NovelToon NovelToon
Asal Mula Pedang Buta

Asal Mula Pedang Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Tianyuan, kekuatan adalah segalanya. Namun, Ren Zhaofeng hanyalah seorang murid pelayan buta di Sekte Awan Hijau yang bertugas menyapu halaman. Tanpa penglihatan dan tanpa latar belakang, ia dianggap tidak lebih dari debu di bawah kaki para jenius yang berlomba mengejar keabadian.

Namun, dunia tidak tahu bahwa di balik kain penutup matanya, Zhaofeng memiliki "Hati Pedang Tanpa Cela". Ketika orang lain hanya melihat wujud, ia mendengar napas semesta.

Di bawah bayang-bayang Monumen Daftar Naga Langit yang agung, Zhaofeng memulai langkah pertamanya. Bukan untuk melihat puncak dunia, tetapi untuk memaksa dunia mendengarkan gema pedangnya. Dari penyapu hina menjadi legenda yang membelah langit—inilah kisah asal mula Sang Pedang Buta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangan Besi Penghancur Tulang

Kemenangan Ren Zhaofeng atas Li Dong masih menjadi buah bibir penonton ketika gong arena kembali berbunyi.

"Semifinal Pertama: Wang Gang VS Zhang Wei!"

Zhang Wei adalah murid senior yang dihormati. Dia menggunakan tombak panjang dan kultivasinya berada di Penempaan Tubuh Tahap 4 Menengah. Di tahun-tahun sebelumnya, dia selalu menjadi kandidat kuat juara.

Tapi hari ini, dia terlihat gugup.

Wang Gang berjalan naik ke arena tanpa senjata. Dia hanya mengenakan sarung tangan kulit hitam yang membungkus kepalan tangannya yang besar. Auranya begitu berat hingga debu di sekitar kakinya bergetar setiap kali dia melangkah.

"Menyerahlah, Zhang Wei," kata Wang Gang datar. "Aku tidak ingin membuang tenaga sebelum menghancurkan si Buta itu."

Zhang Wei merasa terhina. "Jangan sombong! Tombak Ular-ku tidak punya mata!"

HIAAA!

Zhang Wei menyerang dengan tombaknya. Tusukannya cepat, mengincar dada Wang Gang.

Wang Gang tidak menghindar. Dia juga tidak menangkis.

Dia maju.

Saat mata tombak itu menyentuh dadanya, terdengar suara TANG! yang nyaring, seolah tombak itu menghantam dinding besi. Baju Wang Gang robek, memperlihatkan kulit dadanya yang berkilau metalik keabu-abuan.

"Teknik Tubuh Besi!"

Penonton terkesiap. Teknik pertahanan tingkat tinggi! Wang Gang telah melatih kulitnya sekeras baja.

"Cuma segitu?" Wang Gang mencibir.

Tangan kanannya bergerak secepat kilat, menangkap batang tombak Zhang Wei.

KREK!

Dengan satu remasan, batang tombak dari kayu ulin besi itu hancur berkeping-keping di tangan Wang Gang.

Sebelum Zhang Wei sempat bereaksi, Wang Gang sudah mengirimkan satu pukulan lurus ke dada lawannya.

BUKK!

"Ukh!"

Zhang Wei terlempar lima meter ke belakang, mendarat di luar arena dengan suara tulang rusuk yang retak. Dia pingsan seketika, darah segar mengucur dari mulutnya.

"Pemenang: Wang Gang!"

Pertarungan itu berlangsung lebih cepat daripada pertarungan Zhaofeng. Ini bukan kemenangan teknik. Ini adalah kemenangan Dominasi Mutlak.

Wang Gang berdiri di tengah arena, tidak turun. Dia menoleh ke arah ruang tunggu peserta, matanya menatap lurus ke arah Zhaofeng yang sedang duduk bermeditasi.

