Sahara adalah anak kandung yang terusir bersama dengan ibunya karena Fit-nahan yang di buat oleh wanita lain di hati ayahnya.
Mampukah Sahara memperjuangkan dan membersihkan nama ibunya dari fit-nah keji wanita yang tak lain adalah sahabat ibunya itu?
Akankah ayahnya percaya? baca terus kisah Perjuangan Sahara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahara 21
"Maaf pak, sampai kapan saya harus berdiri disini? sudah lima belas menit saya berdiri di depan anda sperti patung,"tanya Sahara.
Setelah kejadian tadi mereka terjatuh, Brian sepertinya sangat marah dan kesal. Karena dia dibiarkan berdiri begitu saja di depannya tanpa di persilahkan untuk duduk. Padahal dia sendiri yang berhenti mendadak sehingga membuat Sahara menabraknya.
"Diam!"ucap Brian tak melihat ke arah Sahara.
"Apa boleh saya duduk? Pegal sekali Pak, kalau hanya berdiri,"pinta Sahara.
"Ya,"jawab Brian singkat.
Sahara duduk di depan Brian, memperhatikan pria itu yang sedang sibuk dengan laptop di hadapannya. Brian sedikit gugup di lihat seperti itu, apalagi dia malah mengingat kejadian tadi saat Sahara jatuh tepat di atasnya. Sehingga membuat perasaan aneh muncul di dalam dirinya.
"Pergi dan buatkan kopi!"pinta Brian.
"Baik pak,"jawab Sahara pergi dari ruangan Brian.
"Astaga! Hanya minta di buatkan kopi saja kenapa harus ada drama dulu. Bahkan aku harus berdiri lama di depan dia, setelah itu duduk lama juga! memang menyebalkan sekali pria itu!"oceh Sahara sambil berjalan ke pantry.
"Kenapa ngomel-ngomel? Abis kena hukuman Pak Brian?"tanya Raka yang ternyata ada di Pantry membuat kopi juga.
"Eh ada Pak Raka,"ucap Sahara sambil Tersenyum kikuk dan masuk membuat kopi untuk Brian.
"Sahara, apa kamu sudah sering menggunakan motor besar? Soalnya aku lihat kemarin kamu pulang naik motor besar itu kan?"tanya Raka membuka pembicaraan mereka.
Mungkin Raka sedang mencoba pendekatan kepada Sahara.
"Sudah Pak Raka, dari sekolah menengah atas,"jawab Sahara.
"Wih ajib.... Apa kamu juga sering balapan?"kembali Raka bertanya.
"Sedikit Pak Raka, yang penting bisa menghasilkan uang,"kekeh Sahara.
"Maaf Pak Raka, saya permisi duluan. Karena takut kena omel lagi kalau lama mengantar kopinya,"pamit Sahara sambil terkekeh. Sedangkan Raka hanya tersenyum sambil geleng kepala.
"wanita yang sangat cantik... Kamu benar-benar cantik, Sahara!"ucap Raka.
Sedangkan di dalam ruangannya, Brian terlihat sedikit gelisah dan memegangi dadanya. Dia tak mengerti dengan jantungnya yang terus berdetak kencang sepanjang berdua bersama dengan Sahara. Bahkan di bawah sana kembali merasakan sesak saat Sahara duduk dan menatap ke arahnya.
"Ada apa denganku?"ucap Brian mengusap kasar wajahnya.
"Maaf pak, ini kopinya,"Sahara kembali masuk membawa kopi dan menyimpannya dai meja Brian.
"Apa ada lagi yang bisa saya bantu Pak?"tanya Sahara.
"Tidak! Wajah menyebalkanmu membuat aku hilang konsentrasi,"jawab Brian sambil kembali sibuk dengan laptopnya.
"Baiklah Pak, wajah menyebalkan ini akan pergi dari hadapan bapak,"jawab Sahara membuat Brian membolakan matanya.
Berani sekali Sahara bicara begitu padanya. Tapi Sahara tak peduli dan pergi dari sana. Kembali bekerja dan tak terasa waktu pulang kantor telah tiba dia pulang sebentar untuk membersihkan diri dan pamit kepada ibunya untuk pergi ke tempat Kenzo. Jika tidak pulang maka dia akan menginap di basecamp. Selalu seperti itu selama ini. Mama Rianty juga tidak begitu khawatir karena Kenzo dan Lucky sudah sangat dia kenal.
"Kamu yakin mau ambil tawaran ini? Bukannya kamu kerja juga? Apa kamu gak lelah?"tanya Kenzo kepada Sahara yang sudah berganti pakaian dan duduk di depannya.
