Dimasa lalu..
Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.
" Lepaskan saya lebih baik saya mati."
" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."
Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab7
Dimasa lalu...
Nadya menatap kaki sebelah kirinya yang susah ia gunakan,semua karna ulahnya sendiri.
Lagian kenapa pula harus kakinya yang cacat karna percobaan bunuh diri yang ia lakukan, kenapa bukan bayi sialan yang ada didalam perutnya saja yang harus tiada begitu fikiranya.
Sedangkan ustadz Adnan masih berada dirumah sakit setelah mengatakan ingin menikahi perempuan yang baru saja ingin melakukan percobaan bunuh diri.
Nadya menatap Ustadz Adnan yang terduduk di kursi tunggu melalui kaca jendela kamar Icu.
Laki laki itu ganteng tidak kalah ganteng dibanding Lucas, ayah kandung dari bayi yang sedang ia kandung.
Nadya mengerjap perih saat ingatanya kembali berputar kemalam itu,malam dimana awal menjadi mimpi buruknya.
Malam itu Nadya pulang bekerja dikegelapan malam.motornya mogok dijalanan yang sepi.nadya mulai ketakutan saat tidak ada satupun kendaraan yang terlihat lewat dijalanan itu.
Nadia panik ditegah gelapnya malam,ia mencoba meraih handphone dari dalam tasnya.sialnya betrei hanponenya juga Lowbet.
Dan saat cahaya dari lampu mobil menerpa wajahnya, perlahan ketakutan diwajahnya berganti dengan senyuman.
Nadya melambai tangan berharap mobil itu berhenti dan mau membantunya untuk memberikan tumpangan kepadanya.
Dan harapan Nadya terkabulkan mobil mewah itu berhenti tepat disampingnya.siapa sangka hal itu malah menjadi mimpi buruk bagi Nadia.
Saat kaca jendela turun Nadya membekap mulutnya tidak percaya ternyata mobil itu milik Lucas alendra seorang pengusaha yang sangat idolakan selama ini.bahkan ribuan DM ia kirimkan melalui akun pribadinya untuk Lucas.
Ternyata aslinya ia sangatlah ganteng,Nadia mulai gugut,jantungnya berdebar kencang.
Nadia terdiam tanpa mengatakan apapun.
" Kalau anda butuh tumpangan naiklah."ucapnya tanpa menoleh sedikitpun kearah Nadya.
Nadya tersenyum senang.ia membuka pintu mobilnya dengan tangan yang gemetar.laki laki yang hampir tiap hari ia kirimkan kata kata cinta lewat akun sosmed miliknya.kini duduk begitu dekat dengannya.
Sepanjang perjalanan Nadya hanya terdiam,senang,bingung,debaran jantung yang berdetak lebih kencang.perasaanya sungguh campur aduk.
Sedangkan Lucas diam diam melirik kaki jenjang putih Nadya yang membuat kakinya naik turun.
Tangan yang sedari tadi diam ditempat kini mulai nakal.lucas tiba tiba saja memegang tangan Nadya membuat Nadya kaget.
Tidak hanya memegangnya Lucas mulai menciumi tangan itu,membuat Nadya begitu dilema.
Ia ingin menarik tangannya dari genggaman laki laki itu tapi tidak pesona laki laki itu sungguh memikat.
Tapi tidak Nadya tidak boleh seperti ini.nadya harus ingat ibu yang sudah tua.nadya harus ingat kata kata ibu Nadya tidak boleh macam macam.
Nadya akhirnya menarik tangannya dari genggaman Lucas.
" Maaf,apa yang anda lakukan tuan.saya mohon hentikan mobilnya.saya turun disini saja."
Lucas tersenyum.
" Hentikan mobilnya."
" Baik pak."
Nadya turun dengan ketidaknyamanan yang menggeluti perasaannya.
Mobil itu berjalan meninggalkan Nadya yang memeluk erat dirinya sendiri.
Lucas menatap kaca spion menatap Nadya dengan senyum smirknya.
" Cari tahu siapa wanita itu.!"
Pria berjas hitam itu menatap wajah majikanya dari balik kaca spion.lalu mengangguk pelan.
" Baik pak"
***
Masa sekarang...
