Danu merasa hidupnya benar-benar di kutuk oleh Lila gadis kecil yang dulu dia rawat, empat kali sudah dia gagal memiliki pasangan hidup hingga dia di juluki Perjaka Tua di kampus di mana dia mengajar.
"Siang Pak Dosen" Suara itu benar-benar Danu hafal, siapa lagi kalau bukan Lila si Pengutuk kecil.
"Ada apa?"
"Pak saya ada masalah, mohon bantuan"
"Bantuan apa? apa ada materi yang sulit di fahami?" Danu mencoba bersikap professional.
"Ada pak"
"Materi apa?"
"Materi tentang bagaimana cara menjadi istri Pak Danu Pramana"
'Uhuk uhuk'
Danu sampai tersedak mendengar Lila kembali berulah.
"Lila ....."
Lila langsung berlari keluar setelah menaruh buku tugasnya di meja kerja Danu.
Akankah Lila berhasil mendapatkan cinta sang Dosen? yuk kepoin cerita serunya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
Pagi harinya, Lila berdandan dengan cantik, dia memakai baju terbaik nya. Meski di gantung, dia harus tetap berusaha mengejar cintanya.
Lila memakai parfumnya sebelum keluar kamar dan nebeng ke kampus bersama Mas Danu.
Lila tahu hari ini mas Danu ada kelas pagi, jadi sekalian saja dia mencari kesempatan untuk berduaan dengan Mas Danu, siapa tahu kejadian kemarin terulang lagi.
Lila tersenyum puas saat melihat mobil Danu masih terparkir di teras rumahnya, Lila diam-diam berjalan ke arah mobil itu. Dia sudah seperti pencuri saja, memastikan Mas Danu tidak melihatnya masuk ke mobilnya.
Lila makin senang karena Mobil itu tidak di kunci, Lila masuk dengan mudah. Dia langsung menaruh tas miliknya dan duduk manis di kursi depan.
"Pagi mas Danu..."
"Kamu ngapain? cepat turun!"
Lila menggeleng cepat sambil merapatkan bibirnya, kedua tangannya dia angkat untuk memohon pada Danu agar mengizinkan dia menumpang.
"Kita searah mas, Please"
Danu ingin bicara namun pintu mobil di sebelah Lila tiba-tiba terbuka, Yuda yang ingin masuk ke mobil terkejut melihat anak didiknya sudah duduk cantik di bangku depan.
"Pagi Pak Yuda, Bapak di belakang saja ya? Lila sudah terlanjur duduk ini, pantat Lila kayaknya ada lemnya deh, jadi nggak bisa berpindah"
Yuda geleng-geleng kepala sambil tersenyum geli, dia heran saja pada Danu, dia bilang tidak punya cewek yang mau padanya, tapi lihatlah betapa gigihnya Lila mengejar Danu, Kenapa Danu tidak menerima saja. Toh usia Lila sudah legal di ajak nikah.
"Please pak, bapak di belakang ya?"
"Baiklah..."
"Kamu saja yang di depan Yud !" pinta Danu. Dia tidak ingin konsentrasi nya terganggu karena ada Lila.
"Kamu pindah cepat!"
Lila Manyun, Danu kembali bersikap asing padanya, Danu kembali dingin seperti es di kutub Utara. Padahal kemarin sudah mencair, kenapa sekarang jadi batu lagi?
"Kalau mau ikut, kamu di belakang" Tegas Danu. Lila kesal, Danu benar-benar seperti sudah melupakan kejadian kemarin.
"Iya iya"
Saat akan pindah ke belakang, Yuda melihat tanda merah di leher Lila, sebagai duda dia tentu tahu sekali tanda apa itu.
Yuda sempat tersenyum kecil sebelum akhirnya masuk ke mobil Danu.
Danu langsung menghidupkan mesin mobil, Yuda melirik ke arah Danu, meski kerah leher Danu agak tinggi, dia bisa melihat ada tanda yang sama di leher Danu.
"Hari ini kamu terlihat beda ya dan" Sindir Yuda.
"Apanya!" Ketus Danu. Dia masih kesal karena Yuda mengunci dia dari dalam rumah. Apalagi dia harus berakting dalam keadaan yang memalingkan.
"Kerah baju kamu, kenapa kancing kerahnya di pasang? "
Danu sempat melirik curiga pada Yuda, dia sepertinya menyadari sesuatu.
Danu langsung menaikkan kerah bajunya agar tanda merah itu tidak terlihat olehnya.
"Lagi pengen nyoba gaya baru saja"
"Benarkah? Lalu kenapa bibir kamu? Kayaknya bengkak banget?" Sindir Yuda lagi. 'Ehem'
Danu jadi tidak nyaman, Dia yakin Yuda tahu sesuatu.
"Kemarin habis makan udang, jadi bengkak begini" Dusta Danu lagi.
"Benarkah? Kamu juga alergi udang seperti Danu Lila? Kenapa bibir kamu sama bengkaknya seperti milik Danu?"
Lila memegangi bibirnya, dia jadi senyum-senyum sendiri mengingat kejadian kemarin. Rasanya sangat menyenangkan dan bikin nagih. Danu merasa was-was dengan jawaban yang akan di berikan Lila. Dia tahu anak itu selalu ceplas-ceplos.
"Habis cipokan Pak"
"Hahahaha benarkah? Dengan siapa?"
Lila tadinya mau menjawab jujur,namun lirikan Danu membuatnya menciut.