NovelToon NovelToon
Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

seorang pemuda berusia 25 tahun tampak sedang rebahan dengan posisi super tidak estetis di atas bangku kayu panjang.
Dia adalah Kevin Wahyu Wijaya. Lulusan sarjana manajemen dari salah satu universitas swasta di Depok yang gelarnya saat ini hanya berguna sebagai alas tikar saat piknik keluarga.

"Kevin! Lu kagak ada niat nyari kerja apa? Itu si Doni anak RT sebelah udah keterima kerja di SCBD, tiap hari pake kemeja rapi. Lah lu? Dari pagi sampai ketemu pagi lagi kerjaan lu cuma mabar Mobile Legends sambil ngetek di warkop gua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

Memasuki hari ketiga misinya sebagai dosen tamu, posisi Kevin di UI sudah seperti legenda hidup yang kembali.

Namun, perhatian terbesar tetap datang dari ruangan paling atas gedung rektorat.

Untuk melancarkan misinya, Kevin memutuskan untuk membuatkan secangkir kopi khusus menggunakan kemampuan Indra Pengecap Tingkat Dewa miliknya, lalu membawanya ke ruangan Bu Amanda dengan dalih nostalgia masa kuliah.

"Ini kopi arabika khusus buat Ibu."

"Mirip sama kopi yang dulu sering saya bawa pas bimbingan skripsi, tapi yang ini racikan terbaik saya,"

kata Kevin sambil menyerahkan tumbler premium di meja kerja Bu Amanda.

Bu Amanda menatap tumbler itu dengan mata berbinar.

Dia meminum satu tegukan kecil, dan seketika efek manipulasi rasa dari kemampuan dewa Kevin langsung menjalar ke otaknya.

Rasa letih sebagai rektor seolah lenyap seketika.

Amanda menatap Kevin dengan pandangan yang kini dipenuhi oleh getaran cinta yang teramat sangat dalam.

"Kevin... ini enak banget."

"Kamu selalu tahu apa yang bisa bikin saya tenang,"

bisik Bu Amanda dengan suara yang sedikit bergetar.

Namun, momen manis itu terganggu ketika ponsel Bu Amanda bergetar.

Sebuah pesan dari rekan bisnisnya mengenai sengketa tanah Pratama Group. Wajah Bu Amanda seketika memucat.

"Ada masalah, Bu?" tanya Kevin tanggap.

"Ini... investor asing dari konsorsium Barat, Tuan Smith."

"Dia menekan saya untuk bertemu malam ini di hotel bintang lima Margonda."

"Dia mengancam akan membekukan aset tanah Pratama Group di Depok Utara lewat jalur pengadilan kalau saya tidak datang sendirian,"

ujar Amanda dengan nada panik dan rapuh.

Kevin yang mendengar nama 'Depok Utara' langsung tahu bahwa ini adalah pergerakan faksi Naga Hitam yang diceritakan Sistem.

"Jangan datang sendirian, Bu."

"Saya akan menemani Ibu malam ini sebagai asisten pribadi sekaligus konsultan manajemen aset Anda."

Malam harinya, di restoran mewah Hotel Bumi Wiyata Margonda, pertemuan bisnis itu berjalan dengan tensi tinggi.

Tuan Smith, seorang pria asing bertubuh besar, mulai menunjukkan gelagat tidak sopan.

Dia sengaja menggeser kursinya mendekati Bu Amanda, mencoba menyentuh tangan sang rektor di atas meja.

"Madam Amanda, proyek di Depok Utara ini akan berjalan lancar jika Anda bersedia memberikan 'fleksibilitas' lebih kepada saya... secara pribadi,"

 ujar Tuan Smith dengan senyuman mesum.

Wajah Bu Amanda seketika menegang, dia mencoba menarik tangannya namun Tuan Smith mempererat cengkeramannya, memanfaatkan posisi Bu Amanda yang tertekan.

Kevin yang melihat hal itu langsung merasakan amarahnya bangkit.

Dia berdiri, lalu mencondongkan tubuhnya ke depan meja, memotong gerakan Tuan Smith dengan sangat taktis.

"Tuan Smith, tangan Anda sepertinya salah tempat."

Tuan Smith mendongak, menatap Kevin dengan pandangan meremehkan.

"Siapa kamu?"

"Hanya seorang asisten muda?!"

"Saya Kevin Wijaya."

"Dan saya yang memegang kendali atas analisis kelayakan proyek ini,"

kata Kevin tenang namun dengan tatapan mata yang mendadak berubah menjadi sangat tajam.

Kevin mengulurkan tangan kanannya.

"Mari kita jabat tangan untuk menyatukan visi kita."

Begitu telapak tangan mereka mengunci, Kevin mengaktifkan sebagian kecil kekuatan Tubuh Baja Dewa di telapak tangannya. Cengkeraman tangan Kevin seolah berubah menjadi catok besi hidrolik yang perlahan meremukkan tulang-tulang jemari Tuan Smith dari dalam.

KRETEK... KRETEK...

Wajah Tuan Smith langsung berubah menjadi pucat pasi seketika. Keringat dingin mengucur deras di dahinya.

Dia ingin berteriak kesakitan, namun tatapan mata Kevin yang begitu dingin mengunci tenggorokannya.

"S-S-Selesai... lepash..." bisik Tuan Smith dengan bibir yang gemetaran hebat.

Kevin melepaskan cengkeramannya dengan senyuman ramah yang dibuat-buat.

