NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Tangis Gita akhirnya mereda setelah setengah jam menangis. Akan tetapi, getaran rasa kesal masih tertinggal di dada Kirana.

Gadis kecil itu tertidur di pangkuannya setelah terlalu lelah menangis. Kirana mengelus rambut putrinya pelan, seolah sentuhan itu juga ditujukan untuk menenangkan dirinya sendiri. Di sekelilingnya, suasana rumah mertua kembali normal, seakan tidak ada apa-apa yang baru saja mengguncang batinnya.

Namun bagi Kirana, sesuatu telah berubah. Sebuah pesan dan ucapan Gita membongkar kebohongan kecil yang dilakukan oleh suaminya. Ia menatap ke arah jalan desa yang sepi. Entah kenapa, kali ini perginya suaminya tidak terasa biasa.

“Gita tidur?” tanya Bu Ratih dari balik pintu.

“Iya, Bu. Mungkin Gita capek,” jawab Kirana sambil tersenyum kecil.

Kirana berusaha untuk menghilangkan rasa kecurigaannya. Bahkan pada dirinya sendiri, Kirana masih berusaha meyakinkan bahwa semua ini hanyalah salah paham.

Rafka itu suaminya. Pria yang enam tahun hidup bersamanya. Ayah dari anaknya. Ia bukan tipe pria yang sembarangan dekat dengan wanita.

Kalimat yang selalu ia gunakan untuk menenangkan diri, kini terdengar rapuh.

Rafka pulang menjelang siang. Motor berhenti di depan rumah dan suara langkahnya terdengar mendekat. Kirana yang sedang menata piring di dapur bisa mengenali langkah itu tanpa perlu menoleh.

“Yang,” panggil Rafka ringan.

Kirana menoleh, menatap wajah suaminya yang tampak biasa saja.

“Habis dari mana, Mas?”

“Beli bensin.”

“Bensinnya habis? Kok, pergi sampai berjam-jam,” tanya Kirana, berusaha terdengar santai.

“Iya. Tadi sekalian mampir sebentar,” jawab Rafka cepat.

“Mampir ke mana?” Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Kirana tanpa tekanan.

Rafka sempat terkejut sepersekian detik. Walau cukup singkat, tetapi Kirana bisa melihat perubahan ekspresi wajah suaminya.

“Ke bengkel. Ada sedikit masalah pada motornya,” jawab Rafka.

“Oh.”

Kirana mengangguk. Tidak ada yang aneh dari jawaban itu. Namun, hatinya berdesir pelan. Seperti perasaan ketika mengetahui hujan akan turun meski langit masih cerah.

“Tadi Gita nangis cukup lama sampai tertidur,” ucap Kirana kemudian.

Rafka menoleh cepat. “Kenapa?”

“Dia bilang, kemarin Ara cerita mau ke Timezone sama kamu, Mas.” Kirana menatap suaminya lurus-lurus. “Apa itu benar?”

Udara di antara mereka menegang. Rafka tertawa kecil, terlalu dipaksakan.

“Ah, itu. Mbak Kinanti cuma minta dianterin. Kebetulan kita bertemu di jalan.”

“Kemarin?” Kirana mengejar.

“Iya. Saat aku pulang kerja.”

Kirana menahan napas. Dia merasa ada yang disembunyikan oleh Rafka. Namun, dia ikuti saja ucapan suaminya.

“Kenapa Mas nggak cerita?”

Rafka mengangkat bahu. “Lupa. Lagian cuma sebentar.”

Jawaban itu rapi. Terlalu rapi. Seperti sudah disiapkan.

“Kok, Ara bilang kamu sering datang ke rumah Mbak Kinanti?” Kirana tidak mengubah nada suaranya. Ia memilih tetap lembut, meski dadanya mulai berdenyut nyeri.

“Kadang Mbak Kinanti minta tolong. Dia itu wanita dan banyak hal yang tidak bisa dia kerjakan. Misalnya ganti lampu di langit-langit atau benerin genteng,” ucap pria itu berdalih.

