NovelToon NovelToon
HATI YANG DITULIS DENDAM & CINTA

HATI YANG DITULIS DENDAM & CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:51
Nilai: 5
Nama Author: E'Ngador Together

Ketika usia tujuh tahun, Qinara kehilangan segalanya. Ayahnya, pengusaha pertambangan yang penuh cinta, meninggal dalam kecelakaan yang mencurigakan. Tak lama setelah itu, ibunya yang sudah lama dia curigai berselingkuh, dengan terang-terangan membawa pria cinta pertamanya dan anak hasil hubungan lama ke rumah—dan menguasai semua harta ayahnya.

Perlakuan tidak adil menjadi bagian sehari-hari. Ibunya lebih membela anak tiri daripada dia, dan ketika Qinara mencoba membicarakan kecurigaan bahwa ayahnya dibunuh, dia diusir dengan kasar. Hanya membawa pakaian di tubuh dan kotak kecil yang diberikan ayahnya, dia meninggalkan rumah dengan hati hancur dan janji terukir dalam benak: aku akan mengambil kembali hak ayah dan aku.

Melalui perjalanan yang penuh kesusahan, Qinara bertahan di panti asuhan, menemukan bakatnya di bidang hukum, dan berjuang untuk pendidikan. Setiap langkahnya dipacu oleh dendam—butuh waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan bukti, menghadapi ancaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon E'Ngador Together, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MASA DEPAN YANG MULAI TERANG

Mentari pagi menyinari rumah ayahnya di Jakarta dengan cahaya yang baru. Sudah seminggu sejak putusan pengadilan keluar—Arman dan Laras telah dipindahkan ke penjara negeri, dan semua harta yang dicuri telah dikembalikan kepada Qinara. Hari ini, dia akan kembali tinggal di rumah yang dulu menjadi tempatnya tumbuh, tapi sekarang terasa seperti tempat baru—tempat yang bebas dari kebencian dan pengkhianatan.

Pak Santoso dan Pak Rio membantu dia membersihkan rumah. Banyak barang-barang Arman dan Laras telah diambil polisi sebagai bukti, sehingga rumah itu terasa lebih luas dan segar. Qinara berjalan ke kamar besarnya yang dulu diambil Rizky—sekarang, kamar itu kembali menjadi miliknya. Dia melihat jendela yang menghadap taman, dan ingat bagaimana ayahnya sering bermain bersama dia di sana.

"Qinara, lihat ini," kata Pak Santoso, memegang bungkus kayu yang dia temukan di lemari bawah meja kerja ayahnya. "Kelihatannya seperti milik ayahmu."

Qinara mendekatinya dan membuka bungkus. Di dalamnya, ada seperangkat alat kayu yang ayahnya gunakan untuk membuat mainan. Ada mobil kayu, boneka kayu, dan pesawat terbang kayu—semua yang dia buat sendiri untuk Qinara. Dia menangis melihatnya—ini adalah kenangan yang dia lupakan, kenangan yang penuh kasih.

"Pak Santoso, aku ingin membuat mainan lagi dengan alat ini. Seperti yang ayahku lakukan dulu," kata Qinara dengan suara lirih.

Pak Santoso menyenyum. "Tentu, Nak. Kita bisa membuatnya bersama. Ayahmu pasti akan senang mendengarnya."

Selama hari itu, mereka membuat mainan kayu di taman. Qinara belajar bagaimana menggunakan alat-alat itu dengan bimbingan Pak Santoso, dan dia merasa seperti kembali menjadi anak kecil yang bahagia. Meskipun ayahnya tidak ada di sana, dia merasa kehadiran ayahnya di setiap potongan kayu yang dia buat.

Sore hari, Pak Rio membawa berita baik. "Qinara, aku telah membentuk yayasan atas nama ayahmu—Yayasan Hadian untuk Anak Yatim. Yayasan ini akan membantu anak-anak yatim yang tidak punya tempat tinggal dan uang sekolah. Ini adalah cara yang bagus untuk menghormati ingatan ayahmu."

Qinara merasa senang. Ini adalah impian ayahnya—membantu orang lain yang menderita. "Terima kasih, Pak Rio. Ayahmu pasti bangga dengan ini."

"Kamu akan menjadi ketua yayasan ketika kamu dewasa, Qinara. Sampai itu, aku dan Pak Santoso akan mengelolanya. Tapi kamu bisa memberikan ide dan bantuan kapan saja," kata Pak Rio.

Qinara mengangguk. Dia ingin membantu anak-anak lain yang mengalami apa yang dia alami. Dia ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian, bahwa ada orang yang peduli padanya.

Keesokan harinya, Qinara kembali ke sekolah. Dia telah absen selama beberapa minggu karena perjuangan, dan dia khawatir bahwa teman-temannya akan melupakan dia. Tapi ketika dia tiba di sekolah, dia disambut dengan sorakan kegembiraan. Teman-temannya telah mendengar tentang kasusnya, dan mereka bangga padanya.