Tuan Smith tanpa membuang waktu langsung berdiri dan kabur meninggalkan restoran malam itu juga bersama para pengawalnya.

Bu Amanda yang menyaksikan kejadian itu dari dekat tertegun luar biasa.

Dia menatap punggung tegap Kevin dengan pandangan yang kini dipenuhi oleh rasa kagum, rasa aman, dan cinta yang mendalam.

Di saat seluruh dunia menekannya, mantan mahasiswanya ini maju tanpa rasa takut untuk melindunginya bagai seorang ksatria.

Ding!

[Poin Hubungan Bu Amanda Meledak: 80%! Target kini menganggap Pengguna sebagai 'Satu-satunya Pria yang Layak Menjadi Pendamping Hidupnya'. Misi Menikahi Target kini memiliki peluang keberhasilan 99%!]

Kevin hanya bisa menghela napas pasrah di dalam hati.

"Aduh, Sistem... urusan sama investor beres, tapi urusan hati ini makin runyam!"

Saat mereka berjalan menuju lobi hotel, Bu Amanda tidak lagi berjalan dengan jarak formal seperti dosen dan mahasiswa.

Dia berjalan sangat dekat di samping Kevin, bahkan beberapa kali lengan mereka saling bersentuhan.

"Kevin... terima kasih banyak untuk yang tadi,"

ujar Bu Amanda lembut saat mereka berdiri di lobi.

"Kalau tidak ada kamu, saya tidak tahu harus berbuat apa."

"Sudah kewajiban saya untuk melindungi Anda, Bu Amanda,"

jawab Kevin dengan nada bariton yang menenangkan.

Bu Amanda menatap wajah samping Kevin yang tegas di bawah pendar lampu lobi hotel.

Ada keheningan sejenak sebelum wanita itu kembali berbicara dengan suara yang lebih rendah.

"Kevin... di luar jam kampus, bisakah kamu berhenti memanggilku 'Bu Amanda'?"

"Panggil saja... Amanda."

"Saat kamu melindungiku tadi, aku tidak merasa sebagai dosenmu... aku merasa sebagai seorang wanita biasa yang dilindungi oleh prianya."

Kevin tersentak kecil, melirik wanita di sampingnya.

Efek Aura Karisma Alumni Premium bener-bener meruntuhkan seluruh tembok profesionalitas seorang rektor UI.

"Baiklah... Amanda,"

kata Kevin canggung, yang langsung dihadiahi senyuman paling manis dari wajah cantik wanita berusia tiga puluh dua tahun itu.

Begitu mobil Amanda tiba dan wanita itu pamit pulang, Kevin langsung berjalan menuju area parkir motor tempat NMAX hitamnya berada.

Dia duduk di atas jok motor, melepaskan jas hitamnya dengan kasar, lalu memukul setang motornya frustrasi.

"SISTEM! KELUAR LU SEKARANG!" teriak Kevin dalam benaknya dengan emosi meluap.

Ding!

[Merespons Pengguna. Selamat atas pencapaian poin hubungan 80% bersama Amanda.

Mengapa Pengguna tampak sangat frustrasi?]

"Mengapa katanya?!"

"Lu nanya mengapa?!"

amuk Kevin, urat-urat di dahinya menonjol.

"Gue ini baru nikah tiga hari sama Nabila!"

"Nabila itu lagi nungguin gue di rumah, dan sekarang gue malah asyik makan malam romantis dan tebar pesona sama mantan dosen gue sendiri atas perintah gila lu!"

Ding!

[Pengguna harus melihat gambaran besar. Jika Pengguna tidak menikahi Amanda, Pratama Group akan jatuh ke tangan faksi internasional lewat Tuan Smith.

Mereka akan membangun basis ilegal di Depok Utara dan menghancurkan kehidupan damai Nabila dan Ibu Rahma. Poligami ini adalah pakta pertahanan politik dan ekonomi keluarga Wijaya.]

Kevin menyandarkan kepalanya di atas setang motor, memejamkan matanya dengan rapat.

"Terus gimana gue harus jelasin ini semua ke Nabila, Sistem?"

"Hati perempuan mana yang gak hancur kalau suaminya yang baru nikah tiba-tiba minta izin buat nikah lagi?"

Ding!

[Sistem merekomendasikan taktik 'Kejujuran Total'. Target Nabila memiliki level 'Ikatan Jiwa Abadi'. Dia akan memahami beban berat yang sedang Pengguna pikul jika Pengguna mengatakannya dengan tulus tanpa ada yang ditutup-tutupi.]

Kevin menghela napas panjang, menghidupkan mesin NMAX-nya yang meraung membelah sunyinya malam Margonda dengan beban pikiran yang teramat berat.

1
Tri Wahyuni
iya maaf kak ada kesalahan untuk penamaan karakternya, Skrang sudah di perbaiki,makasih udah ngasih tau ya kak👍
ラマSkuy
wait bukannya di bab sebelumnya nama ayahnya Viola itu Herman ya kok dibab ini jadi Wijaya 🤔🤔
ラマSkuy
awalan yang menarik untuk di baca Thor semangat terus berkarya 👍
Hentri Gunawan
lanjut Thor walupun beda dr yg kemarin
Tri Wahyuni: iya maaf ya soalnya kak soalnya kena revisi total
total 1 replies
Tri Wahyuni
jangan lupa kasih likenya ya kak
Hentri Gunawan
lanjut lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!