Rafka menghela napas panjang. “Yang, kamu kenapa jadi curiga begini?”

Kalimat itu menusuk. Bukan karena nadanya, melainkan karena ia memutar posisi, membuat Kirana merasa bersalah hanya karena bertanya.

“Aku bukan curiga,” Kirana menelan ludah. “Aku hanya terkejut saja Ara bicara begitu.”

“Kinanti itu kakakmu,” ucap Rafka, suaranya terdengar jengkel. “Dia janda. Punya anak. Masa aku nggak boleh bantu?”

Kirana terdiam. Kalimat itu masuk akal. Sangat masuk akal. Namun, justru itulah yang membuatnya semakin takut. Karena kebohongan yang baik selalu berdiri di atas kebenaran kecil.

“Aku cuma ingin tahu,” ucap Kirana lirih.

Rafka mendekat, meraih tangan istrinya. “Yang, jangan mikir aneh-aneh. Kamu capek.”

Sentuhan Rafka biasanya menenangkan. Namun, hari ini tidak.

Malamnya, Kirana tidak bisa tidur. Sementara Rafka sudah terlelap di sampingnya, napasnya teratur, wajahnya tenang. Kirana menatap langit-langit kamar, pikirannya berputar tanpa henti.

Pikiran Kirana sibuk dengan kejadian hari ini. Dia teringat pesan kakaknya di ponsel Rafka. Ia teringat saat Gita menangis. Ia juga teringat dengan perubahan ekspresi wajah Rafka saat ditanya olehnya.

Semua potongan kecil itu tidak membentuk bukti. Namun, cukup untuk melahirkan satu pertanyaan besar yang tak berani ia ucapkan.

“Sejak kapan aku tidak tahu ke mana suamiku pergi?”

Kirana memejamkan mata, mencoba mengusir pikiran itu. Bayangan wajah Kinanti justru muncul.

Kakaknya itu selalu lembut. Selalu tampak rapuh. Selalu berbicara dengan suara rendah yang seolah meminta dimengerti. Kinanti juga selalu pandai membuat orang merasa dibutuhkan.

Hari-hari berikutnya, Kirana mulai memperhatikan hal-hal kecil. Seperti, Rafka lebih sering memegang ponsel. Sering keluar dengan alasan singkat. Dan yang paling mengganggu pria itu mulai lebih sering menyebut nama Kinanti dalam percakapan sehari-hari.

“Mbak Kinanti minta tolong ini.”

“Ara lagi sakit. Mbak Kinanti minta antarkan ke dokter.”

Semua itu terdengar wajar. Sampai suatu sore, Rafka pamit pergi lagi, padahal baru pulang.

“Mau ke mana, Mas?” tanya Kirana.

“Ada pegawai yang kecelakaan di pabrik,” jawab Rafka sambil memakai jaketnya.

“Memangnya ada giliran kerja shift malam? Bukannya sekarang tidak memberlakukan pembagian jam kerja, ya, di pabrik.”

Rafka terlihat gelagapan, namun berusaha tetap tenang. “Ini di bagian pengiriman barang. Kadang bahan baku datang terlambat ke pabrik."

Kirana mengangguk, lalu tersenyum. “Hati-hati di jalannya, Mas.”

Walau motor Rafka menghilang dari pandangan, Kirana masih berdiri di teras. Dadanya terasa sesak oleh sesuatu yang tak bisa dia jelaskan.

Setelah berdiri lebih dari sepuluh menit, Kirana masuk ke rumah. Ketika duduk di tepi ranjang, matanya jatuh pada ponsel Rafka yang tertinggal di atas meja.

Bisik hati Kirana menyuruhnya untuk mengambil ponsel itu. Dengan tangan yang gemetar, dia pun mengambilnya. Ia tahu membuka ponsel suaminya tanpa izin adalah pelanggaran. Namun, rasa penasaran itu kini lebih besar daripada rasa bersalah.

Kirana terkejut karena layar ponsel itu terkunci oleh sandi. Selama ini Rafka tidak pernah mengunci ponsel dengan pola sebagai kunci.