Devan masih berada didalam mobilnya tatapannya lurus kedepan saat melihat Kay mengejar Ayla.
Langkah kaki Ayla terhenti pas didepan mobil Devan. Terlihat jelas Ayla sedang marah besar dengan kay.beberapa kali Kay terlihat berusaha mengengam tangan ayla.tapi Ayla berusaha menghempaskan ya.
Dari Balik kaca mobilnya Devan seperti menonton sebuah adegan difilm.
"Sudah tidak usah mengejarku lagi,akhiri saja hubungan kita." Cetus ayla.
" Aku mohon sayang jangan mengatakan itu,aku tidak bisa kehilangan kamu,aku mencintaimu."
Devan tidak bisa mendengar apa yang dikatakan sepasang kekasih itu,tapi yang pasti hatinya meronta ronta sesak saat Kay menyentuh tangan Ayla.
Abi Adnan sudah mengatakan kedua orang tua ayla.menerima lamarannya.mereka hanya perlu membujuk Ayla untuk menikah dengannya.dan Abi juga mengatakan agar dia harus sedikit usaha untuk mendapatkan hati Ayla.
" Asal kamu tahu Kay,kemarin ada seorang kiay yang datang melamar ku,aku mulai berfikir mungkin memang seharusnya aku menerima lamaran kiay itu dari pada menunggumu.jika memang kamu dari awal tidak berniat serius dalam hubungan ini.kita sudahi saja."
Rahang Kay mengeras tatapanya dibalut oleh emosi yang begitu membara.
" Jangan pernah mengatakan itu." Ucapnya menaruh jari telujuknya dibibir Ayla.
Membuat seorang pria didalam mobil mencekram stir mobilnya erat.
" Aku janji akan datang kerumah kamu menemui papi dan Mimi kamu,tapi kasih aku waktu sedikit lagi."
Mata ayla berbinar.sebenarnya Ayla masih ingin menjalani masa masa mudanya,sama seperti Kay ia belum siap untuk menikah.tapi begitu banyak anak kolega bisnis papi hazan yang ingin menjodohkan Ayla dengan putra mereka membuat Ayla ketakutan setengah mati.belum lagi mami yang selalu memaksa Ayla menerima lamaran satu diantara mereka dengan alasan ingin segera menimang seorang baby.memikirkanya saja Ayla pusing setengah mati.
" Benarkah kamu akan menemui papi dan mami aku."
" Ia sayang"
Kay memegang pipi Ayla mengusapnya lembut,tatapan mereka saling bertemu dan tersenyum membuat pipi Ayla memerah.sedangkan sosok laki laki yang menyaksikan adegan itu merasa sesak.dadanya seperti terbakar.ia tidak sanggup lagi.
Pipppppppppppppppppp
Devan memecet klakson mobilnya kencang,ia berharap dalam adegan yang dia tonton sang pemeran wanita pergi meninggalkan pemeran pria tapi justru yang terjadi malah sebaliknya.
Kay dan Ayla menoleh kesumber suara yang membuat gendang telinga mereka terasa ingin pecah.
Dengan emosinya Devan menurunkan kaca mobilnya dan berteriak kepada sepasang kekasih itu.
" Jangan berdiri ditengah jalan,saya ingin memarkirkan mobil saya" umpatnya kesal.
" Jangan marah marah toh pak ustadz."
Ayla memincikan mata menatap Devan, entahlah sudah berapa kali pria itu mengangunya saat ia sedang bermesraan dengan kay.apakah ini sebuah kebetulan? Ia diam membantin.kemudian ia mengeleng menghapus fikiran jeleknya terhadap laki laki itu.
" Ayo sayang sebelum kita diceramahi." Ucap Kay menarik tangan Ayla.
Melihat genggaman tangan Kay membuat Devan kembali memukul stir mobilnya kesal.lalu memarkirkan mobilnya padahal posisi mobilnya memang sudah terparkir sedari tadi.
" Ustadz itu aneh padahal mobilnya sudah terparkir dari tadi tapi dia malah kembali memarkirkan mobilnya."
" Mungkin dia terlena dengan keromantisan kita,dia juga mau pacaran tapi anak pak kiay wkkwkk."
Ayla memukul pundak Kay dengan keras tapi dengan senyuman yang terbit dibibiirnya.