NovelToon NovelToon
Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:10
Nilai: 5
Nama Author: Nevera

Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.

Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.

Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.

Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Apa semuanya sudah siap?" Keyvandi yang saat ini sedang memasang sepatunya itu bertanya kepada Lia sayang manajer sekaligus asistennya itu.

Lia mengecek satu persatu barang-barang milik Keyvandi. Hari ini jadwal Keyvandi sangat padat, dari jam 4 subuh tadi bahkan lelaki itu sudah bersiap, begitupun Lia, gadis berambut pendek itu memang sudah berada di apartemen milik Keyvandi bersama 2 bodyguard dan juga tim keyvandi untuk menyiapkan keperluan bisa mereka itu.

"Semuanya sudah siap Rion." Finish Lia ketika merasa Idak ada lagi yang tertinggal.

"Bawa semua kebutuhan syuting hari ini ke mobil, aku tidak ingin ada yang tertinggal, tapi sebelum itu tim, ayo kita berdoa bersama menurut kepercayaan kita masing-masing agar seluruh acara hari ini berjalan lancar."

Hari ini Keyvandi akan melakukan syuting serial drama Indonesia bertema drama music yang di dalamnya terdapat bumbu-bumbu percintaan. Selain itu lelaki itu juga di malam hari akan melakukan syuting talkshow salah satu stasiun televisi swasta yang ada di Indonesia.

Setelah selesai berdoa, Keyvandi dan tim kemudian menyatukan tangan mereka untuk bertos beramai-ramai.

"Semoga acara kita berjalan lancar."

Kemudian Keyvandi langsung berjalan menuju mobilnya, bersama yang lain. Keyvandi kali ini tidak menggunakan mobil sport miliknya, ia hari ini menggunakan mobil Alphard dan seorang supir yang membawanya. Keyvandi duduk di kursi belakang kemudi, sedang Lia, gadis itu duduk di samping supir.

"Halo." Sapa orang di seberang sana.

"Sayang, kau sudah bangun? kau kenapa?" Dari raut wajah dan juga nadanya orang dapat mendengar jika Keyvandi sedang khawatir.

"Kak Vandi, aku tidak kenapa-kenapa, tenanglah. Aku bangun karena suara ponselku berbunyi karena kakak meneleponku."

"Ahh, maafkan aku, kau tidak sedang berbohongkan?" Dengan nada lembut lelaki itu bertanya pada orang yang ada di seberang sana.

Lia yang mendengar kata-kata yang digunakan Keyvandi saat berteleponan dengan seseorang itu menjadi penasaran, tapi ia berpura-pura tidak mengetahuinya.

"Tidak kak, tenanglah, ada apa kakak meneleponku di pagi hari seperti ini?"

"Aku hanya merindukanmu, dan aku ingin memberitahumu jika aku hari ini sedikit sibuk, aku sudah harus memulai syuting drama dari pagi ini dan malam nanti akan ada syuting talkshow. Jika kau tidak sibuk kau bisa menonton talkshownya nanti jam 8 malam di Selebritis TV."

"Baiklah kak, aku nanti akan menontonnya."

Keyvandi tersenyum mendengar jawaban kekasihnya di seberang sana meskipun Despina tidak dapat melihatnya. "Aku menantikannya, kau bersiaplah untuk ke sekolah, jaga kesehatanmu, jika aku sudah luang, aku akan menemuimu."

"Baik kak, kakak semangat syutingnya, jaga juga kesehatan kakak."

"Iya sayang, pasti. Kalau begitu sampai nanti, jika ada break, aku akan kembali menghubungimu melalui pesan."

Klik

Tut

Sambungan telepon terputus, Keyvandi tersenyum, lelaki itu menatap kearah jalanan yang ada di depan. Matahari mulai menampakkan sinarnya, saat itu waktu menunjukkan pukul setengah 6 pagi.

"Siapa yang kau hubungi?" Tanya Lia yang dari tadi penasaran dengan orang yang Keyvandi telepon.

Keyvandi menoleh kearah Lia, iapun tersenyum, "Ah itu, dia temanku."

Lia mnyerngitkan keningnya, "Teman?"

"Ya, ada apa? Apa aku tidak boleh berteman, lagipula meskipun aku seorang selebritis aku juga manusia biasa yang membutuhkan seorang teman."

Lia menghela napasnya mendengar jawaban Keyvandi, "Baiklah, aku mengerti jika kau membutuhkan teman, tapi sebagai seorang selebritis kau juga harus tau jika tidak sembarangan orang yang bisa menjadi temanmu. Bisa saja orang yang kau anggap teman itu akan menghancurkan karirmu Rion."

