NovelToon NovelToon
Dicerai Saat Mengandung

Dicerai Saat Mengandung

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eli Priwanti

Niat hati merayakan ulangtahun pernikahan kedua dengan kejutan manis, Cakra justru dihantam kenyataan pahit. Di dalam apartemen mereka, ia menemukan Hana terlelap dalam pelukan sepupunya sendiri. Tanpa tahu bahwa ini adalah jebakan licik sang ibu mertua yang tak pernah merestui mereka, Cakra terbakar api cemburu.
Malam itu juga, tanpa ruang untuk penjelasan, talak dijatuhkan. Hana hancur. Di balik kehancuran itu, ia menyimpan rahasia besar: sebuah kabar kehamilan yang baru saja ingin ia sampaikan sebagai hadiah anniversary mereka.
Tahun-tahun berlalu, Hana bangkit dan berjuang membesarkan putra mereka sendirian. Namun, waktu adalah saksi yang paling jujur. Akankah kebenaran tentang rencana jahat sang ibu mertua akhirnya terungkap? Dan saat penyesalan mulai menghujam Cakra, mampukah Hana memaafkan pria yang lebih memilih percaya pada amarah daripada cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari pertama menjadi CEO

Gedung Global Energi berdiri kokoh dengan dinding kaca yang memantulkan langit Jakarta. Di dalam mobil yang berhenti tepat di depan lobi, Hana meremas jemarinya sendiri. Keringat dingin mulai muncul di telapak tangannya.

Pak Sutoyo menyadari kegelisahan itu. Ia mengulurkan tangannya, menggenggam tangan Hana yang terasa sedingin es. "Jangan gugup, Putriku. Ada Papah di sampingmu. Ayo kita turun, kebetulan mereka semua sudah siap menyambut kehadiranmu!"

Hana menatap mata ayahnya yang penuh keyakinan. Ia memejamkan mata sejenak, menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskan nya perlahan untuk membuang beban di dadanya. "Baik, Pah. Hana siap."

Begitu pintu mobil dibuka, suasana megah langsung menyambut mereka. Di lobi utama yang luas, puluhan karyawan berbaris rapi. Begitu Hana melangkah keluar, atmosfer lobi mendadak berubah penuh kekaguman. Kecantikan Hana yang bersahaja namun berwibawa membuat banyak pasang mata terpana.

"Selamat pagi, Pak Sutoyo! Selamat datang, Ibu Hana!" seru mereka serempak sambil membungkuk hormat.

Seorang staf wanita maju ke depan, membawa kalungan bunga anggrek putih yang segar. Dengan senyum ramah, ia mengalungkan bunga itu ke leher Hana. "Selamat datang, Ibu Hana Pradipta. Kami turut berbahagia karena Anda akan memimpin perusahaan Global Energi!"

"Terima kasih... terima kasih semuanya," sahut Hana dengan suara yang sedikit bergetar namun tetap terdengar lembut dan sopan.

Pak Sutoyo tersenyum bangga, membalas sapaan para karyawannya dengan lambaian tangan sebelum menuntun Hana menuju lift khusus. Di sana, Sekretaris Indah sudah menunggu dengan tablet di tangannya, sementara Asisten Raka mengekor di belakang Pak Sutoyo.

"Mari Ibu Hana, ruangan Anda berada di lantai sepuluh. Saya sudah menyiapkan agenda untuk hari ini," lapor Sekretaris Indah dengan profesional saat lift mulai bergerak naik. Hana hanya mengangguk, mencoba membiasakan diri dengan panggilan 'Ibu' yang kini melekat pada namanya.

.

.

TK Tunas Bangsa

Sementara itu, suasana di sekolah elit El tampak tenang. Tama sempat pamit sebentar kepada guru kelas untuk menemui anak buahnya di parkiran guna urusan dinas mendesak, meninggalkan El yang sudah mulai jam pelajarannya.

Di sudut lain koridor, sosok pria tegap dengan kacamata hitam berdiri diam. Itu adalah Cakra. Sheila sebenarnya merasa aneh dengan Cakra, mengapa sepupunya itu begitu sukarela menawarkan diri mengantar Axel pagi ini? Padahal, biasanya Cakra hanya mau membantu jika diminta secara mendesak.

Cakra tidak memedulikan tatapan heran orang-orang. Langkah kakinya membawanya menuju kelas El. Melalui celah jendela, ia berdiri mematung. Matanya terpaku pada seorang bocah laki-laki yang sedang asyik tertawa bersama Axel.

Di atas meja mereka, terdapat dua pot bunga. El tampak sangat bangga menunjukkan anggrek bulan miliknya kepada Axel. Gerakan tangan El saat bercerita, cara bocah itu memiringkan kepala saat tertawa, semuanya terasa sangat familiar bagi Cakra.

Deg!

