Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2 : Andrew Permana
Sementara di sebuah perusahaan besar, sudah terparkir sebuah mobil sport keluaran terbaru tahun ini. Beberapa karyawan yang masih berada di luar kantor terlihat memperhatikan penuh minat ke arah mobil tersebut, karena orang yang berada di dalam mobil tersebut adalah Direktur / CEO dari perusahan mereka.
Mungkin orang-orang berpikir kedudukan CEO hanya berlaku untuk Pria dia atas 35 tahun saja, namun hal itu tidak berlaku untuk seorang CEO yang satu ini.
Perkenalkan namanya adalah Andrew Permana atau biasa di panggil tuan Andrew, saat ini usianya baru menginjak 25 tahun namun wajahnya masih sangat pantas jika memakai seragam sekolah SMA karena wajahnya yang terlihat baby face.
Meskipun wajahnya begitu baby face namun lekuk tubuh kekar dan berotot yang tidak terlalu besar yang di miliki pria bernama Andrew tersebut menjadi salah satu daya tarik dan dapat meruntuhkan pertahanan pada wanita yang siap melemparkan tubuh mereka kepada pria yang terkenal dengan julukan CEO terhot dan meresahkan di kalangan para pegawai wanita dan para model, terutama para model yang pernah bekerja sama dengan perusahan yang di pimpin oleh pria itu sendiri.
Andrew segera keluar dari dalam mobil dan segera melepas kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya itu. penampilanya kini bisa membuat wanita mana pun tergila-gila pada nya.
Dari arah lain telah keluar pula pria yang tidak kalah tampan dan hot yaitu Fatir, dia adalah sahabat sekaligus seketaris pribadi Andrew.
"Ayo kita segera masuk ke dalam, sebentar lagi meeting akan di mulai." Ucap Andrew melirik ke arah Fatir yang masih memasang gaya so cool.
"Baik tuan."
Setelah mendengar ucapan Fatir, Andrew segera memasaki perusahaan dengan Fatir yang mengekor di belakangnya. Terlihat Andrew tidak mempedulikan tatapan para wanita yang tengah menatap nya penuh minat, dengan acuh pria itu melewati saja para wanita tersebut tanpa ingin menyapa atau membalas senyuman mereka.
TRING!
pintu lift telah terbuka, dengan segera Andrew memasuki lift tersebut bersama Fatir. mereka hanya bedua saja di dalam lift, karena memang lift tersebut khusus untuk direktur dan orang-orang penting saja. sehingga kini Andrew dan Fatir bisa mengobrol dengan santai layaknya sahabat.
"Tiap hari berasa kerja sama selebritis bukan CEO, karena banyak para wanita yang terus menatap ke arah Lo men." Ucap Fatir agak bercanda.
"Soalnya gak ada CEO yang modelan nya kaya gue, yang tampan nya gak ketulungan. maka dari itu gua terkenal dan di puja di kalangan wanita " Jawab Andrew memuji dirinya sendiri.
"Hmmm...mungkin tepatnya sih di kenal sebagai CEO yang sering gonta-ganti teman tidur upss!." Sindir Fatir pura-pura keceplosan.
"Ckckck....dasar bilang aja Lo sirik sama gue!, karena banyak perumpuan yang rela tidur sama gua tanpa gua pinta. Lagian itu hal yang wajar kita sudah sama-sama dewasa kaya Lo belum pernah ngerasain saja!" Balas Andrew agak tidak terima dengan ucapan Fatir barusan.
"Iya gue juga sering kaya gitu tapi sama pacar gua sendiri dong. gak kaya Lo... gak ada status yang jelas dengan kata lain one night stand." Ucap Fatir yang tidak ingin di samakan seperti Andrew gaya hidupnya.
"Sorry saja, sampai saat ini belum ada wanita yang bisa membuat gua jatuh cinta? sementara gua pria normal yang butuh pelepasan" Ucap Andrew tenang.
"Jangan bilang Lo masih belum move on dari Amanda?, come on dia sudah married dan sekarang sedang menanti kelahiran anak pertama nya. Itu salah Lo sendiri yang sejak awal gak jujur sama perasaan Lo sendiri ke Amanda."
Fatir terlihat membalikan tubuh nya ke arah Andrew dan langsung menceramahi sahabat baiknya itu.
Andrew hanya diam tidak menaggapi ucapan cerewet dari sahabatnya itu, malahan ia terlihat sedang memainkan ponselnya saat ini. namun kini pikiran Andrew tertuju kepada wanita yang telah meluluhkan hati nya sejak mereka di bangku SMA yaitu Amanda. wanita itu pun menjadi salah satu penyebab ia sering begonta ganti wanita dan sering melakukan on night stand dengan beberapa wanita di luaran sana.
Satu tahun yang lalu Andrew begitu kecewa ketika wanita bernama Amanda itu memutuskan untuk menikah dengan seorang pria berkebangsaan Amerika bernama Alex baru di pacari beberapa bulan oleh wanita itu.
