Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.
Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 8.
Pukul 00:30.
Akhirnya aku selesai juga kerja!, badan rasanya pegel semuanya, huh semangat Haeyla!, demi semua hal yang kamu inginkan akan terwujud!.
" Haeyla, ini uang tips untuk kamu, malam ini Cafe kita rame dan semua karyawan dapat tips masing masing. "
" Wahh, beneran kak?, thank you ya kak. "
" Sama sama. "
" Yaudah kak, aku pamit pulang dulu ya, semuanya udah beres kok. "
" Mau aku anter atau gimana?, udah malam soalnya. "
" Ohh gak kak, aku sendiri aja, sekalian ada yang perlu aku beli juga kok. "
" Oke kalau gitu. "
Haeyla berjalan sendiri di tengah dingin nya malam yang lumayan cerah dan berbintang malam ini. sebenarnya tidak baik untuk Haeyla berjalan sendiri, apalagi sudah larut malam begini.
Aku laper banget, kaya nya aku mau makan sesuatu dulu deh sebelum pulang, lagian lumayan dapat uang tambahan.
Haeyla berencana untuk singgah di tempat makan sebentar untuk mengisi perut nya yang keroncongan.
Sate Maranggi Pak Jalal.
" Pak, sate nya 2 porsi ya, tapi jangan pakai ketupat. "
" Siap neng, di tunggu ya. "
Harum banget aroma sate nya, gak salah kalau ini jadi tempat favorit aku, dulu aku sama mama sering banget makan disini, sekarang aku selalu sendiri kalau datang kesini.
" Kursi nya kosong, kalau gue isi kaya nya gak masalah. " Haeylah menoleh ke depan.
" Divo?, kamu disini juga?. "
" Laper gue, abis main sama temen temen."
" Oh oke. "
" Lo baru pulang kerja jam segini, larut malam gini. "
" Yaa, tadi Cafe rame jadi harus lembur. "
" Terus perut lo laper juga?. "
" Ya, makanya aku disini. "
Sate yang di pesan Haeyla sudah datang.
" Ini neng, pesanan nya."
" Oh iya pak, pesen 2 lagi ya untuk temen saya, kamu pake ketupat gak Divo? "
" Lo nraktir gue ceritanya? "
" Udah cepetan bapak nya nungguin. "
" pake ketupat dua duanya pak, sama wedang jahe nya dua. " tambah Divo
" Kamu minum wedang jahe 2? "
" Untuk lo satu, gue tau lo sering minum itu."
Suasana hening untuk beberapa waktu, Haeyla tampak asik memainkan ponsel miliknya, sementara Divo sibuk memotret wajah Haeyla tanpa Haeyla tahu sedikitpun.
" Lo gak makan La, kan pesanan lo udah dateng? "
" Bareng sama kamu, pesanan kamu kan belum datang, gak baik aku makan kamu engga. "
Bener kata mama, kalau anak dari tante Lilian ini memang sangat berbeda.
" Kamu gak niat pacaran La? "
" Pertanyaan konyol Divo. "
" Serius La? "
" Engga, aku mau fokus sekolah sama kerja. "
" Keren. "
Setelah berbincang bincang lumayan lama akhirnya pesanan Divo datang.
" Oke, lets eat La. "
" Sure. Selamat makan. "
" Lo suka sate Maranggi ya La? "
" Eum, suka banget, dulu aku sering makan sama mama disini. "
" Gitu?, yauda sekarang kalau mau makan disini sama gue aja lain kali. "
" Udah, makan dulu jangan bicara. "
Hampir 30 menit mereka berbincang, dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 01:10.
" Divo, aku harus pulang duluan, soalnya ini udah larut banget, aku duluan ya. " Haeyla beranjak dari kursi nya dan pergi membayar makanan mereka tadi.
Divo masih memandangi Haeyla yang mulai pergi menjauh dari nya.
" Tunggu La, biar gue anter lo pulang, yakali lo pulang sendiri jam segini, nanti di culik lo. " Haeyla berpikir untuk menerima tawaran Divo, ini sudah sangat larut bahaya kalau dia pulang sendiri.
" Oke, ayo. " Mereka pun pergi menuju rumah Haeyla.
Pagi pukul 07:10
Oh god, aku telat banget ke sekolah!, ini pasti karena tadi malam aku tidur nya lama banget, aku harus cepat cepat kalau gak bisa kena hukuman.
Haeyla bersiap dengan sangat terburu buru, bahkan karena terburu buru nya dia lupa mengikat rambut nya. Selama sekolah Haeyla belum pernah membiarkan rambut nya terurai.
SMA Adiraha 17 .
" Woy, lo liat Haeyla gak?." tanya Niko pada karin.
" Belum liat gue, kaya nya dia belum datang, biasanya kan dia selalu duduk disana. " menunjuk bangku di sebelah taman.
Sementara disisi lain Cilia datang bersama dengan Arbian.
" Lah bukan nya kemaren lo berdua berdebat ya, uda main rangkul rangkulan aja nih sekarang. " ejek Viola teman Cilia
" Apaan sih lo, gak usah aneh aneh deh. " jawab Cilia.