Keyvandi terdiam, ia tidak mungkin mengatakan pada Lia jika yang ia hubungi adalah kekasihnya, jika sampai Lia tau mungkin akan lebih panjang lagi Omelan wanita itu. Lagipula selama Keyvandi diam dan menjaga hubungannya dengan baik tanpa orang lain tau semuanya akan aman. Pun dia juga adalah lelaki normal yang membutuhkan perhatian dari seoarang kekasih, meskipun ia tau tidak akan sebebas orang biasa diluaran sana.

"Ya, aku mengerti, tapi aku ingin menjalankan kehidupan privacyku juga, aku tidak ingin dicampuri," Final lelaki itu.

Akhirnya Keyvandi memilih untuk diam, sedangkan Lia gadis itu hanya bisa menatap jalanan yang ada di depannya dengan hal yang sama diam.

Tidak lama setelahnya, mobil yang ditumpangi Keyvandi telah sampai di lokasi syuting drama. Lelaki itu langsung mengenakan masker dan kacamata hitam serta topi hitam miliknya. Kemudian ia turun dari mobil Alphard miliknya.

Di lokasi syuting drama berjudul "Music Make Me Love You" itu sudah banyak sekali para penggemar yang menunggu di luar pagar, keamanan juga sudah di kerahkan untuk menjaga area lokasi syuting.

Keyvandi dikawal oleh kedua bodyguardnya, tidak lupa Lia sebagai manajer sekaligus asistennya juga timnya ikut lelaki itu ke dalam lokasi syuting.

Bukan hanya para penggemar, bahkan para wartawan juga sudah stay di sana untuk mewawancarai bintang dari dari drama itu. Mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Tapi tidak untuk sekarang, karena bahkan syuting saja belum di mulai.

Keyvandi masuk ke dalam ruangan make up khusus para artis, lelaki itu mulai mengganti pakaiannya dan dirias sesuai dengan peran yang ia lakoni.

"Orion Key, apa kabarmu Rion?" Produser dari drama itu menghampiri Keyvandi yang sedang bersiap-siap.

"Ah produser, saya baik."

"Baguslah, bagaimana, apa kau sudah berbicara dengan lawan mainmu? Sepertinya ia sangat menunggu menggali cemistry bersamamu."

Keyvandi yang sudah selesai di riasoun langsung tersenyum menanggapi produser itu.

"Saya baru akan bertemu dengannya nanti produser, maafkan saya karena terlaku sibuk sampai tida sempat meluangkan waktu untuk bertemu dengan lawan main saya."

"Tidak masalah Rion, lagipula aku memilihmu di drama ini juga karena kau adalah orang yang profesional dan sangat totalitas, maka dari itu aku sangat percaya padamu."

Keyvandi menganggukkan kepalanya, "Saya merasa terhormat akan itu."

"Oh, itu dia Renata Alhera, dia adalah lawan mainmu nantinya." Kemudian produser tadi memanggil Renata.

Gadis cantik dengan ranbut panjang dan anggun bertubuh tinggi itu menghampiri produser dan juga Keyvandi.

"Salam Produser, dan Orion Key, senang bertemu denganmu." Sapa gadis itu sopan.

"Salam juga Renata Alhera, aku Orion Key." Keyvandi mengulurkan tangannya mengajak Renata untuk berkenalan.

Renata dengan senang hati membalas uluran tangan itu. Lagipula kapan lagi ia akan bersalaman dengan Selebritis terkenal yang sedang naik daun sekaligus musisi seperti Keyvandi ini.

"Baiklah, kalian ini memang sangat cocok dipasangkan, aku tidak salah memilih kalian berdua sebagai pemeran utama di drama ini. Silahkan kalian mengobrol dan mulai membangun chemistry masing-masing." Produser tadi langsung meninggalkan Keyvandi dan juga Renata berdua.

"Baiklah, mungkin sekarang kita harus membaca naskah terlabih dahulu."

Renata menganggukkan kepalanya, gadis itu terlihat menurut sekali kepada Keyvandi, ia sangat senang karena akhirnya ia bisa melihat orang yang ia kagumi itu dari dekat bahkan bermain di drama yang sama.

Akhirnya Keyvandi maupun rematai sibuk saling berlatih sesuai peran mereka, keduanya berusaha profesional untuk membangun sebuah chemistry dan juga demi menghasilkan sebuah drama yang bagus di pertontonkan.

"Syuting akan segera di mulai, reading naskahnya lanjut nanti lagi, ayo semua pemain langsung memposisikan diri. Orion Key, Renata Alhera, ayo, Scene pertama ini kita mulai dengan adegan dimana Keyvandi baru masuk ke sebuah sekolah musik."