Jantung Cakra berdegup kencang. Ia seperti melihat cermin masa kecilnya sendiri dalam diri El. Ada kerinduan sekaligus rasa bersalah yang mendalam yang tiba-tiba menyeruak.

"Semoga saja kau adalah El, putraku..." gumam Cakra lirih, nyaris tak terdengar. Tangannya menyentuh kaca jendela, seolah ingin meraih bocah itu namun terhalang oleh kenyataan pahit masa lalu.

Tanpa Cakra sadari, dari kejauhan Tama baru saja kembali setelah menyelesaikan urusannya. Mata tajam sang Polisi itu langsung menangkap sosok pria asing yang sedang mengintai kelas El. Tama mengernyitkan dahi, insting pelindungnya langsung bangkit.

Tama melangkah perlahan, namun matanya yang tajam tidak lepas dari sosok pria yang berdiri di depan kelas El. Insting kepolisiannya berteriak bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Namun, baru saja ia hendak menegur, Cakra yang menyadari keberadaan Tama langsung memutar badan dan berjalan cepat menuju parkiran.

Cakra masuk ke dalam mobilnya dengan napas memburu. Ia sempat melirik Tama dari kaca spion, bertanya-tanya siapa pria gagah yang seolah menjaga El dengan begitu ketat. Namun, dering ponsel memecah konsentrasinya. Ia baru teringat ada janji temu penting bersama Papahnya, Pak Ardiwinata, di kantor Global Energi. Tanpa membuang waktu, ia segera memacu mobilnya, tak menyadari bahwa pria yang ia curigai di sekolah adalah orang yang sama yang menggenggam tangan Hana kemarin.

Tama hanya bisa memandangi punggung Cakra yang menjauh. "Siapa pria itu? Mengapa dia menatap El dengan tatapan seperti itu?" gumam Tama penuh curiga. Ia belum tahu bahwa pria yang barusan ia temui adalah Cakra Ardiwinata, pria dari masa lalu Hana.

Di lantai 10 gedung Global Energi, Hana duduk di kursi kebesarannya yang empuk. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan yang luas dan mewah. Memorinya berputar kembali ke beberapa tahun lalu, saat ia masih menjadi sekretaris yang hanya berdiri di pojok ruangan, melayani perintah Cakra.

'Hana, buang pikiran itu! Kamu bukan Hana yang dulu lagi, batinnya tegas.

Hana mulai membuka berkas laporan dari Indah. Ia mempelajari setiap detail proyek panel surya dan energi ramah lingkungan yang menjadi visi utama perusahaan ayahnya. Sebagai lulusan terbaik yang sempat terhambat kariernya karena keadaan, otaknya dengan cepat menyerap informasi tersebut. Ia sudah siap untuk diuji.

Suasana di ruang rapat begitu tenang namun penuh ketegangan. Pak Sutoyo duduk di kursi utama, menyambut para investor besar. Namun, saat Raka membacakan daftar hadir, jantung sang pensiunan Jenderal itu seolah berhenti berdetak.

"Selamat datang kepada Pak Ardiwinata dan Saudara Cakra Ardiwinata dari Ardiwinata Group," ucap Raka sebagai moderator.

Pak Sutoyo terdiam. Ia mengepalkan tangan di bawah meja. Nama itu... keluarga yang sudah menyakiti putriku, batinnya geram. Namun, sebagai seorang profesional, ia menekan emosinya. Ia tidak mungkin membatalkan investasi ini di depan umum.

Di sisi lain meja, Cakra dan Pak Ardi duduk dengan sopan namun Cakra malah menunjukkan wajahnya yang angkuh. Mereka sangat penasaran. Kabarnya, perusahaan ini dipimpin oleh sosok yang sangat dipercaya Pak Sutoyo. "Aku ingin tahu sehebat apa CEO baru ini. Memimpin perusahaan energi sebesar ini butuh nyali yang besar," bisik Cakra kepada Papahnya dan Pak Sony sempat mendengarnya.

Raka kemudian berdiri tegak. "Baiklah, saat yang kita tunggu telah tiba. Mari kita sambut CEO baru Global Energi, Ibu Hana Pradipta, putri dari Pak Sutoyo."

Pintu ruang rapat yang megah itu terbuka secara perlahan. Hana melangkah masuk dengan penuh percaya diri. Langkah kakinya yang mengenakan high heels bergema di ruangan yang kedap suara itu. Ia tampak memukau, elegan, dan sangat berwibawa.

Deg!

Cakra yang tadinya sedang memperbaiki posisi duduknya, mendadak membeku. Matanya membelalak lebar, wajahnya pucat pasi seolah melihat hantu di siang bolong. Sementara Pak Ardiwinata nyaris menjatuhkan pena yang ia pegang.