“Kenapa ponselnya di kunci?” gumam Kirana.

Wanita itu pun meletakkannya kembali dengan napas terengah. Dadanya naik turun, seolah baru saja melakukan sesuatu yang sangat berdosa dan hampir melakukannya.

Malam itu, Rafka pulang jam sembilan. Kirana masih terjaga.

“Bagaimana keadaan di pabrik, Mas?” tanya Kirana.

“Sudah berhasil diatasi,” jawab Rafka singkat.

“Syukurlah kalau begitu.”

Rafka mengangguk tanpa menatapnya.

Kirana tersenyum kecil, meski hatinya bergetar. Ia mulai menyadari satu hal yang menyakitkan. Suaminya kini lebih sering menjawab tanpa menatap mata. Itu bukan kebiasaan Rafka.

Pagi itu, Kirana berpura-pura sibuk seperti biasa. Ia menyiapkan sarapan, mengantar Gita ke sekolah, dan bersikap selembut mungkin.

Ketika Rafka pamit pergi bekerja, Kirana tersenyum.

“Hati-hati, Mas.”

“Iya.”

Begitu motor itu menjauh, Kirana bergegas masuk ke kamar. Ia mengganti pakaiannya, mengambil tas kecil, dan memastikan Gita aman di sekolah.

Tangannya bergetar saat menutup pintu rumah.

“Aku harus cari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Mas Rafka," batin Kirana.

Kirana menyalakan motor yang sengaja dia sewa dari tetangganya. Lalu, mengikuti arah yang biasa Rafka ambil ketika pergi ke pabrik.

Jantung Kirana berdetak keras, setiap meter terasa seperti langkah menuju kebenaran yang mungkin tidak siap ia terima. Satu hal sudah pasti, jika ada sesuatu yang disembunyikan, Kirana akan menemukan hal itu. Dia bukan lagi istri yang hanya menunggu penjelasan, melainkan perempuan yang bersiap menghadapi kenyataan.

