NovelToon NovelToon
Bos Hyper Itu Mantanku

Bos Hyper Itu Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Kehidupan di Kantor / CEO / Romantis / Mantan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kinamira

"Jika Bos mengajak kamu berhubungan apa kamu bersedia?" "Berhubungan?""Berhubungan intim. Itu adalah salah satu syarat diterima kerja di sini.""Hah?" Lily Gabriella tak pernah menyangka tempat ia melamar pekerjaan karyawan kecil dan bergaji besar tak ada bedanya dengan orang-orang yang dibayar menyenangkan pelanggannya.
Meski tau persyaratan itu, mau tak mau ia harus menerima demi biaya pengobatan ibunya. Namun dalam sekejap ia langsung menyesal saat tau mantan kekasihnya Axton Fernando adalah bos Hyper itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinamira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Orang-orang yang mengenal Lily langsung menatap Lily. Hendry pun tertuju pada nama Lily yang terpasang di depan dada.

"Dia Lily Gabriella. Jadi, Pak Axton sudah mengenalnya. Artinya dia wanita Pak Axton juga," batin Hendry, menatap wajah Lily yang tampak melemas.

"Tapi, dia sepertinya tidak suka," batinnya.

Sementara yang lainnya bertanya-tanya siapa Lily?

Lily pun masih diam di tempatnya, memandang tembok guna menenangkan hatinya. Suara senyap di tempat itu, sangat diharap segera berisik, agar ia bisa kembali tenang.

"Lily," sahut Vina mencolek pinggang Lily saat mata tajam Axton terus menatap ke arah mereka.

"Lily jangan seperti ini. Pak Axton lihat kita," bisik Vina menarik Lily agar segera bangkit.

Lily menghela nafas kasar, mau tak mau ia berdiri dari tempatnya. Saat ia membalikkan tubuh, dengan pandangan terangkat, ia langsung tersentak, saat semua mata tertuju padanya.

"Semua orang melihatku. Habis sudah. Semuanya sudah mengenaliku," batin Lily kemudian melirik Axton yang masih menatapnya.

"Axton sialan!" umpatnya dengan tangan meremas ujung bajunya menghampiri Axton.

Pandangan semua orang membuatnya berjalan dengan jantung berdebar karena salah tingkah, membuatnya ingin mengubur diri sendiri. Namun, itu terlalu mustahil.

Lily menghentikan langkahnya tepat di samping Axton, dan Axton tak melepaskan pandangannya sedikitpun.

Lily menghela nafas pelan. Tatapan Axton tidaklah membuatnya gentar, namun puluhan tatapan yang lainnya yang membuatnya gemetar.

"Axton, aku akan membunuhmu!"

"Maaf Pak, mau makan apa?" tanya Lily dengan pelan, memastikan umpatan yang ada dipikirannya tidak terlontar di mulutnya.

"Ambilkan saja," jawab Axton.

"Baik Pak," jawab Lily mengulum senyum paksa, lalu berjalan menuju makanan yang terhidang, sambil menikmati pandangan semua orang.

Beberapa penjaga makanan mengarahkan. "Ambil daging yang ini saja, Pak Axton tidak suka sayur," ucapnya sembari memisahkan daging dan sayur hijau.

Lily mengangkat sebelah alisnya, menatap penyaji makanan itu. Lalu dengan santainya, ia mencampur kembali daging dan sayur itu.

"Hey!" Pekiknya terkejut dengan apa yang dilakukan Lily.

Lily memasukkan beberapa sendok tumis daging itu ke dalam nampan, dengan senyum seringai, siap memberi perlawanan.

"Dia tidak suka sayur maka akan ku beri dia sayur!" batin Lily teringat bagaimana Axton yang dulunya begitu membenci sayur.

Namun, perasaan terhenti saat ia menyadari, posisi yang sudah jauh berbeda.

"Tapi, dia bukan lagi Axton. Dia maniak perempuan!" batinnya menatap nampan makan yang sudah penuh.

Ia lalu menatap sekelilingnya, yang masih menatapnya membuatnya menyesal karena pasti tidak bisa mengembalikan makanan itu.

"Kamu masih saja bodoh, Lily," batin Lily menggerutu diri sendiri.

Ia lalu menatap sang penyaji makanan yang menatapnya sinis. "Kami sudah membantu, ya sudah, jangan salahkan kami, kalau kamu dapat masalah."

Lily menghela nafas pelan, "Sudahlah, kalau Axton marah, dan memecatku, ya sudah, tinggal minta bayaran dua hari kerjaku, lalu cari pekerjaan lain. Toh aku masih di sini, karena terlanjur tanda tangan kontrak konyol itu," batin Lily berusaha menepis keraguannya.

Lily berbalik, berjalan santai menuju tempat Axton menunggu dengan posisi membelakanginya.

Sembari menatap punggungnya, Lily berucap dalam benaknya. "Ya sebaiknya kamu marah Axton, memecatku, aku pergi dari sini, dan kita tidak bertemu lagi, lebih baik tidak pernah bertemu lagi. Karena apa yang terjadi diantara kita, tidak bisa ku maafkan."

