NovelToon NovelToon
SOUL LAND WATCH CHRONICLES

SOUL LAND WATCH CHRONICLES

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Action / Romantis / Game / Fantasi
Popularitas:390
Nilai: 5
Nama Author: Meong Punch

📝 Tang Siyun adalah seorang pengembang game online berbakat, tetapi hidupnya hancur berantakan saat ia dikhianati secara bersamaan oleh pacar yang diselingkuhinya dan rekan kerja yang merebut hasil jerih payahnya.

⚰️ Kematiannya yang menyusul penuh dengan rasa pahit dan penyesalan.

🌍 Ia terbangun di dunia novel "Soul Land" yang sangat dikenalnya, terlahir kembali sebagai seorang bayi yatim piatu.

⏱️ Soul-nya yang bangkit bukanlah senjata atau binatang buas, melainkan Pocket Watch (Jam Saku) misterius dengan kemampuan yang belum tergali sepenuhnya.

🏚️ Nasibnya berubah drastis ketika ia diselamatkan oleh Tang Hao, ayah dari protagonis dunia itu, Tang San. Melihat potensi dan nasib malang Siyun, Tang Hao memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat, menjadikan Tang Siyun kakak angkat Tang San.

🔖 Isekai, Reinkarnasi, Fantasi, Romansa Dewasa, Harem, Aksi, Petualangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meong Punch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[ Bab 8 ] » Bayang-Bayang Sang Penguasa Palu

Malam di Desa Holy Spirit biasanya hanya dihiasi oleh suara jangkrik dan deru angin yang menyisir ladang gandum. Namun, di dalam gubuk kecil yang meranggas di ujung desa, keheningan itu terasa jauh lebih berat. Tang Hao duduk di kursi kayunya yang sudah reyot, sebuah botol arak murah tergenggam di tangannya yang kasar dan penuh kapalan.

Matanya yang kusam menatap nyala api yang nyaris padam di tungku perapian. Namun, pikirannya tidak berada di sana. Pikirannya melayang pada kejadian beberapa jam yang lalu, saat kedua putranya, satu darah dagingnya, satu lagi anugerah dari badai, kembali dari ritual kebangkitan roh.

"Blue Silver Grass... dan Jam Saku," gumamnya dengan suara yang pecah.

Ia meneguk araknya, merasakan cairan panas itu membakar tenggorokannya, namun rasa panas itu tidak mampu mematikan ketajaman instingnya sebagai seorang Titled Douluo. Tang San, putranya, memiliki Innate Full Spirit Power dengan roh sampah. Itu saja sudah cukup untuk mengguncang akal sehat siapapun. Tapi yang membuat jantung Tang Hao berdegup kencang adalah palu kecil yang disembunyikan San di tangan kirinya. Clear Sky Hammer. Warisan terkutuk dan agung dari klan yang telah ia tinggalkan.

Namun, bukan hanya San yang mengganggu pikirannya malam ini.

Pandangannya beralih ke arah pintu kamar tempat kedua bocah itu tidur. Lebih tepatnya, ia memikirkan Tang Siyun.

Tang Hao ingat betul malam enam tahun lalu saat ia menemukan Siyun. Di tengah badai petir yang seolah ingin membelah langit, ia menemukan seorang bayi tergeletak di dalam keranjang anyaman yang aneh di pinggir hutan. Tidak ada jejak energi roh, tidak ada surat, hanya seorang bayi dengan mata yang terlalu tenang untuk ukuran anak kecil. Sejak saat itu, Siyun tumbuh menjadi anak yang aneh. Ia malas, menghindari kerja keras, dan selalu tampak seperti sedang menonton sebuah pertunjukan komedi yang hanya ia sendiri yang tahu leluconnya.

Tadi siang, saat Siyun menunjukkan jam saku peraknya, Tang Hao merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Bukan tekanan energi roh yang luar biasa, melainkan sebuah "kekosongan". Seolah-olah saat jam itu muncul, realitas di sekitar Siyun sedikit bergeser.