Sutradara menjelaskan secara detail setiap adegan di scene pertama yang akan diperankan oleh Keyvandi. Keyvandi menyimak dengan serius, ia tidak ingin sampai mengecewakan banyak pihak jika perannya tidak sesuai.

Setelahnya syutingpun di mulai, membutuhkan waktu cukup lama untuk syuting drama hari ini, drama ini memang sudah direncanakan mulai dari 6 bulan yang lalu, dan setelah banyak hal dilewati akhirnya syuting ini terlaksana.

"Cut, okay, tepuk tangan dulu untuk kita semua."

Akhirnya syutingpun berakhir, jam sekarang menunjukkan pukul 6 sore, matahari telah menggelap, Keyvandi berjalan kearah sang sutradara.

"Orion, aktingmu benar-benar memuaskan, kau memang berbakat."

"Terimakasih juga sutradara."

Tidak lama setelahnya Renata juga datang kearah sutradara dan juga Keyvandi.

"Renata, selamat ya, aktingmu juga memuaskan. Aku harap kalian bisa menjadi pasangan serasi di drama ini, aku tidak salah memilih pemain. Kalian adalah aktor dan aktris berbakat."

Renata tersenyum, gadis itu melirik Keyvandi malu-malu, "Tidak pak sutradara, ini juga karena lawan mainku Orion Key, dia benar-benar bisa menuntunku, dia adalah senior yang baik."

"Kau benar, Rion memang tidak pernah mengecewakan."

Tidak lama setelahnya, Lia menghampiri Keyvandi. "Rion, kita harus ke lokasi selanjutnya."

"Sutradara dan Renata, sepertinya aku harus pamit, aku masih harus menghadiri acara talkshow di salah satu stasiun televisi."

"Wah, ternyata Selebritis satu ini memang sangat sibuk, baiklah, sampai jumpa lagi Rion, jaga kesehatanmu, aku tidak ingin artisku sampai jatuh sakit."

Keyvandi mengangkat kedua ibu jarinya, kemudian beranjak dari sana.

Lelaki itu di depan pagar lokasi syuting juga menyempatkan diri untuk menyapa para penggemarnya. Ia tidak ingin membuat para penggemarnya yang sudah menunggu berjam-jam itu kecewa karena tidak bisa bertemu langsung.

"Orion Key, aku mencintaimu!" Teriak salah satu penggemar Keyvandi, Keyvandi tersenyum menanggapi penggemarnya tadi.

"Aku juga mencintaimu," Balas Keyvandi membuat gadis yang merupakan penggemarnya itu berteriak senang.

Keyvandi pun akhirnya berpamitan dengan para penggemarnya.

"Huh, hari ini sangat melelahkan."

Lia beralih menatap keyvandi yang ada di kursi belaky kemudi, "Masih ada satu hal lagi yang harus kau kerjakan Rion."

"Ya, aku tau."

Keyvandi ingin sekali memejamkan matanya sebentar, tapi ia teringat sesuatu, lelaki itu membuka ponselnya.

"Kenapa tidak ada pesan darinya?"

Keyvandi langsung mengirim pesan kepada Despina, kekasih lelaki itu.

My Luv❤️

Apa yang sedang kau lakukan?

Kenapa tidak mengirim pesan padaku?

Sudah makan?

Tersenyum setelah mengirim pesan pada kekasihnya itu, lelaki itu terus memandang ponselnya, menunggu balasan dari Despina, namun sepertinya belum ada balasan sama sekali.

***

"Kau ini memang selalu tidak becus!" Marah Leo kepada Despina. Lelaki itu marah karena Despina menolak permintaan Leo untuk mengambilkan minum lelaki itu tapi Despina malah menumpahkannya.

Despina menundukkan kepalanya, "Ma-maafkan ak-aku kak Leo."

"Hah sudahlah, gadis sepertimu memang tidak berguna, kecuali aku kembali menjualmu pada Reza, maka kau akan menjadi berguna."

Despina langsung menjatuhkan tubuhnya dihadapan Leo, Despina berlutut di depan kakak tirinya itu, ia sama sekali tidak ingin dijual lagi, ia sudah kehilangan harta berharga satu-satunya dan ia tidak ingin terus-menerus dijual seperti barang yang tidak berguna.

"Tidak, ikut aku!" Leo menyeret tubuh Despina ke kamarnya, lelaki itu mengunci pintu kamar Despina.

Despina menangis kencang, gadis itu tidak habis pikir dengan apa yang kakak tirinya lakukan padanya, kenapa kakaknya itu begitu tega padanya, ia takut, ia tidak ingin jika sampai hal buruk terus terjadi di hidupnya.