Padahal satu tahun telah berlalu namun Andrew masih merasa sedih dan kecewa jika sahabatnya Fatir itu masih sering membahas tentang Amanda. sebenarnya tidak ada salahnya, karena mereka bertiga sudah lama berteman sejak SMA malahan mereka bertiga sempat mengenyam pendidikan di luar negeri bersama pula.
Fatir yang melihat Andrew mengacuhkannya dan asyik bermain ponsel, seketika Fatir mendengus kesal dan berhenti menceramahi sahabatnya itu.
TING!
pintu lift telah terbuka lebar, Andrew segera memasukkan ponsel miliknya ke dalam saku jas dan mulai berjalan keluar terlebih dahulu meninggalkan Fatir yang terlihat cemberut namun detik berikutnya ia segera merubah ekspresi wajah nya itu setelah keluar dari lift. kemudian mengikuti langkah Andrew yang sudah berjalan agak jauh di depannya.
"Selamat pagi pak Andrew, pak Fatir."
Beberapa pegawai terlihat menunduk hormat saat berpapasan dengan Andrew dan Fatir. Andrew terus berjalan tanpa menghiraukan para karyawan yang memberikan hormat kepada nya. namun berbeda sekali dengan sikap Fatir yang selalu memasang senyum di wajahnya saat berpapasan dengan siapa pun.
"Lihat itu sikap nya begitu dingin, namun hampir semua wanita pasti akan tergila-gila saat melihatnya." Ucap salah satu karyawan wanita.
"Bagaimana tidak tergila-gila, selain tampan dan tajir melintir dia juga begitu mahir dalam urusan ranjang. sungguh meresahkan sekali bukan bos kita yang satu itu." Ucap salah satu karyawan wanita berambut pendek kepada teman-temannya.
"Gosip dari mana itu jika tuan Andrew begitu mahir dalam urusan ranjang?" Tanya salah satu karyawan wanita lain yang begitu penasaran.
"Pokonya ada deh, ini sumbernya begitu rahasia namun terpercaya." Jawab karyawan wanita berambut pendek tidak mau memberitahu.
Sontak saja hal itu membuat para karyawan wanita yang lain begitu kecewa, karena teman nya itu tidak mau memberitahu sumber informasi itu dari mana.
******
Satu jam berlalu, Andrew dan Fatir baru saja selesai meeting. kini terlihat Andrew yang langsung duduk di meja kerjanya, sementara Fatir terlihat tengah berdiri di samping pria itu sembari melihat jadwal kerja sang boss.
"Dua hari lagi kita akan ada kunjungan ke pabrik yang berada di Surabaya untuk melihat produksi sabun mandi yang akan kita launcing 3 bulan mendatang." Beritahu Fatir.
"Baiklah, berapa lama kita di sana ?" Tanya Andrew yang saat ini tengah mengecek beberapa dokumen di meja kerjanya.
"Mungkin 2-3 hari kita akan di Surabaya." Jawab Fatir yang langsung menutup buku yang sempat di bacanya.
"Baiklah, kalo gitu cari hotel yang paling dekat dengan pabrik saja agar jarak tempuh kita lebih efesien." Perintah Andrew.
"Baik, laksanakan." Ucap Fatir penuh semangat.
Andrew terlihat terkekeh pelan melihat tingkah Fatir saat ini, pria itu sudah menganggap Fatir seperti keluarganya sendiri karena memang sedari kecil mereka sudah tumbuh bersama. Fatir adalah seorang anak yatim piatu yang di adopsi oleh kakek dan nenek Andrew saat berusia 10 tahun. Jadi sudah hampir 15 tahun mereka telah bersama, apalagi nenek dan kakek Andrew yang begitu baik.
Mereka tidak pernah membeda-bedakan antara Andrew dan Fatir sama sekali, mereka sudah menganggap Fatir seperti cucunya sendiri.
******
Jam sudah menunjukan pukul 20:00 malam, di sebuah kamar apartemen terdengar suara d3sahan seorang wanita yang begitu terdengar s3xy. Wanita tersebut terus mendesah begitu hebat karena gerakan seorang pria yang begitu gagah dengan otot-otot bidang yang ada di dada dan perut sixpack pria tersebut.
"Andrew..... Kamu begitu luar biasa, kamu benar-benar begitu meresahkan." Lirih suara wanita tersebut sambil mendesah hebat.
Pria bernama Andrew itu hanya diam tanpa berniat membalas ucapan wanita yang sudah tidak memakai apapun di atas ranjang bersamanya. wajah Andrew hanya menatap datar wanita yang saat ini tengah memperlihatkan ekspresi menggoda di hadapanya. Pria itu tidak tergoda atau pun mendesah sama sekali, dia tidak merasakan kenikmatan apapun bersama wanita yang kini ada di bawah tubuhnya itu. pria itu berniat ingin segera menyelesaikan kegiatan mereka sesegera mungkin.
30 menit berlalu, kini Andrew terlihat sedang duduk sambil mengisap sebatang rokok dengan di temani segelas wine yang ada di tangannya. saat ini dia hanya mengunakan sebuah jubah, namun tidak menutupi sebagian dada bidangnya itu.
Sesekali Andrew menghentikan kegiatannya mengisap rokok dan meminum segelas wine yang sedang dia pegang secara bergantian.