"H... Hana?" suara Cakra tercekat, ia mengucapkannya dengan terbata-bata.

Seluruh ruangan menjadi hening. Hana yang kini sudah berdiri di depan meja panjang, menatap lurus ke arah seseorang yang tentunya sangat ia kenal, Hama sempat terkejut dan tidak percaya, namun ia berusaha menenangkan hatinya dan tetap bersikap biasa saja. Kini tidak ada lagi rasa takut di matanya, yang ada hanyalah tatapan dingin dan profesional dari seorang pemimpin.

Hana tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyiratkan kekuatan. "Selamat siang, para pemegang saham. Saya Hana Pradipta. Mari kita mulai pembahasannya."

Cakra masih tak bergeming. Ia tidak percaya bahwa wanita yang dulu ia ceraikan dan ia rendahkan sebagai "wanita tukang selingkuh", kini berdiri di depannya sebagai pemimpin dari perusahaan yang bahkan perusahaannya sendiri ingin bekerja sama.

Bersambung...

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ga usah balas dendam dengan melibatkan orang lain Hana apa lagi menyangkut peradaan juga karna lama² pasti bakal ada yang tersakiti, entah Tama, atau justru kamu sendiri yang malah gamon dari Cakra meskipun balas dendam mu berhasil kalau ujung²nya kamu menyesal sendiri.
mending tunjukin diri sendiri padanya kalau memang kamu benar² sudah move on dan berubah dari yang dulu dengan keadaan dan kedudukanmu sekarang plus menata hati dan hidup mu... itu baru Oke.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kejutaaannn... selamat berjuang tepung Cakra, entah harapanmu akan terwujud atau gagal karna ga mudah buat Hana nerima kamu kecuali El mendesak buat kalian bersatu dan tentunya dengan skenario Authornya.😆😆😆
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali akak 🤣🤭
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
El kecil² sok tau padahal mah emang tebakanmu Betul sekali.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
mulai berulah lagi si kuman Jesica... mesti di bikin kapok tuh biar ga ganggu terus Hana.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waduuuhhh... 🫣🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Eng ing eengng... apaksh El mau manggil si tepung papah atau justru diem saja ya.🤔🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
owh Tama bukan sodara sedarah ternyata, pantesan di awal kok bisa Tama jadi kakanya sedangkan pak Sutoyo menikahi Lestari lebih dulu dan hamil Hana sebelum nikah dengan Miranti... sekarang terjawab sudah.
untung Tama baik ga kayak almh. ibunya yang egois sampe mau bantu pak Sutoyo buat menemukan Hana.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ternyata takdir pernikahan Hana sama dengan ibunya, karna perbedaan Kasta.
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waaahh apa Hana sodaraan sama Tama ya.. kalaupun bener syukur lah berarti dia ada sosok pelindung.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Weeehh ada pemeran baru yang bakal jadi saingannya si tepung Cakra....😆😆
pepet terus saja pelan² Tama ga apa².🤭🤭🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waduuuhh El kamu mau ngapain nyari tau bapakmu, kasihan ibu mu masih trauma tuh sama tepung Cakra.🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Preeettlah nyeselmu ga guna tepung Cakra karna intinya kamu lebih percaya pada Ibumu da asumsimu sendiri dan ga pernah percaya Hana sama sekali.
coba saja kamu percaya bahwa kamu percaya pada istrimu dan melihat upaya dia selama menjadi iatrimu mungkin kamu ga akan dengan mudah jatuhin langsung kata talak saat Hana jelasin apa yang sebenarnya terjadi.😤
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm.. biar lah Hana pergi bahagia dengan babynya dan biarkan si tepung Cakra nyesel kebangetan biar si ny.Inggrid jadi ikutan sutrrs anaknya terpuruk.🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aku malah inget nya sama penyanyi Cakra Khan, kak 🤭
total 3 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Baru juga ngintip udah adegan yang bikin dag dig dug Thor..🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih sudah mampir, kak 🙏😘
total 1 replies
syska
ᴋᴇʀᴇɴ ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ...
ʀɪɴɢᴀɴ ᴛᴀᴘɪ ᴍᴀsᴜᴋ ᴋᴇ ʜᴀᴛɪ...
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak 🙏😘
total 1 replies
aurora
yang menjadi korban jelas El
Rosita Tumbelaka
aq suka sekali krn foto2 visual nya wajah2 Indonesia..beda dgn novel2 lain selalu pake waja wajah Sarangho...
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, terimakasih Bunda 🙏😘
total 1 replies
Rosita Tumbelaka
Senang nya lihat pasangan yg gagah tampan dan cantik...
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih Bunda 🙏😘
total 1 replies
Opung Boru Caroline Pasaribu
msu apa lagi dia datang
Opung Boru Caroline Pasaribu
kau yg buang lalu kuambil.siapa yg salah kata tama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!