"Roh sampah?" Tang Hao terkekeh pahit, tawanya berakhir dengan batuk kering. "Su Yun Tao, kau benar-benar buta. Kau menyebut penguasa waktu sebagai sampah?"

Sebagai pria yang pernah berdiri di puncak dunia roh, Tang Hao tahu bahwa roh berbentuk alat penunjuk waktu adalah mitos yang sangat langka, bahkan lebih langka daripada roh naga atau malaikat. Itu adalah roh yang bersentuhan dengan hukum alam semesta yang paling murni.

Tiba-tiba, insting tempurnya berteriak.

Meskipun ia tampak mabuk dan tidak berdaya, indranya tetap setajam silet. Ia merasakan getaran aneh dari kamar sebelah. Itu bukan getaran energi roh biasa. Itu adalah sebuah "keheningan" yang dipaksakan.

Tang Hao meletakkan botol araknya dengan sangat pelan. Ia berdiri, gerakannya tanpa suara sedikit pun, seperti bayangan yang menyatu dengan kegelapan. Ia mendekat ke celah pintu kamar yang sedikit terbuka.

Di dalam sana, ia melihat pemandangan yang akan mengubah pandangannya terhadap Siyun selamanya.

Siyun berdiri di tengah ruangan dalam posisi miring yang aneh, seolah-olah ia sedang jatuh tapi tertahan oleh tangan tak kasat mata. Kemudian, dalam sekejap mata, bahkan bagi seorang Tang Hao yang memiliki kecepatan luar biasa, dunia di sekitar Siyun seolah membeku. Debu yang menari di bawah cahaya bulan berhenti di udara. Napas Tang San yang teratur tiba-tiba terputus dalam keheningan yang absolut.

Tang Hao menahan napas. Matanya melebar. Ia melihat Siyun bergerak dengan santai di dalam ruang yang membeku itu. Bocah itu tidak tampak seperti anak berusia enam tahun. Ekspresi wajahnya penuh dengan analisis, ketenangan, dan kecerdasan yang melampaui usianya.

"Dia benar-benar memanipulasi waktu," batin Tang Hao. Dadanya terasa sesak. "Bukan hanya mematikan detik, tapi dia berada di luar aliran waktu itu sendiri."

Setelah beberapa saat, segalanya kembali normal. Siyun terengah-engah, jatuh terduduk dengan keringat bercucuran. Tang Hao segera menarik diri kembali ke kegelapan ruang tamu sebelum Siyun menyadari keberadaannya.

Tang Hao kembali duduk di kursinya, namun kali ini botol araknya tetap tergeletak di lantai. Pikirannya berputar cepat.

San adalah masa lalu dan masa depannya. San membawa beban klan Clear Sky. Tapi Siyun? Siyun adalah variabel yang tidak bisa ia prediksi. Siyun memiliki kekuatan yang, jika dikembangkan dengan benar, bisa menjungkirbalikkan seluruh tatanan Spirit Hall. Kekuatan waktu adalah satu-satunya hal yang bahkan tidak bisa dilawan oleh kekuatan fisik sehebat apapun.

"Dia menyembunyikannya," gumam Tang Hao. "Dia membiarkan semua orang menganggapnya sampah agar dia bisa hidup tenang. Anak itu... dia jauh lebih licik dariku."

Ada rasa bangga yang aneh menyelinap di hati Tang Hao yang dingin. Ia melihat dirinya sendiri pada diri San, keras kepala, rajin, dan penuh tekad. Tapi pada Siyun, ia melihat sesuatu yang ia dambakan selama ini: kebebasan untuk tidak peduli pada dunia.

Namun, Tang Hao tahu ia tidak bisa tinggal di sini selamanya. Keberadaannya di Desa Holy Spirit hanya akan membawa bahaya bagi mereka jika musuh-musuhnya mengendus jejaknya. Dengan munculnya bakat luar biasa pada kedua anaknya, sudah waktunya bagi mereka untuk pergi, dan sudah waktunya bagi Tang Hao untuk kembali ke bayang-bayang demi melindungi mereka dari jauh.

