Luo Chen merupakan tuan muda keluarga Luo, namun demi menutupi kesalahan adiknya ia harus dikorbankan oleh keluarganya sendiri berada di penjara bawah tanah kekaisaran Tang. Banyak orang menduga jika Luo Chen akan bernasib buruk ketika berada dalam penjara bawah tanah tersebut, dimana kematian menjadi lebih baik daripada bertahan hidup.
Namun tanpa diduga, bekas Kaisar sebelumnya yang secara kebetulan menemukan Luo Chen memiliki tulang langka 1000 tahun memilih untuk menyelamatkannya dan menjadikannya sebagai murid rahasia dengan pelatihan khusus. Dengan bakat serta tekad yang kuat, akhirnya Luo Chen tidak mengecewakan gurunya, ia berubah dari sosok pemuda yang pendiam menjadi pribadi yang penuh semangat serta aura bertempur yang sangat mengerikan.
Kini 7 tahun telah berlalu, nama Luo Chen di Klan Luo perlahan memudar dengan catatan buruk yang melekat di dirinya. Tanpa orang lain sadari, Luo Chen telah menjadi sosok pembunuh yang paling ditakuti oleh kelompok pemberontak Kekaisaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Lim's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bidadari Sehalus Giok
Sementara itu di tempat yang berbeda, di pedalaman hutan Cemara Adem..
Pada saat ini seorang wanita mengenakan pakaian berwarna putih tampak serius dalam memindai beberapa lokasi yang tertutupi tumbuhan perdu. Setelah kepergian Luo Chen, wanita tersebut menyibukkan diri dengan mencari tumbuhan herbal berkualitas tinggi. Sebagai tabib di Gerbang Naga, Zhao Lushi bertanggungjawab mengembangkan obat-obatan yang berguna bagi seluruh anggota kelompok.
Di bawah pemandangan kabut tipis yang menyelimuti hutan Cemara Adem, tatapan wanita cantik tersebut terkunci pada sebuah bidang yang mengandung hawa spiritual. Meski sesekali terdapat binatang spiritual, mereka lari menghindar dan meninggalkan suara-suara aneh tidak seperti binatang lazimnya. Sebagai kultivator yang berada di ranah Pendekar Bumi, Zhao Lushi tidak terlalu khawatir berada di kedalaman hutan Cemara Adem meski seorang diri. Ia seperti acuh tak acuh dengan kondisi sekitar yang terdapat banyak pohon besar seperti pilar langit yang tertancap ke bumi dengan kokoh.
Sebagai salah seorang pejuang terkuat di Gerbang Naga, pencarian tumbuhan spiritual bukanlah sesuatu hal yang sulit dilakukan. Diantara para tabib dialah yang paling memahami aliran energi spiritual, ilmu pengobatannya juga bukan sesuatu yang bisa ditukar dengan uang.
Namun sepertinya hari ini keberuntungan tidak sedang memihak dirinya, setelah beberapa waktu berada di pedalaman hutan Cemara Adem ia masih belum menemukan tumbuhan yang dicari, yakni anggrek matahari. Kendati demikian, ia masih mendapatkan beberapa tanaman obat yang kemudian ia simpan ke dalam cincin penyimpanannya.
"Sepertinya aku harus berhenti sampai di sini" Gumam Zhao Lushi sambil menghentikan langkahnya.
Tatapannya memandang ke arah depan, ada patahan ranting yang sepertinya sengaja ditinggalkan oleh kultivator lain. Secara khusus mirip jejak yang dibuat oleh kelompok Bunga Merah yang juga merupakan kelompok rahasia.
Zhao Lushi mengedarkan pandangan spiritualnya, sorot matanya yang tenang berubah menjadi penuh kewaspadaan.
"Akhirnya aku bertemu dengan kalian" Ucap Zhao Lushi pelan.
Semenjak kehilangan Luo Chen dua tahun lalu, ia tidak segan memburu kelompok Bunga Merah untuk membalaskan dendam Luo Chen. Terutama Lu Xialan, pemimpin Bunga Merah Provinsi Shaanxi yang membawahi 10 kota, termasuk Chang An dan juga Kota Xianyang tempat hutan Cemara Adem ini berada.
Setelah memastikan tidak ada bahaya mengancam, tubuh Zhao Lushi melompat ke udara dan hinggap di antara pohon ke pohon.
Beberapa waktu kemudian, sekelompok orang yang menyadari kehadiran kultivator tingkat tinggi tampak bersiaga. Bahkan raut wajah salah seorang pemimpin mereka yang mengenakan pakaian berwarna merah berubah menjadi panik.
"Tabib Dewa!" Ucap pemimpin kelompok itu secara spontan.
Dengan cepat belasan anggota kelompok Bunga Merah mencabut pedang dan tombak, semuanya melepaskan aura membunuh yang terfokus pada Zhao Lushi yang juga dikenal sebagai Tabib Dewa.
Diantara anggota Gerbang Naga, hanya Zhao Lushi yang sering tampil ke permukaan dalam berbagai misi penyelamatan. Sehingga beberapa orang dari kelompok musuh menjadi tidak asing dengan sosoknya yang cantik dan sehalus giok.
