NovelToon NovelToon
Cinta Dibalik Kontrak

Cinta Dibalik Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: DinaSafitri

Alya Gabrielsen terpaksa menikah dengan pria asing demi menyelamatkan status keluarganya. ayahnya, Tyo, bangkrut dan terlilit hutang yang membuatnya hampir masuk penjara. Dengan paksaan sang ibu, Alya mau tak mau rela menikah di usia muda dengan pria yang sama sekali tak ia kenali. Bagaimana kisah Alya? saksikan hanya disini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaSafitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDK. 8

“Maaf karena sudah membuat kalian menunggu lama.”

“Tuan Max?” Suara itu terdengar ragu. Pemiliknya sontak membelalak saat menyadari siapa yang berdiri di hadapannya. Max—sosok terpandang di negeri mereka.

Tyo terdiam sesaat. Rasa heran bercampur terkejut jelas terpancar di wajahnya. Ia tak menyangka, orang yang datang ke rumahnya adalah sosok yang begitu disegani.

Ia segera tersadar, lalu bertanya dengan nada penuh kebingungan, “Tuan Max, apa yang membawa Anda sampai menginjakkan kaki di rumah saya? Apakah pertemuan kita kemarin sudah menemukan titik terang?”

Ingatan Tyo langsung melayang pada pertemuan mereka sebelumnya, saat ia meminta bantuan pada Max. Siapa tahu, syarat yang diajukan telah berubah, dan pria itu datang jauh-jauh hanya untuk membicarakannya secara langsung.

“Tentu saja untuk bertemu dengan orang tua saya,” jawab Max singkat dan lugas.

Tanpa menunggu dipersilakan, pria itu melangkah masuk dan duduk di ruang tamu dengan santai, seolah tempat itu adalah miliknya sendiri.

Meski begitu, aura ketegasan yang terpancar darinya tetap terasa kuat.

“Orang tua?” gumam Tyo pelan, menatap Max dan Ethan secara bergantian.

Keduanya memiliki kemiripan yang mencolok—dari sorot mata, bentuk hidung, hingga garis rahang yang tegas. Sejenak, Tyo merasa seperti mengalami déjà vu, teringat masa mudanya bersama rekan-rekan bisnisnya dahulu.

Wajah Max… benar-benar seperti Ethan di masa muda.

Terlebih warna matanya—cokelat keemasan yang begitu khas.

“Kenapa aku tidak menyadarinya sejak awal? Wajah Tuan Max ini benar-benar Ethan versi muda… Aku benar-benar ceroboh,” batin Tyo.

“Jadi… jika Tuan Max adalah putranya, berarti perusahaan yang Anda pimpin adalah milik Wijaya Group. Dan… mereka sebenarnya tidak pernah hilang. Tuan Ethan hanya pensiun, lalu menyerahkan semuanya pada putranya, menciptakan seolah-olah mereka lenyap begitu saja…”

“Tapi kenapa selama ini mereka merahasiakan keberadaan putra mereka?”

Lamunan Tyo buyar ketika Alya menyentuh lengannya.

“Papa, kenapa melamun?”

“Hah? Ah, tidak apa-apa.” Tyo terkekeh canggung sambil menggaruk tengkuknya.

Ia berdehem pelan. “Jadi… Tuan Max ini putra kalian?” tanyanya memastikan.

“Iya,” jawab Ethan dengan senyum tipis. “Kau pasti bertanya-tanya kenapa selama ini aku merahasiakannya. Kurasa aku tak perlu menjelaskan panjang lebar. Kau pasti mengerti alasannya.”

Tyo terdiam.

Sementara itu, Ella dan Helena justru tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Ella menatap Max tanpa berkedip. Postur pria itu begitu tegap dan berwibawa. Dalam benaknya, berbagai imajinasi liar bermunculan, membuat sudut bibirnya terangkat samar.

Dibandingkan dengan kekasihnya, David, sosok Max terasa jauh lebih unggul.

“Tak sia-sia aku menuruti saran David… kesempatan seperti ini tak boleh dilewatkan,” batin Ella, tersenyum puas.

Di sisi lain, Helena justru dilanda kecemasan.

Keringat dingin mulai membasahi dahinya.

Ia baru menyadari—pria yang tadi ia hina habis-habisan ternyata adalah orang tua dari Max.

Jika saja ia tahu sejak awal…

“Ya Tuhan, jangan sampai perjodohan ini batal…” doanya dalam hati.

“Karena anakku sudah datang, bagaimana kalau kita lanjutkan pembahasan perjodohan ini?” ujar Ethan membuka percakapan.

“T-tentu! Mari langsung saja ke intinya,” sahut Helena, suaranya sedikit bergetar.

Isabella sebenarnya merasa tidak nyaman dengan sikap Helena, tetapi demi masa depan putranya, ia memilih diam.

“Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya,” lanjut Ethan, “kedatangan kami ke sini adalah untuk melamar putri Anda.”

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan, “Namun sebelum itu, saya ingin mengucapkan terima kasih. Putri Anda telah menyelamatkan nyawa istri saya. Sebagai balas budi, saya ingin menjodohkan putra kami dengan putri keluarga Gabrielsen.”

Ella menunduk malu, meski senyumnya tak bisa disembunyikan.

“Bagaimana, Tuan Tyo? Apakah Anda bersedia menerima lamaran ini?” tanya Ethan.

“Kami tentu bersedia—”

“Tapi dengan syarat!” potong Helena tiba-tiba.

Semua mata langsung tertuju padanya.

“Pernikahan harus digelar secara mewah. Gedung mahal, acara besar, dan harus diliput media. Dan karena ini balas budi, kalian saja yang menanggung semua biayanya. Bukankah itu bukan masalah bagi keluarga kaya seperti kalian?”

Dagu Helena terangkat angkuh.

“Mama! Apa-apaan ini?!” bentak Tyo.

“Apa sih, pah? Tidak usah berlebihan,” balas Helena santai. “Kalau bukan karena Ella, siapa tahu apa yang terjadi pada istri mereka.”

Plak!

Suara tamparan menggema.

“Papa!” teriak Alya dan Ella bersamaan.

Kesabaran Tyo akhirnya habis.

Ia tak tahan lagi dengan sikap istrinya yang terus bertindak seenaknya.

Tanpa ragu, Tyo berlutut di hadapan Ethan.

“Maafkan kelancangan istri saya…”

“Bangunlah, Tyo,” kata Ethan tenang. “Ini bukan masalah besar. Apa yang dikatakan istrimu ada benarnya.”

“Tuh, kan!” sela Helena, masih tak tahu diri.

Tyo berdiri kembali dengan bantuan Alya, meski tangannya masih mengepal.

Sejak tadi, Max hanya diam. Ia memperhatikan semuanya tanpa sepatah kata pun.

Sementara itu, Jayden mulai merasa risih dengan tatapan Ella yang tak lepas dari Max.

Tatapan itu… terlalu jelas maksudnya.

“Sudahlah,” kata Ethan, “apa pun syaratnya, kami akan menyetujuinya.”

Ia kemudian mengeluarkan sebuah kotak merah.

Di dalamnya terdapat satu set perhiasan berlian yang begitu mewah—kalung dan cincin yang berkilauan.

Mata Ella dan Helena langsung membesar.

“Hanya ini yang bisa kami siapkan untuk lamaran kali ini,” ujar Ethan.

“Tapi ini terlalu berlebihan, Tuan…” sahut Tyo.

Ethan hanya menggeleng.

“Silakan, Nak. Mendekatlah.”

Ella segera berdiri.

Namun—

“Tunggu.”

Suara Max menghentikan langkahnya.

“Sebelum itu, ada sesuatu yang harus Mama dan Papa lihat.”

Dengan isyarat kecil, Jayden menyerahkan laptop.

Ethan dan Isabella menatap layar itu.

“Kenapa harus ditunda?” tanya Ella.

Max tidak menjawab.

Di layar, terpampang rekaman yang membuat wajah Isabella pucat seketika.

Tubuhnya hampir roboh, beruntung Ethan sigap menahannya.

“Kenapa wajah Anda pucat, Tuan?” tanya Tyo cemas.

Alya segera memberikan air minum.

Isabella menerimanya dengan tangan gemetar.

Kini Max berdiri, mengambil alih situasi.

“Pertunangan ini tetap akan terjadi.”

Semua tersenyum lega—

kecuali Isabella.

“Siapa yang menyuruhmu maju?” tanya Max dingin saat Ella melangkah mendekat.

Ella tertegun. “Maksudnya?”

“Aku memang menginginkan pertunangan ini,” lanjut Max, sorot matanya tajam.

“Tapi bukan denganmu.”

Ia mengangkat tangannya—

menunjuk ke arah Alya.

“Melainkan dia.”

Prang!

“Apa?!”

1
Barru Kab
mana kelanjutannya thor
Dina Safitri: OTW yaa🤭
total 1 replies
Neng Nosita
semoga nanti Max mengetahui kelicikan ibu mertuanya
Neng Nosita
wah..siapa tuh?
Neng Nosita
lamaran yang jauh dari kata romantis,...😄
Neng Nosita
sak sek syok pasti si Alya...
Neng Nosita
uuuh..seru thor👍
Dina Safitri: MasyaAllah terimakasih sudah mampir kakak. mohon untuk saran keritikan nya😍

cerita ini masih dalam proses kontrak, begitu kontrak turun aku akan melanjutkan ceritanya. sekali lagi terimakasih karena sudah mampir🙏
total 1 replies
pieyyy
bgs kak, sini mampir bntr kak aku baru keluarin karya baruku, makasihh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!