Lusy peri muda yang tidak memiliki sihir seperti peri lainnya. Dia berkeinginan menjadi ratu peri yang melampaui ratu peri generasi sebelumnya.
Lusy di remehkan oleh kaumnya sendiri. Namun, suatu ketika dia menemukan sebuah teknik terlarang dan sebuah pedang leluhur peri yang membuatnya bisa membangkitkan kekuatan sejatinya.
Lusy bangkit menjadi peri terkuat tanpa sihir, tapi banyak orang yang masih tidak menerima sebuah kenyataan kalau Lusy adalah peri terkuat di alam Peri.
Akankah Lusy berhasil menjadi Ratu Peri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemampuan Baru Lusy 1
Lusy menuruti perintah Fire, dia menggunakan Artefak pertahanan.
Namun Artefak tersebut tidak berpengaruh sama sekali.
Duak....
Duak....
Lusy dan fire terhempas menabrak dinding ketika tiga elemen sihir raja lapisan sepuluh mengenai mereka dengan telak, mereka berdua menyemburkan seteguk darah, Artefak pertahanan juga hancur berkeping-keping.
Lusy mencoba berdiri kembali dengan bertumpu pada pedangnya, dia menatap fire yang terlihat sangat kesusahan hanya untuk sekedar berdiri saja.
Lusy sangat marah, dia ingin membunuh sesegera mungkin Monster Ular berkepala tiga tersebut.
Lusy memunculkan sayapnya, dia terbang ke atas ular berkepala tiga.
Ular berkepala tiga tentu saja tidak membiarkan Lusy begitu saja, dia menembakan sihir Api, Es dan Air yang dia miliki.
Boommm....
Boommm...
Boommm...
Suara ledakan benturan sihir terus terjadi. Namun, Lusy mampu menghindari semua serangan Monster tersebut.
Lusy menggenggam pedangnya dengan sangat kuat, dia kemudian menebaskannya pada Monster tersebut.
Prall...prall...
Groaar.....
Bruukkhh.....
Satu kepala berhasil Lusy jatuhkan, tapi dia tidak berhenti sampai di situ saja, Lusy kembali menegaskan pedangnya.
Booomm....
Kali ini tebasan Lusy di tahan menggunakan sihir oleh Monster tersebut, dia terpental dan menabrak dinding Dungeon lagi.
Bruukhhh.....
Lusy terjatuh, fire yang melihat itu berteriak
"Tuan Lusy!"....
Dengan tertatih-tatih, fire menghampirinya tuannya tersebut, dia tidak ingin tuannya kanapa-napa.
Tapi tiba-tiba, aura keagungan lusy merembes keluar, sehingga Fire berhenti mendekat ke arah Lusy.
Aura yang keluar dari pedang legenda membungkus tubuh kecil Lusy.
Lusy bangkit kembali dengan kesadaran yang di kuasai pedang legenda, pupil matanya berubah menjadi warna keperakan seutuhnya, menandakan jika itu memang bukanlah Lusy.
Pedang legenda tersebut berubah menjadi besar, bersamaan dengan tubuh Lusy yang membesar juga.
Tubuh mungil bocah peri tersebut tiba-tiba seperti orang dewasa, auranya juga meluap-luap keluar dari dalam tubuhnya.
Energi sihir yang ada di dalam tubuh Lusy merembes keluar dan menjadi perisai untuk tubuhnya.
Lusy menghunuskan pedangnya ke depan dengan satu tangan saja.
Swuzzz....
Tekanan Aura Lusy membuat tempat dia berpijak untuk melontarkan tubuhnya ke arah Monster ular berkepala tiga itu hancur berkeping-keping.
fire saja yang berjarak tiga tombak dari Lusy, dia terhempas ke belakang akibat tekanan aura yang di hasilkan Lusy.
Boommm....
Suara ledakan Dahsyat terdengar, terlihat asap yang mengepul sangat tebal, Fire menutupi wajahnya dengan siku, agar tidak terkena percikan reruntuhan.
Beberapa tarikan napas kemudian, asap yang mengepul mulai menghilang, terlihat pedang lusy yang sedang di tahan rahang salah satu kepala ular yang membekukan pedang tersebut.
Lusy semakin meluapkan energi sihirnya agar tubuhnya menjadi lebih kuat lagi.
Tekanan aura Lusy semakin besar.
Kretak....
Kretak...
Sihir Es yang menahan pedang Lusy perlahan retak, semakin Lusy menekankan energi sihirnya kedalam pedang. Kekuatan pedang tersebut semakin tinggi.
Prang...
Sihir Es yang menahan pedang Lusy hancur, seketika pedang Lusy langsung membelah tubuh monster ular tersebut menjadi dua bagian.
Lusy membelah Monster tersebut dengan sangat mudah, tidak seperti Lusy yang belum memiliki pengalaman bertarung.
Lusy berdiri dengan tegap, tapi satu tarikan napas kemudian, energi sihirnya masuk kembali ke dalam tubuhnya.
Tubuh Lusy perlahan menyusut kembali, begitupun dengan pedang yang dia pegang yang langsung mengecil ke ukurannya semula.
Brugghhh...
Lusy ambruk di lantai, fire yang melihat itu langsung bergegas menghampirinya
"Tuan!" Panggil Fire