"Tidak kusangka bisa menemukan kalian di tempat terpencil seperti ini" Ucap Zhao Lushi saat menginjakkan kakinya ke tanah.
Pemimpin kelompok Bunga Merah terus melepaskan aura pembunuh yang kuat, membuat Zhao Lushi tersenyum datar.
Belasan orang dari kelompok Bunga Merah berada di ranah pendekar tahap Inti Qi, sedangkan pemimpin kelompok berada di ranah pendekar Inti Emas. Semuanya masih berada di bawah Zhao Lushi yang menyandang pendekar Raja tahap akhir, selangkah lagi menuju Pendekar Langit. Tujuan kedatangannya ke hutan Cemara Adem juga untuk mencari bahan obat berupa Anggrek matahari, yang rencananya ia gunakan untuk menerobos.
Dalam sekejap berikutnya Zhao Lushi mengedarkan energi spiritualnya, tiba-tiba sebuah pedang sudah berada di genggamannya. Anggota kelompok Bunga Merah yang semula sudah bersiap pun menjadi gentar, mereka menyadari jika Zhao Lushi bukanlah lawan mereka meski diuntungkan oleh jumlah.
Dalam hati kecil mereka merasa menyesal telah memasuki hutan Cemara Adem, terlebih lagi mereka tidak membawa pendekar tingkat tinggi untuk datang ke tempat ini.
"Kepung wanita itu! Dengan demikian kita bisa memiliki peluang untuk menekannya" Ketua kelompok berseru pada anggotanya.
"Trik murahan.." Cibir Zhao Lushi dengan nada merendahkan.
Detik berikutnya pertarungan berdarah pun tidak bisa dihindarkan, bau amis darah dengan cepat ditiup angin dan menodai kemurnian udara yang selama ini terjaga.
"Beraninya kamu membunuh anggotaku" Pemimpin kelompok yang bersenjatakan golok menyerang dengan beringas.
Menghadapi serangan yang bertubi-tubi dari pemimpin kelompok, Zhao Lushi tetap dapat menghindar dengan anggun. Langkah kakinya serta gerakan pedangnya mampu menghalau dengan mudah, wajah anggunnya pun tidak menampakkan kerisauan.
"Trankk.."
"Trankk"
"Trankk..!!"
Dentang pedang terdengar nyaring di keheningan, menampilkan teknik pedang Zhao Lushi yang terkesan mendominasi dan memiliki banyak variasi, mirip serangan burung elang yang terukur dan terarah.
Zhao Lushi mengalirkan energi spiritual pada pedangnya, kemudian melakukan sabetan yang terarah sambil berseru dengan keras, "Burung Phoenix menghancurkan langit"
Tanpa butuh banyak waktu, jurus pedang mematikan Zhao Lushi dengan mudah melumpuhkan belasan anggota kelompok Bunga Merah beserta pemimpin kelompoknya.
Jurus Pedang Burung Phoenix Menghancurkan Langit hanya bisa dipelajari oleh kultivator tingkat atas di Gerbang Naga, meski bukan jurus khusus namun kekuatannya bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan.
"Hanya kalian, orang tidak berguna" Umpat Zhao Lushi dengan kesal.
Sebagai wanita tentu ia sangat membenci kelompok Bunga Merah, demi memajukan tingkat kultivasi mereka menggunakan wanita sebagai tungku berkultivasi ganda. Bahkan lebih ekstrim, mereka tidak segan-segan menggunakan darah manusia untuk melakukan cangkok jiwa serta sebagai bahan untuk pertukaran energi.
Zhao Lushi menghela napas ringan, meski bukan menghadapi musuh kuat, ia tetap bertekad untuk menghabisi kelompok Bunga Merah yang menurutnya memiliki andil besar atas kehilangan Luo Chen.
Pada saat ini tiba-tiba Zhao Lushi merasakan giok pengirim pesan bergetar, lalu ia menyimpan pedangnya kembali untuk memeriksa giok pengirim pesan.
Zhao Lushi mengalirkan energi spiritual pada benda tersebut, dalam sekejap energi samar terpantul ke dalam pikirannya.
"Kembalilah! Luo Chen sudah ditemukan!"
Begitulah bunyi pesan yang ditangkap Zhao Lushi dari giok pengirim pesan, suara Cheng Yi yang begitu familiar juga terdengar dengan jelas.
Untuk sesaat tubuh Zhao Lushi membeku, pandangannya kosong saat mendengar pesan yang baru diterimanya itu. Ada perasaan yang sulit digambarkan, bahagia dan tangis seperti terikat dalam kehampaan.
"Dia kembali? Kembali pulang?" Batin Zhao Lushi sambil mengumpulkan kesadarannya dengan cepat.
Setelah memeriksa tidak ada keanehan pada giok pengirim pesan, Zhao Lushi bergegas dengan cepat. Dalam hitungan detik, tubuh rampingnya telah menghilang diantara rerimbunan pohon, ia menghilang mengabaikan pencairan dirinya terhadap Anggrek matahari.
Langsung blokir supaya tidak ada lagi author yang cuma iseng masuk disini !