Ia menarik selembar kertas lusuh dari bawah meja. Tangannya yang besar, yang biasanya digunakan untuk menghancurkan gunung dengan palu, kini gemetar saat memegang pena bulu ayam.

Ia mulai menulis pesan untuk Tang San, instruksi-instruksi standar tentang latihan dan kehidupan. Namun, setelah selesai, ia ragu. Matanya melirik ke arah kamar Siyun.

"Jika aku tidak memberinya peringatan, bocah malas itu mungkin akan membiarkan adiknya bertarung sendirian sementara dia tidur siang," pikir Tang Hao sambil tersenyum tipis.

Ia membalik kertas itu. Ia memusatkan sedikit energi rohnya bukan energi yang meledak-ledak, melainkan energi yang halus dan tersembunyi, teknik yang hanya diketahui oleh petinggi klan Clear Sky. Ia menulis pesan khusus untuk Siyun, pesan yang hanya bisa dibaca jika seseorang memiliki persepsi waktu yang tinggi.

Siyun, aku tahu kau bukan anak biasa...

Setiap kata yang ia tulis adalah pengakuan. Pengakuan bahwa ia menghormati rahasia anak angkatnya itu. Ia meminta Siyun untuk menjaga San, bukan karena San lemah, tetapi karena dunia roh adalah tempat di mana bakat sering kali menjadi kutukan.

Sepanjang sisa malam itu, Tang Hao tidak tidur. Ia menghabiskan waktunya dengan berdiri di luar gubuk, menatap bintang-bintang. Ia merasakan kehadiran Old Jack yang akan datang pagi nanti untuk menjemput anak-anak.

Ia memikirkan masa depan. Nuoding hanyalah sebuah kolam kecil. Dengan Innate Full Spirit Power dan kekuatan manipulasi waktu, kedua bocah itu akan segera melompati gerbang naga.

"A Yin," bisik Tang Hao, menyebut nama istrinya yang telah tiada ke arah angin malam. "Lihatlah anak-anak kita. Yang satu membawa paluku, dan yang satu lagi membawa kunci untuk mengatur takdir. Mungkin... mungkin dendam kita benar-benar akan terbalaskan suatu hari nanti."

Sebelum fajar menyingsing, Tang Hao masuk kembali ke dalam rumah. Ia menyiapkan panci berisi bubur, makanan terakhir yang bisa ia berikan untuk mereka. Ia menatap wajah tidur San dan Siyun untuk terakhir kalinya.

Pada San, ia melihat beban. Pada Siyun, ia melihat misteri.

Ia meletakkan surat itu di meja kayu, menindihnya dengan palu kecil sebagai simbol tanggung jawab. Ia tahu Siyun akan menemukannya. Ia tahu Siyun akan mengerti.

Saat langkah kaki Old Jack terdengar mendekat di kejauhan, Tang Hao melangkah keluar dari pintu belakang. Ia tidak menoleh lagi. Bukan karena ia tidak peduli, tetapi karena ia tahu jika ia menoleh, ia mungkin tidak akan sanggup membiarkan mereka pergi ke dunia yang kejam itu sendirian.

Tang Hao menghilang ke dalam kabut hutan, meninggalkan Desa Holy Spirit. Ia akan mengawasi. Ia akan menunggu. Dan jika saatnya tiba ketika waktu harus berhenti untuk menyelamatkan putranya, ia tahu Siyun akan ada di sana, memutar jarum jamnya.

Keberangkatan kedua bocah itu ke Nuoding bukan sekadar awal sekolah. Itu adalah roda penggerak pertama dari mesin takdir yang baru saja mulai berputar, dan Tang Hao telah memastikan bahwa mesin itu memiliki pelumas yang cukup berupa cinta seorang ayah yang tersembunyi di balik ketegasan dan botol arak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!