Ada apa dengan istriku?
Tak seperti biasanya istriku terlihat diam tak banyak bicara lagi, seolah bukan orang yang kukenal selama ini.
Diam bukan berarti tak mengerti apapun - Luna.
Maafkan, sungguh diriku menyesali semua itu - Akbar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MS.Tika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Hari ini begitu penat niat datang ke kota ini untuk menemani istrinya, malah di hadapkan permasalahan perusahaan yang begitu menyebalkan. Akbar tampak begitu serius dengan dokumen-dokumen yang berada diatas meja kerjanya sembari mengecek kesalahan mana lagi yang harus diperbaikin dirinya sampe lupa mengabari istrinya hingga sore hari menjelang masih tetap berada diperusahaan tersebut.
Drrtt..ddrrrtr..
Bunyi ponsel Akbar diatas meja berdering begitu keras, tertera nama yang menjadi pujaannya sedari dulu. Akbar pun yang melihat sekilas hanya bisa menghelas nafas pelan harinya sudah lelah ditambah lagi dengan ini.
"Halo, Akbar.." panggil Dita
"Iya, ada apa menghubungiku?" tanya Akbar pada kekasihnya
"Kamu kapan kembali? disini aku sangat merindukanmu, ruanganmu begitu sepi tak ada yang bisa menemaniku jalan-jalan." ucap sendu Dita yang berpura-pura seakan dirinya begitu merindukan Akbar.
"Aku pulang pasti menghubungi kamu, disini juga sedang banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dulu. Tolong sekalian titip mama padamu, istriku juga sedang tidak ada dirumah Luna berada diluar kota beberapa hari kedepan. Nanti pulang aku bawakan oleh-oleh untukmu sayang." ucap Akbar sambil melihat arah luar jendela diruangannya.
"Ah, oke sayang. Nanti aku pulang akan mampir kerumahmu melihat mama sebentar. Apa Luna juga berada diluar kota? kamu tidak pergi berdua kan dengan dia?" tanya selidik Dita.
"Tidak lah sayang, buat apa aku pergi dengan dirinya. Ada pekerjaan penting yang harus aku tangani. sayang, maaf aku tutup dulu mau menyelesaikan dokumen penting dulu. bye.." ucap Akbar sembari menutup panggilan Dita.
Akbar hanya bisa menghelas nafas, dirinya sungguh bingung dengan perasaannya saat ini. Disatu sisi masih mencintai Dita tapi disatu sisi lainnya Luna istrinya begitu mengusik hatinya saat ini.
"Luna lagi Luna lagi, kapan hubungan ini akan begitu jelas tanpa bayang-bayang istrimu Akbar. Aku harus cepat bertindak sebelum kamu berubah begitu jauh dariku Akbar." ucap Dita sinis dengan genggaman ponsel erat.
-- -
Hari sudah menjelang sore, Luna merasa sangat lelah seharian berkeliling dan akhirnya kembali lagi ke hotel.
"Sangat lelah, ternyata jalan-jalan sendiri sungguh menyenangkan tanpa ada yang bertanya ini dan itu. Omong-omong jalan-jalan apa Adam udah sampai dibali." gumam Luna
[Dam, where are you?] pesan Luna
[Im Here] balas Adam
[Ok,] pesan Luna
"Ini lebih baik dari pada aku harus berdua dengan suamiku, aku tidak ingin terlalu mencintainya lagi akan sangat sakit nantinya. Untuk sementara begini lebih baik." kata Luna
Luna pun masuk kedalam kamar hotelnya, dilihanya kamar masih begitu sepi tandanya suaminya belum kembali dari perusahaan lalu ia memutuskan membersihkan diri dikamar mandi.
Ting..
Bunyi pesan baru masuk kedalam ponsel Luna, ia yang sudah selesai mandi hanya mengecek sekilas dan dilihatnya pesan masuk tak dikenal yang dapatnya.
[Kamu masih sama seperti dulu tidak berubah] pesan misterius
[siapa kamu?] balas Luna
Tak ada tanda balasan pesan masuk kembali, Luna hanya menganggap itu orang iseng yang asal spam saja. Diabaikan ponselnya ia pun langsung merebahkan keatas ranjang yang berada dikamar.
"Sungguh sangat lelah hari, dia apa akan kembali kesini? buat apa aku memikirinya." ucap Luna sambil melihat sekilas kearah luar jendela yang berada dikamarnya.