"Lelah manusiawi Bang. Tapi aku nggak munafik butuh uang banyak. Apalagi kesehatan mama terutama mentalnya harus selalu dijaga terus karena ulah pria bajingan itu yang tak mau juga mengurus perceraian mereka. bahkan saat Mama mengurusnya selalu di tolak oleh pengadilan agama dengan berbagai alasan yang tak masuk akal."jawab Sahara kesal kemudian minum air mineral miliknya.
"Apa sudah di bawa ke dokter? Agar bisa di tangani dengan baik,"ujar Kenzo.
"Mama nggak mau bang. Apalagi Abang tau sendiri semua usaha dia di patahkan dan di hancurkan oleh pria itu. Dan jika usaha catering mama yang terakhir ini dia atau wanita itu hancurkan juga, maka aku tak kan memberikan maaf pada pria itu dan wanitanya. Apalagi usaha Mama mulai bagus dan banyak tetangga juga yang membantu Mama, sehingga membuat Mama sedikit lupa sejenak akan masalahnya,"jelas Sahara.
"Dan sekarang beasiswa aku juga di cabut sepenuhnya, Bang. Sehingga aku harus mencair biaya sendiri. Dan ibu nggak tau akan hal itu," tambah Sahara.
"Kenapa bisa di cabut? Apa nilai kamu merosot?"tanya Kenzo kaget. Sahara menggeleng.
"Tidak. Nilai aku selalu bagus. Tapi saat aku tanya alasannya tidak jelas. Aku malas untuk bertanya lagi. Dan yang aku yakini jika semua ini ada campur tangan Wanda. Karena anaknya, Citra pindah sekolah Minggu lalu di kampus tempat aku sekolah,",jelas Sahara menjelaskan kecurigaannya.
"Apa perlu kita serang saja rumah pria itu?"tanya Kenzo membuat Sahara tertawa terbahak. karena Kenzo memang orang yang tak bisa sabaran mendengar perlakuan orang-orang dzalim seperti dia.
"Tuh baru nongol orangnya. Fahmi, dari gank motor Montoya."jawab Lucky yang baru saja datang.
"Yang tinggi itu?"tanya Sahara memicingkan wajahnya.
"Hooh."jawab Lucky.
"Lumayan berat lawan gue. Pantesan taruhannya 10jeti cuy."kekeh Sahara. Membuat Kenzo geleng kepala dengan tingkah anak buahnya itu.
"Gasskuy... Mereka sudah menunggu."ajak Lucky kepada mereka semua yang sudah berkumpul.
Akhirnya Sahara, Lucky dan juga anggota Black Eagle yang lain ikut turun ke sasana tinju milik mereka yang ada disana.
"Hati-hatilah,"bisik Kenzo kepada Sahara sebelum gadis itu pergi. Sahara hanya menjawab dengan anggukan.
"Apa kabar Lady Sahara?"sapa Fahmi saat melihat Sahara. Wanita satu-satunya disana.
"Baik."jawab Sahara pendek.
Membuat Fahmi tersenyum melihat Sahara. Tubuh tinggi langsing dan kulit putih. Wajah cantik Sahara sangat menggoda. Tak di pungkiri setiap pria yang melihatnya akan sangat sulit memalingkan wajahnya dari pesona Sahara. Tapi jika mereka tau siapa dia maka mereka akan berfikir puluhan kali untuk mendekati dia.
Pertarungan di mulai. Target hanya dua ronde. Mereka harus mengerahkan seluruh kemampuannya. Fahmi sudah percaya diri jika dia akan menang melawan Sahara. Dia berfikir sebesar-besarnya tenaga seorang wanita tak akan melebihi tenaganya.
Ternyata pemikirannya salah. Di ronde pertama saja dia sudah kewalahan menghadapi Sahara. Bahkan wajah dan perutnya beberapa kali terkena pukulan Sahara yang ternyata sangatlah keras sekali. Membuat dia kesakitan.
"Wanita itu lumayan juga."ucap Fahmi saat ronde pertama selesai.
"Jangan remehkan dia Mi."ucap temannya mengingatkan. Fahmi mengangguk.
Ronde kedua dimulai kembali. Kali ini Fahmi mulai menyerang Sahara. Wajah Sahara terkena pukulan di sebelah kiri membuat Sahara marah dan kesal bukan main. Kerena pukulan colongan dari Fahmi itu.
"Ck, kau merusak kecantikan wajahku jangkung."kesal Sahara, sorot matanya mulai berubah membuat Fahmi sedikit merinding melihatnya. Kenapa bisa semenyeramkan itu wajah dan tatapan mata Sahara? Tidak seperti tadi.
salam sehat selalu outhor syantik ku 🫶🫶🫶🫶