Lily meletakkan makanan di depan Axton, lalu berucap. "Silahkan Pak," ucapnya.

Axton menatap makanan itu sekilas lalu menatap Lily. "Suapi aku," pintanya, membuat kening Lily langsung berkerut.

"Tidak mau!" gumam Lily hingga nyaris tak terdengar.

"Kau bilang apa?"

Lily langsung tersenyum. "Tidak ada pak, tapi sebaiknya Pak Axton minta yang lain saja," sahutnya cepat.

"Suapi aku!" sahut Axton lagi, membuat Lily mendengkus.

"Dasar gila!" batinnya memaki. "Kenapa dia tidak marah sih?"

Salah satu wanita mendekat, langsung menggeser tubuh Lily. "Ah, bagaimana kalau ...."

"Akh!" Pekik Lily.

Wanita itu tak sempat menyelesaikan ucapannya, karena Lily terjatuh.

Lily yang sedang melamun dalam gerutuannya, membuat keseimbangannya kurang, dan langsung tersungkur ke lantai karena dorongan pelan itu.

"Apaan sih, lebay banget, drama! Dorong pelan begitu malah jatuh!" sungut wanita itu.

Ia kembali menatap Axton dan mengulum senyum manis. "Pak Axton, bagaimana kalau Giselle yang cantik ini suapin," ucapnya sembari mengibaskan rambut ke belakang.

Axton tidak menanggapi, tatapannya tertuju pada Lily yang sudah berdiri, dengan memasang wajah cemberut.

Sementara Gisella segera mengambil nasi dengan sendok dan bersiap menyuapi Axton. "Ayo Pak aaa," ucapnya membuat Axton mendongak menatapnya.

Giselle tersenyum manis, dengan mata mengerjapkan genit. Namun, senyuman itu perlahan hilang, saat ucapan Axton terlontar.

"Pergi ke bagian HRD, ambil gaji dan pesangonmu, dan jangan pernah datang lagi ke Perusahaanku!" ucapnya penuh penekanan.

Semua langsung terkejut mendengarnya, terlebih Giselle yang menjatuhkan sendok di tangannya.

"Pak, tapi, em apa salah saya?" sahut Giselle dengan wajah melemas.

Axton tidak langsung menjawab, ia melirik ke arah Lily lebih dulu, yang tampak cuek, dan lebih memilih menunjuk menatap kukunya.

"Selain aku tidak ada yang boleh mengganggunya, tapi dia tidak boleh tau," batinnya.

Axton menyandarkan tubuhnya, lalu menatap Giselle yang masih melemas dan menunggu jawabannya.

Tangan Axton terulur menyentuh pipi Giselle dengan lembut, membuat Giselle kembali tersenyum.

Axton kemudian berucap. "Karena moodku sedang tidak baik." Tangan Axton beralih ke leher Giselle lalu ia mencengkramnya membuat Giselle tersentak.

"Emm!" Giselle menepuk tangan Axton spontan melakukan perlawanan.

"Jadi, pergi dari hadapanku!" bentak Axton kemudian menghempaskan Giselle hingga tersungkur di lantai.

"Bawa dia pergi!" perintahnya.

Meski semua orang dibuat terdiam, dan terkejut. Beberapa orang langsung bergerak membawa Giselle pergi dari sana.

"Pak, Pak Axton, aku ini wanitamu. Jangan memecatku! Kau sudah mengambil keuntungan dariku! Pak Axton!" teriak Giselle hingga ia menghilang dari pandangan.

Axton kembali menatap Lily yang melongo menatap Giselle yang diseret pergi. Ia meraih sendok yang dijatuhkan Giselle di atas meja, lalu melemparkannya ke arah Lily, membuat Lily menoleh padanya.

"Sendoknya sudah kotor, jadi suapi aku dengan mulutmu," ucap Axton.

"Gila!" sahut Lily spontan menjawab.

1
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki nya masih terbungkus rapat, kek nasi uduk karet dua🤣🤣🤣🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
gemeesshh sama lily, ga mau jujurrrr
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
see maria.. masih yakin kah kamu yg ada di hati axton😒🤭
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
yg ada lily tambah jijik ax liat kamu sama ciwik2 murahan itu😒
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
rencana mu salah ax.. pertama2 tuh cari tau ada apa dgn lily di masa lalu, kedua singkirkan manusia yg kt nya ayah mu itu, karena dy biang korek eehh kerok nya😒 baru kamu kejar lagi cinta lily, bukan kamu yg memaksa lily utk tunduk sama kamu 😤😤😤
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki baru😓
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
iisshhh lanjut ga thooorr 😒🔨🔨🔨🔨
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
ada apa dgn klrga axton n masa lalu axton lily ya🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
wkwkkk.. poor chloe.. senjata makan tuan
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
masih bertanya-tanya, siapa leon🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
apa ini ya, kok ambigu🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!