Waktu sudah menunjukkan sembilan malam, Akbar yang merasa sudah sangat lelah pun memutuskan kembali ke hotel.
Klik..
Pintu kamar hotel terbuka dan Akbar masuk kedalam dilihatnya istrinya apa sudah pulang apa belum Akbar menelusuri kamarnya.
"Kamu sudah pulang ternyata, maaf aku tak bisa menemanimu hari ini." ucap lirih Akbar melihat istrinya sudah tidur dengan lelap.
Akbar masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, tampilan saat ini begitu berantakan. Setelah menyelesaikan mandinya dirinya langsung kembali merebahkan diatas sofa seperti malam sebelumnya ia tidak akan mengganggu istrinya yang sudah terlelap tidur.
"Hari ini sangat melelahkan masalah perusahaan kacau ternyata disini, aku harus cepat menyelesaikan agar bisa menemani istriku seperti tujuan awalku kesini dan segera menyelesaikan urusan hati ini lebih lega tanpa beban." gumam Akbar yang sudah diatas sofa panjang.
- -
Keesokkan harinya, Luna yang bangun terlebih dulu ia langsung memilih keluar kamar melihat apa suaminya datang kembali kesini atau tidak.
"Dia sungguh datang kesini lagi." ucap Luna melihat suaminya masih tidur disofa panjang.
"Lebih baik aku bikin minuman hangat aja dipagi ini itu lebih baik." gumam Luna
Luna yang masih mengenakan piyama yang terlihat seksi, atasan potongan V dengan celana pendek diatas lutut menampilkan kaki putih yang mulus itu sedang meracik kopi panas untuk suaminya dan teh untuknya sendiri.
Bunyi berisik yang ada di area dapur mengganggu tidur Akbar, suaminya itu pun bangun dan melihat sekeliling dari mana sumber suara berisik berasal.
"Hoaam, berisik sekali suara dari mana ini." ucap Akbar
Akbar berdiri dan berjalan kearah sumber suara berisik tersebut, langkah demi langkah maju ke depan tepat menuju arah dapur tempat Luna berada pagi ini. Alangkah kagetnya dilihatnya istrinya nampak begitu cantik dipagi hari meskipun hanya terlihat memakai pakaian tidur dan tidak bermake up sama sekali terlihat sangat lucu dimatanya. Suara gelas dan sendok saling bersautan di dapur.
"Apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Akbar ke arah Luna.
Kliting...ting..
Tak sengaja Luna menjatuhkan sendoknya, ia kaget mendengar suara suaminya yang sudah bangun dan disini.
"Kamu mengagetkanku saja." ucap datar Luna
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya sekali lagi Akbar pada istrinya.
"Kopi buatmu dan teh buatku." jawab datar Luna
"Kamu akan tetap begini bicaranya, jika ditanya baru mau akan menjawab. kamu berubah Luna." ucap sendu Akbar
Luna hanya diam saja tidak menjawab apa yang diomongin suaminya, kopi dan teh yang telah selesai dibuat. Dirinya langsung kembali masuk kedalam kamar tiba-tiba tangannya dicegat Akbar.
"Apa salahku Luna? Maaf jika aku sudah menyakiti hatimu. Maaf jangan mendiamku begini, kamu sudah berubah." ucap Akbar sambil memeluk erat Luna.
Tak ada perlawanan dari istrinya, Akbar pun menyerah dan melepaskan kembali Luna.
Klek..
Bunyi pintu kamar Luna
Luna lari dan masuk kedalam kamarnya, merosotlah Luna dibalik pintu kamar luruh sudah air mata yang ia tahan sedari tadi ia tak sekuat itu, ia lemah jika berhadapan dengan suaminya.
"Kamu yang sudah berubah mas, kamu yang sudah mengkhianati pernikahan ini sedari awal." ucap Luna sembari menutup mata dengan kedua tangannya
Air mata Luna mengalir cukup lama didalam kamar itu, ia kesini untuk menenangkan diri bukan untuk mengeluarkan air mata seperti ini apalagi harus berhadapan langsung dengan suaminya dikala bekas luka hati masih menganga cukup lebar.
[Adam, kamu dimana?] pesan Luna
[Aku direstoran bawah hotel yang sama kamu tempatin] balas Adam
[Tunggu aku, aku akan kesana] balas Luna
se BADAS apa kamu luna
apa mau berbagi lendir dengan mereka lun OMG
biar kamu ga sama Kaya yg lain cuma mewek doang 🤦