NovelToon NovelToon
Surat Cinta Dari Langit

Surat Cinta Dari Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cinta Beda Dunia / Mengubah Takdir
Popularitas:609
Nilai: 5
Nama Author: habbah

Alana, seorang wanita yang sedang memulihkan luka hati, mengasingkan diri ke rumah tua peninggalan kakeknya di puncak bukit terpencil. Kehidupannya yang sunyi berubah sejak ia menemukan surat-surat misterius bertinta perak di dalam sebuah kotak pos kuno yang konon hanya menerima kiriman "dari langit".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon habbah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Suara dari Celah Waktu

Ledakan cahaya itu meninggalkan bintik-bintik putih yang menari di penglihatan Alana. Ia terengah di pelukan Elian, merasakan detak jantungnya sendiri yang berpacu seperti genderang perang. Udara di puncak bukit yang tadinya dipenuhi listrik statis kini mendadak tenang, menyisakan bau ozon dan tanah yang terbakar. Hujan meteor masih berlangsung di atas sana, namun keajaiban di depan matanya telah surut menjadi sunyi yang mencekam.

Alana melepaskan diri dari pegangan Elian, mengabaikan rasa perih di sikunya yang terbentur tanah. Matanya tertuju pada benda yang tertancap di tengah lingkaran hitam: sebuah alat perekam suara digital berbalut logam titanium yang tampak begitu futuristik, bersandingan dengan sekuntum mawar yang terbungkus es abadi.

"Jangan, Alana! Tunggu!" Elian memperingatkan, namun Alana sudah melangkah maju.

Ia memungut alat itu. Permukaannya terasa hangat, kontras dengan bunga mawar di sampingnya yang membeku. Layar kecil pada alat itu berkedip dengan cahaya biru safir, menampilkan tulisan "PLAY ME". Dengan tangan bergetar, Alana menekan tombol putar.

Suara statis terdengar sejenak suara desis seperti gesekan pasir di padang gurun sebelum akhirnya suara Arlo muncul. Namun kali ini, suaranya tidak lembut seperti di film atau puitis seperti di mimpi. Suara itu terdengar mendesak, penuh napas yang memburu, seolah ia sedang berlari menjauhi sesuatu yang sangat besar.

"Alana, jika kau mendengar ini, berarti retakan itu berhasil mengirimkan pesanku tepat waktu. Aku tidak punya banyak waktu. Di sini, di tempat yang mereka sebut 'Cakrawala Sempurna', waktu tidak berjalan maju. Ia berputar seperti pusaran air. Aku bisa melihatmu di Navasari, tapi aku juga bisa melihat bayangan hitam yang mulai mendekatimu dari duniamu yang lama."

Alana mengerutkan kening. "Bayangan hitam?" bisiknya.

Suara Arlo berlanjut, kali ini lebih berat. "Skandal di Jakarta itu bukan kecelakaan, Alana. Pria yang menangkapmu, yang kau pikir telah mengakui kesalahannya... dia hanyalah bidak kecil. Ada organisasi yang sejak zaman kakekmu sudah mengincar anomali di Navasari. Mereka menggunakan kariermu sebagai umpan untuk memaksamu kembali ke rumah itu. Mereka butuh darahmu untuk membuka pintu ini secara paksa. Darah keluarga kita adalah kunci biologis bagi gerbang ini."

Elian yang ikut mendengarkan, tampak menegang. Wajahnya yang biasanya tenang kini berubah pucat.

"Organisasi itu... Pak Surya pernah menyebut mereka. 'Para Penjemput Fajar'," gumam Elian pelan.

Perekam suara itu kembali mengeluarkan desis statis sebelum suara Arlo kembali muncul, kali ini terdengar lebih jauh. "Jangan percaya pada berita kemenanganmu di kota. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Navasari. Saat kau mendengar rekaman ini, mereka mungkin sudah sampai di gerbang desa. Elian... Elian tahu apa yang harus dilakukan. Mintalah dia membawamu ke 'Ruang Antara' di bawah mercusuar tua."

Suara itu tiba-tiba terputus oleh sebuah dentuman keras di latar belakang rekaman suara yang terdengar seperti logam raksasa yang robek. Lalu, keheningan.

Alana menatap alat perekam itu dengan ngeri.

"Elian, apa maksudnya? Siapa yang datang ke sini?"

Belum sempat Elian menjawab, dari kejauhan di bawah bukit, di arah desa Navasari terlihat lampu-lampu kendaraan yang bergerak naik. Lampu-lampu itu bukan lampu kuning redup milik penduduk desa, melainkan lampu halogen putih yang tajam dan dingin, membelah kegelapan hutan pinus. Ada lebih dari lima kendaraan yang bergerak cepat menuju ke arah mereka.