"Ren Zhaofeng!" teriak Wang Gang, suaranya menggelegar diperkuat Qi. "Naiklah! Jangan membuatku menunggu. Aku akan mematahkan setiap tulang di tubuhmu untuk menebus rasa malu Li Dong!"

Sorak sorai penonton mencapai puncaknya. Final yang dinanti-nanti.

Kekuatan Murni (Wang Gang) VS Teknik Misterius (Zhaofeng).

Zhaofeng membuka matanya di balik kain. Dia berdiri perlahan, mengambil Pedang Karat-nya, dan berjalan menuju arena.

Langkahnya tenang, tapi pikirannya waspada.

Kulit Besi... batin Zhaofeng. Pedang Karatku tumpul. Jika aku tidak bisa menembus pertahanannya, aku tamat.

Zhaofeng naik ke panggung. Angin sore bertiup kencang, menerbangkan debu di antara mereka.

Wang Gang menyeringai kejam. "Kau tahu kenapa aku tidak pakai senjata? Karena untuk membunuh semut, aku cuma butuh jari."

"Banyak orang yang bicara besar akhirnya lidahnya tergigit sendiri," balas Zhaofeng tenang.

"MULAI!"

BOOM!

Wang Gang meledak maju. Kecepatannya jauh di atas Li Dong. Lantai batu arena retak di tempat dia berpijak.

Dia mengirimkan tinju kanan lurus ke wajah Zhaofeng.

Zhaofeng mendengar suara angin yang padat. Tinju itu membawa tekanan udara yang berat. Tidak bisa ditangkis!

Zhaofeng menggunakan Langkah Pedang Hantu. Dia bergeser ke samping.

Tinju Wang Gang meleset, tapi dia tidak kehilangan keseimbangan seperti Li Dong. Dia memutar sikunya, mengubah pukulan lurus menjadi sikut mematikan ke arah rusuk Zhaofeng.

Zhaofeng terpaksa mengangkat gagang pedangnya untuk memblokir.

BLAM!

"Ugh!"

Zhaofeng terdorong mundur tiga langkah. Lengannya terasa kebas. Tenaga Wang Gang di luar nalar. Ini adalah kekuatan penuh Tahap 5—setara lima ekor banteng.

"Kenapa? Cuma bisa lari?" Wang Gang mengejar, tinjunya bertubi-tubi seperti hujan meteor.

Zhaofeng terus menghindar dan menangkis, mencari celah suara.

Di sana!

Saat Wang Gang melancarkan uppercut, ketiaknya terbuka.

Zhaofeng menusukkan pedangnya.

TING!

Pedang Zhaofeng mengenai kulit ketiak Wang Gang, tapi tidak menembus! Suaranya seperti memukul lempengan tembaga. Kulit Wang Gang terlalu keras!

Wang Gang tertawa. "Geli!"

Dia mencengkeram bilah Pedang Karat Zhaofeng dengan tangan kosong.

Sreeet!

Dia menahan pedang itu, lalu menarik Zhaofeng mendekat.

"Kena kau."

Tangan kiri Wang Gang yang bebas mengepal, siap menghantam kepala Zhaofeng yang tak terlindungi dalam jarak nol.

Zhaofeng dalam bahaya fatal. Pedangnya tertangkap. Jarak terlalu dekat. Kekuatan musuh mutlak.

Waktu seolah berhenti.

Di tribun, Tetua Pedang berdiri dari kursinya, wajahnya tegang.

Zhaofeng tidak panik. Di tengah situasi hidup mati, pendengarannya justru menajam ke tingkat ekstrem. Dia mendengar sesuatu dari dalam tubuh Wang Gang.

Suara aliran darah.

Saat Wang Gang mengeraskan kulitnya dengan Teknik Tubuh Besi, aliran darahnya harus dipompa lebih cepat ke permukaan kulit. Ada satu titik di mana aliran itu bertemu dan berputar. Titik pusat Qi pertahanannya.