"Qinara! Kamu baik-baik saja? Kita khawatir banget!" kata Rani, teman sekelasnya yang dulu selalu mengganggunya.

"Ya, aku baik-baik saja. Terima kasih sudah khawatir," jawab Qinara dengan senyum.

Rani mengeluarkan mainan boneka dari tasnya. "Ini untukmu, Qinara. Sebagai tanda maaf karena dulu selalu mengganggumu. Aku ingin kita jadi teman baik."

Qinara menerima boneka itu dengan harapan. Dia merasa lega—akhirnya, dia memiliki teman di sekolah.

Selama hari-hari berikutnya, kehidupan Qinara kembali normal. Dia pergi ke sekolah, bermain dengan teman-temannya, dan membantu mengelola yayasan. Dia juga sering mengunjungi Pak Slamet di rumahnya di pinggir kota, untuk berterima kasih dan mendengar cerita tentang masa mudanya. Pak Slamet selalu senang melihatnya, dan dia seringkali memberinya buah liar yang dia panen di kebunnya.

Suatu hari, Qinara menerima surat dari Laras yang dikirim dari penjara. Dia ragu apakah akan membukanya, tapi akhirnya dia memutuskan untuk membacanya.

Untuk Qinara sayangku,

Maafkan aku, Qinara. Aku tahu bahwa aku telah melakukan kesalahan yang tidak bisa dibatalkan. Aku telah mengkhianati ayahmu dan mengusirkannya dari rumah. Aku telah mengizinkan Arman membunuh ayahmu, dan aku tidak punya alasan yang bisa membenarkan itu.

Aku tahu bahwa kamu tidak bisa memaafkanku, dan aku tidak mengharapkannya. Tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu, meskipun aku tidak pernah menunjukkan itu. Aku menyesal semua yang aku lakukan, dan aku berdoa agar kamu bisa hidup dengan bahagia.

Dengan rasa menyesal yang dalam,

Ibumu, Laras

Qinara menangis membaca surat itu. Dia masih tidak bisa memaafkan ibunya, tapi dia merasa sedikit lega mengetahui bahwa ibunya menyesal. Dia menyimpan surat itu di kotak pemberian ayahnya, bersama surat ayahnya dan bukti-bukti kasus.

Malam itu, Qinara berdiri di teras rumah, memandang langit malam yang penuh bintang. Dia membicarakan kepada ayahnya yang ada di surga. "Ayah, kehidupanku sekarang baik-baik saja. Aku punya teman, aku kembali ke sekolah, dan kita punya yayasan untuk membantu anak-anak yatim. Aku akan membuatmu bangga, ayah. Aku akan menjadi orang yang kamu harapkan."

Tiba-tiba, dia melihat bintang yang terang menyala di langit. Dia merasa seolah ayahnya sedang menyapa dia, memberitahunya bahwa dia bangga padanya. Dia tersenyum dan berdoa agar ayahnya selalu melindunginya.

Beberapa bulan kemudian, Yayasan Hadian untuk Anak Yatim mengadakan acara pembukaan panti asuhan baru di Jakarta. Panti asuhan itu diberi nama "Panti Asuhan Qinara"—diberi nama dia sebagai tanda penghormatan atas keberaniannya. Banyak orang datang ke acara itu, termasuk wartawan, tokoh masyarakat, dan anak-anak yatim yang akan tinggal di sana.

Qinara berdiri di panggung dan memberikan pidato. "Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah membantu saya. Tanpa Anda, saya tidak akan bisa mencapai ini. Ayahku selalu mengatakan bahwa kita harus membantu orang lain yang menderita, dan panti asuhan ini adalah wujud dari harapannya. Saya berjanji akan membantu anak-anak di sini, sehingga mereka bisa memiliki masa depan yang cerah, seperti yang ayahku harapkan untuk saya."

Suara tepuk tangan terdengar dari seluruh tempat. Qinara melihat ke arah Pak Rio, Pak Santoso, dan Pak Slamet—mereka semua tersenyum padanya. Dia merasa bahagia dan lega—hidupnya telah berubah banyak sejak ayahnya pergi, tapi dia telah menemukan jalan untuk melanjutkan hidup, jalan yang penuh kasih dan harapan.

Malam itu, Qinara tidur dengan nyenyak di kamar baru panti asuhan. Dia membaca surat ayahnya sekali lagi, dan merasa kehadiran ayahnya di sana. Dia tahu bahwa perjuangannya telah berakhir, dan masa depan yang cerah menunggunya.

Mentari esok akan muncul, dan dengan itu, hari-hari baru yang penuh harapan. Qinara siap untuk menghadapinya. Dia adalah anak yang kuat, anak yang penuh kasih, anak yang akan membuat ayahnya bangga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!