"Mereka sudah di sini," kata Elian, suaranya kini dingin dan penuh determinasi. "Arlo benar. Mereka tidak akan membiarkanmu memiliki rahasia ini sendirian."

"Tapi kenapa aku? Kenapa darahku?"

"Karena kau adalah 'penerjemah' yang mereka cari," Elian menarik tangan Alana, memaksa perempuan itu berdiri. "Kakekmu bisa mendengar frekuensinya, tapi kau... kau bisa merasakannya. Kau bisa menyeberang. Dan bagi mereka, kemampuan itu adalah senjata yang tak ternilai harganya untuk menguasai energi dari 'tempat lain'."

Lampu-lampu kendaraan itu semakin dekat. Suara mesin mobil off-road mulai terdengar meraung menanjak. Elian segera mematikan lampu sorot mereka, membuat mereka kembali tertelan kegelapan puncak bukit.

"Kita tidak bisa kembali ke rumah kakek," bisik Elian. "Itu tempat pertama yang akan mereka kepung. Kita harus ke mercusuar udara tua di puncak timur. Ada jalan setapak yang hanya diketahui oleh penjaga hutan."

"Tapi barang-barangku! Jurnal kakek!"

"Bawa apa yang ada di tanganmu sekarang. Itu yang paling berharga," Elian menunjuk perekam suara dan mawar es yang kini telah Alana masukkan ke dalam tasnya.

Mereka mulai berlari menembus semak belukar. Alana merasa seolah-olah ia kembali menjadi kurator yang sedang menjaga artefak paling rapuh di dunia, namun kali ini artefak itu adalah nyawanya sendiri dan rahasia seorang pria yang mencintainya dari luar dimensi waktu.

Di tengah pelarian itu, Alana sesekali melirik ke langit. Hujan meteor masih berjatuhan, seolah-olah langit sedang menangis melihat perburuan yang terjadi di bumi. Ia merasa aneh ia seharusnya merasa takut, namun kehadiran rekaman suara Arlo di sakunya memberinya kekuatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Arlo tidak hanya mengiriminya surat cinta; Arlo sedang membimbingnya melalui labirin bahaya yang sudah disiapkan sejak puluhan tahun lalu.

"Elian," panggil Alana di tengah napasnya yang tersengal saat mereka mendaki jalan setapak yang curam. "Siapa kau sebenarnya? Kenapa Arlo mempercayaimu?"

Elian berhenti sejenak di balik sebuah pohon besar, memantau pergerakan lampu-lampu di bawah. Ia menatap Alana, dan untuk pertama kalinya, Alana melihat sebuah tato kecil di pergelangan tangan Elian yang biasanya tertutup jam tangan sebuah simbol bintang jatuh yang dikelilingi oleh garis-garis koordinat.

"Ayahku adalah kopilot Arlo yang seharusnya ikut terbang hari itu," kata Elian pelan. "Tapi Arlo melarangnya naik. Arlo bilang dia melihat sesuatu di masa depan yang mengharuskannya pergi sendiri, dan ayahku harus tetap di bumi untuk menjaga garis keturunannya. Aku lahir untuk menjalankan tugas itu, Alana. Aku adalah pelayan dari 'Langit' yang kau cintai."

Alana tertegun. Jadi, semua ini bukan kebetulan. Kesedihannya di Jakarta, kepindahannya ke Navasari, hingga pertemuannya dengan Elian semuanya adalah bagian dari skenario besar yang ditulis oleh seorang pilot yang terjebak dalam pusaran waktu.

"Sekarang diam," bisik Elian sambil menarik Alana merapat ke batang pohon.

Di jalan setapak di bawah mereka, beberapa pria berpakaian hitam dengan peralatan taktis mulai menyebar. Mereka membawa alat sensor yang mengeluarkan bunyi tit-tit-tit yang tajam alat yang mencari frekuensi energi yang sama dengan yang dikeluarkan oleh batu meteorit di kantong Alana.

"Target terdeteksi di koordinat utara," salah satu dari mereka berbicara ke radio panggil. "Bawa unit biologis hidup-hidup. Dia kuncinya."

Alana menggenggam perekam suara itu erat-erat. Ia menyadari satu hal: surat-surat cinta itu bukan hanya tentang romansa. Itu adalah instruksi keselamatan. Dan bab berikutnya dari hidupnya tidak lagi tentang menyembuhkan luka hati, melainkan tentang bertahan hidup demi menjaga satu-satunya keajaiban yang tersisa di alam semesta.

"Ayo," bisik Elian. "Mercusuar sudah dekat."

Di depan mereka, menjulang sebuah bangunan tua yang tertutup lumut dan kabut, tampak seperti hantu raksasa yang menunggu di puncak bukit. Di sanalah, jawaban terakhir Arlo berada.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!