NovelToon NovelToon
Merawat Majikan Lumpuh

Merawat Majikan Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Las Manalu Rumaijuk Lily

Indira termangu mendengar permintaan nyonya Hamidah,mengenai permintaan putra dari majikannya tersebut.
"Indira,,mungkin kekurangan mu ini bisa menjadi suatu manfaat bagi putraku,, mulai sekarang kamu harus menyerahkan asimu buat diminum putraku,kami tahu sendiri kan? putraku punya kelainan penyakit ." ujar nyonya Hamidah panjang lebar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Las Manalu Rumaijuk Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tersandung...

Saat Arjuna tidur beristirahat siang hari,Indira berinisiatif untuk pulang sebentar.

Meski dia tidak masuk sekolah,tapi pelajaran mereka di kirim oleh temannya melalui WA.

Indira harus mengerjakan tugasnya lalu di kumpulkan minggu depan.

"Bu,aku pulang dulu ke rumah ya?" pamit Indira pada ibunya.

"Pulang? ngapain kamu pulang nak?" Darsih mengerutkan keningnya.

"Aku mau mengambil buku pelajaran ku bu,aku harus mengerjakan tugas tugasku,temanku sudah mengirimkan padaku." jelas Indira.

"Bagaimana dengan Den Arjuna nak? bagaimana kalau tiba tiba penyakit Den Arjuna kambuh? sementara kamu tidak ada disini?" Darsih terlihat khawatir.

"Aku tidak akan lama Bu,setelah buku pelajaran ku kuambil,aku segera kembali."

"Tapi nak!"

"Sekalian mau membeli pumping bu,aku tidak mungkin terus terusan kontak fisik dengan tuan, aku sangat tidak nyaman bu,lagipula kondisi tuan semakin hari semakin membaik.

Minum dari sedotan atau gelas sudah bisa dia lakukan." Indira mengungkap kan kecanggungan nya.

Darsih mendesah,bingung mau bagaimana.

kalau dia mengijinkan putrinya pulang,meski hanya sebentar,bagaimana kalau majikannya itu tiba tiba terbangun dan butuh penawar sakitnya?

"Nak,ibu tidak bisa putuskan,,saat kondisi Den Arjuna seperti ini sebaiknya jangan tinggal kan dulu,takutnya kondisi Den mendadak memburuk kalau kamu terlambat datang." ibunya terlihat sangat khawatir.

"Aku akan cepat bu,tidak akan ngapa ngapain dirumah,,mungkin aku sudah pulang saat tuan belum bangun," desak Indira.

Aroma rumah sakit membuatnya sakit kepala.

Semakin lama dia berada di sana,semakin sesak rasanya dadanya.

"Begini saja,ibu akan bangunkan dulu Den Arjuna,meminta ijin apakah kamu bisa pulang atau bagaimana."

usul ibunya.

Mau tak mau akhirnya Indira mengangguk setuju.

"Den,," Darsih membangunkan tuannya dengan hati hati.

"Hmm,,ada apa Darsih?" Arjuna terbangun,matanya memerah.

"Maafkan saya telah mengganggu istirahat Den Arjuna,,ini,,Indira mau ijin pulang kerumah,mengambil buku pelajaran nya,kira kira apakah Indira bisa pulang Den?" tanya Darsih hati hati.

Takut majikannya itu marah,karena orang sakit bawaannya sensitif.

"Suruh pelayan yang mengantar kemari bik,,aku tidak tahu apakah aku bisa bertahan sampai dia pulang,atau justru penyakit ku kambuh saat dia masih dalam perjalanan." Arjuna menghela nafas.

Indira sedikit kesal mendengar ucapan Arjuna.

alasannya pulang kerumah sejenak untuk mengganti suasana,,menghirup udara yang berbeda.

Agar tidak hanya udara rumah sakit yang dia hirup,membuatnya mual.

"Aku tidak akan lama tuan," Indira menyambung ucapan ibunya,menguatkan agar tuannya mengijinkannya pulang.

"Kenapa bukan ibumu saja yang mengambil nya?" tatap Arjuna.

"Ibu tidak akan tahu dimana letak buku pelajaran ku,yang mana saja yang akan dibawa," Indira meremas tangannya,takut pria itu tidak mengijinkan nya keluar.

Hal yang paling penting dengan kepulangannya adalah sekalian membeli pumping.

"Pulang lah,tapi jangan lama." akhirnya Arjuna mengiyakan.

Pria berhidung mancung itu kembali memejamkan matanya setelah memberi ijin pada pemilik penawar sakitnya.

"Suruh diantar pengawal yang diluar." ucap Arjuna saat Indira hendak keluar.

Indira mengangguk paham.

"Baik tuan."

Indira diantar salah satu pengawal yang bertubuh kekar.

Wajahnya yang dingin dan tidak bersahabat membuat Indira tidak nyaman sebenarnya.

mau bagaimana lagi? tujuannya membeli pumping tidak bisa ditunda lagi.

"Silahkan nyonya,," pria yang bernama Toni itu mempersilahkan Indira masuk ke mobil.