Ting

Despina berhenti menangis, gadis itu langsung mengambil ponselnya, di sana terlihat nama Keyvandi yang ada di layar pesan masuk miliknya.

Despina tersenyum, gadis itu ingin membalas pesan kekasihnya itu, tapi...

Brak

Ponsel miliknya itu berserakan di lantai dengan kondisi hancur, Despina menatap tajam pelakunya. Ia adalah Reza, lelaki itu sudah ada di kamarnya sekarang.

"Hai Baby, apa kabarmu?"

Reza tersenyum nakal pada gadis yang sangat ia obsesikan itu, lelaki itu menjambak pelan rambut Despina, lalu menghempaskan tubuh gadis itu di atas ranjang tidur.

"Ayo kita bermain lagi baby, sepertinya adikku ini sangat merindukan rumahnya."

Despina menggelengkan kepalanya, gadis itu merasa ketakutan, Despina berusaha lari dari Reza, tapi Reza terus memaksanya, sampai akhirnya Reza yang sudah dikuasai nafsu itu langsung menindih Despina dengan paksa, lelaki mencium bibir Despina kasar lalu turun ke leher gadis itu meskipun Despina terus meronta tapi Reza tidak menghiraukannya.

"Terus nikmati baby," Ujar Reza, lelaki itu tanpa ampun bermain-main di tubuh mulus Despina.

Despina menangis tanpa henti, tangan gadis itu tidak bisa berhenti bergerak membuat Reza sedikit kesulitan, lelaki itu yang geram pun langsung menyobek baju Despina hingga menampakkan baju dalam Despina.

"Kau benar-benar Sexy baby, ahh, aku sudah tidak tahan, lebih baik langsung saja kita bermain dan menghabiskan malam ini bersama. Kau tenang saja, aku tidak akan membuatmu sampai hamil, untuk itu, makanlah pil ini."

Dengan paksaan Reza memasukkan sebuah pil ke dalam mulut Despina, dan membungkam mulut gadis itu dengan mulutnya. Setelah di rasa Despina menelannya. Reza pun tertawa puas.

Mata lelaki itu benar-benar sudah menggelap dan mulai menindih Despina lagi dan lagi. Despina yang sudah mulai melemah hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Reza.

***

"Orion Key, dari yang kita dengar katanya kamu ini punya kembaran ya?" Tanya salah satu Host yang ada di acara talkshow itu.

Keyvandi pun tertawa, lelaki itu menganggukkan kepalanya, "Benar, aku kembar tiga."

"Hah, kembar tiga?" Kaget pada Host, bukan hanya host di sana, para penonton yang ada di studio juga ikut kaget.

"Iya, kebetulan aku itu kembar tiga, aku, abangku namanya Vando, adikku Vara, dan aku juga punya adik namanya Kael," Jelas Keyvandi.

"Wow, hebat juga ya bapak sama ibunya Orion ini, punya anak kembar tiga sekali lahir."

Para host dan Keyvandi tertawa satu sama lain.

"Oh ya, kalau boleh tau nih, Orion sekarang lagi deket sama siapa sih? Ada nggak aktris atau mungkin seseorang yang sekarang lagi dekat sama Orion?"

Orion lagi dan lagi tersenyum, "Nggak ada sih, aku emang lebih ke welcome sama siapa aja, banyak relasi, banyak teman itu lebih baik."

"Berarti emang lagi nggak Deket sama gadis mana pun ya?"

"Nggak dong,"

"Tapi kalau boleh tau nih, tipe pasangannya Orion yang kayak apa sih?"

Keyvandi kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah kamera, lelaki itu memasang wajah seriusnya, "Tipe perempuan yang ingin aku jadikan pasangan adalah baik hati pasti, dia nggak perlu orang yang terkenal, dan yang pasti dia adalah perempuan yang selalu membutuhkan aku, jadi buat kamu, kamu memang yang pantas jadi pendampingku," Ucap Keyvandi dengan diakhiri tawanya.

"Wah, tuh buat para penonton di rumah atau penggemar Orion Key, udah tau kan tipe ceweknya Orion Key yang kayak gimana,"

Acara Talkshow terus berlanjut, sampai akhirnya berada di ujung acara, para host pun pamit undur diri.

Keyvandi akhirnya menyelesaikan kegiatannya hari ini, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, lelaki itu langsung masuk ke dalam mobilnya. Pikiran lelaki itu benar-benar kalut, ia mengkhawatirkan kekasihnya yang sampai sekarang tidak ada kabar.

Keyvandi mencoba menghubungi nomor Despina.

"Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan---"

"Huh, ada apa denganmu sayang."

.

.

.

TBC

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!