Tiga inci di bawah pusar. Dantian Bawah.

Tapi tangan Zhaofeng terikat. Bagaimana cara menyerang ke sana?

Zhaofeng melakukan hal gila.

Dia melepaskan gagang pedangnya.

Wang Gang terkejut karena beban di tangannya hilang.

Zhaofeng menjatuhkan dirinya ke bawah, berlutut, menghindari tinju kiri Wang Gang yang melayang di atas kepalanya.

Tangan kanan Zhaofeng, yang kini bebas, membentuk kepalan dengan jari tengah menonjol. Pukulan Satu Inci.

Dia memukul lurus ke arah pusar Wang Gang.

BUKK!

"Mati kau!" teriak Wang Gang, tidak merasakan sakit. Dia siap menginjak Zhaofeng.

Tapi tiba-tiba...

Wuuuunnggg...

Wajah Wang Gang berubah dari garang menjadi ungu. Matanya melotot keluar.

Pukulan Zhaofeng tidak keras di luar. Tapi dia mengirimkan getaran "Gema" langsung ke dalam pusat aliran darah Wang Gang, mengacaukan sirkulasi Teknik Tubuh Besi-nya dari dalam.

"Argh...!"

Pertahanan besi Wang Gang runtuh seketika. Kulitnya kembali normal, merah padam.

Zhaofeng tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia menangkap pedangnya yang masih dipegang oleh tangan Wang Gang yang melemas, menariknya kembali, lalu menebas horizontal ke arah kaki Wang Gang.

SLAASSHH!

Darah muncrat.

"AAAAARGGHH!"

Wang Gang jatuh berlutut. Urat hamstrings (otot paha belakang) kedua kakinya terpotong rapi.

Raksasa itu tumbang.

Zhaofeng berdiri, napasnya memburu, keringat membasahi seluruh tubuhnya. Dia menodongkan ujung pedangnya yang berdarah ke leher Wang Gang yang berlutut di depannya.

"Kulitmu memang besi," bisik Zhaofeng di telinga Wang Gang yang gemetar kesakitan. "Tapi organ dalammu masih daging. Dan suara dagingmu... sangat bising."

Pengawas ujian menelan ludah, lalu berteriak.

"Pemenang... dan Juara Ujian Murid Luar Tahun Ini... REN ZHAOFENG!"

Alun-alun meledak dalam gemuruh yang mengguncang gunung.

Dari seorang penyapu buta, menjadi Raja Murid Luar. Legenda Ren Zhaofeng telah dimulai.

1
Apliti warman
alumrnya bagus, cara penulisannya dah expert nih, lanjut thor, ada yg hilang thor, tentang penguasaan jurus 2 mc, menarik cara othor menjelaskan, juga ranah mc, naikkan dikit...😁
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Panen Zhaofeng.... dan bersihkan harta karun Duanmu
Nanik S
Krek., hancur sudah tulangnya
yos helmi
lanjut
Nanik S
Nyonya Merah mengerikan juga, banjir Darah dibilang ramai
Nanik S
Jual barang rampasan
Nanik S
Xiao Yu... ikut saja Zhaifeng
Nanik S
Lanjutkan dan tetap semangat Tor
Nanik S
Mantap Pooool
Nanik S
Lanjutkan Zhaofeng dan bantai semua Taring naga
Nanik S
Demi melindungi Sekte Zhaofeng rela meninggalkan Sekte
Nanik S
Lanjut mengembsra
A 170 RI
cerita pendekar buta cukup menarik
A 170 RI
trus berkarya jangan hiatus ya thor..
💪
Nanik S
Zhaofeng perusak rencana
Nanik S
Racun disapu Petir.... k\kwkwkw
Nanik S
mana ada Penghianat mengaku
Nanik S
Qingyu.... ya karena juga Jenius
Nanik S
Tantangan yang Elegan pada Tuanya Li Ding
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!