Indira masuk,wajahnya tegang.

bagaimana tidak,berada satu mobil dengan pria asing membuatnya takut.

hanya saja dia tidak perlu berpikiran buruk pada pria itu,karena pria itu adalah anak buahnya majikannya,jadi kemungkinan besar dia tidak akan dicelakai.

Sesampainya di pelataran mansion,Indira langsung turun dari mobil.

"Jangan lama lama nona,setiap saat bisa saja penyakit tuan kambuh apalagi saat ini kondisi tuan yang belum stabil." peringat Toni tegas.

Indira mengangguk,"aku tidak akan lama."

Indira masuk ke paviliun belakang khusus tempat pekerja rumah itu.

"Indira,,kamu sudah pulang? kenapa baru pulang sekarang? kamu nggak sekolah?" salah satu pelayan langsung memberondong pertanyaan pada Indira.

"Aku ditugaskan nyonya besar buat menjaga tuan Arjuna," jawab Indira tidak secara rinci.

Soal perubahan tubuhnya yang aneh tidak ada satupun yang tahu dirumah itu selain ibunya jadi dia tidak memberitahu kalau keberadaan nya dirumah sakit sangat dibutuhkan.

"Loh,kan sudah ada ibu kamu disana? kok kamu juga ikutan disana? nggak sekolah?"

Indira menggeleng,Sampai tuan Arjuna pulang kerumah baru aku masuk sekolah kembali. sudah ya bik,aku buru buru,,soalnya aku tidak bisa lama." indira langsung masuk ke kamarnya mengambil buku pelajaran nya.

Indira memasukkan kedalam tas sekolahnya.

***

"Pak,kita mampir ke apotik sebentar ya?" pinta Indira saat mereka sudah dalam perjalanan.

"Buat apa nona? nona sakit? sekalian aja di periksa dirumah sakit nanti,"

"Bukan,,aku mau membeli sesuatu."

"Kalau kita mampir ke apotik,akan memakan waktu lagi,sementara tuan pasti sudah bangun saat ini."

"Ini menyangkut tuan Arjuna juga pak,sebentar saja ya? pliss,," Indira memelas.

Akhirnya Toni meminggirkan mobilnya tepat di apotik pinggir jalan.

"Jangan lama,"

"Baik Pak."

Indira berlari kecil memasuki apotik.

"Mbak,,alat pompa asi satu." Indira to the point.

Penjaga apotik itu menatap Indira sejenak,

"Untuk kakak saya," Indira tahu tatapan penjaga apotik itu makanya Indira langsung klarifikasi.

"Ohh,,mau yang digital atau manual?" pelayan itu memberi pilihan,,membuat Indira sedikit bingung.

pasalnya dia tidak tahu menahu soal pompa asi,jangan kan menggunakannya melihatnya saja dia belum pernah.

"Yang lebih bagus yang mana mbak?"

"Tentu saja yang digital,,tinggal tempel ke area dada,otomatis asinya keluar,sementara yang manual kita sendiri yang memompa."

Indira langsung paham.

"Baiklah aku minta yang digital saja,"

"Harganya cukup mahal nona," pelayan itu menyerahkan satu set pompa asi digital.

Indira tidak perduli,karena uangnya sudah terisi di ATM,untuk bayaran bulan ini.

Setelah membayar pompa tersebut,Indira kembali ke mobil.

Saat perjalanan mereka hampir sampai,tiba tiba ponsel pria itu berdering dan tuannya lah yang menelepon.

"Gawat! tuan menelepon pasti tuan sudah bangun dan penyakitnya kambuh lagi." Toni melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

"Ya tuan,,"

"uhukkk..uhukkkk...uhukkk...,,dimana kalian..? aku..aku sudah tidak tahan lagi,,"

"Hampir sampai tuan,bertahanlah."

Toni langsung memarkirkan mobilnya di basment rumah sakit.

Sementara Indira di intruksikan keluar dari mobil.

Kedua sosok beda usia itu berlarian di Koridor rumah sakit.

Dan...,,brukkk..!

Indira tersandung oleh kaki kursi yang ada di sepanjang jalan,membuat nya tersungkur kedepan dan terjerembab.

Aaawwhhh...!

jerit Indira kesakitan.

Dengan sigap pria kekar itu mengangkat tubuh Indira.

"Hati hati.."

Indira meringis,,jari kakinya berdarah,terutama dibagian kuku jempolnya.

Untung saja kukunya tidak panjang,kalau iya,mungkin kukunya sudah terlepas.

Toni mengambil alih barang barang bawaan Indira.

Sementara Indira berjalan terpincang-pincang.

Sesampainya di ruangan VVIP,ternyata Arjuna sudah bangun dan sudah bersandar ditumpukan bantal di punggungnya.

Mungkin perawat membantunya.

"sayang,kenapa lama sekali?" Darsih langsung protes.

Saat melihat Indira terpincang-pincang barulah wanita 40 Tahunan itu sadar kalau telah terjadi sesuatu pada putrinya.

"Kalian semua keluar!" titah Arjuna sebelum Indira menjawab pertanyaan ibunya.

bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!