1
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
Nor Azlin
semoga kecelakaan nanti saat pulang baru tau rasa biar Rafka cacat yah apa dengan itu Kinati mau lagi sama Rafka nya 😏😏😏beci bangat dengan alasan anak yatim juga janda ...pantasan orang-orang benci yang namanya janda ada di lingkungan orang-orang yang berkeluarga yah nahh ini sebab nya kerana segelintir jandanya yang seperti Kinati ini lah nama janda yang betul2 menjanda jadi rusak yah 😂😂😂 lanjutkan thor
Nor Azlin
pasti kalau sudah ketahuan selingkuh nya pasti Rafka akan menyalahkan kirana kerana tidak pernah ambil tau tentang dia lagi kan ...bodoh amat lah mau ambil tau lagi kalau burung mu itu sudah kecelup pada lubang kakak ipar mu sendiri ...kalau aku jadi kirana pun tidak akan bersama lagi dengan laki2 yang sudah kecelup lubang kakak nya sendiri atau wanita lain nya kerana aku merasa jijik deh mau bersentuhan pun rasa enggak mau yah sama kayak nya kirana yah ...kalau itu yang di persoal kan nanti kamu tinggal bicara aja kamu sudah tau sejak awal tapi kamu tidak mendapatkan bukti yang kukuh lagi kerana kakak mu itu ratu kering nya tinggi yah ...saat itu tiba nanti kamu luahkan kesemua nya aja biar dia tau rasa jangan beri ampun mereka berdua yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
betul tu jadi jangan pernah menyakiti hati kedua nya kalau kamu banget sama apam kinati ceraikan aja kirana senangkan ...katakan aja sama keluarga mu berterus-terang aja sama keluarga mu jangan membebani kirana seorang diri ...kirana sesudah kamu menemukan bukti kukuh tolong bagi tau keluarga mertua mu biar mereka yang memberi ceramah pada Rafka ... lanjutkan thor
Nor Azlin
saran aku deh buka Restoran aja tu gunakan uwang tabungan kalian deh bukan nya kamu boleh merasakan hasil nya pun yang menggunakan uwang itu kakak kamu yang gatel itu 😏😏😏kalau aku jadi kamu aku pergi aja ke bank untuk mengeluarkan sehabis mungkin biar kinati tidak bisa seenak nya menggunakan hasil simpanan kalian itu deh ...bukan nya boleh belikan rumah impian kamu malah habis di jadikan uwang untuk membelikan kangkang kakak mu yang gatal itu 😂😂😂katanya uwang simpanan bersama kan harusnya kamu gunakan lah untuk diri mu nanti nya yah kamu keluarkan aja dari simpanan itu masukan ke simpanan peribadi mu aja demi masa depan mu sama Gita nanti nya sekurang nya hasil simpanan mu tidak sia2 deh ..ayo lah thor tolong ni kirana nya dia bisa masak kan jadi gunakan kelebihan nya itu untuk membuka Restoran aja dari minta kerja di mana2 ...atau kamu minta aja teman mu yang kamu temui dulu deh 😂😂😂lanjutkan thor
personal taste
aaa nangis
Nor Azlin
kamu bisa masak kan apa kata kamu buka aja kedai makan gunakan aja uwang yang kalian kumpul kan itu dari pada habis di makan Kinatinya juga Ara dasar suami enggak becus dayus sekali kamu itu yah kalau kamu maunya kinati lepaskan kirana biar dia hidup bahagia bersama orang lain deh ... lanjutkan thor
Nor Azlin
jangan jadi bodoh lah kirana bukti sudah di depan mata mu masih mau membiarkan nya yah ...kalau aku jadi kamu aku cek aja saldo bersama di bank baru kamu tau kegunaan apa uwang yang kalian hemat itu ...katanya simpanan bersama jadi kamu bebas mengecek nya di bank juga tu biar kamu tau pergi kemana uwang masa depan kalian rencanakan itu yah ...stop berpura-pura tidak tau deh lagi satu buat apa kamu harus ambil jemput anak nya kinati itu ibu mu itu masih ada kan jangan selalu dibodohkan deh tinggalkan keluarga mu itu hanya fokus aja dengan diri mu ...kalau perlu kamu cari lah pekerjaan yang membuat diri mu bahagia jangan mengurus lagi makan minum suami mu itu lagian dia juga tidak pernah mengurus kalian berdua ...thor boleh tidak peranan nya di Karina itu dibagi cerdas dikit atau cerdas banyak deh biar dia bisa kerja mencari uwang tidak perlu masak memas ngepel & mengurus si Rafka lagi dia mau bebaskan biar dia bebas melakukan dosa bersama ipar nya itu 😂😂tapi bebaskan kirana ceraikan dulu baru tau rasa kamu nya Rafka ... lanjutkan thor
Nor Azlin
aku jadi tidak suka sama ibu nya kirana yah masa anak buntut nya di jadikan babu sudah tu selalu ngalah aja sama kakak nya apa kirana itu bukan anak nya yah thor ...semoga perselingkuhan mereka di ketahui banyak orang deh terutama kirana yah ...kasihan geram banget sama suami nya itu sok perihatin banget sudah ngadon sama kakak ipar nya mau pegang2 kirana najis tu orang ...thor kebuka aib mereka di kelayakan aja deh biar tau rasa atau kasih nikah aja deh mereka biar kirana jadian sama orang lain yang lebih menyayangi nya & kalau perlu lebih kaya biar tau rasa si Rafka itu ...lanjutkan thor
Bundo yenti
Takkan pernah berobat anjing makan tahi selamanya akan tetap sepert itu
Gadis misterius
Merasa jd korban pdahal dia pelaku
cinta semu
bagus Thor ..q suka ...love sekebon untuk u♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
cinta semu
rafka lihat anak nikah langsung berasa banget kalo kebahagiaan anak adalah segalanya ...hemmm jadi ingat pas rafka khianati Kirana dgn kakak kandungnya ..tapi sudahlah yg penting sekarang Gita udah ada yg bertanggung jawab di hidup ny
guntur 1609
begitulah. kalain harus saling terbuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!