki dan pahami dngn pikiran hati yg tenang apa lagi dirimu orang yg pnya kuasa tp sdhlah smua sdh masa lalu sekrang jngn ulangi lagi
Ida Sriwidodo
Huft!
Bodo klp Enzo mengulanginya ke Azalea meski dengan dalih penyesalan!
Tapi.. gimana reaksi Azalea jika tau apa yang terjadi sama kk nya sebelum akhirnya meninggoy? 🤔🤔
Rahma Inayah
dan pada. akhirnya Enzo hidup dlm penyesalan dan menghukum drnya sendri dlm kesunyian dan kegelapan dlm hidupnya hingga terang kmbli stlh bertmu dgn lea yg menerangi hidup nya dan juga ank2 nya
Kar Genjreng
makanya dirimu tidak bisa mengendalikan Emosi nya coba meranty jadi TKW dan di nikahin olehmu wanita baik ,,,setelah pergi baru menyesal dan datang terlambat penyesalan mue,,, Jasmine ahirnya mati sia sia di karena kan ulah si pELaKoR dan si bodoh Enzo percaya ya sudah cuco,,,
Kar Genjreng
dan sekarang apa akan kamu ulang kejadian beberapa tahun lalu,,, kenapa ga jawab telf Azalea apa mau terjadi lagi terhadap istri mu Enzo,,,, sekarang sudah jelas kan bukan perbuatan Istri mu,,,jangan sampai terulang lagi Istri mu sedang gelisah saat ini cepat lah pulang,,,Enzo kalau tidak mau terulang kembali,,,
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kalau sudah tiada baru terasa
bahwa kehadirannya sungguh berharga
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Tragis sekali nasib Jasmine,difitnah sampai meninggal😥😥😥
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Kasihan Jasmine jadi korban si Karmila😥😥
Ida Sriwidodo
Wahh.. jan sampe rasa bersalah Enzo ke Jasmine bikin sikap Enzo ke Azalea berubah karena penyesalan karena rasa bersalah apalagi ketika orangnya udah ngga ada akan dibawa seumur hidup
Jan sampe karena penyesalan Enzo jadi mengabaikan Azalea 😱😱🤔🤔😬😬
Mundri Astuti
berarti dulu Enzo masih oon yak...
Gadis misterius
jngn disesali iya enzo smuanya sdh terjadi dan sdh berlalu yg pnting drimu tau klu jasmine prempuan baik2 sekrang waktunya mnjga azelea dan bahagiakan dia krn klu azelea bahagia insya Allah jamine juga ikut bahagia
Yuliana Tunru
makin lah marah dan murka enzo saat tau kamila yg fitnah jasmine dukunhingga meragukan kesetiaan jasmine hingga akhir hayat x beri hukuman ug indah enzo
Sugiharti Rusli
entah diimingi apa yah si Rendi selama ini dari si Karmila, apa dia hanya disuruh jadi mata" nya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!