Terlihat ia tengah termenung saat ini, tiba-tiba saja dia merindukan sosok sang ayah yang sudah lama tiada. mungkin jika ibu nya dulu tidak bersikeras untuk bercerai dengan sang ayah. mungkin Ayahnya itu tidak akan setres dan sering mabuk-mabuk sehingga mengalamani kecelakaan saat berkendara dan meninggalkan di tempat. mungkin hingga saat ini ayahnya masih hidup dan melihat putra satu-satunya sudah tumbuh dewasa dan sukses sekarang.
Hingga saat ini Andrew belum bisa memaafkan sang ibu dan belum dapat berdamai dengan rasa sakit yang dia rasakan selama bertahun-tahun.
Krek!
Pintu kamar mandi terbuka lebar, keluarlah sosok wanita cantik dan s3xy dengan mini dress berwarna maroon. wanita itu salah satu model yang sedang bekerjasama dengan perusahan Andrew.
Pasti sebagian orang akan berpikir jika Andrew yang telah memaksa wanita itu untuk tidur dengannya, namun itu salah besar. karena wanita itu sendirilah yang menghubungi dan meleparkan tubuhnya sendiri kepada Andrew.
Tubuh wanita itu terlihat begitu segar dan harum setelah mandi, karena beberapa waktu yang lalu tubuhnya penuh keringat karena aktifitas ranjang bersama Andrew.
Andrew hanya melirik sekilas ke arah wanita itu, kini ia tengah mematikan rokok yang ada di tangannya ke dalam asbak. perlahan pria itu meminun habis gelas wine yang ada di tangan nya dengan sekali tegukan.
Wanita yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi itu terlihat begitu terpesona dengan ketampanan Andrew yang sedang meneguk habis gelas wine yang ada di tangan pria tersebut.
Perlahan wanita bernama Ema itu berjalan begitu anggun nan s3xy ke arah Andrew. Ia berniat untuk mengoda pria itu lagi dengan kemolekan tubuhnya. Saat ini Ema telah mendaratkan tubuhnya di samping Andrew dan mulai meraba-raba dada bidang pria itu berharap Andrew akan tergoda.
Kini Andrew merasa tidak nyaman dengan perlakuan Ema, terlihat pria itu menghembuskan nafas nya kasar dan mendorong pelan tubuh Ema agar menjauh darinya.
"Tolong menjauh aku sedang tidak ingin!, Jika telah selesai berdandan kamu bisa keluar dari apartemen ku dan jangan lupa bawa cek yang ada di atas meja." Ucap Andrew acuh, mulai berdiri dari posisi duduknya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Ema terlihat begitu terkejut karena pria bernama Andrew itu masih begitu bersikap acu dan kasar kepada, dia pikir setelah kejadian barusan pria itu akan sedikit melunak kepadanya namun nyatanya tidak.
kini terlihat Ema yang tengah menahan amarahnya, karena sebelumnya tidak ada pria yang berani memperlakukannya seperti ini.
"Dia pikir aku pelacur apa sampai memberi ku cek setelah bermain?, padahal aku hanya ingin menjadi kekasihnya!" Ucap Ema pelan namun merasa sakit hati.
Perlahan tangan Ema mulai meraih cek yang ada di atas meja, Ema langsung membuatkan kedua matanya saat melihat nominal yang tertulis di dalam cek tersebut.
"Wow! 200 juta untuk sekali bermain adalah jumlah yang fantastis." Ucap Ema tidak menyangka pria bernama Andrew itu begitu royal dan tidak pelit Masalah uang.
"Kalo aku bisa jadi kekasihnya mungkin dalam satu Minggu akan di kasih uang jajan 1 Milyar." Ucap Ema yang mulai berkhayal.
Saat ini Ema begitu tergila-gila kepada pria tampan dan tinggi bernama Andrew tersebut. apalagi Andrew begitu mengagumkannya saat di atas ranjang, Ema mengakui dan merasa puas dengan apa yang telah mereka lakukan beberapa waktu yang lalu dan malah ingin minta lagi. karena dari banyaknya pria yang pernah melakukan cinta satu malam denganya hanya Andrew saja yang bisa membuatnya mendesah puas sama klimaks dan meminta lebih lagi.
"Akan aku pastikan sebentar lagi kamu akan menjadi milik ku." Batin Ema dalam hati.
Kini Ema mulai memakai sepatu high heels miliknya dan segera mengambil tas yang ada di atas sofa, tidak lupa Ema memasukan cek yang di berikan oleh Andrew ke dalam tas miliknya. awalnya dia tidak berharap akan mendapatkan uang sebanyak ini dari pria itu, namun mungkin sudah menjadi rezekinya dan Ema tidak akan menolak rezeki yang datang apalagi rezeki itu adalah uang.
"Sampai bertemu lagi sayang, akan ku pastikan kita akan menjadi sepasang kekasih yang penuh gairah dan hot nantinya." Guman Ema di ambang pintu apartemen milik Andrew sambil tersenyum kecil, sebelum akhirnya tubuh wanita itu benar-benar keluar dari apartemen milik Andrew.
*****