Arbian tampak memegangi tangan Cilia karena takut Cilia belum terbiasa dan akan jatuh.
" Ar, lo lihat Haeyla gak?." tanya Niko pada Arbian, mendengar itu Cilia tampak tidak suka.
" Ngapain nanya ke Arbian?, dia kan dateng sama gue bukan Haeyla. " ketus Cila
" Gue nanya doang, siapa tahu ada liat. "
" Jam segini Haeyla belum sampe?." sahut Arbian
" Kaya nya sih gitu ya. "
Tak lama kemudian Haeyla datang dengan nafas yang terengah engah.
" Nah itu Haeyla baru datang, buset cantik banget begitu ya. " seru Acoi
Haeyla datang dengan tampilan yang tidak pernah dia tampilkan biasanya di sekolah. Rambut panjang hitam dan bergelombang bawah yang sangat indah miliknya di biarkan terurai hari ini.
" Haii, maaf aku telat ya Nik. "
" Cantik sih emang begitu La. " Sahut Niko
" Gimana?, maksud kamu gimana? "
" Tumben kamu urai rambut kamu La? " Tanya Arbian dengan nada sedikit tak suka.
" Oh ini, tadi aku buru buru jadi aku lupa tata rambut aku. " Haeyla sambil menatap Cilia di samping Arbian.
Cilia merasa sangat jenuh dengan keadaan sekarang, seolah olah semua orang terpukai dengan penampilan Haeyla.
" Kaki kamu kenapa Cil? " tanya Haeyla
" Bukan urusan lo yang pasti!." jawab Cilia ketus.
" Oh oke. " Haeyla langsung masuk ke dalam ruang kelas.
Kok dia biasa aja sih nge lihat gue sama Arbian pegangan tangan begini?, gak mungkin kalau dia ga lihat kan?.
Ruang kelas .
" Arbian nanti pulang sekolah bisa temani gue ke toko kue kan, soalnya gue mau beli kue untuk mami?. "
" Tapi Cil, pulang sekolah aku harus latihan sama Haeyla. "
" Kalau gue bisa sendiri gue pasti gak minta bantuan lo kan?."
" Yaudah fine. "
" La, aku kayanya gak bisa latihan bareng kamu deh hari ini, soalnya harus nemenin Cilia. " Haeyla terdiam sejenak.
" Ya, gak masalah kok, aku bisa latihan sendiri. " sahut Haeyla sambil melihat Arbian dan Cila.
Jam Istiraharat 10:00
Haeyla pergi menuju ruang musik untuk latihan sedikit, karena besok adalah waktu nya untuk pensi. Namun dari kejauhan dia melihat Arbian dan Cila yang selalu menempel, Haeyla hanya diam dan langsung mengalihkan pandangan nya.
" Hai. " Terdengar suara seorang laki laki menyapa Haeyla, tapi kali ini bukan suara Divo.
" Kamu siapa?. " Tanya Haeyla pada orang itu
" Yang jelas kita satu sekolah dan sama sama ada di ruangan ini. " sahutnya
" Engga jelas. " Haeyla kemudian duduk dan mulai memainkan piano nya.
Jam istirahat berakhir.
" Aku Bumi, senang bisa mendengar suara indah kamu, sampai nanti. " Dia langsung pergi meninggalkan Haeyla.
Bumi?, nama yang bagus, aku belum pernah melihay dia sebelumnya, apa dia anak baru ya, biarin aja deh.
Depan kelas IPS 3.
" Anak pindahan itu berdua doang sama Haeyla di ruang musik? " bingung Ifar
" Jelas sih, dia baru banget padahal masuk, udah ngincer Haeyla aja ya. " timbrung Bento
" Mungkin cuma kebetulan, mulut lo berdua jangan lemes. " bantah Divo.
Ruang kelas IPA 1.
" Anak anak semuanya, hari ini kita ada murid baru dari kelas lain yang pindah ke kelas ini, ayo silahkan masuk. " bu Siwi mempersilahkan.
Laki laki dengan perawakan tinggi, gagah, dan berkulit kuning langsat itu masuk ke kelas.
" Perkenalkan, saya Laksaka Bumi Adiatmaja, semoga kita bisa kenal satu sama lain. "
" Baik Bumi, kamu duduk dii??, ya, di sebelah Haeyla. " tempat duduk di sebelah Haeyla kebetulan memang kosong.
Oh bener?, ternyata dia memang anak baru, pantesan wajah nya gak familiar.
Bel Sekolah pukul 14:00.
" Oh iya Haeyla, aku bisa pinjam buku catatan kamu gak ya soal IPA, soalnya aku mau catat tugas buat besok. "
" Boleh, tapi kaya nya buku aku yang itu ada di rumah deh. "
" Bisa gak kalau kita ambil sebentar ke rumah kamu?, soalnya tugas itu penting kan? ".
Haeyla masih berpikir apakah dia akan mengambil buku tugas itu bersama dengan Bumi ke rumahnya.
Bersambung.